
"Good Morning BABY. Kamu pasti kelelahan karena semalam." ucap Kevin menepuk kedua pipi istrinya.
"Memang semalam ada apa?" tanya Hana masih memejamkan kedua matanya malas menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya.
"BABY. Ayo! bangunlah." ujar Kevin membuka selimut istrinya ia lemparkan sembarang arah.
"Wow! Sexy kamu mau menggodaku lagi." ucap Kevin.
Sontak itu membuat Hana terkejut ia langsung terbangun dan bersembunyi di balik ranjang mengambil kembali selimutnya yang terlihat hanya wajahnya.
"Sekarang udah ingat belum. Apa perlu ku ingatkan, kita ulangi lagi momen semalam, okey dengan senang hati." ujar Kevin memeluk wanita di hadapannya, kedua tangannya bermain.
"Aku mau mandi. Dimana anak anak? apa mereka sudah bangun?" tanya Hana memasuki kamar mandi.
"Ada di kamarnya. Tenang aja sedang tidur." jawab Kevin.
Hana meraih lengan kekar suaminya ia melihat jam di tangan nya, ternyata hari sudah siang, tidurnya terlalu lelap, jadi ia lupa segalanya.
"Kamu mau apa?" Hana menahan dada suaminya.
"Masuklah. Biar ku temani." Kevin berkata santai berjalan masuk ia membuka semua kain yang melekat di tubuhnya berjalan menuju bathup.
"My Prince? sepertinya penyakit kamu kumat lagi deh!" teriak Hana kesal.
"Penyakitku akan sembuh jika bersamamu." seru Kevin melempar kecupan melewati dua jarinya.
"Bagaimana dengan anak anak. Siapa yang jagain mereka." ucap Hana menoleh ketika suaminya menunjukkan sesuatu di sampingnya.
"Kita bisa mengawasinya dari sini. Jadi jangan khawatir." ucap Kevin mengangkat tubuh istrinya di bawa nya ke bathup bersamanya.
Pertempuran panas kembali terjadi Kevin tak mau menyia nyiakan kesempatan emas itu, Hana sempat menolaknya, akan tetapi ia terbujuk oleh rayuan nya.
*****
"Sini ku bantu menyisir rambut mu." ujar Kevin menawarkan.
"No. Aku bisa sendiri, kamu cek ke kamar anak anak, siapa tau mereka sudah bangun." tolaknya Hana selesai menyisir.
"Apa kamu marah. Sampai hati mengusir suamimu sendiri." ujar Kevin karena istrinya tak mau menoleh ke arah nya.
"Siapa yang marah? aku tidak pernah marah padamu. My Prince." ucap Hana pelan menatap wajah suaminya.
"Itu. Wajahmu cemberut, okey! lain kali aku akan berusaha menahan diri dari godaan kamu." ujar Kevin menoel hidung istrinya.
Hana membalas mencolek hidung suaminya. "Apa kata katamu tidak terbalik. Yang ada kamu yang selalu menggodaku." ujar nya.
"Benar juga. Kamu ini selalu bikin candu, jadi jangan salahkan aku." ujar Kevin menarik tubuh sang istri dalam dekapannya.
Drettt Drettt Drettt...
"Siapa sih?" Kevin meraih ponselnya tapi bukan miliknya yang berdering akan tetapi punya istrinya ia segera mematikan panggilan nya.
Drettt Drettt Drettt...
Ponsel Hana kembali berdering, aktifitas nya terhenti karenanya.
"My Prince. Berikan ponselnya padaku, siapa tau itu penting." pinta Hana menyodorkan tangannya.
Terpaksa Kevin memberikannya. "Jangan cemberut gitu dong! ya udah terserah kamu. Aku mau angkat dulu." ucap Hana tak dipedulikan oleh suaminya.
Lee Tae Yeong melakukan panggilan vidio call itu yang membuat Kevin di bakar cemburu.
~>> Hana ( Aah! sorry kak. Kita lagi honeymoon, kamu mau apa?) tiba tiba Kevin menyela pembicaraan istrinya sembari memeluk mesra ia menempatkan jus stroberi kesukaan nya juga makanan di meja.
~>> Tae Yeong ( Kenapa siang siang begini ada hantu)
~>> Kevin ( Maksudmu saya ini hantu. BABY, tolong ambilkan jarum) pintanya.
"Buat apa?" tanya Hana tak mengerti.
"Menjahit mulut dia. Biar gak sembarangan bicara." jawab Kevin.
~>> Tae Yeong ( Wiih! sadis sekali. Honey, dari dulu suamimu tidak pernah berubah, masih suka cemburuan, padahal sekarang kita saudara)
~>> Kevin ( Hey. Kau ini bukan ) ujar nya berhenti memilih tak melanjutkan nya ia memberikan ponselnya ke Hana.
"Sepertinya anak anak sudah bangun. Kalian lanjutkan saja, tapi ingat jangan terlalu lama." ujar Kevin buru buru pergi.
"My Prince. Ada apa dengannya? aneh sekali." panggil Hana, suaminya keburu pergi.
~>> Tae Yeong ( Suamimu kenapa? Apa maksud ucapannya tadi)
~>> Hana ( Nggak tau. Mungkin dia khawatir karena meninggalkan anak anak sendiri di kamar) ujarnya mengangkat kedua bahunya.
~>> Tae Yeong ( Ooh iya. Aku ada kabar baik untukmu)
~>> Hana ( Kabar baik apa? kak Tae Yeong mau menikah ) guraunnya sembari meminum jus yang di berikan suaminya.
Lee Tae Yeong menganggukinya, sontak membuat Hana terkejut hingga menyembur ke layar ponselnya.
~>> Tae Yeong ( Pelan pelan nanti tersedak)
~>> Hana ( Sudah terjadi kak. You're serious, Congratulations, akhirnya kamu tidak jomblo lagi, mimpi apa aku semalam ) ucapnya kegirangan bertepuk tangan.
~>> Tae Yeong ( Sepertinya bukan aku yang bermimpi. Tapi kamu, kalian pasti habis ) ujarnya membalikkan kata katanya.
~>> Hana ( Apaan sih kak. Kenapa jadi aku? kita lanjutkan lagi nanti ngobrolnya, Kevin memanggilku, bye! ) ujarnya tersenyum malu melambaikan tangannya.
~>> Tae Yeong ( Tunggu sebentar. Jangan di tutup dulu, alangkah baiknya kamu lihat kaca sana, lipstick mu berantakan, bye! Honey ) ucap nya segera menutup panggilan nya.
"Ya ampun. My Prince." ucapnya kaget keluar kamar untuk menemui suaminya di luar.
Akan tetapi yang di cari cari tidak ada disana. "Lho! mereka kemana?" gumam Hana celingukan ia berjalan ke belakang.
"Siapa yang menaruh bunga disini?" gumam Hana ia berjalan mengikutinya karena kelopak bunga itu memanjang hingga pada titik akhir, disana ada Kevin bersama anak anaknya berada di dalam stroller.
"BABY. Ayo duduk, perutku sudah lapar nih!" ajak Kevin menuntun istrinya.
"Hmm...! kamu sweet sekali. Aku jadi terharu, hidupku di penuhi oleh kejutan." Hana tersenyum bahagia.
"Syukurlah kalau kamu menyukainya." ucap Kevin mengusap wajah Istrinya.
"Waah! tteokbokki. Kapan kamu membuatnya? ini enak sekali, sudah lama aku tidak memakan nya suamiku paling the best." ujar Hana mengacungkan jempol menikmati makanan buatan suami.
"Aku sengaja membuat itu tidak terlalu pedas. Takutnya perutmu kambuh lagi." ujar Kevin membuat Hana berhenti mengunyah makanannya.
"Im sorry. My Prince, aku sudah membohongimu, apa kamu akan marah, lalu meninggalkan ku." batin Hana sangat risau.
BERSAMBUNG