
"BABY. Kamu tinggalin aku sendiri." panggil Kevin.
Hana sudah pergi karena badannya tiba tiba sakit semua ditambah lagi pinggangnya masih sakit gara gara jatuh dikamar mandi.
"Punya suami otaknya mesum. Tapi biasanya kalau pasangan suami istri memang seperti kali, aku tidak bisa bayangin kalo aku sama Kevin, Ishhh?, nggak mungkin, kenapa aku jadi ikut ikutan mesum." ucap Hana ia berbaring di dikasur memejamkan matanya.
Hana membayangkan ia berada di kamar melakukan hubungan intim dengan Kevin tapi segera menepis dari pikirannya.
Tak lama kemudian Kevin datang langsung membaringkan tubuhnya disamping Hana.
"Sedang apa kamu disini?" tanya Hana terkejut melihat Kevin berada disampingnya memeluk tubuhnya erat.
Kaki Kevin sengaja menghimpit Hana agar dia tidak bisa bergerak.
Hana berusaha lepas dari Kevin tapi tak bisa malah semakin ia berontak semakin erat pula Kevin memeluknya.
"Bisa diam tidak. Percuma kamu tidak akan bisa lari dariku." ucap Kevin mengeratkan pelukannya.
"Kevin. Apa yang kamu lakukan, lepas, aku mau istirahat ngantuk." ucap Hana kesal.
Kevin memasukkan tangannya ke dalam baju Hana meraba perut Hana yang ramping sampai keatas Kevin sengaja menggerakan tanganya semakin keatas memegang benda bulat kenyal, sampai yang punya empu merasa geli akibat ulah Kevin.
"Kalau ngantuk tidur aja. Apa kamu lupa kesalahan apa yang kamu lakukan." ucap Kevin jari jemarinya kini ia membuka bra Hana.
"My Prince. Geli tau, lepasin nggak, lama lama kamu semakin mesum aja." ucap Hana ia tak bisa apa apa mau melepaskan diri tapi Kevin menghimpit tubuhnya bagaikan guling saja.
"Sudah kamu nikmati saja. Kita kan suami istri. Nggak apa apa kan." ucap Kevin semakin membuat Hana kesal dengannya.
"Kamu tenang saja. Ini tidak akan membuatmu berbadan dua." bisik Kevin membuat Hana merinding saja.
"Ini tidak sesuai dengan perjanjian kita." ucap Hana.
"Aku tidak peduli dengan isi perjanjian itu." bisik Kevin lagi ia membuka baju Hana dengan satu kali tarikan.
Kini Hana terlihat tubuhnya setengah telanjang memperhatikan kulit putih mulus dan terlihat lekuk tubuhnya didepan mata Kevin.
"Aaaaakhh.Hmptttt" suara teriakan tapi Kevin menyumpal dengan menyatukan bibirnya ke bibir Hana.
Salah satu tangan Hana menahan dada Kevin tapi ia malah dipegang erat satu tangan Kevin bergerilya ke sana kemari.
Tapi Hana hanya bisa pasrah apa yang dilakukan oleh Kevin karena sekali ia berontak Kevin akan lebih jauh lagi melakukan hal yang tidak ia inginkan meskipun demikian Hana sangat menikmatinya karena Kevin sangat lembut.
Sebenarnya Kevin tidak tahan lagi tapi ia menahan diri agar tidak melakukannya kalau Hana belum siap.
Kevin ingin Hana sendiri yang menginginkannya bukan karena paksaan dari Kevin ia hanya bisa melihat bagian atas tubuh Hana tapi tak berani melangkah lebih jauh lagi.
"BABY. Bolehkah aku." ucap Kevin lembut mengendus ke da** Hana dan mencium kedua benda kenyal dan meremasnya.
"Tidak. Aku belum siap." tolak Hana lembut ia sebenarnya tak tega melihatnya tapi ia masih takut kalau suatu saat nanti Kevin akan meninggalkannya.
"Maafkan aku Kevin. Aku mau kamu mencintaiku bukan karena nafsu tapi dari lubuk hatimu, aku takut kamu akan pergi meninggalkanku dan cintaku akan semakin dalam, aku mencintaimu." ucap Hana dalam hatinya.
"Aku akan menunggu sampai kamu siap. Tapi jangan terlalu lama, karena aku bukan orang yang sabar." bisik Kevin ke telinga Hana.
"Sebelum kamu meninggalkanku, Aku akan buat kamu menjadi milikku selamanya, Kamu tidak akan bisa pergi jauh dariku" batin Kevin ia tersenyum.
Semakin lama suasana dikamar semakin panas membuat Hana ingin pergi dari sana tapi Kevin terus menahannya ia tak bisa berbuat apa apa yang penting Kevin tidak melakukan yang lebih dari itu.
"My Prince. Bisa nggak kamu lepasin aku, gerah ini." ucap Hana menyingkirkan tangan Kevin darinya.
Tapi apalah daya usahanya tak membuahkan hasil tenaga Kevin lebih kuat darinya.
"Kamu lepasin aja semuanya. Karena kamu harus bertanggung jawab apa yang aku lihat dikamar mandi." ucap Kevin.
"Kenapa aku seperti terjebak dikandang buaya sih?, Ini juga bukannya kamar Kevin. Sudah satu jam juga apa dia nggak lelah, aku juga mau istirahat badanku serasa pegal semua, tapi kenapa aku tidak bisa menolaknya." ucap Kevin dalam hatinya.
"Sudahlah aku mau mandi. Satu jam lagi ada meeting, aku harus mempersiapkan semuanya." ucap Hana mendorong tubuh Kevin keras dan segera turun menarik selimut untuk menutupi tubuh nya.
"Kenapa kamu tutupi. Bahkan suamimu ini sudah melihat semuanya, dari atas sampai bawah, SEXY?" ucap Kevin berdiri menghampiri Hana yang mematung disana.
"Dasar Buaya Darat. Otaknya mesum banget jadi suami." umpat Hana berlari ke kamar mandi.
"Aku akan segera menggigitmu BABY?" teriak Kevin dibalik pintu kamar mandi.
"Crazy?" teriak Hana kesal didalam kamar mandi.
Setelah selesai Hana memakai kimono karena ia lupa mengambil baju gantinya.
"Aduh lupa lagi bawa baju ganti. Kira kira Kevin ada didalam nggak." ucap Hana membuka pintu kamar mandi.
Melihat kesana kemari tidak ada siapa siapa Kevin tidak berada dikamar nya.
"Syukurlah dia nggak ada disini." ucap Hana merasa lega ia segera membuka lemari dan berganti pakaian.
Sementara Kevin yang sedari tadi ada di balkon segera masuk mendengar ada suara langkah kaki siapa lagi kalau bukan Hana.
Langkah kaki Kevin melihat pemandangan yang membuatnya tak bisa melupakannya.
Hana dengan santai mengganti pakaian melepaskan kimono nya memperhatikan kulit putih mulus tanpa memakai sehelai kainpun.
Kevin hanya diam diambang pintu menyenderkan kepalanya.
"Hari yang cerah." ucap Kevin mengejutkan Hana ia menoleh ke arahnya.
"Sejak kapan kamu disitu?" tanya Hana ia tak menyangka kalau Kevin sedang memperhatikan dia.
Hampir tiga puluh menit Hana mengganti bajunya bak seorang model mencobanya lalu melemparkan ke kasur sampai menemukan yang cocok baru dia tersenyum puas.
•
•
•
BERSAMBUNG