Seleb Intertainment

Seleb Intertainment
68. Teman Masa Kecil



"Kevin. Kamu dengar tidak, dasar anak bandel." Panggil Carlos merasa tidak dipedulikan olehnya.


"Paman. aku ini sudah sembuh, jadi tidak perlu diinfus lagi." ucap Kevin berjalan sempoyongan hampir ia terjatuh kalau Kwak Hyun tidak menangkapnya.


"Boss? My Prince." panggil Hana dan Alfian bersamaan.


"Kak Al?, Bisa bantu suamiku kesana." ucap Hana.


"Thanks bro!" ucap Kevin pada asistennya.


"Itu yang kamu bilang sembuh. Kamu pakai tuh baju kamu nanti masuk angin." oceh Dokter Carlos kesal pada Kevin.


"Al? bajunya mana? aku nggak mau pakai baju rumah sakit. Norak banget bajunya sama semua seperti pasien lain." ucap Kevin.


"Maaf boss. Kan bajunya ada ditangan kamu sendiri." ucap Alfian.


"Ohh! Kenapa nggak bilang dari tadi?" ucap Kevin.


"Terserah kamu aja. Sudah sana ganti baju." ucap Carlos.


"BABY. ponselku mana?" tanya Hana.


"Ini. Sekalian aku titip punyaku." lanjutnya Kevin memberikan kepada Hana.


"Make up aku mana?" tanya Hana lagi Kevin sudah ada didepan pintu kamar mandi.


"Kamu mau berdandan malam malam begini." jawab Kevin.


"Nggak juga. Tapi itu aku belinya dikorea, sulit mendapatkan nya." ucap Hana.


"Al? Dimana make up Hana?" tanya Kevin.


"Mungkin masih ketinggalan di Villa." jawab Alfian.


"Ya Sudah. Sekarang kamu belikan istriku make up yang baru." perintah Kevin.


"Thanks. My Prince." ucap Hana bergelanyut mesra di lengan Kevin.


"Kak Carlos. Ada yang ingin ku tanyakan." ucap Hana.


"Ikuti saya sekarang." ajak Carlos.


"Kak Al? sebentar yah! nanti kalau Kevin tanya bilang aja lagi ada urusan sama Kak Carlos." ucap Hana berpesan sembari keluar mengikuti dokter Carlos.


"Baik Nona?" jawab Alfian mengangguk.


"Eeeem....! Ada yang diam diam lihatin istri orang nih!" ucap Kwak Hyun pura pura serak.


"Maksudmu apa?" tanya Alfian.


"Hmm? Bukan apa apa. Cuma mengingatkan." ucap Kwak Hyun berjalan ke balkon.


Alfian terdiam ia memang sangat mengagumi Hana cinta masa kecilnya waktu dulu Alfian, Kevin dan juga Hana bersahabat baik pada sekolah dasar setelah kelulusan Kevin sekolah di korea karena orang tuanya ada kerjaan disana dan Alfian harus ikut mereka karena ia dari kecil tidak punya orang tua.


#FLASHBACK ON


Di Sekolah Dasar


"Hana. Setelah ini kamu mau sekolah dimana?" tanya Alfian pada Hana.


"hmm....! aku tidak tau. Bagaimana kalau kita masuk ke sekolah yang sama biar kita selalu bersama." ajak Hana yang masih sekolah dasar wajah imut kulit putih dan cantik.


Hana adik kelas dari Kevin dan Alfian umurnya beda dua tahun dari mereka.


Bahkan hampir semua murid laki laki mengaguminya walaupun Hana dikenal teman perempuan menganggapnya preman.


Sebenarnya Hana tidak pernah minta tapi teman laki laki selalu memberi kepada Hana ia sangat dihormati karena Hana juga ketua kelas dan paling ditakuti sama murid murid perempuan.


Walaupun begitu Hana juga tidak punya teman perempuan kebanyakan teman Hana laki laki kalau perempuan cuma beberapa aja.


"Hei. Hana seo Yeon?" panggil Seseorang dari mengagetkan Hana.


"Emangnya aku hantu apa?" ucap Kevin.


"Jangan bahas soal hantu. Nanti kalau tiba tiba nongol disini bagaimana?" ucap Hana menakut nakuti Kevin.


"Aaaaaaa?" teriak Kevin langsung memeluk Hana.


"Haa...Haa...Haa. Bercanda kali, mana ada hantu disiang bolong begini." ucap Hana tertawa.


"Kamu ngerjain aku ya! ini lagi ngapain ketawa." ucap Kevin kemudian menatap Alfian tajam.


"Ya ampun boss. Memang disini ada tulisan DILARANG TERTAWA disini." ucap Alfian menekan.


"Oh iya. Aku dengar kalian mau satu sekolah bareng, sepertinya kita tidak bisa." ucap Kevin lesu ia masih memeluk Hana menempatkan dagunya ke bahu Hana.


"Lho? Memang kenapa tidak bisa?" tanya Hana.


"Karena orang tuaku mau pindah ke korea. Jadi mau tidak mau aku harus ikut mereka juga, sama dia juga." ucap Kevin menunjuk ke arah Alfian.


"Hmm. Kalau begitu kita jarang ketemu dong! teman baikku kan cuma kalian." ucap Hana sedih dengan mata berkaca kaca.


"Sepertinya begitu." ucap Kevin mengangkat kedua bahunya.


"Apa tidak bisa kalian tetap disini. Setidaknya kak Alfian jangan ikut kamu." ucap Hana menahannya.


"Tidak bisa Hana. Orang tua Kevin yang merawat aku dari kecil, jadi aku juga ikut kesana." ucap Alfian Hana menghempaskan tangan Kevin kemudian pergi.


"Hana?" panggil Kevin akan tetapi Hana sudah menjauh darinya dan juga Alfian.


"Kevin. Al? Ayo masuk, kita harus pergi sekarang." panggil perempuan yaitu Sinta mama nya Kevin.


"Mama. Tapi Kevin, sebentar mah?" ucap Kevin kemudian menulis surat kemudian menyuruh temannya memberikannya ke Hana.


"Ayo! Mah?" ajak Kevin ia memasuki ke dalam mobil bersama Alfian ia juga merasa sedih karena berpisah dengan Hana.


Sahabat kecil sejak ia masuk sekolah dasar ia sebelumnya sudah bersahabat dengan Hana sejak masih sangat kecil dan mereka juga sering ketemu.


Dulunya Ibu Hana juga bersahabat dengan orang tuanya Kevin hanya bertemu sekali saja saat pertama kali ia diangkat sebagai anak tak lama dari itu ibu Hana meninggal.


"*Maafin aku Hana. Semoga suatu saat nanti kita bisa bertemu lagi." batin Kevin meneteskan air mata nya.


Begitupun juga Alfian ia hanya bisa menangis dalam diam tanpa diketahui Sinta*.


#FLASHBACK


"Lho! Al? Hana ada dimana? Dokter Carlos?" tanya Kevin keluar dari kamar mandi celingukan kesana kemari.


"Hei. Kamu ditanyain Kevin tuh! bengong aja." bisik Kwak Hyun ke telinga Alfian.


"Iya Boss. Tadi ada bersama dengan dokter Carlos, katanya ada urusan sebentar." jawab Alfian.


"Urusan. Urusan apa?" tanya Kevin.


"Saya juga tidak tau. Boss sebaiknya tanya langsung sama Hana?" jawab Alfian.


"Baiklah. Sebaiknya kalian pulang saja, takutnya malah sakit, kamu juga harus bekerja kan, banyak pasien yang menunggumu." ucap Kevin kepada Alfian kemudian beralih ke Kwak Hyun.


"Jangan banyak protes. Sudah sana." usir Kevin halus.


"Ya sudah boss. Kami permisi, nanti kalau perlu apa apa langsung hubungi aku." ucap Alfian kemudian mengajak Kwak Hyun pergi.


°


°


°


***BERSAMBUNG***