Seleb Intertainment

Seleb Intertainment
57. Hari Pernikahan



🌿🌿🌿


Pagi Harinya mereka semua bersiap siap untuk acara pernikahan yang diadakan disebuah Villa milik keluarga Kevin, hanya mereka saja yang tau karena letaknya di puncak suasananya begitu sejuk dan asri karena dikelilingi pepohonan yang hijau.


Sebelumnya mereka berangkat pagi pagi buta dimana belum muncul sinar matahari karena acara akan digelar sekitar jam sembilan pagi jadi semuanya harus siap.


"Nona Hana sangat cantik. Bagaikan seorang putri yang cantik jelita." ucap seseorang perias pengantin wanita merapikan rambut Hana.


Hana sudah selesai dirias dan juga memakai bak seorang princess cinderella gaun pengantin bewarna putih bercampur dengan hiasan bunga bunga kecil warna biru dan juga dihiasi berlian jika terkena sinar akan berkilau.


Ditambah lagi riasan natural tapi terlihat mewah dihiasi mahkota silver bercampur biru muda menambah kesan mewah dari penampilan Hana dari atas sampai bawah.


Sebelumnya memang tidak pernah mengukur badan Hana karena cuma pakai perkiraan saja, Kevin menyuruh Alfian cari tau soal tinggi badan Hana dan juga ukuran baju nya.


Hana terlihat gelisah mondar mandir kesana kemari sesekali menatap cermin.


"Kenapa jantungku berdetak kencang. Tenang Hana, Kamu harus tenang jangan gugup. Huh! Tapi ini malah semakin kencang." ucap Hana dalam hatinya kemudian duduk di kursi menatap wajahnya sendiri di cermin.


"Ini hanya pura pura. Tapi kenapa aku tidak bisa tenang." ucap Hana dalam hatinya mengatur nafasnya agar lebih rileks*.


Perias yang mengikuti Hana kemana ia melangkah bermaksud untuk menenangkan tapi Hana tetap tidak bisa tenang.


"Nona Hana. Tenang dulu, sebentar lagi acaranya akan dimulai, pejamkan mata tarik nafas dalam dalam kemudian keluarkan, sampai Nona merasa tenang." ucap perias itu.


Sebenarnya Perias itu bingung karena Hana tidak ada keluarganya atau siapa saja tapi diurungkan niatnya untuk bertanya padanya.


Hana menuruti perkataan yang dikatakan oleh periasnya.


"Bagaimana Nona. Apa sudah lebih tenang?" tanya perias itu.


"Terimakasih karena sudah membantuku." ucap Hana tersenyum.


"Sama sama Nona. Ini sudah tugas saya." ucap perias itu membalas senyumannya.


"Nona Sangat beruntung bisa menikah dengan Tuan Kevin. Dia memang terlihat angkuh tapi hatinya baik jika bersama orang yang dia sayangi." ucap perias itu.


"Baik dari mana? Setiap hari aja. Kevin selalu mengajak bertengkar terus, aku harap sih! aku ingin selalu bersama dia walaupun tak pernah mencintaiku." ucap Hana dalam hatinya.


Beberapa saat kemudian Sinta datang untuk mengantarkannya ke pelaminan.


Dilihatnya Hana sedang termenung seperti memikirkan sesuatu tanpa menyadari kedatangan Sinta.


"Hana. Kamu tidak apa apa?" tanya Sinta mengejutkan Hana.


"Mamah. Sejak kapan ada disini." jawab Hana tersadar dari lamunan nya.


"Baru saja. Kenapa wajahmu terlihat sedih, apa kamu tidak bahagia dengan pernikahan kalian." tanya Sinta.


"Hmm. Hana sangat sangat bahagia, bisa menikah dengan Kevin, Hana cuma kangen sama ibuku." ucap Hana dengan mata berkaca kaca.


"Maklum saja. Seorang anak merindukan ibunya, semoga arwah beliau tenang disisi tuhan." ucap Sinta memeluk Hana.


"Amin." ucap Hana tak terasa meneteskan air mata tapi segera ia hapus takut Sinta tau.


"Kamu harus bahagia. Nanti resepsi kalian tetap dilaksanakan tapi suatu hari nanti, hubungan kalian akan kami resmikan di depan umum, sementara dirahasiakan didepan public, apa kamu keberatan." ucap Sinta melepaskan pelukannya.


"Tidak apa apa. Yang penting kita akan menikah sah dalam agama dan negara." ucap Hana tersenyum.


Sinta akhirnya membawa Hana ke pelaminan disana sudah ada Kevin yang menunggunya berpakaian setelan jas pengantin warna putih terpesona ketika melihat Hana yang memakai gaun pengantin begitu anggun dan juga senyum bahagia di wajahnya.


"Cantik." gumam Kevin didepan Hana.


***


Hari mulai sore mereka sudah sah menjadi sepasang suami istri para tamu yang diundang hanya orang orang terpilih saja.


"Akhirnya. Kalian sudah resmi menikah, kami sangat bahagia bisa mempunyai menantu sebaik Hana dan juga cantik." ucap Sinta memuji Hana kemudian menoleh ke suaminya.


"Mama bisa aja. Mama juga tidak kalah cantik dengan menantu kita." ucap Fadly menyenggol perutnya dengan wajah genit.


"Papa bisa aja. Kamar pengantin kalian ada di atas disebelah kanan, kami sudah persiapan semuanya spesial untuk Kamu Kevin dan juga kamu Hana." ucap Sinta tersenyum.


"Kevin. Kamu bawa Hana ke atas." perintah Fadly.


"Baik pah? Ayo Sayang!" ajak Kevin merangkul pinggang Hana erat.


"What? Satu kamar dengannya. Bagaimana mungkin, nanti kalo dia macam macam, Aduh! apa yang akan terjadi nanti." ucap Hana dalam hatinya ia tak mendengar ajakan Kevin malah sibuk dengan sendirinya.


Kevin yang tak mau orang tuanya mencurigai kalau mereka hanya menikah diatas kertas saja segera menyadarkan Hana dengan langsung mengangkat tubuh Hana.


Hana terkejut atas perlakuan Kevin baginya sangat berlebihan apalagi didepan orang tua Kevin ia menahan malu dengan membenamkan wajahnya ke dada Kevin.


"Sangat romantis. Sudah sana bawa ke kamar." ucap Fadly Kevin sudah melangkah ke lantai atas dengan mengangkat tubuh Hana dalam dekapannya.


"Kevin. Apa yang kamu lakukan, a-aku mau turun." ucap Hana berbisik.


"Kamu mau mereka tau." ucap Kevin berhenti kemudian tersenyum menoleh ke Sinta dan Fadly.


"Ya sudah. Cepat ke kamar ngapain berhenti." ucap Hana pelan.


"Oke. Princess." ucap Kevin.


Kini mereka sudah ada didepan kamarnya Hana memberontak ingin turun.


"Jangan bergerak. Atau aku akan jatuhkan kamu." ucap Kevin.


"Turunin nggak." ucap Hana mereka sudah sampai didalam kamarnya.


"Sudah. Puas." ucap Kevin menurunkan Hana.


"Akhirnya selesai juga." gumam Hana tiba tiba ia merasakan kepalanya sedikit pusing karena belum sepenuhnya sembuh dari sakitnya.


Kevin melihatnya ingin membantu tapi Hana menolaknya dengan mendorong tubuh Kevin.


Pandangan Hana sedikit buyar lama kelamaan ia pingsan Kevin melihatnya langsung menangkapnya agar tidak terjatuh.


"Hana. Aku baru ingat, kata Hyun tidak boleh beraktifitas dulu." ucap Kevin menempatkan Hana di kasur.


Segera ia menghubungi Kevin agar menjemput dokter Kwak Hyun.


~>> [[ Hallo boss.]] ucap Alfian.


~>> [[ Cepat kamu jemput dokter Hyun sekarang.]] ucap Kevin langsung menutup teleponnya.


•


•


•


*Bersambung*