
Disaat sedang mereka menikmati makanannya ada seseorang yang menyapa Kevin dari kejauhan ia melambaikan tangannya kearahnya.
"Kevin?" panggil seseorang membuat Hana yang sedang makan menoleh ke sumber suaranya tapi tak menemukannya.
Sedangkan Lee Tae Yeong dan Kevin tidak memperdulikan suara itu malah semakin menikmati makanannya.
"My Prince. Sepertinya ada yang memanggil namamu. suaranya perempuan, tapi dimana." ucap Hana celingukan menyenggol lengan suaminya.
"Tidak ada. Itu cuma perasaanmu saja, jangan dipikirkan, kamu mau coba punyaku" ucap Kevin malah menawarkan makanan yang ia makan ke Hana.
"Nggak mau. Lagi pula itu udang besar banget, ngeri aku lihat nya, itu sudah matang kan." tolak Hana menjauhkan badannya agak condong ke belakang.
"Kamu itu bagaimana sih! ini itu lobster. Bukan udang, pastinya sudah matang, kalau mentah ngapain dimakan, kamu cicipi spageti ini enak banget, aku nggak bohong." tawar Kevin tapi ditolak Hana.
"Sama saja. Cuma wujudnya yang lebih besar, aku perhatikan selera kalian sama, kak Tae Yeong juga suka bubur kacang ijo." ucap Hana sembari memakan pizza khas Italia pesanannya.
"Itu karena dia ikut ikutan aku. Dari dulu ini makanan favoritku." ucap Lee Tae Yeong menunggu dengan dagunya kearah Kevin.
"Oh yah! masa sih. Tapi selera kalian hampir sama, dari fashion, makanan, sampai sifatnya pun sama, ini bukan kebetulan kan, apa kalian berdua kakak beradik yah?" ucap Hana membuat Kevin tersedak.
Lee Tae Yeong memberikan WINE ke Kevin tapi ditolaknya ia lebih memilih meminum jus milik Hana karena punya dia sudah habis.
"Sorry. Aku tidak minum itu, BABY?" ucap Kevin mengambil jus stroberi milik Hana dan tenggorokan nya terasa lega.
"Bagaimana?,seger. Itu punyaku kamu habiskan juga." tanya Hana menatap suaminya datar.
"Nggak mungkin. Kamu itu suka sekali bercanda, sama sekali tidak lucu." ucap Kevin melanjutkan makannya.
Hana sedikit berfikir keras ia sampai menatap Kevin dan Lee Tae Yeong bergantian tapi pikirannya buyar ketika seorang pelayan mengantarkan makanan dan minuman untuk mereka.
"Thanks. Ini makanan buat siapa? perasaan pesanan kita sudah diantarkan." tanya Hana ketika pelayan meletakkan beberapa menu makanan di meja mereka.
"Maaf Nona. Makanan ini pesanan Tuan sebelah anda." jawab pelayan itu tersenyum kemudian menundukkan kepalanya tangannya mempersilahkan ke Kevin.
Kevin langsung mengambil makanan itu dengan senangnya.
Sedangkan Hana ia hanya tercengang melihat suaminya makan dengan porsi yang banyak.
"My Prince. Makanan sebanyak itu, apa kamu habis, bagaimana dengan perutmu, memang muat." tanya Hana sampai menelan ludahnya kasar.
"Aku masih lapar banget. Jadi nambah deh! nggak apa kan." jawab Kevin diangguki Hana yang menatapnya aneh.
"Tapi biasanya. Kamu paling anti makan banyak, karena takut berat badan naik, dan suka melarang aku makan berlebihan." ucap Hana yang hanya mendapat senyuman dari suaminya.
"Sudah. Biarkan saja dia Honey, mungkin efek kehamilan kamu, nanti kamu jangan lupa ajak dia olahraga." bisik Lee Tae Yeong ditelinga Hana ia duduk di sebelahnya tanpa diketahui oleh Kevin.
Tak sengaja jepit rambut yang Hana gunakan jatuh karena tersenggol tapi dengan segera Lee Tae Yeong mengambilkan untuknya tetapi ia merasa ada yang aneh dengan sepatu yang dipakai oleh dua laki laki duduk tak jauh dari meja mereka.
Hana mengikuti kemana arah mata Lee Tae Yeong dan ia baru mengerti.
"BABY. Sejak kapan dia duduk didisimu, sorry! kursi ini hanya muat untuk dua orang saja, tidak lebih." tanya Kevin sengaja menggeser tubuhnya sampai Lee Tae Yeong hampir jatuh kalau tidak tangannya menyangga ke lantai.
"Suamimu ini memang menyebalkan sekali. Hampir saja aku terjatuh, kalau itu sampai terjadi, mau ditaruh dimana wajahku, didepan pengunjung restoran ini." ucap Lee Tae Yeong melihat Lee Tae Yeong kesal.
Kevin bangkit dari kursinya ia bilang sama Hana kalau ia mau ke toilet.
"Mau kemana kamu?" tanya Lee Tae Yeong menatap Kevin seakan tak memperbolehkan pergi.
"Toilet. Anda silahkan minggir, jangan menghalangi jalanku, oke." jawab Kevin ia mendorong Lee Tae Yeong sedikit menjauh darinya.
Benar saja ketika Kevin berjalan menuju ke toilet dua orang yang berpakaian hitam mengikutinya tanpa disadari oleh Hana dan Lee Tae Yeong.
"Honey?" panggil Lee Tae Yeong setelah ia tak melihat dua orang yang mengintai mereka.
"Hmm?, ada apa kak?" tanya Hana ia menatap Lee Tae Yeong serius ia baru saja mengecek ponselnya karena ada pesan masuk.
"Itu. Dua orang yang tadi mengintai kita." jelas Lee Tae Yeong.
Hana menoleh ke sana kemari ia baru menyadari karena terlalu fokus sama ponselnya jadi lupa.
Susah begitu Kevin sedang ke toilet lama tak kembali entah sedang apa disana.
"Hei. Mau kemana?" tanya Lee Tae Yeong mencekal tangan Hana.
Hana tak perdulikan Lee Tae Yeong ia berjalan menuju ke toilet karena khawatir dengan suaminya.
Sebelum Lee Tae Yeong menyusul Hana ia mengambil barang barangnya terlebih dahulu termasuk ponsel Kevin yang masih tergeletak di meja makan.
"Honey. Tunggu." panggilnya tapi Hana sudah hilang dari pandangan Lee Tae Yeong.
"Cepat sekali dia perginya." gumam Lee Tae Yeong sekarang berada di depan toilet ia bukan bertemu dengan Hana malah Kevin yang baru saja keluar dari sana.
"Lee. Kamu meninggalkan Hana sendiri disana, nanti kalau ada apa apa dengannya bagaimana? aku kan menitipkan dia sebentar denganmu." ucap Kevin memanggilnya sampai mengagetkan Lee Tae Yeong yang berada di depannya sedang celingukan.
"Malah diam saja. Sedang apa kamu disini, apa tidak bisa tunggu aku kembali kesana, ditanya bukannya jawab." tanya Kevin sampai menyenggol lengan Lee Tae Yeong.
"Bawel. Hana tadi kesini, tapi saat aku susul, dia sudah tidak ada." jawab Lee Tae Yeong membuat Kevin tak mengerti.
Kevin dan Lee Tae Yeong akhirnya pergi mencari Hana yang tidak tau pergi kemana.
"My Prince. Kak Tae Yeong?" panggil Hana dengan santainya disaat keduanya sedang panik mencarinya.
BERSAMBUNG