
"Terima kasih. Aku memang bidadari tak bersayap." ucap Hana tersenyum mendekati Kevin.
"Kamu ini dipuji sedikit langsung terbang tinggi di awan." ucap Kevin.
"Pasti. Apa kamu tidak ingin menjadikanku model diperusahanmu, karena aku cantik." ucap Hana.
"Kamu mau tubuhmu dilihat banyak orang. Kamu ini kan perempuan." ucap Kevin menolak.
"Hmm. Benar juga, kenapa aku tidak berfikir sampai kesitu." ucap Hana meletakkan jari telunjuk ke dagunya.
"Kamu mau bekerja diperusahanku." tawar Kevin.
"Mau. Masa dikasih kerjaan menolak." ucap Hana duduk di meja, dan Kevin ada di kursi memperhatikannya dari atas sampai bawah.
"Kenapa kamu terus menatapku?" tanya Hana merasa risih Kevin melihatnya.
"Kamu mau pergi malam hari. Pake pakaian seperti ini." ucap Kevin menunjuknya dengan dagu.
"Ya. Aku memang seperti ini kalau mau kemana mana." ucap Hana.
"Terserah kamu. Tapi kalo sampai kedinginan aku tidak akan memberikan jaket untukmu." ucap Kevin.
"Kamu tenang aja. Aku sudah biasa, jadi jangan khawatir, aku tidak akan meminjam jaketmu." ucap Hana.
"Ayo berangkat!" ajak Kevin menarik tangan Hana.
"Yeah. Jalan jalan." ucap Hana antusias.
"Duduk didepan. Kamu pikir saya supirmu." ucap Kevin duduk terlebih dahulu di kursi stir dan memasang Seat belt.
"Aku kira kak Al yang menyetir." ucap Hana membuka pintu mobil.
"Sekarang kamu lihat disini tidak ada Alfian." ucap Kevin.
"Hee..Hee. Iya juga." ucap Hana tersenyum menunjukkan giginya.
"Kita mau makan dimana?" tanya Kevin.
"Di restoran aja ya! aku mau kuliner." jawab Hana.
"Oke. Kalau begitu kamu yang bayar nanti." ucap Kevin menahan tawanya.
"Mau bayar pake apa? Daun. Orang aku aja nggak punya uang. " ucap Hana.
"Aku akan mentraktir kamu." ucap Kevin.
"Kamu sangat baik. Kita keliling cari kuliner yang enak." ucap Hana tersenyum senang.
"Apa kamu tidak kenyang tadi habis makan Donat?" tanya Kevin.
"Belum. Itu cemilan, Bukan termasuk makan malam." jelas Hana.
"Perutmu terbuat dari apa?" ucap Kevin tak percaya.
"Karet mungkin." ucap Hana asal.
"Kamu posting foto kita di sosmedmu." ucap Kevin.
"Ya. Waktu itu aku sudah minta izin padamu." ucap Hana.
"Buat apa?" tanya Kevin.
"Kenang kenangan. Sudah terlanjur aku post, dan aku tidak akan menghapusnya, eeh! tapi sekalian agar semua temanku iri." ucap Hana.
"Kenang kenangan atau cuma pamer. Dengan cowok ganteng kaya lagi." goda Kevin.
"Ishh. Dua duanya, di dunia ini masih banyak lelaki yang lebih tampan darimu, ingat di atas langit masih ada langit." ucap Hana malas.
"Aku tau. Tapi memang aku tampan kan." ucap Kevin membuat Hana memutar bola matanya malas.
"Iya. Kamu tampan, tapi sombong." ucap Hana menyeringai.
Hana memilih diam karena berdebat dengan Kevin tak ada habisnya malah semakin membuatnya pusing.
"Kita sudah sampai. Ayo masuk." ajak Kevin terlebih dulu keluar dari mobil.
"Wahh! Ini keren." gumam Hana memasuki nya.
"Silahkan Tuan. Nona?" ucap pelayan menyambut mereka ramah.
"Kita mau kemana?" tanya Hana karena Kevin mengajak nya naik lift.
"Makan. Masa berenang." jawab Kevin santai.
"Ya aku tau. Apa kita akan ke Rooftop." ucap Hana menebak.
"Nanti kamu juga tau." ucap Kevin kini mereka sudah sampai di Restoran Rooftop.
"Apa kamu menyewa tempat ini. Kamu menghabiskan uang saja." ucap Hana tak percaya karena tempatnya cuma mereka berdua tak ada siapa siapa kecuali pelayan.
"Kamu mau aku di kejar kejar penggemarku. Nanti kita tidak bisa makan dengan tenang." ucap Kevin mengajak Hana duduk.
"Ini sangat indah. Pemandangan kota jakarta di malam hari gedung gedung yang tinggi." ucap Hana berdiri menikmati suasana menghirup udara segar di malam hari dengan merentangkan kedua tangannya.
"Kamu suka." ucap Kevin memeluk Hana dari belakang.
"Kevin. Kenapa kamu suka banget memelukku tanpa izin." ucap Hana kaget tiba tiba Kevin langsung memeluknya dari belakang.
"Agar hangat. Apalagi ini romantis bukan, anggap saja kita sedang berpacaran dan sebentar lagi kita akan menikah." ucap Kevin membuat Hana terdiam.
"Didunia ini. Siapa yang paling kamu cintai?" tanya Hana menoleh ke samping melihat wajah Kevin.
"Tuhan yang menciptakan alam semesta dan kedua orang tuaku." jawab Kevin tangannya kini menyelipkan rambut Hana ke telinga agar terlihat jelas wajah Hana.
"Selain itu." ucap Hana sebenarnya ia mengharapkan cinta dan kasih sayang dari Kevin selayaknya sepasang kekasih yang sebentar lagi akan menikah.
"Aku nggak tau." ucap Kevin berfikir sejenak.
"Dia menggantung perasaanku. Apa dia tidak berniat untuk mencintaiku, setidaknya mencoba mencintaiku." ucap Hana sedih dalam hatinya.
"Kenapa kamu bertanya seperti itu? apa kamu lagi memikirkan lelaki yang ada di dalam hatimu." ucap Kevin.
"Iya. Tapi dia tidak pernah mencintaiku, hanya mempermainkanku tanpa peduli perasaanku." ucap Hana sebenarnya menyindir Kevin tapi ia tak mengerti juga.
"Sedalam itu perasaanmu padanya. Apa kamu tidak ada niat untuk berpindah ke lain hati." ucap Kevin.
"Tidak. Dia cinta pertama dan terakhirku, aku tidak bisa melupakannya." ucap Hana membuat Kevin ada getaran aneh dalam dirinya.
"Kalo kamu kangen seseorang. Kamu bisa memelukku kapan saja, saya dengan senang hati mau memeberinya." ucap Kevin.
"Tapi aku tidak akan melakukan nya. Bukannya kamu sendiri yang suka memelukku terlebih dahulu." ucap Hana.
"Iya. Karena aku teringat seseorang yang ada di hatiku, aku mencintainya tapi dia mencintai orang lain." ucap Kevin.
"Siapa yang kamu cintai?" tanya Hana.
"Ada. Dia wanita paling cantik didunia ini selain ibuku." ucap Kevin.
"Permisi Tuan. Nona? makanannya sudah siap." ucap Pelayan membuat mereka menoleh kebelakang dengan posisi Kevin memeluk Hana.
"Hmm. Kamu boleh pergi." ucap Kevin kepada pelayan itu.
"Kevin. Lepaskan pelukanmu, aku mau makan." ucap Hana Kevin malah semakin mengeratkan pelukannya.
"Sebentar lagi." ucap Kevin.
"Sebenarnya pelukan dia sangat hangat. Tapi lama kelamaan jantungku bisa lepas dari tempatnya." ucap Hana dalam hatinya memejamkan kedua matanya.
***Bersambung***