
Hana menggeleng pelan sembari membalas pesan dari suaminya.
>(Kamu pasti belum sarapan. Bandel ih! masih pagi juga, belum jam dua belas siang)< balas Hana dengan emoji marah.
Kevin <(Sorry BABY? aku cuma ikut Lee. Dia mengajakku kesini.)<
"Bisa bisanya cari alasan. My Prince, ada ada saja kamu." gumam Hana meletakan ponselnya diatas meja kerjanya.
Drett...Drett...Drett...
~>> Hana: [[ Hallo My Prince?]] ucap Hana mengangkat panggilan telepon nya.
Tidak ada jawaban malah suara orang lain.
"Kak Tae Yeong." gumam Hana mengerutkan dahi.
~>> Hana: [[Kak? itu kamu. Kevin dimana?]]
"Maksudnya apa sih! mereka mau mengerjaiku." ucap Hana segera menghubungi seseorang.
Namun sudah beberapa kali tak ada jawaban darinya. "Perasaanku tidak enak. Kak Tae Yeong juga tidak mengangkat nya, sebenarnya mereka kemana?" ucap Hana mulai cemas.
"Tenang lah sayang. Ayahmu akan baik baik saja, kak Tae Yeong pasti sedang bersamanya sekarang, mungkin sibuk." ucap Hana mengusap perutnya menenangkan janin dikandungan nya.
Cukup lama Hana menunggu kabar dari suaminya namun tak kunjung menghubungi nya ia sampai berjalan kesana kemari di dalam kamar hingga ke balkon, membaringkan tubuhnya berharap bisa tertidur.
"My Prince. Sedang apa kamu disana, dia membuatku cemas saja." gerutunya kesal karena lelah Hana tertidur terlelap di alam mimpinya.
*****
Di rumah Lee Tae Yeong...
Kevin bolak balik ke kamar mandi mual mual hingga muntah terus menerus hingga tubuhnya lemas bersender di pinggir tempat tidur wajahnya memucat tak ada tenaga untuk berdiri lagi.
"Kenapa jauh sekali." ucap Kevin berusaha mengambil ponselnya diatas kasur tapi kesusahan tangannya seakan tak sampai.
"Akhirnya dapat juga. BABY?" gumam Kevin pandangan matanya buram ada dua bayangan.
Tok tok tok
Terdengar ketukan keras dari luar Kevin tak bisa membuka pintu. Tubuhnya terlalu lemas untuk berjalan kesana ia hanya membiarkan nya saja walaupun sudah beberapa kali.
"Hey! Tuan Sombong. Sedang apa kau didalam? cepat keluar, ini sudah kubuatkan makanan untukmu " teriaknya tak ada jawaban.
"Waah! keterlaluan. Dia pasti enak enakan tidur didalam." gerutu nya kesal kembali menggedor gedor pintu kali ini lebih keras.
Tok tok tok...
Tok tok tok....
Tok tok tok.....
"Berisik sekali. Ganggu, tambahin pusing kepalaku saja, batre nya habis lagi, charger ku dimana? aaaaah! ada didalam koper." ucap Kevin terakhir meletakan di depan kamarnya ia lupa membawanya kedalam.
Pintu dibuka pemandangan pertama Lee menatap tajam Kevin. "Akhirnya kau muncul juga." ucap Lee sembari membawa sebuah nampan berisi makanan dan minuman.
"Sorry. Tadi ketiduran, habisnya hari ini sangat melelahkan." ujar Kevin menarik koper berukuran kecil dengan susah payah.
"Huftttt. Dasar lemah, ini sangat enteng, seharusnya bukan hal berat buat kamu." Lee menarik nafas dalam ia hanya perlu satu tangan untuk memindahkan kedalam.
"Thanks. Bisa tolong bantu aku duduk disana, kakiku lelah jika harus berdiri disini." pinta Kevin menyandarkan diri di pintu.
*****
"Kepalaku sakit sekali. Apa ini perjuangan seorang wanita, sangat berat, baru mengandung harus merasakan sakit seperti ini, apalagi melahirkan anak, mengurus dan mendidiknya." gumam Kevin mengerjabkan mata hari telah gelap.
"Bagaimana? kau payah. Maka nya lain kali kalau makan jangan berlebihan, ini kan akibatnya, suka gitu buat istrimu khawatir." ujar seseorang duduk di sofa menyilangkan tangan dan kakinya.
"Lee? berapa lama aku berbaring di tempat ini." tanya Kevin.
"Enam." jawab Lee.
"Untung cuma sebentar. Enam bukan apa apa kan buatmu." ujar Kevin santai ia baru menyadari hari telah berganti gelap.
"Pingsan atau tidur sih! waktuku terbuang hanya untuk menunggu mu berbaring di kasur empuk, sedangkan punggungku sakit karenamu." ujar Lee memutar bola matanya malas.
Drettt Drettt Drettt....
[[Lee: Hallo? Honey. Ooh! suamimu, dia sudah sadar dari komannya.]] ucapnya mendapat lembaran bantal mengenai wajahnya.
Entah mengapa ada rasa cemburu ketika berhubungan Hana. "Nih! Hana mau bicara. Siap siap kau mendapatkan omelan." ujar Lee berbisik lirih sembari menyeringai.
~>> [[My Prince? kamu tidak apa apa. Maaf yah!]] ucap Hana didalam ponselnya.
Awalnya Kevin mengira omongan Lee benar adanya, ternyata itu hanya menakut nakuti mengerjai nya.
"Awas kau. Dasar menyebalkan." Kevin berbicara tanpa mengeluarkan suara ke orang yang duduk santai di sofa tersenyum manis penuh arti.
~>> [[Kevin: BABY? ini jam berapa? kok belum tidur. Sudah malam lho! disana sebentar lagi pagi.]] terkejut melihat jam menunjukan pukul dua belas malam.
Jarak mereka jauh, waktunya berselisih dua jam lebih cepat.
[[Hana: Ya aku belum tenang sebelum mendengar suaramu. Good Night My Prince, si putri cantik mau bobok manis.]]
Ucapan istrinya membuat Kevin tersenyum geli.
[[Kevin: Good Night, mimpi indah. I love you BABY?]]
Lee menggelengkan kepala melihat tingkah laku Kevin menurutnya itu sangat berlebihan ia sendiri tak pernah terbesit dalam pikiran nya untuk mencari seseorang yang bisa dijadikan pacar apalagi istri, cinta pertama dan terakhir hanya ada pada satu wanita didunia ini, selain ibu angkatnya dan juga Hana, perasaan cemburu selalu ditepis olehnya karena melihat orang tercintanya bahagia bersama pilihan hidupnya.
🌱🌱🌱
Pagi Harinya Kevin sudah beraktivitas kembali untuk membugarkan tubuhnya ia memulainya berlari disekitar halaman rumah Lee sangat berbeda dengan miliknya disana lebih panas dibandingkan rumahnya sendiri.
"Rumah macam apa? taman saja tidak ada. Atau bunga tumbuhan hijau, pantas sih! sama seperti pemiliknya aneh, cuma rumput hijau itupun sedikit saja." gerutu Kevin duduk selonjoran di halaman belakang keringat bercucuran karena menghadap langsung ke arah terik matahari sembari meneguk air mineral.
"Segar sekali kelihatannya. Tapi sayangnya tidak bisa, bisa tenggelam aku didalam sana, pasti kan ini sangat dalam." gumam Kevin memasuki rumah ia berhenti di tepi kolam renang airnya begitu segar ia duduk di tepi sana.
"Kalau saja aku." gumam Kevin terkejut ketika kakinya ditarik oleh seseorang entah itu siapa.
BERSAMBUNG...