Seleb Intertainment

Seleb Intertainment
187. Kejutan Spesial



"My Prince. Kamu nggak mau ngucapin sesuatu, dimana dia?" ucap Hana celingukan mencari keberadaan suaminya.


Dari belakang Lee menepuk bahu adik angkatnya sontak Hana terkejut ia hampir saja menjatuhkan gelas yang di pegangnya. "Honey. Kamu cari siapa?"


"Kak Tae Yeong. Kau mengejutkanku." ujar Hana menggetatkan giginya.


Sedangkan Lee ia malah terlihat senang ketika adik kesayangan nya marah.


"Kamu itu cantik. Please, jangan marah marah, nanti wajahmu cepat keriput, kau tau selanjutnya, suamimu akan bosan padamu, dan mencari wanita lain." ucap Lee ia meringis kesakitan, perutnya di cubit keras oleh Hana.


"Jaga bicaramu. Jika seseorang dengar, mereka akan mengira kalau kau laki laki mata keranjang, godain istri orang." bisik Hana tersenyum ramah ke setiap para tamu undangan di sana.


"Aa-ampun. Bisa tolong lepaskan." Lee berkata memelas.


"Geli. Awas saja kalau nanti kak Tae Yeong, berani berselingkuh dari Caitlin, kau berurusan denganku." ucap Hana melepaskan cubitan nya.


Lee bertingkah seperti bayi sembari melenggok lenggokan tangannya, senyum senyum manja yang tampak lebih imut.


"Suamimu ada disana. Apa kamu tidak mau menghampirinya." tunjuknya Lee.


Haa...Haa...Ha...


Lee tertawa cekikik kan hingga tak terdengar suaranya ia tak tahan melihat raut wajah Hana yang terlihat kesal melihat suaminya berbicara sangat dekat bersama wanita lain.


"My Prince." panggil Hana lembut penuh arti.


"Dia wanitaku." ucap Kevin memperkenalkan ke para wanita di depannya.


"Sorry. Kami cuma mau minta tanda tangan nya, kamu pasti istrinya, perkenalan nama saya Celine Alexandra." ucapnya memperkenalkan diri.


Hana mengangguk mengiyakan sembari tersenyum ramah membalas uluran tangan nya. "Hana Seo Yeon." ucapnya sedikit melirik ke suaminya.


"Nice to meet you. Ternyata lebih cantik aslinya dari pada yang ada di foto." ucap Celine melihat penampilan Hana dari atas sampai bawah.


"Aah! benarkah. Kamu juga sangat cantik." ucap Hana membuat Celine salah tingkah.


Celine terus mencuri curi pandang ke Kevin ia sampai terang terangan di hadapan istrinya.


Kevin merangkul pinggang ramping istrinya mesra ia tak ingin membuatnya cemburu.


"Excuse me. Boleh saya bergabung." ucap seseorang di tengah tengah mereka.


"Kak Lee." seru Celine saling pandang dengan teman temannya.


Lee berhambur memeluknya begitu erat. "How are you?" ucap nya bergantian memeluk teman teman Celine


"Good." Celine menaikkan kedua bahunya kembali memeluk Lee Tae Yeong.


"Sorry mengganggu. Kak Tae Yeong, kita berdua pulang dulu, sorry nggak bisa lama lama." ucap Hana.


"Pulang. Kenapa cepat sekali? kalian baru saja datang." ujar Lee.


"Kita masih ada urusan. Selamat buat pernikahan kalian, ooh iya, Caitlin ada dimana?" ucap Kevin menanyakan sahabatnya ia cuma bertemu sebentar.


"Dia sedang berganti pakaian. Sebentar lagi Photobooths, kalian nggak mau ikutan, Honey? kamu mau kan." ujar Lee mengajak Hana bermaksud agar tak buru buru pergi.


"Oke." ucap Kevin ia memberi kode agar istrinya.


*****


"BABY. Ada apa denganmu? aku lihat kamu diam sepulang dari pernikahan Lee sama Caitlin." tanya Kevin meraih tangan istrinya.


"Kalau cuma lelah kamu tidak akan bersikap seperti ini." ujar Kevin menaikkan dagu istrinya agar mau menatap wajahnya.


"Menurutmu Caitlin sama Celine cantikan mana." ucap Hana tiba tiba mengatakan itu.


"Pasti Celine. Secara dia itu cantik, tinggi, bodinya juga." ujar Hana.


"Apa kamu takut suamimu berpaling padanya." ujar Kevin menyela ucapan Hana.


"T-tentu saja tidak. Lebih cantik aku daripada dia, jelas jelas itu bukan tandinganku, sampai berani kamu berpaling, aku akan benar benar menghilang darimu." ucap Hana sedikit mengancam.


Kevin tertawa kecil. "Ha...Ha...Ha...! kamu itu kalau lagi cemburu menggemaskan. Wajahmu jadi semakin bertambah cantik, seribu kali lipat." pujinya.


"Dusta." umpatnya tersenyum, Hana menyembunyikan wajahnya di balik ketiak suaminya.


Kevin memberikan kejutan ia menutup kedua matanya dengan kain kemudian menuntunnya pelan.


"My Prince. Sebenarnya kamu mau mengajakku kemana sih! kenapa mataku harus di tutup segala, a-aku takut." ucap Hana penasaran.


"Percayalah padaku. Awas kakimu, di depan ada tangga." ujar Kevin mengimbanginya.


Sampainya di tempat dimana Kevin mempersiapkan sebelumnya ia melepas penutup matanya.


Lotte Word Tower


"Waah! aaaaaaaaa. My Prince, ini sangat menakjubkan, aku nggak nyangka kamu membawaku ke tempat ini." ucap Hana setengah berteriak saking gembiranya.


Hana menjadi pusat perhatian karena suara teriaknya, Kevin segera menutup mulutnya.


Husttt...


"Pelankan suaramu." ucap Kevin.


Kevin mengajak Hana ke lantai dengan ketinggian sekitar 478 meter, ia seperti melayang di udara karena lantai transparan.


"My Prince. Aku merasa kita sekarang terbang melayang di udara, menakjubkan sekali." ucap Hana berdecak kagum.


"Ini apa?" tanya Kevin memegang ponsel Hana.


"Kita selfie berdua. Ayo!" ajak Hana berpose ceria sedangkan Kevin ia terus menatap ke bawah.


"Jangan terus melihat ke arah bawah. Nanti kamu akan pusing, santai aja, kan kamu yang mengajakku kesini." ujar Hana menarik suaminya untuk mengambil gambar mereka berdua di kamera ponselnya.


"Buat apa kita berselfi. Terus apa gunanya fotografer yang ku sewa." oceh Kevin sebenarnya ia sangat takut berlama lama di sana dengan lantai transparan.


"Kalau kamu takut. Tatap mataku, stop melihat ke bawah, cukup melihat istrimu yang cantik, okey!" ucap Hana ia tak banyak mengambil gambar disana takutnya Kevin kenapa kenapa.


Hanya saja ia kurang puas karena suaminya yang takut tapi dia pura pura senang demi dirinya.


Hana berjalan ke teras dimana ia bisa melihat pemandangan seluruh kota Seoul dari atas ketinggian, udara sepoi sepoi di ketinggian ratusan meter, hal itu tidak membuat dirinya takut, melainkan sebaliknya ia nampak begitu senang berada di sana bersama orang tercinta.


Suasana berubah ketika matahari mulai tenggelam Hana tak mau melewatkan kesempatan itu ia mengambil vidio untuk mengabadikan nya.


"My Prince. Cepat kamu berdiri disana." pinta Hana.


"Ayolah. Aku ingin menjadi fotografer kamu." pintanya lagi tersenyum, akhirnya sang suami mau menuruti nya.


BERSAMBUNG