Seleb Intertainment

Seleb Intertainment
71. Pemandangan Indah



"Modus banget si boss." batin Alfian ia menggeleng kan kepalanya pelan.


"Kamu ini ada ada saja." ucap Hana mengulaskan senyuman.


"Nah gitu dong. Cantiknya hilang kalau kamu menangis " ucap Kevin tersenyum mengusap air mata istrinya pelan.


"Dari dulu aku sudah cantik." ucap Hana.


"Suamimu ini juga tampan bak seorang pangeran dinegeri dongeng." ucap Kevin membuat Hana menatapnya geli.


"Hmm. Pangeran katak ya?" ucap Hana.


"Katak. Hewan apa itu?" tanya Kevin penasaran pasalnya ia baru pertama kali mendengarnya.


"Jangan bilang kamu tidak pernah lihat. Atau mendengarnya" jawab Hana.


"Tidak. Al? apa kamu pernah melihat hewan semacam Katak." tanya Kevin pada Alfian yang lagi fokus menyetir.


"Tidak tau boss. Aku bahkan baru mendengarnya, coba cari di google, mungkin boss mirip seperti pangeran katak, Iya Kan Hana." jawab Alfian sebenarnya ia sudah tau.


Yang benar saja alangkah terkejutnya setelah Kevin melihatnya di google ternyata Alfian sengaja mengerjainya.


"Sialan Kamu Al? Orang setampan aku kamu bandingkan dengan hewan ini. Ihhh! Membayangkan saja aku tak sudi." ucap Kevin merasa geli melihat hewan katak yang terlihat licin.


Haa...Haa...Haa.... suara Hana tertawa sampai tak henti hentinya Kevin menambah menggelitiki Hana sampai ia tak berkutik lagi.


"My Prince. Tolong hentikan ini geli tau, kita juga sekarang berada di mobil." ucap Hana disela sela tawanya menahan rasa geli akibat ulah Kevin.


"Ada syaratnya." ucap Kevin tersenyum dan masih menggelitiki Hana.


"Please deh! Aduh! Pinggang aku sakit." ucap Hana penuh permohonan ia memikirkan cara agar bisa lepas dari Kevin.


Alhasil usaha Hana berhasil Kevin berhenti menggelitiki nya.


"Dimana yang sakit. Aduh! Maaf aku nggak bermaksud." ucap Kevin berubah raut wajah khawatir.


Tak terasa Hana benar benar merasakan ngilu di tulang pinggangku mungkin karena ia terlalu banyak gerak.


"Nggak apa? ini cuma ngilu. Sebentar lagi juga sembuh." ucap Hana.


"Apa perlu kita kembali ke rumah sakit.Takutnya nanti sakitnya bertambah parah." tanya Kevin tak tega ini juga karena ulahnya.


"Baru juga pulang. Nggak, Kita pulang saja." jawab Hana menolak.


"Baiklah kalau itu mau kamu. Tapi nanti aku panggilkan Hyun." ucap Kevin merogoh sakunya mengambil ponselnya.


"What? Nggak perlu My Prince, Kak Hyun juga masih sibuk dengan pasien nya." ucap Hana yang sebenarnya ia sangat mengantuk.


Kevin tidak memperdulikan ucapan Hana ia malah mengirim pesan agar segera ke rumah untuk memeriksa Hana.


"Al?, Menurutmu dimana kekuranganku." tanya Kevin pada Alfian.


"Maksudnya Boss." jawab Alfian tak mengerti apa yang ditanyakan oleh Kevin.


"Saya itukan sudah tampan, Keren, Tajir pula. Kurang apalagi coba." ucap Kevin merapikan bajunya dan menegakkan posisi badannya lalu tersenyum manis ke Hana.


"Ada satu lagi boss." ucap Alfian.


"Apa?" tanya Kevin.


"Kurang peka." jawab Alfian santai.


"Apa kamu bilang. Coba katakan satu kali lagi, Kamu segera buat surat pengunduran dirimu." ucap Kevin kesal.


"Boss. Sepertinya Hana tertidur." ucap Alfian menoleh ke belakang melihat Hana tertidur dengan bersandar jendela mobil dan rambutnya menutupi wajahnya.


"BABY?" panggil Kevin kemudian menyingkirkan rambut yang menghalangi wajah Hana setelah itu menyenderkan kepala Hana ke bahunya.


"Al? Pelan pelan aja nyetirnya." titah Kevin pada Alfian lirih.


"Baik boss." jawab Alfian pelan.


Sepuluh menit kemudian mereka sampai karena jarak yang mereka tempuh lumayan jauh.


Sebelumnya orang tua Kevin bicara pada Hana dan juga Kevin mau berangkat ke luar negeri dan buru buru ke bandara setelah menjenguk mereka.


Hana yang terlihat kelelahan dan terlalu lelap sehingga ia tidak menyadari kalau sudah sampai.


Kevin mengangkat tubuh Hana dan menempatkannya di kamar Kevin yang sebelum menikah Kevin dan Hana tidur terpisah.


"Kamu istirahat dulu gih sana. Suruh bibik masak masakan yang enak." ucap Kevin kepada Alfian sebelum mereka masuk kedalam rumah.


"Kebetulan sekali hari ini tidak ada jadwal meeting boss. Kalau begitu aku permisi ke dalam dulu boss." ucap Alfian menyelonong masuk mendahului Kevin.


"Dasar. Sopan tapi nggak santun." ucap Kevin melihat Alfian berjalan mendahuluinya.


*


*


*


Kevin menempatkan tubuh Hana dengan hati hati dan mengusap wajah dan rambut kemudian ia mencium kening Hana penuh kelembutan.


"Panas banget hari ini. Lebih baik aku menyegarkan tubuhku." ucap Kevin lalu menuju ke kamar mandi dan merendam tubuhnya ke bathup ia memejamkan matanya menyenderkan kepala.


"Dimana aku. Pasti ini dikamar aku, duh gerah banget lagi, apa AC nya mati kali ya, sebaiknya aku ganti baju dulu." ucap Hana ia sudah berkeringat sampai bajunya basah.


Kevin orangnya nggak begitu suka dingin apalagi ia memakai AC kalau ia mau tidur saja dan selalu mematikan AC disaat ia pergi walaupun sebenar karena menurutnya nggak bagus buat kesehatannya.


Sebelumnya Kevin sudah memindahkan pakaian Hana ke dalam kamarnya.


"Kenapa seperti ada yang berubah sama lemari ini ya. Oh mungkin Kevin sudah menggantinya." gumam Hana bingung ia mengambil pakaian kaos longgar dan celana pendek diatas lutut.


Karena Hana masih sangat mengantuk dan juga ia tidak menyadari kalau sedang berada di kamar Kevin langsung masuk ke dalam kamar mandi tanpa tau kalo ada orang didalamnya.


Kevin yang menenggelamkan seluruh tubuh nya sampai kepalanya ia masuk ke dalam bathup ia dikejutkan oleh seseorang wanita yang masuk ke kamar mandi ternyata itu adalah Hana.


Hana melepaskan satu persatu kain yang menempel ditubuh nya sampai tak menyisakan satupun ditubuh Hana sungguh pemandangan indah bagi Kevin apalagi ini istrinya sendiri.


Kevin melihatnya hanya menelan ludahnya kasar melihat Hana tidak memakai sehelai benang pun ada dihadapan matanya karena Hana terlebih dahulu mencuci wajahnya agar rasa kantuknya hilang.


Hana membilas wajahnya betapa terkejutnya ia melihat Kevin ada di bathup sedang menatapnya tanpa sehelai benang pun yang ada ditubuh nya.


"Aaaaaaaaa" suara jeritan Hana menggema seisi kamar mandi.





BERSAMBUNG