
Byurrr......
Suara air terdengar keras Kevin tercebur gelagapan tak bisa berenang apalagi itu terlalu dalam tiga kali lipat dari tinggi darinya. Nasib baik ia langsung di tarik ke atas, dadanya terasa sesak kesulitan untuk bernafas di dalam air.
Uhukk...Uhukk...Uhukk...
"Lee? kau mau membunuhku hah!" ucap Kevin rahang nya mengeras nafasnya terengah engah tak beraturan.
"Dimana ponselku? pasti terjatuh disana." tanya Kevin melihat sekelilingnya seseorang di depannya malah diam tak merasa bersalah.
"Ini kan. Sorry, anggap saja itu pemanasan, bukan nya kau trauma, seharusnya dilawan bukan menghindar, kalau seperti ini musuh akan mudah mencari kelemahan dari dalam dirimu." Lee memberikan ponsel Kevin melangkah kan kakinya pergi.
Ingin rasanya Kevin membanting ponselnya tapi ia urungkan. "Hufff...! kalau sampai rusak nanti Hana bakalan marah padaku. Crazy, menyebalkan sekali, dia tidak tau apa yang aku rasakan saat itu, dengan mudahnya berkata, aaaaah!" gumam Kevin kesal mengusap wajahnya kasar sembari berjalan menuju ke kamarnya.
Diruang makan dua orang saling pandang tak ada pembicaraan apapun hanya terdengar dentingan suara alat makan saja.
"Besok meeting di perusahaan Pratama. Kau harus ikut, nanti mereka bisa curiga pada kita, tapi ingat jangan menyusahkan ku lagi. " ujar Lee penampilan klasik memakai setelan putih sepadan dari atas hingga bawah tak lupa topi koboy.
"Hmm...! okay!" ucap Kevin mengangguk melihatnya sejenak lalu kembali melanjutkan aktivitas nya.
"Ini di zaman apa. Masih ada orang bergaya kuno, memang dasar aneh." batin Kevin sesekali meliriknya.
"Kau masih ngambek padaku. Ya sudah sorry deh! sebagai permintaan maaf, aku ajak pergi suatu tempat, kita bersenang senang, bagaimana? mau tidak." Lee Tae Yeong mencolek dagu Kevin menaik turunkan alisnya.
"Don't touch me. Hey? kalau mau menggoda sana cari perempuan cantik diluar." ucap Kevin menepisnya.
"Tapi aku tidak mau. Kan ada kau disini." ujar Lee mengusap pelan punggung Kevin beralih merangkulnya.
Kevin menatap lelaki disampingnya tajam seakan menusuk segera ia berdiri menghindar darinya.
"Apa maksudmu?" tanya Kevin tubuhnya bergidik.
"I Love You." jawab Lee kiss bye mengedipkan sebelah matanya.
Sontak hal itu membuat Kevin kaget berlari menghindari nya, mengitari meja makan ke kanan dan kiri menjauh darinya agar tidak tertangkap.
Lee bertingkah seolah wanita tergila gila pada seorang pria.
"Waaah! kau pasti kemasukan arwah perempuan yang bersemayam di tubuhmu, masih ingat kan siapa namamu?" tanya Kevin lagi.
"My name is Lee Tae Yeong. Charming Handsome." jawab Lee memasang wajah imut.
"Dia pasti sudah gila. Atau berubah menjadi suka sesama jenis, Hana harus tau soal ini." batin Kevin tetap menghindar dari kejaran Lee.
Setelah cukup letih Lee berhenti ia mengeluarkan tawa yang sedari tadi ditahan tahan karena tak kuat lagi melihat ekpresi panik saudara kembarnya sangat berlebihan seakan itu benar benar dirinya, padahal niat awal hanya untuk mengerjai saja, tapi melihat tingkah laku Kevin seperti itu membuat nya semakin bersemangat.
Haa...Haa...Haa. "Apa aku terlihat seperti penyuka sesama jenis. Sebegitu takutnya kau padaku, ternyata asyik juga mengerjai orang." ucap Lee disela sela tawanya ia sampai bersandar di kursi makan seakan tawanya tak bisa dihentikan.
Dari jauh Kevin melemparkan bantal di sofa tepat mengenai nya padahal jaraknya lumayan jauh darinya.
"Kau memang menyebalkan. Ketawa lagi, rasakan ini." ujar Kevin melemparkan kembali bantal kearahnya kali ini Lee berjalan menepisnya.
"Maksud kata. I Love You itu karena kita berdua saudara kembar, pikiranmu pasti sedang kemana mana nih! nggak normal, haa...haa...haa." jelas Lee tak henti hentinya tertawa apalagi wajah Kevin kini teramat kesal padanya.
Kevin memilih pergi ia berhenti di samping pajangan rumah itu berniat untuk membalasnya.
Kalau tidak itu pastinya akan membuat Lee rugi miliaran. Ditambah lagi mencari barang sangat langka, itupun ia mendapatkan nya dari hasil lelang di Eropa.
Seketika jantung Lee berdetak tak karuan karena ulahnya ia hampir saja kehilangan barang kesayangan nya.
"Hey? Tuan Sombong." teriak Lee menggema di sana.
Orang yang diajak bicara malah pergi, sebelum itu Kevin meledak nya dengan menjulurkan lidahnya kearah Lee rencananya berhasil.
Didalam kamar Kevin masih terlihat bahagia yang tadinya kesal.
"Jam segini Hana masih sibuk nggak yah! apa dia sedang tidur siang. "gumamnya menghubungi wanita tercinta melalui vidio call.
{{ Kevin: Good Afretnoon BABY?}} sapa Kevin mengangkat kedua tangannya.
{{ Hana: Good Afretnoon too. My Prince?}} balas nya.
{{ Kevin: Kamu pasti baru mandi}} diangguki oleh istrinya.
{{ Hana: Kelihatannya ada yang lagi senang nih! bagi cerita dong}} goda nya tersenyum.
Masih terlihat dari raut wajah suaminya berbeda dari biasanya.
{{ Kevin: Yes, coba tebak aku senang karena apa?}}
{{ Hana: Emm....! kak Tae Yeong kan}} tebakan benar adanya tanpa suaminya cerita lebih dulu.
{{ Kevin: Darimana kamu tau?}}
{{ Hana: Dari dia?}}
Kevin mengerutkan kening nya
Hana menceritakan tentang vidio rekaman CCTV yang dikirim kan dari Lee Tae Yeong padanya itu membuat Kevin semakin kesal dibuatnya ingin ketawa tapi suaminya takut nanti marah apalagi semenjak hamil sangat posesif terhadap semua orang termasuk dirinya.
{{ Kevin: Beraninya dia, awas saja nanti akan aku balas, kamu membelanya di banding suamimu sendiri.}}
{{ Hana: Tidak juga. Kenapa kalian damai saja?}}
{{ Kevin: No BABY? itu tidak mungkin. Tapi tadi aku sudah membalasnya}}
Hana menggelengkan kepalanya tingkah laku suaminya dari dulu belum juga berubah tapi ia memahami memang karakter setiap orang berbeda beda.
{{ Hana: Kamu tau nggak. Guci yang kamu lempar sangat berharga baginya, bukan sekedar harganya mahal}}
Cukup lama mereka bercakap melalui VC tak terasa satu jam lamanya.
{{ Hana: Sekarang kamu ngerti kan. Kisah hidup nya lebih berat darimu, dia hanya perlu hiburan, anggap saja itu ujian kesabaran buatmu}}
Kevin manggut manggut apa kata istrinya ia tidak mungkin akan menolaknya. Bagaimanapun dulu Lee Tae Yeong telah menjaga Hana selayaknya adik kandung nya sendiri
BERSAMBUNG...