Seleb Intertainment

Seleb Intertainment
28. Tak Terima



"Buka pintunya." ucap Kevin dari luar mobilnya mengisyaratkan kepada Hana.


Hana mengerti perkataan Kevin dan segera membuka pintu mobil.


"Kevin." teriak dari luar para fansnya masih didepan Cafe sedangkan Kevin buru buru melajukan mobilnya agar terhindar dari kejaran Fansnya.


Ha...ha...ha... Hana tertawa keras didalam mobil menertawakan Kevin, wajahnya terlihat panik setelah keluar dari Cafe.


"Berhenti menertawakanku." bentak Kevin pelan.


"Ya. Abis kamu lucu sekali, kenapa kamu harus lari dari penggemar mu, kamu bisa sukses itu karena mereka juga." ucap Hana disela sela tawanya Kevin semakin geram karena Hana tak henti hentinya menertawakan dirinya, ia menutup mulut Hana dengan satu tangannya.


"Berhenti tertawa atau kita tidak jadi pergi ke Mall." ucap Kevin membuat Hana langsung berhenti menertawakan Kevin.


"Aku minta maaf, jadi kan kesana." ucap Hana memasang wajah memelas.


"Iya. Sebelum itu kamu harus makan dulu nih!" ucap Kevin memberi kotak berisi bubur ayam kesukaannya.


"Waah. Kamu tau aja kesukaanku" ucap Hana membuka kotaknya, ia merasa senang dan langsung memakanya karena tangan kanannya sudah bisa digerakkan.


"Apa tangan kamu masih sakit?" tanya Kevin melirik Hana yang sedang makan dengan lahapnya.


"Lumayan. Tapi masih sedikit sakit." ucap Hana disela sela makanannya.


"Syukurlah kalau begitu." ucap Kevin memberhentikan mobilnya di tepi jalan.


"Kenapa berhenti. Kita mau kemana?" tanya Hana melihat sekelilingnya.


"Ke kantor sebentar. Ada yang harus diselesaikan." jawab Kevin melajukan kembali mobilnya.


"Oke. Apa kamu sudah sarapan?" tanya Hana.


Kevin terdiam tak menjawab pertanyaan Hana


"Pasti belum ya! Kamu membelikan aku dua porsi bubur nih! yang satu nya lagi buat kamu." ucap Hana memberikannya kepada Kevin.


"Kamu tidak lihat. Sekarang aku sedang apa?" tanya Kevin menekan.


"Upss. Sorry, Kalau begitu aku suapin kamu mau." ucap Hana menyodorkan bubur ke mulut Kevin.


"Kamu makan saja. Bukan nya kamu kalo makan banyak." ucap Kevin menolaknya dengan tangan kirinya.


"Isshh. Perutku sudah kenyang, buka mulutmu." ucap Hana sedikit memaksa agar Kevin mau memakannya.


"Nah! gitu dong." ucap Hana senang akhirnya Kevin mau memakan nya.


"Rasanya enak juga. Aku pikir bubur itu rasanya aneh karena bentuknya lembek lembek gimana gitu." ucap Kevin menikmati bubur ayam yang disuapi oleh Hana.


"Enak kan. Itu makanan kesukaanku sejak kecil, ibuku selalu membuatkan aku bubur setiap pagi, dan aku tidak pernah bosan." ucap Hana tersenyum mengingat masa lalunya.


"Kamu bisa membuatnya." ucap Kevin membuyarkan lamunannya.


"Pasti. Dulu cita cintaku menjadi Koki cilik, tapi harapanku hilang ketika ibuku sakit sakitan dan aku harus merawat nya." ucap Hana.


"Apa ayahmu tidak pernah merawat ibumu." tanya Kevin membuat raut wajah Hana seketika berubah.


"Tidak. Dia selalu sibuk dengan wanita lain, waktu itu aku masih kecil yang aku ingat Ayahku membawa selingkuhan nya kerumah, ibuku melihatnya shok, pada akhirnya penyakit dia kambuh dan setelah itu meninggalkanku untuk selama lamanya." jawab Hana sedih menundukkan kepalanya dan menahan air matanya.


"Tidak apa apa. Itu sudah lama, aku sudah mengiklaskanya." ucap Hana tersenyum dipaksakan.


"Kamu tidak menyuapiku lagi." ucap Kevin tersenyum menghibur Hana.


"Dasar bayi gede." ucap Hana membuat Kevin tertawa dan juga Hana ikut tertawa.


Tak terasa kini mobilnya sudah sampai disebuah perusahaan milik Ayah Kevin.


"Kita sudah sampai." ucap Kevin melihat Hana dan memarkirkan mobilnya.


"Ini kantor kamu." ucap Hana takjub karena gedungnya begitu tinggi dan megah.


"Bukan. Ini milik ayahku." jawab Kevin melepas seat belt nya.


"Ya berarti ini milikmu juga. Kamu kan anaknya, masa iya Ayah mu akan memberikannya kepada orang lain." ucap Hana masih memandangi gedung yang tinggi tersebut.


"Tidak semudah itu untuk mendapatkan nya." ucap Kevin membuat Hana menoleh ke arahnya mengerutkan dahinya.


"Sudahlah jangan dibahas lagi. Ayo kita masuk!" ajak Kevin turun memutari mobilnya dan membukakan pintu untuk Hana.


"Aku bisa sendiri." ucap Hana menolak ketika Kevin mau membukakan Seat belt nya.


"Oke." ucap Kevin mengangkat tangannya tak mau membantu Hana padahal ia masih kesulitan untuk membukanya.


"Kenapa sulit sekali sih? Perasaan tadi pas latihan sendiri mudah." gerutu Hana kesal pada akhirnya Kevin membantu membuka Seat belt.


"Begitu aja lama." ucap Kevin sekali tekan langsung terbuka sabuk pengamannya.


"Ayo!" ajak Kevin menarik tangan Hana untuk mengikutinya.


"Siapa wanita itu. Kenapa dia bisa sama Tuan muda." ucap salah satu pegawai kantor berbisik bisik membicarakan Hana dan juga Kevin dan ada salah satu dari mereka yang menatap Hana tak suka.


"Cantik sih! Tapi kesanya sedang menggoda Tuan muda dengan tubuhnya, kalau dibandingkan dengan kita jauh lebih sexy juga tinggi." ucap salah pegawai kantor tersebut mencibir dan menghina Hana karena ucapan mereka cukup keras sehingga Kevin dapat mendengar perkataan pegawai kantornya.


"Apa yang kalian bicarakan. Bukannya kerja malah bergosip, mau saya pecat kalian semua." bentak Kevin menggelegar diruangan tersebut membuat Hana terkejut bukan main atas ucapan Kevin yang sangat keras.


Kevin tidak suka Hana dihina seperti itu apalagi di depan matanya.


"Ada apa boss?" tanya Alfian datang mendengar keributan diluar.


"Urus mereka. Agar mulutnya bisa dijaga sebelum menghina orang lain." titah Kevin menatap para pegawainya tajam dan menggenggam tangan Hana erat dan menarik untuk mengikutinya.


"Baik boss." jawab Alfian menunduk dan menatap bawahannya tajam.


"Ikut saya." perintah Alfian diikuti anggukan para bawahannya mengikuti dari belakang.


Hana terdiam padahal ia dulu diwaktu sekolah ia pernah dibully dan selalu melawannya ia tak mau jika ada satupun orang yang menghinanya, bahkan sampai berkelahi dengan temannya dan hampir dikeluarkan dari sekolah nya dan untungnya tidak jadi karena banyak siswa lain yang membela.


"Kenapa kau diam saja. Disaat mereka menghinamu." ucap Kevin yang masih emosi atas kejadian tadi.


"Santai aja. Kamu menakutiku, aku sudah kebal akan hinaan orang lain kepadaku." ucap Hana santai.


"Maksudnya." ucap Kevin tak mengerti.


BERSAMBUNG