Seleb Intertainment

Seleb Intertainment
67. BABY JUNIOR



"Mulai deh! kumatnya." ucap Hana kesal.


"Nggak apa apa kan. Yang penting sama kamu, Iya kan BABY." ucap Kevin mencubit pipi Hana gemas.


"Bisa diam nggak sih!" ucap Hana menyingkirkan tangan Kevin darinya.


"Ingat. Pesan orang tuaku, berikan mereka BABY junior yang lucu." ucap Kevin tersenyum menggoda Hana.


"Buang semua pikiran kotormu itu. Itu bukan hanya mau orang tuamu saja, kamu sendiri menginginkannya kan." ucap Hana mencibir.


"Itu kamu tau. Aku ini suamimu, sudah kewajiban kamu sebagai seorang istri melayaniku, termasuk di ranjang." ucap Kevin yang mau ke toilet.


"What? hubungan ini kan cuma pura pura. Nggak mungkin kalau aku melakukannya, nanti kalau suatu saat kamu meninggalkanku." gerutu Hana kesal Kevin pergi ke kamar mandi.


Kevin selesai dari kamar mandi ia sengaja hanya memakai handuk saja cuma ingin menggoda Hana.


"BABY. Bagaimana penampilan aku?" tanya Kevin dari belakang Hana yang duduk di balkon memperhatikan tubuh six pack didepan Hana.


"Biasa aja." jawab Hana melihat Kevin dari atas sampai bawah yang hanya melilitkan handuk saja tanpa memakai baju.


"Badan sekeren ini kamu bilang biasa saja. Kalau wanita lain pasti sudah menjerit kesenangan." ucap Kevin merasa heran.


"Berarti mereka itu gila. Nggak waras, tidak berlaku buatku." ujar Hana.


Sebenarnya Hana sedikit terkejut melihat Kevin ia juga terpesona tapi ia sengaja menyembunyikan ekspresi nya.


Menurut Hana, Kevin pria yang paling sempurna dimatanya lelaki yang di idamkan selama ini, badan tinggi, kulit putih paras tampan bak seorang pangeran punya wajah yang dingin tapi sekali tersenyum membuat semua wanita tergila gila padanya termasuk Hana sangat mengagumi Kevin.


"Hayo. Kamu pasti sebenarnya terpesona kan sama aku, ngaku deh!" ucap Kevin sengaja duduk di meja didepan Hana.


"Tidak." ucap Hana memilih melihat kearah lain.


"Maca Cih!, Aku lihat wajahmu memerah seperti tomat." ucap Kevin sengaja mendekatkan wajahnya ke Hana.


"Kamu bisa tidak jangan terlalu dekat denganku." ucap Hana merasa gugup kalau Kevin ada didekatnya apalagi jaraknya cuma satu centi saja.


"Kenapa? Aku ini suamimu." ucap Kevin.


"Udah sana ganti baju. Nanti kalau ada suster lihat, apa kamu nggak malu." ucap Hana.


"Malu. Biar saja mereka melihatnya, sesekali membuat orang bahagia." ucap Kevin.


"Kamu nggak tau malu ya! Udah sana." ucap Hana mendorong Kevin sampai ia tak sengaja menyenggol ikatan handuk Kevin hingga terlepas.


"Wow! Apa kamu sengaja memancingku, nggak sabaran banget mau melakukannya disini." ucap Kevin handuknya terlepas.


Sedangkan Hana kaget membulatkan matanya karena Kevin hanya menggunakan dalaman saja tanpa memakai celana pendek.


Kevin malah mendekati Hana lagi membuat yang ada di depannya berkeringat dingin.


"I-itu ha-handuk kamu pakai lagi." ucap Hana memilih memejamkan matanya.


"Kamu yang harus memakaikan nya." ucap Kevin mengambil handuk lalu memberikan ke Hana.


"Pakai aja sendiri." ucap Hana melemparkan handuk ke wajah Kevin.


"Ya sudah. Jangan salahkan aku kalau nanti ada orang datang, pasti mereka mengira kalau kita sedang." ucap Kevin menggantung Hana langsung mengambil handuk dari Kevin.


"Dasar bayi tua. Apa susahnya pakai sendiri?" gerutu Hana kesal.


"Yang ikhlas dong!" ucap Kevin tersenyum.


Hana berdiri lalu memakaikan handuk sedangkan Kevin hanya tersenyum melihat wajah Hana yang terlihat kesal.


"Kenapa aku harus bertemu dengan orang se aneh dia sih! Nyebelin banget." ucap Hana dalam hatinya.


"Tunggu apa lagi. Ayo cepat." ucap Kevin.


"Sabar kali." ucap Hana memulai memakaikan handuk tanpa melihat Kevin.


"Yang benar dong! Ini terlalu keatas." ucap Kevin.


"Hei. Kalau kamu lihat nya kesana terus, kapan selesainya, lihat sini." ucap Kevin menghadapkan wajah Hana ke arahnya.


"Sudah selesai. PUAS kamu." ucap Hana dengan senyum dipaksakan.


Kevin menarik tangan Hana ke dalam pelukannya membuat Hana terkejut.


Hana bersentuhan langsung dengan dada bidang Kevin yang six pack.


Detak jantung Hana berdetak sangat cepat sampai Kevin bisa merasakannya karena Kevin memeluknya erat sehingga tidak ada celah untuk Hana lepas dari Kevin.


Semakin Hana berusaha melepaskan diri semakin erat pula Kevin memeluknya.


"Hei. Apa yang kamu lakukan, lepas." ucap Hana.


"Pengen peluk kamu. Apa kamu nggak kasian aku kedinginan." ucap Kevin.


"Itu salah kamu sendiri. Sudah tau sakit, malah mandi lagi, Itu juga kenapa selang infusnya dicabut." ucap Hana kesal.


"Aku sudah sembuh. Kamu tenang saja, aku ini lelaki kuat." ucap Kevin.


"Tadi pagi siapa ya yang sakit. Sampai sampai pingsan juga, udah gitu bandel lagi, belagu pula orangnya." ucap Hana menyindir suaminya.


"Kamu ngomongin aku." ujar Kevin.


"Memang Siapa lagi kalo bukan kamu." ucap Hana.


Kevin ingin menjawab tapi tiba tiba ada seseorang datang.


"Ada kita juga. Kalian bukannya istirahat malah mesra mesraan." seru seseorang itu.


"Kak Carlos?" gumam Hana.


"Sejak kapan kalian ada di sana?" tanya Kevin melihat dokter Carlos, Alfian dan juga Kwak Hyun.


"Maaf boss. Dari tadi kita ada di sini." ucap Alfian.


"Jadi kalian ngintipin orang ya! Nggak sopan banget." ucap Kevin ketus.


"Kevin. Apa kamu lupa ini ada dimana?" tanya Carlos.


"Rumah sakit." jawab Kevin.


"Nah! Itu tau." ucap Carlos.


"My Prince. Lepas, malu tau dilihatin mereka." pinta Hana berbisik.


"Ada syaratnya?" ucap Kevin.


"Oke. Cupp?" ucap Hana kemudian mengecup pipi Kevin.


Kevin tersenyum lalu melepaskan pelukannya sedangkan orang yang ada disekitar nya merasa iri karena mereka belum mempunyai pasangan jiwa jomblo meronta ronta.


"Kevin. Kenapa selang infusnya kamu cabut?" tanya Carlos.


"Hmm. Iya, tadi nggak sengaja kesangkut dan lepas, jadi sekalian mandi deh?" jawab Kevin santai.


"Banyak alasan. Sudah tau masih sakit aja bandel, apa aku laporkan saja sama orang tua kamu Kevin." ucap Carlos mengambil ponsel dari saku.


"Apa kamu bawa baju ganti untukku dan juga Hana, Sama ponselku, dan istriku." tanya Kevin pelan pada Alfian.


"Ini boss?" jawab Alfian menyerahkan Pepperbag pada Kevin.





**BERSAMBUNG**