My Youth Bond Increase!!

My Youth Bond Increase!!
Chapter 99



"Ao?!!."


"Sakura? bagaimana kau bisa berada disini?."


"J-Justru aku yang menanyakan hal itu!."


Ditengah tengah lantai saat aku ingin naik kelantai atas, tiba tiba lift berhenti dilantai yang bukan tujuanku, dan ternyata secara tidak diduga aku bertemu dengan Sakura disini.


"Apa kau tidak ingin masuk terlebih dahulu?."


"..."


Dia masih memasang wajah kusut didepanku, dan berdiri didepan lift yang terbuka.


"Pintunya ingin ditutup... nanti kau akan menyesalinya.."


"..."


Setelah menunggu beberapa detik, akhirnya dia pasrah dan masuk kedalam lift bersamaku.


"Kenapa kamu ada disini..."


"Aku sedang mengikuti pelatihan khusus disini..."


"Eh? m-maksudmu... yang itu?."


"Memangnya ada yang lain?."


"Tapi bukannya... kamu tidak perlu mengikuti hal semacam ini?."


Kukira dia tidak tahu akan hal itu, dan aku pun mencari alasan untuk mengelabuinya...


"Y-Yah... sebagai seseorang yang bekerja dibawah keluarga Shiraishi, sudah seharusnya untuk mengikuti pelatihan seperti ini... bukan?."


"Aku tidak percaya dengan itu..."


"Tetapi memang itu yang terjadi."


"Kamu bukan orang yang menyukai hal seperti ini... kenapa tidak ada angin tidak ada hujan kau berminat untuk mengikutinya?."


"Sebenarnya ini juga bukan atas kemauanku sendiri... tetapi ayah Yuuki meneleponku kemarin dan memberitahukan hal ini padaku... mau tidak mau aku mengikutinya."


"T-Tuan besar?! bagaimana bisa??!."


"Aku juga tidak tahu... tetapi tidak kuduga ternyata kau pergi selama tiga hari untuk ini?."


"B-Bukan urusanmu..."


"Meskipun aku tahu kau sedang tidak ingin berbicara padaku... setidaknya berikan alasan untuk itu."


"Sudah kubilang... aku hanya tidak ingin melihatmu..."


Dia berkata seakan tidak bermaksud mengatakan hal itu.


"Kalau kau terus seperti itu..."


Setelah menunggu sedikit lama, akhirnya kita sampai dilantai yang dituju... begitu pintu lift terbuka, aku langsung berjalan dengan meninggalkan sebuah kata kata.


"Untuk pelatihan ini anggap kita tidak pernah saling mengenal..."


"..."


Dan kami berdua pun berjalan ketempat sebuah ruangan kelas pelatihan yang ternyata sudah ada semua orang kecuali kita berdua..


Meskipun belum dimulai, aku yang mengira bahwa pelatihan ini akan sangat ramai, ternyata hanya ada 10 orang termasuk aku dan juga Sakura... hingga ada seorang yang juga kukenal.


"Kizuku Aoyama..."


"Ternyata kau juga disini? Lawliet Erlic."


Begitu aku melihatnya aku hanya seperti memberikan respon jika dia juga ternyata ada disini...


Lalu aku hanya berjalan menuju tempat dudukku, hingg mereka semua melihatiku.


"Hei... apakah dia benar-benar pengawal Nona putri tuan besar? aku tidak terlalu yakin..."


"Mungkin dia hanya berpura pura menjadi pengawal nona putri... karena dia terlihat tidak memiliki apapun.."


Meskipun aku sempat melihat Sakura yang sedikit khawatir padaku tetapi begitu aku melihatnya, dia kembali memalingkan wajahnya..


Tentu saja aku anti dengan omongan orang orang... karena apa yang mereka katakan tidak akan membuat kita sukses dimasa depan...


Aku pun mengikuti pelatihan ini juga ingin melihat... bagaimana tampak orang orang yang juga bekerja dibawah keluarga besar, ternyata mereka tidak semua yang bekerja dibawah keluarga Shiraishi, tetapi masih banyak lagi seperti halnya Lawliet Erlic yang juga berada disini.


"Baiklah... sekarang kalian semua sudah berkumpul disini."


Tiba tiba seorang wanita yang terlibat tegas masuk untuk memulai pelatihan ini pada kami...


"Saya adalah pengawas kalian... dan mulai hari ini hingga tiga hari kedepan, kalian akan berada didalam tempat ini dan akan menghadapi banyak tes sehingga kalian bisa dinyatakan pantas atau tidaknya kalian bekerja dibawah sebuah keluarga besar..."


Lalu dia menuliskan sesuatu didepan papan tulis mengenai keseharian yang akan kita lakukan.


"Pagi hari ini kita akan mengetes kemampuan fisik... lalu sore ini adalah tes lapangan sebagai seseorang yang profesional, hingga malam hari kita akan melakukan latih tanding... saya harap kalian paham apa yang akan kalian lakukan hari ini."


Aku pikir ini adalah hal yang jauh melebihi apa yang aku pikirkan... setiap waktu tidak ada yang tidak kita lakukan... dan bahkan dimalam hari kita akan melakukan latih tanding... apa maksudnya berkelahi satu sama lain?...


"Dan ini adalah sebuah buku yang akan kalian baca... mungkin ini wajib untuk lebih memahami setiap sesi pelatihan... dan saya akan membagikannya."


Wanita itu berkeliling memberikan satu persatu buku itu dan begitu aku melihatnya dari dekat... ternyata buku itu sedikit lebih tebal, meskipun aku sudah terbiasa melihatnya...


"Karena latihan ini hanya berjalan tiga hari... tes akan dilakukan hari pertama dan hari ketiga... di hari kedua kalian hanya melatih fisik pada pagi dan sore hari.."


"( Apa yang baru saja beberapa jam ini aku lihat? ini tidak seperti bersantai ditengah hamparan rumput hijau dan bermain tebak-tebakan untuk pembukaan... meskipun aku juga tidak menerima yang satu itu...)"


"Dan saya harap kalian sebagai seseorang yang melakukan hal penting... paham akan tanggung jawab dan resiko kalian sendiri... seberapa penting pun orang itu... kalian akan berusaha seprofesional mungkin... paham?."


"Paham."


Lalu setelah itu kami diarahkan ketempat kamar tidur masing masing... dan ternyata, satu kamar tidur hanya untuk dua orang, aku sedikit lengah karena kukira karena besarnya bangunan, kita bisa mendapatkan satu kamar untuk seorang... tetapi ini semakin buruk.


......................


"..."


"..."


"Kenapa... pasangan sekamarku itu adalah kamu?!."


"Aku juga seharusnya bisa bertanya hal itu... karena aku juga korban disini.."


Ternyata, teman sekamarku yang akan sekamar denganku hingga tiga hari kedepan, adalah Sakura...


"Aku tidak percaya akan hal ini..." Sambil menyentuh dahinya dengan kedua jarinya.


Aku melihat isi kamar ini, dan ternyata tidak terlalu buruk... terdapat beberapa dua kasur dengan posisi bertingkat... dan sepertinya juga cukup besar.


Dan diujung kamar terdapat toilet sekaligus kamar mandi, yang tertutup pintu dengan sangat rapat... tetapi hal ini juga tetap tidak masuk akal.


"Kenapa mereka memberikan kita berdua sekamar dan memiliki satu toilet yang digunakan berdua..."


"Disini hal itu wajar... dan juga ini adalah pelatihan bagi seseorang yang profesional... maka masalah itu tidak akan menjadi perbincangan..."


"Tidak... maksudku... apa kau juga tidak apa apa? aku sih... sedikit terganggu pada privasiku."


"A-Aku juga merasa keberatan dengan ini! tapi apa boleh buat... kita tidak bisa memprotes hal ini..."


"Mau bagaimana lagi... lagipula kita juga pernah tinggal satu kamar saat kecil... jadi tidak masalah."


"K-Kenapa kamu membicarakan hal itu secara tiba-tiba?!." Wajahnya memerah dan dengan nada yang masih terlihat marah denganku.


"Karena memang seperti itu bukan? tapi aku tidak menganggap sekarang memiliki kesamaan dengan saat dulu."


"Kalau begitu kenapa kamu mengatakannya... huh... sudahlah... kita harus bergegas berkumpul di lapangan... jadi kita harus berganti pakaian bebas..."


"Benar juga..."


"..."


"..."


"Ada apa?."


"Aku ingin mengganti pakaianku, keluar dari sini!!."