My Youth Bond Increase!!

My Youth Bond Increase!!
Chapter 35



Setelah kita bertiga pergi dari tempat diselenggarakannya acara penggalangan dana lansia dan orang tua, kita langsung kembali kesekolah untuk mengikuti rapat yang sudah dimulai dan sementara diwakilkan oleh wali ketua OSIS.


"Situasinya semakin gawat ya.." Kuchima melihat ponselnya dengan khawatir.


"Ada apa?."


"Rapatnya sudah berjalan diwakilkan oleh wakil ketua... dan sebagian besar dari mereka ingin menyetujui rencana untuk mengambil sebagian uang dari acara penggalangan itu."


"Mereka hanya ingin ini semua cepat selesai..."


"Tapi hasilnya masih belum ditentukan bukan?."


"Selama aku belum menyetujuinya langsung disana, masih ada harapan.."


"Semoga kita bisa mencari jalan yang terbaik.." Ucap Touya dengan yakin..


Sesampainya kita di sekolah, setelah turun dari mobil kita langsung bergegas pergi ke lantai atas untuk pergi ke ruang rapat.


"Touya, bisakah kamu untuk mengatakan kepada mereka terlebih dahulu? aku ingin mengambil berkas datanya di ruangan ku terlebih dahulu.."


"Baiklah, serahkan saja padaku.."


"Maaf Aoyama, apa kamu ingin menemaniku sebentar?."


"Aku? itu tidak masalah.."


"Terima kasih.."


Lalu kami berdua dan Touya berpisah di jalan yang berbeda karena ruangan rapat dengan ruang OSIS memiliki jalan yang berbeda.


"Berkas data apa yang ingin kau ambil?."


"Hanya data perbandingan keuangan untuk acara ini..."


"Hm?."


"Jujur saja saat berbicara padamu aku sadar, bahwa aku tidak bisa melakukannya sendiri... dan aku akan memberitahukan dengan rinci masalah ini, untuk mengubah pemikiran mereka semua.." Sambil berjalan cepat, dia mengatakannya dengan sangat yakin.


"Syukurlah kalau begitu, lebih baik untuk memaksa mereka bergerak..."


"Maka dari itu Aoyama.." Dia berhenti berjalan dan begitu pula denganku.


"..."


"Kumohon untuk menjadi penanggung jawab acara ini... aku yakin jika kamu yang melakukannya, semuanya pasti akan lancar.."


"Tunggu, kenapa harus aku?."


Sambil berbincang, kita melanjutkan perjalanannya.


"Aku yakin kamu bukan orang yang hanya berpikir untuk satu tujuan satu cara, aku menyadarinya saat kita berbicara... kamu juga yang membuatku berpikir bahwa masih ada jalan yang lain... lagi pula kamu adalah orang yang sudah mengetahui tujuanku lebih banyak dari siapapun.."


"Apa itu bisa disebut alasan?."


"Entahlah.."


Sesampainya didalam ruang OSIS, dia langsung pergi ke mejanya dan mengambil tumpukan kertas yang berada diatas mejanya.


Saat sudah mengambil berkas itu, kita langsung bergegas pergi ke ruang rapatnya.


"Kau bilang ingin aku yang akan menjadi penanggung jawabnya.."


"Ya.."


"Sebelumnya aku ingin mengetahui... tujuanmu untuk memilihku.."


"Aku ingin kita menyelesaikan masalah ini bersama... tenang saja, untuk balasannya, apapun yang kamu butuhkan disini.. sebisanya aku dengan jabatanku bisa membantumu selagi sanggup.."


"Itu terlalu memaksa.."


"Haha benar juga... tetapi niatku ini untuk semua murid dan orang orang diluar sana bisa merasakan kebahagiaan dari sekolah kita... dan tujuan utamaku adalah... untuk mengajak adikku berkeliling bersama disini... terdengar biasa dan aneh bukan?."


Aku melihat wajahnya yang terlihat serius sekaligus merasa konyol dengan dirinya sendiri.


Mendengar itu membuatku juga sadar jika kasih sayang yang diberikannya begitu luas... memberikan kebaikan yang tersebar dalam bentuk festival budaya sekolah ini... jika aku mengingatnya... aku juga sudah berjanji untuk menemani Mai bersenang senang, tetapi nyatanya aku tidak menepati janjiku..


"Baiklah kalau begitu.."


"K-Kamu menerimanya?."


"Tidak.."


"Eh?." Dia keheranan mendengar jawabanku.


"Kau bisa menjadikan yang lain dalam bentuk pemilihan nantinya, dan aku tidak bilang tidak ingin membantumu.."


"..."


"Aku juga mempunyai adik, dan aku sedikit mengerti... ( Meski bukan saudara kandungku..)"


"Kau hanya ingin keduanya selesai dengan sempurna bukan?.."


"Tentu saja.."


"Kalau begitu kau tidak perlu menunjukku sebagai penanggung jawab acara ini... cukup lakukan apa yang ingin kau lakukan.."


Kita sudah tiba didepan pintu ruang rapat tersebut, lalu dengan bersiap siap untuk masuk..


"Apa kamu yakin?."


"Benar benar tidak yakin.."


"Haha, baiklah... ayo kita lakukan ini.."


Dia membuka pintu tersebut dan kami berdua masuk kedalam ruangan yang sudah mempunyai situasi yang cukup panas...


Terlihat Touya yang sedang mencoba menenangkan situasi ini dengan anggota OSIS lainnya, kini suasana menjadi hening saat melihat ketua OSIS dan juga diriku masuk kedalam.


"( Sialan... aku tidak bisa jika terus dilihat seperti ini..)" Meski ada beberapa perwakilan yang tidak hadir, tetapi sepertinya sekitar dua puluh lima orang didalam melihat kita berdua dengan berbagai tatapan.


"Tenanglah kalian... ini bukan untuk saling berteriak dalam memutuskan pendapat.." Kuchima dengan kekuatan ketua OSIS nya menurunkan emosi para murid.


"Aoyama..." Panggil Touya dari tengah sana.


Lalu aku mengambil tempat dudukku kembali bersama dengan Touya... dan Kuchima berjalan ketengah podium untuk berbicara.


"Aoyama, sebenarnya kalian dari mana??." Bisik Yuuki yang melihatku baru masuk.


"Hanya menyelesaikan tugas sebentar.."


"Tugas?."


"Intinya kita berdua dari tempat acara penggalangan itu.." Touya juga ikut berbicara menjelaskan kepada Yuuki.


"Kalian kesana? pantas saja kalian lama sekali.."


Saat semuanya sudah tenang, Kuchima langsung menunjukkan kertasnya kepada semua orang yang berada didalam.


"Mohon maaf atas keterlambatannya untuk memulai rapat ini, saya sebagai ketua OSIS SMA Asterisk ingin membicarakan suatu masalah yang sudaj kita alami sekarang..."


Dengan ucapannya saja membuat orang lain merasa tekanannya ditengah sana hingga tidak ada yang berniat mengganggu perkataannya.


"Pada dasarnya pasti kalian sudah mengetahuinya dan juga dijelaskan oleh wakil ketua OSIS... maka dari itu kita langsung pada intinya saja.."


"Maaf ketua, bukannya kita sudah memutuskan untuk mengambil dari uang acara penggalangan itu untuk sementara?."


"Ya itu benar.." Mereka yang sudah memutuskan caranya saat kami bertiga sedang tidak berada dalam rapat.


"Tetapi, bukannya ada cara yang lebih baik? apa kalian tidak sadar jika menggunakan uang yang sudah diberikan kepada mereka, dan juga orang yang sudah memberikan uang itu dengan niat yang tulus untuk mereka itu tidaklah baik?."


"Lagipula kita akan mengembalikannya, hanya untuk dua hari ini... tidak masalah bukannya?."


"..."


Bahkan kata kata yang sudah Kuchima ucapkan tidak membuat mereka langsung berubah pikiran dan tetap bersikeras untuk menggunakan uang itu.


"Tapi... kenapa kita tidak mencoba dulu apa yang ingin ketua katakan kan?." Akhirnya Touya ikut membuka suara untuk membantu Kuchima.


Semua orang terlihat setuju dengan apa yang dikatakan Touya dan berhenti sementara untuk memaksa dan mendengarkan ide dari Kuchima.


"Terimakasih untuk pengertiannya... apa yang dia ucapkan benar... masih ada jalan yang lebih baik lagi untuk dilakukan... untuk mengumpulkan dana sebesar itu kita bisa bekerja sama untuk mengumpulkannya... saya juga sudah membuat beberapa hal untuk bisa kita lakukan seperti menjualkan beberapa makanan atau minuman di beberapa bagian area sekolah, dan juga menambahkan beberapa stan yang bisa dilakukan siapa saja dan uangnya bisa dikumpulkan untuk masalah ini.."


Kuchima menjelaskan dengan singkat rencana yang dia pikirkan..


"Tapi tidak ada waktu untuk itu semua.."


"Benar, lagipula melakukan itu sangat sulit untuk dilakukan.."


Lagi lagi apa yang Kuchima katakan dibantah oleh beberapa orang dan membuat yang lainnya juga setuju dengan yang dikatakannya.


"Semua itu masih bisa dilakukan, saya yakin kita bisa melakukannya.."


"Bagaimana ketua bisa melakukannya dengan waktu satu hari saja? itu tidak akan bisa.."


Semakin banyak orang yang setuju dengan perkataan salah satu murid yang menolak rencana Kuchima, membuat dia merasa bahwa tidak ada hal yang bisa dia lakukan lagi.


"Sudahlah, kita pakai saja uang itu, dan masih ada beberapa hari lagi untuk mengumpulkannya dan mengembalikannya lagi.."


Semua murid setuju dengan apa yang dia katakan.


"..."


Semua yang mendukung Kuchima cemas karena kalah suara terbanyak untuk mengambil jalan yang lebih baik tanpa perlu mengambil hak orang lain untuk masalah yang ditimbulkan oleh semua kelas..


"( Sepertinya sudah waktunya aku melakukannya..)"


Rencana Kuchima atau mengambil uang penggalangan itu... siapa yang akan dipilih untuk menyelesaikan masalah ini...