
Setelah semua orang telah berlari mengejar lelaki tersebut, hanya aku sendiri yang sama sekali tidak berpindah dari tempat dimana aku berdiri.
"Apa anda ingin melakukan sesuatu?."
"..."
Aku melihat sekeliling, dan merasa heran dengan yang lain.
"Apa menaiki lift dilarang?."
"Apapun yang kalian lakukan bebas... termasuk hal itu."
"Lalu mengapa mereka tidak menggunakan lift tersebut?."
"Mungkin pemikiran anda dengan yang lain berbeda..."
"Begitu..."
Aku berjalan kearah pintu lift dan masuk kedalamnya, lalu aku memencet tombol lantai pertama, karena ini adalah tengah lantai, dan mereka turun kebawah, maka aku bisa mencegatnya dari depan...
Daripada berlari hingga puluhan lantai... itu seperti sangatlah tidak menggambarkan sepertiku...
*Ting!
Sesampainya disana, aku berjalan kearah tangga darurat, aku merasa ada suara barang yang jatuh ditengah kesunyian ini... saat aku pergi untuk mengeceknya, dan tidak sengaja aku menemukan sebuah ruangan dengan pintu yang terbuka.
"Hm?."
Aku sedikit terdiam ketika melihat ada puluhan, tidak... maksudku ratusan koper coklat yang serupa dengan koper yang lelaki itu bawa kabur.
"Apa ini..."
Selain koper koper tersebut, ada juga puluhan baju yang mirip dengan pengawas pengawas diatas tergantung disetiap sudut ruangan.
Lalu aku sadar jika ini untuk pengalihan agar mereka menghabiskan waktu untuk mencari koper dengan isi yang benar ditengah tengah ratusan koper...
Lalu mungkin saja lelaki itu akan menyamar menjadi seorang pengawas dengan baju baju tersebut.
Karena aku yang terlebih dahulu melihatnya secara tidak sengaja... aku pun menemukan suatu ide yang cukup berguna...
......................
Lelaki itu terus berlari dengan cepat, hingga dia sampai dilantai paling bawah dengan sangat cepat...
Kalau tidak salah... ada disebelah si-."
*Bruk!!
Saat berasa pada belokan lorong gedung, dia tidak sengaja bertabrakan dengan seseorang yang sedang membawa koper coklat itu juga... dan keduanya terjatuh hingga melepaskan kopernya.
"Aduh duh!."
"M-Maaf! apakah anda tidak apa apa?."
"Tidak apa apa... hanya terjatuh saja..."
Mereka berdua berdiri dan orang itu membantu mengambilkan koper tersebut kepadanya.
"Terima kasih... apa kamu masih mengumpulkan koper koper itu diruangan sana?."
"Ya... karena ketua pengawas mengatakan jumlahnya masih kurang... tetapi anda harus bergegas, saya akan segera menaruh kopernya!."
"Benar juga!! baiklah, terima kasih."
Lelaki itu pun langsung berlari dengan membawa kopernya... yang palsu.
Aku membuka masker dan kacamata hitamku, dan juga jas hitam yang telah aku gunakan sebelumnya.
"Huh... ternyata hanya semudah ini saja... jika dia sudah melemparkan koper ini kesana... akan menjadi lebih merepotkan..."
Dengan mudahnya aku berhasil mengambil koper tersebut, dan saat aku mengeceknya... dokumen dokumen itu masih berada didalam.
"Lalu... apa yang harus aku lakukan sekarang?."
Karena tes ini telah selesai begitu cepat... sampai sampai aku bingung harus bagaimana..
"Kembali saja deh..."
Aku kembali kedalam lift yang sebelumnya aku naiki... tetapi saat aku ingin memencet tombolnya, pintu lift itu tiba-tiba terbuka.
Dan dia terkejut saat melihatku didepannya.
"A-Ao??."
"Sakura... kenapa kau ada disini?."
"Itu... aku... sebenarnya sedikit lelah mengejarnya... j-jadi aku menggunakan lift..."
"Kenapa? menaiki lift tidak dilarang bukan?."
"Benar sih... tapi... tunggu, koper itu?!."
Matanya langsung tertuju pada koper coklat yang aku bawa.
"Oh ini... kopernya."
"Bagaimana bisa?!."
"Apapun juga bisa dilakukan..."
"Apa itu benar benar koper yang dibawa lari olehnya?."
"Kau bisa mengeceknya..."
Aku memberikan koper tersebut padanya, dan dia langsung membuka koper itu dan melihat ternyata benar benar diisi oleh dokumen yang dicari.
"Ini benar... tetapi... bagaimana bisa..?"
"Aku akan menceritakannya jika kita sudah masuk kedalam lift terlebih dahulu..."
"B-Benar juga."
Kita berdua pun kembali menekan tombolnya dan membuka pintu lift tersebut lalu kembali kelantai dimana pengawas itu berada sambil menceritakan kejadian tadi kepada Sakura.
.
.
.
"Aku hanya melakukan apa yang aku bisa..."
"Tetapi... akhirnya kau yang mendapatkan ini..."
"Kalau itu... aku ingin memintamu untuk melakukan sesuatu..."
"Meskipun begitu aku tetap tidak menganggap ini sebuah perdamaian..."
Sambil melipat tangannya dan nada bicaranya yang sedikit tegas.
"Aku tahu... aku hanya ingin kau yang membawanya dan memberikan benda itu pada pengawas ujian..."
"Eh?? jangan bercanda... aku tidak mau!."
"Untuk kali ini saja... aku ingin kau yang memberikannya..."
"Tapi ini adalah usaha kamu! aku tidak ingin mengambil hasil dari usaha orang lain... kamu sudah tahu dengan hal itu kan??."
"Ini hanya sekedar latihan..."
"Tetap saja..."
"Aku benar-benar tidak menginginkan ini..."
"Ini adalah usahamu... jangan membuang hasil dari apa yang kamu usahakan..."
Tiba tiba lift berhenti dilantai yang bukan tujuan kita, dan saat pintu itu terbuka, aku langsung keluar dari sana dan berbalik kearahnya.
"Aku tetap tidak bisa... terima kasih..."
"Eh?."
Dia melihat tanganku yang kosong, dan ternyata koper tersebut ada dibawah lantai didekat kakinya.
Sebelum dia menyadari itu, aku sudah memencet tombol untuk menutup pintu.
"Tunggu Ao! kamu tidak bisa melakukan seperti ini! Ao ka-."
*Jlep...
Dan pintu lift itu tertutup sepenuhnya.
"Huh... akhirnya aku bisa bebas dari koper itu... "
Lebih baik diremehkan, daripada dijunjung tinggi... lebih baik dipandang rendah, daripada dipandang begitu tinggi... itulah yang aku inginkan agar aku tidak menjadi orang yang mencolok... karena dipuji oleh banyak orang adalah suatu hal yang sangat tidak ingin aku rasakan...
......................
Setelah akhirnya mereka berkumpul saat sudah 1 jam lebih dari awal tes ini dimulai... mereka dan termasuk aku yang ikut campur dengan rombongan, kembali dengan membawa lelaki itu dan juga sebuah koper.
"Kalian mendapatkan hasilnya setelah memakan waktu satu jam lebih?."
"..."
Mereka semua diam karena menyelesaikan tes tersebut dengan begitu lambat.
"Tetapi asal kalian mendapatkan hasilnya... saya masih bisa menilai kalian... dan sekarang... bagaimana dengan isinya?."
Salah satu dari kami memberikan koper tersebut... dan begitu dibuka, kami semua kecuali aku begiti terkejut saat melihat isi dari koper itu Kosong... anehnya lagi... lelaki yang membawa koper itu juga ikut terkejut..
"K-Kosong?! bagaimana bisa..."
"Kalian gagal membawa benda yang penting... kalau begitu kalian tidak akan bisa berhasil jika melakukan ditengah kejadian langsung.."
Semua langsung termenung atas kesalahan mereka...
"..."
Pengawas wanita itu menghela nafasnya.
"Tetapi kalian semua aman... karena dokumen tersebut sudah dikembalikan dengan utuh.."
Semuanya langsung bingung dengan apa yang dikatakannya.
"Nanami Sakura... berhasil membawa koper itu, hanya dengan waktu sekitar dua puluh menit..."
Semuanya langsung menatap Sakura tidak percaya... karena dia berhasil mendapatkan dokumen itu dengan waktu yang cepat.
"T-Tunggu... sebenarnya bu-."
Sakura yang ingin menjelaskan, tetapi begitu melihatku yang sedang menatapnya, dia tidak jadi untuk menjelaskannya.
"..."
"Bersyukurlah karena dia... kalian aman dari tes ini... kalau begitu, tes ini selesai, dan kembali kekamar kalian masing masing..."
Dengan perasaan hati yang lega dan senang, semuanya langsung pergi kembali kekamar mereka semua.
Dan saat pengawas itu masih disana bersama lelaki itu...
"Terima kasih... anda sudah melakukan yang terbaik.."
"Bukan apa apa... tetapi aku heran... kenapa koper itu kosong?."
"Maksud anda... koper yang anda bawa?."
"Y-Ya... soalnya... saya tidak melemparkannya keruangan yang penuh dengan koper yang serupa..."
Pengawas wanita itu mengerutkan alisnya...
"Atau jangan jangan... saat aku tertabrak oleh seseorang yang juga membawa koper serupa denganku dengan pakaian seperti kamu..."
"Sungguh hal yang sangat jenius... gadis itu layak menjadi asisten dari keluarga besar Shiraishi..."
"Tidak... orang yang menabrakku adalah seorang laki laki..."
Pengawas wanita itu langsung terdiam...
"Tetapi anak itu cepat sekali berada disana... aku kira semuanya mengikutiku menggunakan tangga darurat.."
"..."
Sungguh sebuah hal yang tidak disangka oleh pengawas wanita itu...