My Youth Bond Increase!!

My Youth Bond Increase!!
Chapter 170



"Hoaam..."


Tidak ada lagi yang sedingin diriku, namun tidak ada hangat yang sehangat kopi hitam buatan diriku di pagi hari yang dingin ini.


Seperti kebiasaan lama, saat aku sendirian disini... aku hanya menikmati waktu sendiri dan melakukan banyak hal yang bisa dilakukan.


Sebenarnya yang saat ini aku lakukan adalah menunggu telepon dari Erlic, karena dia sudah mengatakan kalau hari ini dia akan memberitahukan tempat pertemuan kita nanti.


Jadi waktu yang senggang ini aku habiskan untuk dinikmati setiap menitnya, tentu saja tanpa bermain game pun aku bisa melakukan hal yang lainnya.


Aku membaca sebuah novel, dan juga manga... di sepanjang waktu aku habiskan untuk menikmati sebuah cerita fantasi yang dibuat oleh imajinasi seseorang... yang sangat beragam.


Dan hal itu membuatku menjadi mengerti, betapa banyaknya hal yang ada di dunia ini, hanya dalam satu atau dua cerita.


Aku melihat keluar jendela, dan menatap bunga bunga yang kini masih bermekaran di halaman rumahku.


Sebenarnya semua itu milik Mai, namun dia hanya sesekali menyirami bunga bunga tersebut jika saat dia datang ke rumahku.


Jadi tidak ada lagi yang bisa mengurusnya jika dia pergi selain diriku.


Aku seperti orang tua yang menjalani kehidupan damainya tanpa adanya gangguan dari orang lain... namun rasanya begitu tenang, sampai aku bisa mendengar isi hatiku bernyanyi setiap waktu.


*Niitt! Niitt!!


Tiba tiba suara dering ponselku yang berada diatas meja berbunyi membuat suasana berantakan... ini pikir di meneleponku pada waktu yang tidak pas.


Namun saat aku melihatnya, ternyata bukan dia yang meneleponku, tapi Touya.


"Ada apa kamu meneleponku?."


"Rasanya... seperti aku tidak diharapkan."


"Ya, aku memang sedang menunggu orang lain..."


"Baiklah, tapi bukan bermaksud buruk namun, aku hanya ingin bertanya."


"Apa?."


"Apa kau akan datang ke acara setelah pernikahan Yuuki...?."


"Aku tidak tahu akan hal itu... mungkin saja iya atau mungkin saja tidak, sesuai dari mereka yang mempunyai acaranya."


"Eh? kau... tidak diberikan sebuah undangan?."


"Undangan?."


"Ya, seperti aku, Nami, Kuchima, dan yang lainnya diundang ke acara setelah pernikahan mereka... karena jika saat pernikahannya berlangsung, katanya akan diadakan ditengah lautan diatas kapal mewah... mungkin ini akan menjadi ramai untuk dipertontonkan."


"..."


"Atau mungkin kau melewatkannya?."


"Sepertinya tidak... aku tidak pernah kemana-mana selama ini..."


"Begitu ya."


"Tapi itu tidak akan jadi masalah untukku, jika memang dia mengundang kalian... alangkah baiknya kalian mengikuti undangan tersebut bukan?."


"Kau benar..."


"Tapi, apa kau tahu tanggal pernikahannya?."


"Untuk acara yang aku ikuti, mungkin malamnya... jadi pernikahannya akan diadakan satu Minggu lagi dari hari ini, dan waktu siang hari."


"( Tidak aku duga, ternyata sudah secepat ini acaranya akan dimulai.. Erlic mengatakan padaku kalau acaranya akan diadakan lebih lama...)"


Informasi yang Erlic berikan kemarin, seharusnya acaranya akan diadakan lebih lama lagi, namun mungkin ada suatu hal yang terjadi dan membuat acaranya dipercepat... atau memang ada sesuatu yang harus mereka rencanakan lebih cepat dari rencana biasanya?.


Aku masih belum tahu kondisi pastinya, karena Erlic sama sekali belum memberitahukan hal itu padaku... maka dari itu aku hanya bisa menunggu informasi darinya.


"Tapi kalau kau juga mendapatkan undangannya, jangan lupa untuk memberitahukan kepadaku, aku benar-benar sulit untuk pergi kesana jika sendirian saja."


"Bukannya kau bilang Kuchima dan Nami juga ada disana?."


"Memang benar sih, tapi... aku seperti sendirian sedangkan mereka memiliki pasangan adik kakak, andai Rina juga bisa ikut denganku.."


"Itu bukan seperti acara pasangan, kau masih bisa bersama mereka berdua..."


"Lebih baik lagi jika kau juga ikut, aku jadi sedikit lebih tenang."


"Memangnya aku siapa... bagaimanapun juga jika memang tidak ada undangan yang diberikan kepadaku, aku mungkin tetap datang, dengan melewati jalur dalam."


"Benar juga... kau dan anak itu sedang merencanakan sesuatu, apa aku boleh ikut?."


"Tidak."


"Oh, ayolah."


"Kau sudah mendapatkan undangan tersebut, sebaiknya kau lebih memikirkan untuk berbicara pada Kuchima dan Nami... aku sudah tidak ada hubungannya dengan itu."


"Tidak ada pilihan lain, sudahlah..."


"Tapi jika ada sesuatu yang bisa kau dapatkan tentang itu, beritahu aku."


"Tenang saja! aku sudah bilang kalau aku juga akan membantumu."


"Baiklah, terima kasih."


Selepas aku mematikan sambungannya, tiba tiba seseorang meneleponku kembali, sampai aku terkejut dan memang lagi-lagi bukan dia... tapi Mai yang saat ini sedang meneleponku.


"Mai, ada apa?."


"Tentang apa?."


"Apa kamu, mau berangkat bersamaku nanti?."


"Berangkat? kemana?."


"Tentu saja, ke acara setelah pernikahan kak Yuuki."


"Jangan jangan... kamu juga mendapatkan undangannya?."


"Um, kamu juga kan?."


"Sayangnya...tidak."


"Eh, yang benar saja?!."


"Aku tidak tahu, tapi mungkin terdapat sebuah kesengajaan atau memang aku dilupakan?."


"Itu alasan yang tidak masuk akal... dan juga jika memang mereka melupakan kamu, mana mungkin mereka mengundangku?."


"Memangnya, bagaimana cara mereka mengundangmu?."


"Lewat telepon dan pesan... terdapat sebuah undangan, mungkin yang lainnya juga seperti itu."


Aku rasa mungkin memang sebuah jaringan yang lambat, atau sedang dalam proses... entahlah, aku tidak bisa memikirkan alasan yang masuk akal untuk memberikan alasan yang tepat.


"Aku akan lihat nanti, jika memang undangan itu sampai padaku, aku akan memberitahukan kepadamu"


"Baiklah, sampai nanti... maaf kalau aku tidak mampir ke rumahmu."


"Tidak masalah... masih ada makanan instan tersimpan penuh didalam laci."


"Sudah kubilang jangan terlalu sering makan makanan instan! jangan coba coba melakukannya di belakangku!."


"Baiklah baiklah, aku hanya bercanda... aku masih bisa memasak."


"Um, kalau begitu sampai nanti.."


Dia pun mematikan teleponnya...


Setelah itu, aku langsung mengecek kotak pesan yang ada di ponselku, namun dari histori pesan maupun telepon, aku sama sekali tidak menemukan nomor yang asing sejauh ini... tidak mungkin jika mereka sudah meneleponku dari beberapa minggu atau bulan yang lalu.


Menunggunya pun tidak ada yang bisa diselesaikan... aku hanya tidak bisa menunggu lebih lama untuk menghubungi dia.


Jika aku memikirkan hal buruknya, mungkin antara Yuuki atau Azumi, mereka memiliki sebuah alasan untuk tidak mengundang diriku kedalam acara setelah pernikahan mereka.


Namun hal itu bukanlah sesuatu yang berarti bagiku, hanya saja aku bisa masuk kedalam acaranya jika Erlic sudah memberitahukan rencananya.


Tetapi mereka diundang hanya untuk menghadiri acara setelah pernikahannya... bukan untuk menghadiri pernikahannya langsung.


Karena acara tersebut diadakan diatas kapal mewah, jadi wajar jika hanya tamu tamu penting yang hanya diundang kesana... dan yang lainnya akan menunggu di acara setelah itu ditempat yang sudah disediakan.


*Ding Dong!


Tiba tiba suara bel rumahku berbunyi, dan karena didalam pikiranku hanya berpikir untuk menunggu Erlic, mungkin saja dia langsung datang tanpa meneleponku terlebih dahulu...


Aku hanya menghela nafasku karena aku kembali tersadar jika seorang yang memberikan misi padaku hanyalah seorang anak berusia 15 tahun...


.


.


Aku membuka pintu rumahku, untuk menemuinya, dan saat aku membukanya.


"Aku kira kau meneleponku terlebih dahu-."


"Selamat pagi, tuan Kizuku Aoyama..."


"Pagi..."


Aku terdiam karena seseorang yang mampir ke rumahku adalah seorang pria berjas hitam rapih dan berdasi merah... dia bersikap seperti menghormati diriku layaknya orang yang penting.


Aku tidak mengenal pria itu sama sekali, namun aku tahu... mobil hitam yang terparkir didepan rumahku, mirip seperti mobil hitam yang biasa digunakan oleh Yuuki atau keluarganya disaat berpergian.


"Maaf mengganggu waktu anda hari ini, tetapi saya disini ingin memberikan sebuah undangan khusus kepada anda."


Dia memberikan sebuah kertas undangan berwarna emas mengkilap dihiasi oleh banyak pernak pernik mahal...


Di depannya tertulis nama diriku sendiri, dan tidak salah lagi undangan ini tertuju pada diriku.


"Ini..."


"Benar... Anda diundang oleh keluarga Shiraishi khusus sebagai seorang tamu, untuk menghadiri acara pernikahan antara Nona Yuuki dan tuan Azumi besok pekan."


Alangkah terkejutnya diriku karena bukan sebuah undangan biasa yang dikirim melewati SMS atau telepon, sedangkan langsung dikirim oleh orang dari keluarga besar mereka sendiri.


"Dan juga, saya juga ingin memberikan surat ini kepada anda."


Dia juga memberikanku sebuah surat, yang sama sekali aku tidak tahu isinya apa... namun aku tidak ingin membukanya terlebih dahulu.


"Kalau begitu, saya mohon permisi... sekali lagi maaf jika telah menyibukkan waktu anda."


"Ya..."


Aku masih termenung diam dalam kata dan tidak tahu apa yang harus aku katakan dan lakukan... aku hanya memberikan respon datar kebingungan seperti menjadi seorang yang berbeda.


Begitu dia pergi dengan mobil hitamnya, aku pun masuk kembali kedalam dan duduk sambil melihat kedua benda tersebut.


Tanpa apapun yang aku tahu... aku diundang langsung menjadi seorang tamu untuk menghadiri acara pernikahan mereka...