
"Jadi... kelompok yang sudah dibentuk kemarin, akan bapak berikan tugas kepada kalian untuk mengobservasi dan mengamati pengelolaan objek wisata yang akan kalian pilih... kalian boleh bebas memilih tempat wisata mana saja, asal bapak melihat ada bukti foto kelompok kalian tercantum didalamnya... apa kalian mengerti?."
"Baik pak."
"Oke, kalau begitu jam pelajaran sudah berakhir, saatnya kalian istirahat."
Tugas yang sangat merepotkan... kita perlu melakukan pengamatan langsung ketempat itu hanya untuk mengamati dan mencatatnya... bahkan melihatnya di internet pun sudah bisa dilakukan, tapi apa boleh buat... mungkin ini adalah untuk para murid sepertiku bisa sesekali melihat dunia luar yang padahal tidak ada apa apanya...
"Aoyama."
Aku yang sedang terduduk diam sambil membaca buku pun terpanggil oleh orang yang sudah berdiri disamping tempat mejaku.
Begitu aku menoleh kearahnya, ternyata dia adalah Yuuki... kupikir hanya 'Oh' mungkin karena ingin membahas tugas yang baru saja diberikan oleh pak guru.
"Anu... tentang tugas tadi... kemana sebaiknya kita pergi? m-maksudku untuk menjadi bahan observasi!."
"Hm... kupikir lebih baik kita ke akuarium... ( Karena tempat itu tertutup dan sejuk, tidak akan terkena matahari yang begitu panas...)."
"Ah! kamu benar! akuarium sangat bagus... kalau begitu pulang sekolah nanti?."
"Eh? h-hari ini??."
"Iya... memangnya ada apa?."
"Tidak, hanya saja..."
Aku ingat aku sudah berjanji kepada Sakura untuk membelikannya apa yang dia inginkan... tapi jika Yuuki ingin pergi hari ini, maka aku harus memilih mana yang lebih kuutamakan.
Tugas kelompok ini diberi waktu hingga lusa depan... dann itupun juga masih beberapa hari lagi, maka lebih baiknya aku menunda tugas itu terlebih dahulu.
"Maaf, sepertinya kita pergi hari lain atau besok... karena sekarang aku ada sedikit urusan, jadi aku tidak bisa..."
"B-begitu ya... tidak apa apa kok, lagipula kita masih diberikan banyak waktu haha."
Aku tahu aku sudah sedikit membuatnya kecewa, tetapi aku tidak bisa untuk mengingkari janjiku... bahkan aku masih bisa merasakan jika Sakura melihatiku terus seperti mengingatkanku akan hal itu...
lalu aku pun pergi untuk menenangkan diriku ketempat seperti biasanya, karena orang sepertiku pun tidak sanggup bertahan lama berada didalam kelas saat sedang istirahat... situasinya sangatlah tidak nyaman untuk dinikmati.
Tetapi disaat aku baru saja ingin duduk diatas kursi taman itu, tiba tiba Sakura datang dengan wajah yang cukup tidak mengenakkan.
Aku mencoba untuk menenangkannya sebelum dia menyemprotkannya kepadaku meskipun aku tidak tahu apa salahku.
"Sakura? a-ada apa? bukannya sepulang sekolah aku sudah mengatakannya?."
Dia mendekatiku dan langsung menendang kakiku.
"Aw! hei! ada apa?."
"Kenapa kamu menolak ajakan Yuuki? bulannya tadi dia mengajakmu?."
"Hah?? bukannya sudah jelas? aku ada janji denganmu."
"Tapi apa kamu mengerti? kalau tugas lebih diutamakan! jadi aku tidak mau tahu... cepat hampiri Yuuki dan ajak kembali dia."
"Tapi, aku sudah menolaknya... rasanya tidak enak..."
"Ao, aku bilang cepat hampiri dia... aku tidak ingin mendengar yang lain."
"Kenapa kau jadi seenaknya menyuruhku? huh... baiklah, jangan marah lagi padaku setelah ini..."
Lalu aku terpaksa mengikuti apa yang dia inginkan, untuk mengajak Yuuki untuk mengerjakan tugas kelompok... sejujurnya aku tidak mengerti dengan apa yang ada didalam pikiran perempuan... mereka selalu saja berubah-ubah pikiran mereka dalam beberapa detik saja... dan itu sangatlah merepotkan..
Aku mencari Yuuki hingga sampai didepan gerbang, tetapi aku tidak melihatnya... jadi aku kembali kedalam kelas dan tidak menyangka dia tidak keluar kelas saat istirahat.
"Yuuki." Aku yang melihatnya didalam kelas langsung menghampirinya.
"Aoyama? apa yang sedang kamu lakukan disini?."
"Menurutku, sepertinya hari ini aku bisa pergi denganmu... ke akuarium."
"Eh? bukannya kamu tadinya ada urusan?."
"Ya, itu benar... tapi entah urusan itu sudah selesai... jadi, apa kau tidak sibuk?."
"T-Tidak kok! kalau begitu aku akan memberitahukan padamu jamnya ya."
"Baiklah... apa yang sedang kau lakukan disini? kau tidak istirahat?."
"O-Oh tidak, aku hanya sudah sarapan terlalu banyak saat pagi tadi... jadi aku tidak lapar..."
"Oh begitu..."
Setelah sudah mendapatkan apa yang diinginkan, aku pun kembali ketempat dudukku dan membaca buku sambil mendengarkan musik agar tidak terdengar suara orang orang yang sedang asik mengobrol didalam ruang kelas.
Aku duduk tepat diujung ruangan dan disamping jendela, dan tempat itu adalah tempat yang sangat cocok untuk orang sepertiku, aku bisa melihatnya yang sedang duduk sambil melakukan entah apa itu... tetapi meskipun dia cukup terkenal disekolah ini, aku pikir dia akan sering sekali berkumpul bersama gadis lainnya, tetapi nyatanya dia sendiri dan tidak ada yang ingin mendekatinya... mungkin mereka tahu jika ada keberadaan diriku yang membuat mereka tidak berani untuk mendekati Yuuki.
Tetapi Sakura datang membawa beberapa potong roti dan sebuah minuman untuk diberikan kepadanya, yah aku tahu kalau Sakura memang seperti itu... mana mungkin dia tidak peduli dengan Yuuki meski sudah menyuruhku untuk mengajak Yuuki pergi dan membatalkan janjiku dengan dirinya sendiri.
*Ting!
Suara notif yang muncul dari ponselku dan terdengar dari dalam earphone yang aku pakai, dan ternyata pesan dari Sakura yang bertanya tentangku tadi.
"Bagaimana? apa kamu sudah mengajaknya?.."
"Apa kau tidak ingin bertanya kepadanya langsung?."
"Tidak mungkin..."
"Yah seperti yang kau mau... aku mengajaknya."
"Oh..."
Dia memberikan pesan terakhir kepadaku begitu sulit, entah apa itu tapi aku merasa jika aku begitu bingung untuk mengatasi masalah seperti ini.
Saat kesadaranku begitu dialihkan oleh layar ponselku, aku tidak sadar jika Yuuki sudah berdiri didepan mejaku dan memanggilku.
"Aoyama! duh, kamu ini! apa kamu sengaja?."
"Yuuki... maaf, aku hanya sedang melamun..."
"Kamu baik baik saja? m-maksudku kalau kamu sakit aku bisa memanggil guru dan meminta izin untukmu.."
"Tidak, aku baik baik saja... terima kasih."
"Syukurlah... kalau begitu aku ingin memberikanmu ini... sebenarnya Sakura yang menyuruhku memberikan roti ini kepadamu."
Dia memberikan roti isi coklat itu kepadaku... aku pun mengambilnya dengan menghormatinya.
"Oh iya, ini juga ada kopi susu untukmu... Sakura salah membeli minuman makanya kebetulan saja memberikannya kepadamu."
"O-Oh... baiklah, aku terima ini, terimakasih." Meskipun kebetulan, tetapi cukup lengkap juga ya...
"K-Kalau begitu aku kembali ya... untuk tugas nanti, aku akan memberikanmu pesan, dah."
Dia bergegas kembali ketempat duduknya seperti telah menghadapi monster yang begitu sulit seperti aku yang menjadi monsternya, tetapi apa aku benar-benar yang menjadi monsternya?...
Lalu aku menikmati makanan dan minuman yang sudah diberi olehnya sambil aku memberikan sedikit pesan.
"Terima kasih... meskipun tidak memberikannya langsung..."
Saat terkirim dan dilihat olehnya, dia hanya membalas dengan stiker kucing yang sedang merajuk didalam sebuah kardus dengan wajahnya yang sangat imut.
"( Apa wajahnya saat merajuk persis seperti ini? tidak deh, lebih baik tidak usah dibayangkan... aku tidak ingin hidupku berakhir begitu cepat...)"