
...Lima tahun kemudian...
"Aku pulang."
"Selamat datang di rumah."
"Bagaimana keadaanmu? apa sudah baikan?"
Ucapku sambil mencium keningnya dan memeluknya dengan hangat...
"Masih sedikit lemas, tapi aku akan berusaha untuk hari ini."
"Jangan terlalu memaksakan dirimu, biar aku yang menyiapkan sisanya, kamu jaga Shiina dan Aito saja."
"Baik... dan juga katanya Yuuki juga bisa datang kesini nanti malam."
"Benarkah? aku pikir dia masih ada di Australia dengan Azumi."
"Saat aku mengatakan kalau mengadakan acara pertemuan, dia langsung bergegas untuk menyelesaikan pekerjaannya disana dan pulang untuk kesini."
"Semoga mereka aman sampai kesini, oh iya... Touya dan Kuchima juga sedang dalam perjalanan kesini, Mai pun juga setelah ikut dengan suaminya ke luar kota, mungkin dia akan sedikit telat."
"Kalau begitu kita harus cepat cepat mempersiapkan acaranya, aku sudah memasak banyak untuk malam nanti."
"Sudah aku bilang jangan terlalu menghabiskan tenaga, kamu baru saja melahirkan beberapa minggu yang lalu."
"Aku tidak apa apa kok, justru sekarang aku sangat senang, setelah beberapa tahun lamanya kita bisa kembali berkumpul."
"Ya sudah kalau begitu, aku akan membantumu."
"Kamu baru saja pulang kerja, kamu pasti lelah."
"Tidak kok, aku bisa membantumu, daripada kamu yang kelelahan."
"T-Tapi... karena kamu sudah pergi bekerja selama seminggu diluar."
"Kamu kesepian?'
Dia mengangguk perlahan dengan imutnya...
"Maaf ya, setelah ini aku sudah diberikan waktu banyak untuk liburan, jadi aku bisa bersama kamu, Shiina dan juga Aito sepanjang waktu." ucapku sembari mengelus-elus kepalanya.
"Kalau begitu aku ingin mempersiapkan yang lainnya."
"Ya..."
Sudah empat tahun berjalan, aku dan Sakura menikah dan dikaruniai dua anak kembar laki laki dan perempuan bernama Aito dan Shiina.
Aku sebagai anak pertama dari keluarga Nijiro pada akhirnya meneruskan sebuah perusahaan yang telah lama hilang, dan dibantu dengan perusahaan Shiraishi dan Sakamura, kita semua saling bekerja sama untuk membangun sebuah perusahaan besar, dan hasilnya kita berhasil sukses dalam percobaan pertama untuk bekerja sama.
Yuuki dengan Azumi telah menikah saat dua tahun yang lalu, dan juga telah dikaruniai seorang anak perempuan, karena pekerjaan Azumi selalu berpindah tempat, jadi Yuuki pun harus ikut dengan Azumi untuk tinggal selama tiga tahun di Australia.
Touya yang juga sudah berkeluarga dengan Nami satu tahun lebih dulu mereka menikah dan dikaruniai dua anak namun satunya masih berada didalam kandungan, Touya meneruskan bisnis ayahnya yang menjadi salah satu bisnis terbesar dan ternama hingga ia dibantu oleh Kuchima juga Celestia yang juga sudah dua tahun lebih dulu menikah dan telah dikaruniai dua anak.
Dan baru satu tahun yang lalu Mai menikah dengan seorang lelaki bernama Arata, satu hal yang baru aku ketahui ternyata Arata adalah keponakan dari guru Baki, aku sudah cukup mengenal dekat dengannya setelah waktu SMA, dan juga dirinya sangat bisa dipercaya untuk menjaga Mai.. dan saat ini Mai sedang mengandung 5 bulan anak pertamanya.
Akasa adikku kini sedang fokus untuk menjalankan pendidikannya yang sebentar lagi akan lulus, dia adalah anak yang pintar, meskipun memang sudah dari awal dia di didik dengan sangat baik, jadi dirinya bisa berkembang dengan cepat dimana saja, dan aku sudah memutuskan untuk meneruskan perusahaan ini nanti kepadanya.
"Uwee!!"
"Sepertinya Shiina sedang menangis."
"Kalau begitu biar aku saja, kamu tunggu mereka disini."
"Baiklah."
Sakura pun pergi keatas untuk menenangkan Shiina yang sedang menangis, namun beberapa waktu kemudian terdengar suara tangisan dari Aito.
"A-Ao, tolong kesini sebentar."
"Baik."
Aku langsung bergegas keatas untuk membantunya yang terlihat kewalahan saat sedang menyusui Shiina.
"Aku tidak bisa menyusui keduanya sekaligus, jadi kamu bisa membuatnya tenang sebentar? tunggu sampai Shiina tertidur."
"Ini adalah urusan yang mudah."
Aku menggendong Aito yang masih menangis dan mengayunkannya sambil mencari cara untuk menghiburnya.
"Papa ada disini, sudah sudah... jangan menangis."
Entah karena dia nyaman di dekapanku atau memang sudah lelah, dia langsung tertidur lelap begitu aku menggendongnya.
"Seperti Aito lebih nyaman dengan papanya?" Sakura yang melihatku bisa menenangkan Aito, membuatnya sedikit tertawa kecil.
"Kalau dilihat-lihat, wajah Aito justru mirip denganmu, dan Shiina mirip denganku... kita berdua bisa membuat nyaman mereka, sama seperti aku bisa membuat nyaman dirimu."
"Apa kamu sedang merayuku?"
"Jika kamu merasa seperti itu, berarti aku sedang melakukannya."
"Yah, seperti apapun rayuan yang kamu buat, aku tetap mencintaimu."
"Wah, aku mendapatkan serangan balik."
"Hhe."
*Ding dong!
"Ah, mereka sudah datang."
"Biar aku saja, kamu masih sibuk mengurus Shiina."
"Tolong ya."
Aku pun bergegas kebawah untuk membukakan pintunya.
"Aoyama!! sudah lama tidak bertemu, kau benar benar membuatku kangen!"
"Touya, kau juga selama ini kemana saja?kabar hanya ada saat kau menikah dan mempunyai anak."
"Hehe, lagian aku juga sedang sibuk sibuknya, mungkin bulan ini hanya sekarang waktu bebas ku bersama Nami."
"Aoyama, dimana Sakura?"
"Dia ada diatas, sebaiknya kau juga beristirahat diatas dengan Taika, karena kau juga sedang ada isinya."
"Um, terima kasih."
"Seperti yang diharapkan sahabat terbaikku, terima kasih sudah peduli dengan istriku."
"Baiklah... dimana Kuchima dan Celestia?"
"Kamu mencari kita?"
Baru saja dibicarakan mereka berdua akhirnya datang...
Aoyama, Kuchima, kita duluan masuk ya."
"Oh ya."
"Baiklah."
Touya dan Nami yang membawa Taika kecil pun masuk duluan kedalam untuk menemui Sakura.
"Kuchima, lama tidak berjumpa."
"Benar... akhirnya kita bisa bertemu kembali."
"Dan juga Cylia, kamu sudah semakin besar saja, terakhir aku melihatnya saat baru saja ia lahir."
"Ayo Cylia, sapa Aoyama teman ayah."
"H-Halo."
"Kamu sangat cantik, mirip seperti ibunya."
Aku benar benar dibuat terkejut karena wajahnya yang sangat mirip dengan Celestia ibunya, paras cantiknya pun juga akan turun kepadanya.
"Kalau begitu silahkan masuk, kalian bisa istirahat dulu."
"Terima kasih banyak."
Kita semua pun masuk kedalam sambil menunggu yang lainnya.
Aku, Kuchima dan Touya mengobrol di ruang tamu, lalu Nami dan Celestia sedang berbincang-bincang didalam kamar atas sambil mengurus anak anak.
Saat sudah hampir 15 menit akhirnya Mai dan Arata datang...
"Aoyama! aku sangat rindu padamu!"
Begitu aku membuka pintunya, Mai langsung memelukku seperti benar benar sangat merindukanku.
"Hei, ibu hamil tidak boleh memeluk lelaki lain dengan sangat erat seperti ini."
"Hehe, lagian... sudah lama sekali kita tidak bertemu."
"Kamu sendiri juga terlihat sangat sibuk bersama Arata."
"Yang penting akhirnya kita sudah bertemu kembali, apa yang lainnya sudah datang?"
"Uwaa, aku mau ketemu Shiina sama Aito segera!"
"Aoyama, lama tidak berjumpa."
"Arata... bagaimana kabarmu sekarang?"
"Semua baik baik saja, namun karena Mai yang saat ini sedang mengandung, jadi aku pikir untuk mengambil banyak waktu libur untuk mengurusnya."
"Syukurlah kalau begitu... apa guru Baki disana sehat?"
"Sangat sehat, tadinya paman Baki ingin kesini, namun karena dia masih mengurus banyak hal, jadi tidak bisa... dia hanya menitip salam kepadaku untukmu."
"Begitu ya... baiklah kalau begitu, kalian berdua ayo masuk... yang lain sudah menunggu."
Saat mereka berdua masuk, aku pun ikut menyusulnya, namun langkahku berhenti ketika seseorang memanggil namaku.
"Aoyama!"
Dari jauh dia memanggil namaku dan melambaikan tangannya kepadaku.
Seseorang yang sudah terlihat sangat berbeda, dari penampilannya, gaya rambutnya, maupun model pakaiannya, namun dirinya tetaplah dirinya... selama empat tahun kita tidak bertemu.
"Yuuki."
Dia bergegas cepat mendekatiku, sampai sampai aku heran karena dirinya yang sudah menjadi seorang ibu namun tingkahnya masih sama saja seperti dulu.
"Aoyamaa!"
Dia langsung memelukku dengan rasa rindu yang teramat besar.
"Oi, sesak sekali."
"Ahaha maaf maaf."
"Jadi... akhirnya kamu pulang kesini setelah sudah bertahun-tahun diluar sana, bahkan penampilanmu sudah sangat berubah."
"Ini namanya perubahan yang termakan budaya."
"Aku tidak ingin berkomentar banyak, asal kamu dan Azumi sudah pulang."
"Aoyama, lama sudah tidak bertemu."
"Azumi... dan juga Izumi tampak sehat ya."
Azumi datang sambil membawa anak mereka yang bernama Sakamura Izumi, umurnya kurang lebih sama dengan Shiina dan Aito.
"Biar aku yang menggendong Izumi, kamu mengobrol dengan Aoyama saja."
"Ah baiklah."
Yuuki langsung bergantian menggendong Izumi sedangkan aku dan Azumi mengobrol bersama yang lainnya.
"Yang lainnya sudah menunggu lho."
"Ternyata kita yang terakhir datang ya."
"Maaf ya, karena kita datang lebih lama."
"Kalian datang kesini saja sudah benar benar membuatku senang, apalagi yang lainnya... jadi jangan pikirkan hal yang rumit, sekarang kita mulai acara pertemuannya."
".."
......................
"Untuk pertemuan setelah beberapa tahun lamanya!!"
*Kling!!
Dalam satu ruangan kita saling melepas rindu yang teramat besar karena setelah berkuliah di tempat yang berbeda-beda, dan juga bekerja lalu menikah... kita semua memiliki kesibukan masing-masing, namun tanpa melupakan ikatan yang telah lama saling terikat ini.
Momen ini juga adalah momen yang paling mengharukan ketika melihat Sakura dan Yuuki yang akhirnya bertemu kembali, mereka berdua benar benar sudah seperti seorang saudara kandung.
Kita semua berkumpul seperti sebuah keluarga besar, dan saling menyayangi juga menjaga satu sama lain, sebagaimana kita mempertahankan ikatan ini terus ada hingga waktu yang menghentikan.
.
.
.
"Sakura, yang lainnya ingin berfoto bersama dibawah."
"Um, aku akan kesana."
Aku melihat dirinya yang sedang menatap kedua anak kita dengan senyuman manisnya, dan bersenandung indah hingga Shiina dan Aito tertidur pulas.
Aku mendekatinya dan memeluknya dari belakang, dan dia membalas dengan mengelus tanganku.
"Rasanya aku seperti sedang bermimpi panjang, melihat kedua anak kita yang sedang tertidur dan memilikimu..."
"Ya... rasanya sangat panjang."
"Baru kali ini seumur hidupku, aku merasakan kebahagiaan yang sangat besar... aku akan menyayangi Shiina dan Aito dengan penuh kasih sayang."
"Bagaimana denganku?"
"Bagaimana ya... rasanya aku tidak mau memberitahukannya."
"Kenapa?"
"Karena aku mencintaimu."
"Itu terdengar seperti bukan jawaban yang pasti."
"Kamu ingin mengetahui jawaban yang sebenarnya?"
"Apa itu...?"
Dia berbalik menghadap ku dan melingkarkan kedua tangannya diatas pundakku.
"Kamu adalah orang yang telah mengisi setiap hidupku dengan kebahagiaan, dari dulu hingga sekarang... perasaanku tidak akan pernah berkurang sedikitpun, karena itu... untuk kedepannya aku ingin meminta satu hal padamu."
"..."
"Sayangi Shiina dan Aito, bersama denganku, hingga selamanya... aku sangat menyayangimu... Ao."
"Sampai kapanpun itu... aku akan tetap menjaga kalian meskipun aku harus melakukan apa saja demi kebahagiaan kalian... jangan khawatir, aku akan selalu ada untuk membuat kamu, Shiina dan Aito bahagia."
"Terima kasih..."
"Ya..."
Semua masa lalu yang telah kita lewati bersama, kini menjadi sebuah ikatan yang terus mengikat hingga tak akan ada yang bisa memutuskan ikatan tersebut.
Aku mencintai Sakura, dan Sakura mencintaiku... tidak akan ada yang berubah...
"Ayo semuanya berkumpul!"
"Aoyama, Sakura, kalian berdua berdiri ditengah."
"Apa ini masih kurang ditengah?"
"Aku mau disamping kak Sakura dan kak Yuuki!"
"Ya sudah cepat kesini, hati hati dengan bayimu."
"Kuchima, kau masih kurang mendekat, nanti kau tidak masuk kedalam foto."
"Seperti ini?"
"Nah benar! kalian semua sudah siap?"
"Touya, kau jangan lupa juga untuk kesini."
"Tenang, aku sudah mengatur waktu kameranya... tinggal klik seperti ini, dan!"
"O-Oi pelan pelan!"
"Semuanya tersenyum!!"
*Cekrek!
Sampai hari itu, kita terus menjaga agar ikatan ini tidak akan rusak oleh apapun itu... menjaga satu sama lain dan saling menyayangi.
Aku memulai hidupku dengan penuh pertanyaan, dan sekarang aku menjalani hidupku dengan penuh jawaban... semua jawaban dari apa yang telah aku cari selama ini...
Benar...
Aku telah menemukan keluargaku yang sebenarnya...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Terima kasih telah mengikuti novel "My Youth Bond Increase!!" maaf jika ada kekurangan kata atau kalimat, karena ini adalah novel pertama saya dan juga cerita pertama yang saya berikan...
Semoga kalian bisa menikmati cerita saya dengan baik, dan membaca novel kedua saya yang berjudul "PERSONALITY : Domination"
Sampai jumpa di lain waktu~Ao_Ni