My Youth Bond Increase!!

My Youth Bond Increase!!
Chapter 113



"Untuk tempat yang ingin dikunjungi sepertinya lebih baik berjalan-jalan bebas untuk mengenal tempat wisatanya, dan aku pikir untuk saling berkelompok agar tidak ada yang tersesat... apa lebih baik begitu?."


"..."


"Aoyama?."


"..."


"Aoyama! aku sedang berbicara denganmu!."


"Eh? ya? ada apa?."


"Kenapa kau malah melamun seperti itu? apa kau sedang memikirkan sesuatu?."


"Tidak... aku baik baik saja, apa yang kau katakan tadi?."


"Sepertinya perbincangan ini tidak akan selesai, jika masih ada yang tidak bisa konsentrasi."


"Aku sudah bilang, aku baik baik saja."


"Huh... kau ini, apa kau tidak ingin mengatakannya padaku?."


"Apa yang ingin aku katakan? aku benar-benar tidak sedang memikirkan apa apa."


"Baiklah, kalau kau seperti itu..."


Touya lanjut membahas tentang apa yang akan kita lakukan disana, dan aku terus mendengarkannya dengan serius, meskipun sesekali aku merasa sedikit terganggu didalam pikiranku.


Dan setiap mataku yang ingin melihat kertas yang Touya pegang, dan membaca semuanya... tanpa disengaja mataku meliriknya yang sedang mengobrol dengan temannya,aku bisa melihatnya yang sedikit tersenyum dan tertawa...


Sungguh... aku hanya ingin berdiam diri sambil menikmati waktu yang singkat ini hanya untuk diriku sendiri, aku tidak begitu ingin melihat apa yang orang lain lakukan, karena semuanya hanya melakukan sebuah hal yang merepotkan...


"Sepertinya hanya ini saja yang bisa kita masukkan... aku akan memberikannya ke ruang OSIS."


"Tunggu... aku saja yang akan membawanya."


"Sungguh?."


"Daritadi kau sudah merancang kegiatan dan aku hanya membantumu sedikit... jadi aku hanya ingin bekerja lebih baik."


"O-Oh... baiklah."


Dengan wajah yang kebingungan dia menerima permintaanku yang sudah pergi berjalan keluar untuk mengantarkan laporan kegiatan dari usulan kelas kita.


Karena liburan wisata ini diikuti oleh semua kelas dari dua angkatan pertama dan kedua, jadi cukup sulit untuk memilih rencana yang akhirnya ada saja yang tidak menyetujuinya..


Jadi, selama beberapa hari ini aku dan Touya akan mengadakan rapat untuk membuat liburan sekolah ini berjalan lancar tanpa adanya kesalahan.


Aku berjalan melewati koridor bawah yang terhubung keruangan OSIS dan melewati beberapa lapangan yang isinya adalah orang orang populer yang tidak bisa aku lakukan... mengobrol dengan begitu dipenuhi oleh tawa canda yang suaranya begitu menusuk didalam telingaku, dan beberapa dari mereka yang berlari melewatiku dengan wajah bahagia tanpa mengenal apa itu perasaan yang terkutuk...


Jika dunia ini memiliki sebuah tingkatan level pada setiap orangnya, mungkin aku berada pada level terbawah, yang hanya bisa melihat betapa gembiranya mereka bisa menikmati sesuatu yang tidak bisa aku rasakan, meskipun begitu aku tidak terlalu peduli dengan hal itu...


Hidup yang aku jalani memang terlihat sangat buruk, tetapi aku tidak menyesalinya...


Seperti sebuah petualangan yang perlu memiliki hal yang ingin dicapai, hingga pada setiap titik kita diberikan sebuah rintangan, dan setelah kita bisa melewatinya, rasanya seperti level kehidupan kita menaik..


Sejak kapan aku terlalu memikirkannya... masih banyak waktu yang tersisa dan aku akan menghabiskannya dengan waktu sendiri.


Setelah aku memberikan laporan kelas kita, aku berencana untuk pergi kebelakang taman, tempat biasanya aku menenangkan diriku yang kini sudah tidak perlu merasakan apa itu ketenangan...


"Aoyama? ternyata benar itu kamu."


Seseorang yang memanggilku dari belakang, ternyata adalah Kuchima.


"Kuchima... kau juga?." Sambil memberikan kode kearah ruangan OSIS.


"Ah tidak, aku sudah kelas tiga dan sudah tidak bisa merasakan hal seperti itu kembali..."


"Kamu sudah mengumpulkan laporannya?."


"Ya... baru saja."


"Begitu ya... karena aku adalah mantan OSIS, sepertinya memang masih ada tugas untukku meskipun sudah bukan dari anggotanya."


"Meskipun kau sudah keluar? apa kau menerimanya begitu saja?."


"Karena aku pernah merasakan bagaimana rasanya mengurus banyak hal... maka aku juga harus membantu mereka yang melanjutkan jabatan ku juga demi semua murid di sekolah ini."


"Seperti biasa... kau selalu ingin melakukan hal yang sangat merepotkan."


"Ahaha... kau ingin kembali kedalam kelas? bukannya sekarang jam kosong? karena para guru juga sedang mengadakan sebuah rapat."


"Aku hanya mengumpulkan laporan dan ingin pergi kebelakang taman..."


"Oh begitu ya... baiklah."


Aku begitu iri melihat dirinya yang begitu peduli dengan kebahagiaan banyak orang... meskipun dia tahu bahwa dia tidak bisa melakukan hal itu sendiri... tetapi dia tetap berusaha hingga hasilnya bisa tercapai dan dinikmati oleh semua orang...


Jika akan melakukan hal yang sama sepertinya, mungkin aku sudah menyerah dalam beberapa hari...


"Kuchima..."


"Ada apa?."


"Apa kau... ada waktu sebentar?."


"..."


......................


Dibelakang gedung sekolah, tepatnya taman yang dipenuhi oleh pepohonan dan menutup sinar matahari hingga terasa begitu sejuk...


Sudah begitu lama aku tidak ketempat ini, hingga tidak terasa... dedaunan hijau yang menghiasi pepohonan semakin lama semakin lebat...


"Maaf menyita waktumu... padahal kau sedang sibuk."


"Tidak apa apa kok, dan juga tadi aku kan sudah menyelesaikannya... jadi aku tidak merasa kamu menyita waktuku.."


"Begitu... terima kasih..."


"Jadi? apa ada yang ingin kamu katakan? tidak biasanya kamu ingin membicarakan sesuatu pada orang lain."


"Aku hanya ingin bertanya... bagaimana rasanya setelah kau berhasil membuat orang bahagia... aku tahu, saat aku melihat usahamu saat festival sekolah tahun lalu... dan dengan kerja kerasmu... akhirnya kau berhasil membuat mereka tersenyum sambil bersenang-senang disekolah ini..."


"Apa kamu tahu? didunia ini... meskipun sulit ditemukan... tetapi mitosnya terdapat satu atau dua orang yang kehilangan jiwa mereka... dan jiwa itu seperti direbut oleh seorang dewa yang tidak menyukai sebuah senyuman... tetapi, nyatanya dewa itu hanya menelan ludahnya sendiri... karena tanpa dia sadari, melakukan hal yang menurutnya menyenangkan, membuat wajahnya berubah dan tersenyum dengan sendirinya... lalu dia sadar... jika senyuman itu datang disaat yang tidak terduga... karena jika perasaanmu memiliki sebuah keinginan... dan keinginan tersebut telah kamu rasakan... maka senyuman datang dengan sendirinya... lalu dewa itu merubah dirinya dengan menyebarkan sebuah kebahagiaan tak terbatas kepada umat manusia... itu hanya sebuah cerita yang tidak nyata, tetapi dari cerita itu aku paham... bahwa betapa pentingnya sebuah kebahagiaan... lalu membagikan kebahagiaanmu dan menjadikannya sebuah keinginan untuk membuat semua orang bahagia... itulah kebahagiaan tak terbatas..."


"..."


"Rasa yang begitu ringan hingga tidak ada hal lain yang kamu pikirkan... disaat melihat orang lain senang dengan usaha yang kita lakukan... maka hati ini seperti menyembuhkan semua jerih payah kita... pasti rasanya seperti... apa pun yang kita lakukan, jika itu demi kebahagiaan orang lain... membuat diri kita tersakiti pun... tidak apa apa."


"..."


Sungguh... perkataannya yang menjelaskan semua itu, membuat mataku terbuka...


Sejak dulu aku pernah merasakannya... saat melihatnya yang tersenyum kepadaku...


Semua luka berubah menjadi kebahagian, dan kebahagian tersebut terhubung dengannya, hingga kita saling merasakannya dan tidak berhenti sampai salah satu dari kita menghentikannya...


Meskipun begitu... selama aku bertemu dengannya... ternyata dia menyimpan luka yang ia simpan begitu lama... hingga dia tidak bisa menahannya sendirian...


Melihat diriku yang tidak bisa menyadarinya selama ini... terlihat seperti seseorang yang hanya menikmati kebahagiaan itu sendirian...


Aku memang payah...