My Youth Bond Increase!!

My Youth Bond Increase!!
Chapter 24



"Ughhh!!."


"Arrghh!."


"Urghh!."


"..."


"Haaahh.. semuanya sudah beres, mau diapakan mereka?." Sambil mengikat para pengawal itu, guru Baki sebagai penjaga keamanan disini.


"Kenapa tidak menjerumuskannya ke kantor polisi?."


"Ha? memangnya atas dasar apa?."


"Bukannya mereka menyerang murid sekolah dan rencana penculikan?."


"Benar juga...aku lupa.."


Lalu Touya menelepon pihak berwajib agar menahan sebagian pengawal itu.


Dan sebelumnya Aoyama yang mengejar Yuuki...


Saat aku mengejar mereka, sayangnya kedua pengawal itu menahanku dan ternyata dari awal mereka menjebakku disini.


Saat aku melawannya, cukup sulit untuk menggunakan teknik yang diajarkan beliau, karena mereka berdua terlihat lebih terlatih daripada pengawal lainnya yang mengincar Mai.


"Ugh...lawannya cukup sulit...lebih sulit dari sebelumnya..pantas saja dia sengaja membawa kedua orang ini.."


"Kenapa? apa hanya sampai sini saja sikap heroik mu?."


"Apa yang kau katakan? aku kesini hanya ingin menghajar wajahmu yang telah melihat wajah adikku."


Dengan perkataan yang aku katakan, dia sedikit merasa terancam.


"Bahkan kau tidak bisa melewati mereka berdua, lucu sekali!."


"Kalau begitu.."


Aku berjalan beberapa langkah menuju mereka.


"A-Apa yang kalian tunggu!."


"Hiyaaa!." Mereka berdua secara bersamaan menyerangku dari 2 arah.


Aku berpikir jernih menghadapi situasi ini dengan tenang, melihat sudut kelemahan mereka, waktu, pergerakan, kecepatan, kekuatan, bahkan pemikiran.


Dengan menggabungkan semua itu, aku bisa melihat celah yang masuk kedalam mataku.


Kedua pengawal besar itu yang mengira akan berhasil melumpuhkan ku, dengan kedipan mata sosok tubuhku yang berada didepan mata mereka menghilang dari pandangannya.


"Eh? harusnya pukulanku mengenain- guhuk!!!."


"Jangan meremehkan lawan hanya karena ukuran tubuh.."


Aku yang menyerang titik lemah salah satu pengawal itu dengan menyerang bagian bawah perutnya, yaitu uluh hatinya...membuat ia tidak bisa bergerak beberapa saat.


"Ck! jangan sombong dulu bocah sia- buhkk!!."


"Lebih baik kau tutup mulut sampahmu itu."


Setelah menyerang pinggangnya dengan sikutku, aku langsung memberi tendangan langsung pada mulutnya.


"Ughh!!."


Dalam beberapa detik, mereka berdua terkapar diatas tanah.


"M-Mustahil! bagaimana kau bisa-."


"Berisik... aku sudah muak mendengar suaramu."


Aku berjalan kearahnya perlahan, dan itu semakin membuatnya panik..


"S-Sial!."


"Padahal kau bisa bersyukur karena aku tidak ada urusannya dengan masalah kalian... sayangnya kau sudah menyentuh adikku... dan sekarang masalah ini sudah menjadi masalahku.."


"Mahluk rendahan sepertimu tidak akan bisa melawanku!."


"Mengoceh mengoceh, mengoceh mengoceh... pengecut sepertimu hanya bisa berbicara layaknya petinggi dalam masyarakat... akan aku ajarkan kepadamu apa itu hukuman."


*Tiinnn Tinn!!


Saat aku ingin mendekatinya lebih dekat suara klakson mobil menghentikan ku dan mobil itu berhenti didepan kami.


"Sudah kukatakan agar kau menuruti kataku...Azumi!!."


"A-Ayah!."


Orang yang keluar dari mobil tersebut adalah ayah dari Azumi, kepala keluarga Sakamura.


"Dasar tidak tahu diri, kau yang sudah menjadi beban keluarga... sekarang mulai membuat masalah lagi."


"Ayah tidak mengerti! aku hanya ing-."


*Plak!


Didepan kami, sosok ayah itu menampar anaknya dengan sangat keras.


"A.."


"Bahkan hukuman ini masih belum selesai.... Shiraishi Yuuki...maaf atas kelakukan putraku... aku harap kau bisa memaafkan putraku."


"Dia sudah melanggar aturan yang ada dalam kedua keluarga! aku akan mengatakan hal ini pada ay-."


"Jika kau mengatakan masalah ini... kau seharusnya mengerti bagaimana yang akan terjadi selanjutnya.."


Kepala keluarga itu membisik langsung kearah Yuuki, dan Yuuki yang melihat banyaknya penjaga disekeliling Aoyama, membuat dia tidak bisa berbuat apa apa.


"Masuklah kedalam, aku akan mengantarkan kau pulang."


"Baik..." Dengan pasrah Yuuki hanya bisa menuruti permintaannya.


"Tunggu."


"..."


"Biarkan Yuuki sekarang disini...."


"Memangnya siapa kau ini?."


"Aku? Kepala keluarga Shiraishi telah mempercayaiku untuk melindunginya, jika aku tidak sungguh-sungguh dalam menjaganya, mungkin gajiku akan dipotong."


"Penjaga? memangnya berapa yang dia bayar kepadamu? aku bisa membayar penuh sekarang juga."


"Maaf sekali, aku hanya menerima Yuuki sekarang."


"Aku tahu jika putraku membuat masalah denganmu... tetapi sebaiknya kau sadar akan apa yang kau lakukan.."


Semua pengawal mereka yang terlihat lebih kuat dan jumlahnya bertambah banyak, kini menjadi bersiaga terhadapku.


"Apa yang aku lakukan? aku harap anda memasang telinga anda dengan benar... aku hanya ingin mengambil Yuuki."


"Dasar keras kepala."


Lalu orang itu memberi isyarat kepada pengawalnya yang sepertinya ingin menghabisiku disini.


"Sebaiknya kau pergi dari sini, atau kau akan menerima akibatnya."


"..."


"Saat ini... mereka sedang menunggumu agar kita bisa pulang bersama... walaupun ini sangat merepotkan... aku akan membawamu pulang."


"Waktumu sudah habis... kalian semua, lakukan.."


"Tch.."


Saat mereka mengepungku yang sedang kehabisan ide sama sekali... yang bisa kulakukan hanyalah bergerak.


"Ayah Azumi tolong hentikan.."


Semuanya langsung berhenti dan perhatian mereka menuju Yuuki.


"Aku akan ikut denganmu, tapi berikan waktu sebentar untuk berbicara dengannya.."


"Bagaimana jika kau lari?."


"Dengan mata sebanyak ini, mana mungkin aku akan lari.."


"Baiklah, aku akan memberikanmu sedikit waktu.."


"Ayah!."


"Diam! ini juga karena ulahmu."


Dia pun terdiam..


"..."


Lalu Yuuki mendekatiku yang sedang dikepung oleh banyak penjaga.


"Aoyama... maaf, tapi lebih baik jangan melakukan lebih dari ini.."


"Apa maksudmu?."


"Sebaiknya kamu pergi dari sini.."


"Jadi... setelah aku berusaha untuk menyelamatkanmu, sekarang aku diusir.."


"B-Bukan seperti itu... tapi... kamu harus memikirkan keselamatan dirimu sendiri.." Dia yang tidak berani untuk menatapku secara langsung.


"Keselamatan diriku sendiri? lalu bagaimana denganmu?."


"Tidak perlu mengkhawatirkanku... sungguh.."


"Kau yakin untuk ini?."


"..." Tidak bisa memberikan jawaban apapun.


"Meskipun begitu, aku juga masih bekerja sebagai pengawalm-."


"Kalau begitu berhenti.."


"Eh?."


Aku terdiam tidak mengerti apa yang dia pikirkan.


"Berhenti untuk menjadi pengawalku... aku bisa membicarakannya pada ayahku untuk memberhentikanmu.."


"Sebenarnya apa yang kau pikirkan... aku benar benar tidak mengerti.."


"Lebih baik untukmu berhenti menjadi pengawalku... dan kumohon pergilah, jangan pedulikan diriku.."


"..."


"Ah begitu... baiklah, terserah apa yang kau inginkan... tapi sebaiknya kau juga lebih mempedulikan dirimu sendiri.." Lalu aku pergi dengan santai dari para penjaga itu..


"..."


................


"6 Orang ditahan oleh pihak berwajib... masalah apa yang sudah kau lakukan.."


"..." Azumi hanya bisa duduk didalam mobil bersama Yuuki yang juga dibawa oleh kepala keluarga Shiraishi.


"Shiraishi Yuuki... aku harap kau tidak mengungkit masalah ini lagi... aku akan memperingatkanmu."


"Baik.."


Yuuki yang sudah pergi dengan mereka, pada waktu yang sama aku kembali ke halaman sekolah.


"Kakak!." Mai langsung memelukku saat aku kembali menemui mereka.


"Ao!."


"Aoyama, syukurlah kau baik baik saja.."


"Yo Oyama.."


"Guru Baki? kenapa kau ada disini?."


"Masalahnya agak panjang, dimana Yuuki?." Ucap Touya.


"Ah dia... dia dibawa oleh ayahnya Azumi."


"Eh? kenapa kepala keluarga ada disana?."


"Aku tidak tahu... lebih baik kau sendiri yang bertanya.."


"Syukurlah kakak tidak apa apa.."


"Aku lebih mengkhawatirkanmu...maaf aku tidak bisa melindungimu lebih baik.."


"Tidak... kakak tidak salah sama sekali... lain kali, jangan melakukan hal seperti itu.."


"Tenang saja, aku juga lelah melakukan ini semua.."


"Memangnya ada apa?." Tanya Sakura khawatir.


"Ahh... banyak yang terjadi, dan aku juga tidak peduli..." Sambil merenggangkan ototk


"..."


"Sebaiknya kita pulang, langit sudah hampir gelap.."


"Kalau begitu kalian akan kuantar menggunakan mobilku."


"Guru kesini dengan mobil?." tanya Touya.


"Kau kira aku tidak mempunyai mobil?."


"Maksudku... aku kira anda berlari kesini atau lainnya.."


"Aku tidak seaktif itu..cepatlah, sudah mau malam.."


"Maaf merepotkan anda.." Ucapku kepadanya..


"Santai saja santai.."


Lalu kami semua diantar pulang masing masing oleh guru Baki dan sesampainya dirumah, Mai terpaksa menginap di rumahku hingga besok hari kedua festival budaya masih akan berlangsung..


Kini Perasaan gundah yang ada di hatiku sudah menghilang... tetapi entah mengapa rasanya... perasaan baru muncul didalam diriku..