My Youth Bond Increase!!

My Youth Bond Increase!!
Chapter 159



"Saat ini saya sedang sibuk mengikuti acara dengan tuan Azumi... mungkin besok saya akan menemui anda ditempat yang nanti bisa kita bicarakan."


"Tapi, masalah tentangnya ada perubahan?."


"Tidak ada, hanya saja semakin hari mendekati acara, maka semakin sibuk Tuan Azumi dan Nona Yuuki untuk mempersiapkan pernikahannya.."


"Tapi... apa aku pikir... tidak ada salahnya mereka menikah... lagipula... keduanya akan membangun bisnis yang lebih baik."


"Kalau tentang itu, keputusan mereka berdua yang akan menentukannya... saat ini, saya hanya ingin membuka rahasia gelap yang ditutup oleh kepala keluarga Sakamura... jika tidak, maka keluarga Shiraishi akan mengalami masalah besar... dan tuan Azumi juga akan terkena dampaknya..."


"..."


"Kalau saya boleh tahu... apa anda baik-baik saja? dengan pernikahan mereka.."


"Aku bukan siapa-siapa... dan juga, kepentingan saat ini adalah untuk membantu keluarga Shiraishi... bukan merebut hati sang putri."


"Anda benar... maaf, kalau begitu besok saya akan menghubungi anda kembali."


"Ya..."


Saat pulang dari rumah sakit... aku menelepon Erlic mengenai kerja sama yang akan kita lakukan, dan sudah dipastikan besok kita berdua akan bertemu ditempat yang nanti kita sepakati..


Meskipun banyak sekali hal yang ada didalam pikiranku, namun aku tidak akan melupakannya... bagaimanapun juga aku sudah berjanji, dan akan menolongnya beserta keluarganya...


Sempat ada hal yang aku pertanyakan, yaitu mengapa aku ingin membantu kasus keluarga Sakamura dengan Erlic, memangnya apa yang aku dapatkan?..


Semua itu sama sekali tidak ada jawaban... karena jawaban yang pastinya adalah, ini semua keseluruhan aku lakukan untuk memenuhi permintaan Sakura...


Dia telah memberikan pesan padaku, dan aku tidak akan melanggarnya kembali...


*Klek!


"Mai, aku pulang."


Setelah sampai dirumah, aku langsung masuk dan suasana dalam rumah begitu hening...


Aku mengecek kedalam dapur, dan ternyata dia sudah memasakkan makanan untukku sekaligus sebuah surat diatas meja.


"Ayah meneleponku dan menyuruhku pulang... jadi aku tidak bisa menunggumu pulang, maaf... semoga masakannya enak.." Begitulah isi surat yang ia tulis dan ditaruh diatas meja makan.


"Lagi lagi aku merepotkan dia... huh, orang seperti apa aku ini..."


Rasanya seperti aku adalah seseorang yang diurus sedemikian rupa, seperti orang tua...


Dan aku khawatir akan dirinya yang jika terus menerus seperti ini, nantinya dia tidak bisa menemukan pasangannya di masa depan..


Aku ingin menentangnya, namun apalah diriku yang tidak sanggup untuk menolak sesuatu yang dia inginkan...


Karena hari sudah malam, aku sekalian menyeduh kopi hitam dan bersantai sebentar diatas sofa.


"Rasanya... aku sudah lama merasakan hal seperti ini.."


Sambil meregangkan dan merilekskan tubuhku, aku seperti orang tua yang sedang memperbaiki tulang punggungnya yang encok...


Tetapi rasanya benar-benar nikmat, hingga aku mulai mengantuk, namun terasa tidak sempurna jika aku langsung tidur setelah makan dan meminum kopi.


Aku pun mengecek ponselku dan mengotak-atik ponselku seperti masuk kedalam game, atau melihat sosial media yang saat ini tidak terlalu berguna.


Namun rasanya tetap saja bosan... sendirian disini seperti ingin meringkuk dan berimajinasi tentang apa saja yang bisa membuatku tertidur.


Sembari memikirkan tentangnya... aku bertanya-tanya... apa yabg sedang ia lakukan sekarang...


Aku tidak tahu kondisinya, dan aku tidak tahu keberadaannya.


Yang bisa aku lakukan hanyalah berharap kalau dia tidak benar-benar pergi meninggalkan dunia ini.


Karena setelah aku menemui Senki tadi siang... aku merasa jika Sakura masih berada di suatu tempat... dan aku yakin saat ini juga dia pasti sedang berusaha untuk memperjuangkan hidupnya.


Namun tidak ada yang bisa aku lakukan, selain duduk bersantai diatas sofa yang empuk ini sendirian.


"Sepertinya... aku sudah jarang berolahraga."


Saat aku melihat jam yang masih menunjukkan pukul 21.45, aku berniat untuk keluar dan berjalan-jalan di malam hari.


"Sepertinya, berolahraga malam tidak ada buruknya..."


Di malam yang dingin ini, sudah berkali-kali aku hanya merebahkan diri didalam kamar dan menghangat tubuh dengan selimut tebal.


Hingga tubuhku kekurangan pergerakan, dan alangkah baiknya agar aku sesekali membuat tubuhku hangat dengan cara berlari di malam hari.


Tidak lupa dengan jaket tebal, karena jika tidak aku tidak akan bisa mengalahkan cuaca dingin diluar sana.


Begitu aku membuka pintu rumahku, angin malam yang berhembus masuk kedalam rumah membuat tubuhku seketika menggigil.


"Dinginnya..."


Tentu saja hal itu tidak akan membuatku mundur, aku langsung menutup pintu lalu berjalan keluar pagar rumah.


Saat saat seperti ini jalan didepan rumahku sangat sunyi dan sepi, mungkin ini adalah waktu yang tepat bagi para perampok atau penghalang jalan orang lain.


Namun untungnya di daerah sini termasuk daerah yang dekat dengan rumah guru Baki... nama beliau sudah cukup terkenal di daerah sini, dan tidak ada orang jahat satupun yang berani berbuat macam macam di daerah sini, maka dari itu apa yang dilakukan oleh beliau tidak lah sia sia...


Aku berlari kecil sambil mengatur nafasku dengan perlahan... asap embun yang keluar dari mulutku ini menandakan dinginnya cuaca pada malam hari ini.


Menenangkan diri seperti ini menurutku tidak terlalu buruk... ditambah lagi manfaat pada tubuh agar tidak terlalu sering terkena penyakit.


Alasan utama aku melakukan hal ini untuk menghilangkan rasa bosan dan mata yang masih tidak mengantuk... tidak... aku berbohong.


Alasan yang paling utama adalah mengalihkan pikiranku atas semua hal yang terus membuatku terpikirkan...


Aku hanya ingin sementara waktu untuk tidak memikirkan banyak hal, sampai nantinya aku bisa melakukan apapun dengan baik.


.


.


"Haaah... apa aku sudah berlari selama beberapa menit?."


Aku membuka ponselku dan waktu yang menunjukkan pukul 22.50 menandakan jika aku sudah berlarian kecil selama sejam lebih..


"Bagus... tapi sampai mana aku berlari?."


Aku melihat sekeliling dan hanya ada jalan bercabang yang sangat sepi...


Karena aku ingin menghindari yang namanya tersesat... aku kembali berjalan biasa kearah jalan yang aku lewati tadi.


Semakin lama berjalan, luas jalannya semakin melebar dan aku tidak menyadari sekeliling saat sedang berlari.


"Sepertinya aku tahu tempat ini... tapi karena gelap, aku sulit untuk melihat sekitar... huh... tersesat di daerah rumah sendiri tidak lucu..."


Aku pun terus berjalan biasa sampai akhirnya aku menemukan sebuah tempat yang aku kenal.


"Taman ini... dekat dengan minimarket, berarti hanya tinggal jalan kearah sana."


Saat aku ingin berjalan, seketika aku mengingat sebuah momen dimana aku pernah merasakan hal yang sama seperti ini..


"Dipikir-pikir... aku pernah melakukan hal ini dulu... bersama dengannya.."


Beberapa tahun yang lalu, saat aku masih menjadi seorang yang dekat dengannya... kita sering berjalan-jalan di malam hari, sambil mengobrol tentang banyak hal...


Saat itu..