My Youth Bond Increase!!

My Youth Bond Increase!!
Chapter 197



Suasana di aula pernikahan yang masih berjalan dengan lancar tanpa terlihat adanya gangguan maupun hambatan, dan acara ini masih berlanjut hingga mereka berdua sudah berdiri bersebelahan dan menghadap kearah penghulu yang saat ini sedang membacakan kalimat sakral yang sering di ucapkan sebelum pernikahan kepada kedua pasangan sebelum menikah.


Namun didalam perasaan Yuuki saat ini masih sulit untuk merelakan masa hidupnya yang hanya sebentar merasakan kehidupannya yang dipaksa oleh keadaan untuk mewakili Keluarganya... Sebagai seorang putri dari keluarga Shiraishi, dari awal dia memang hanya bisa mengikuti apa yang ayahnya katakan, menurutnya itu lebih baik daripada dia tidak bisa berbuat apapun untuk keluarganya, tidak seperti kakaknya yang saat ini pun tidak bisa atau ada alasan lain dibalik itu karena dia tidak datang ke pernikahan adiknya sendiri.


Mungkin dia sudah kecewa dengan apa yang saat ini adiknya lakukan, tidak hanya kakaknya, dia berpikir kalau dirinya sudah mengecewakan banyak orang...


Sampai kapanpun dia akan dihantui oleh rasa bersalah yang telah ia berikan sendiri kepada dirinya, entah itu kesalahan dari dirinya, maupun janji yang gak ditepati.


Acara berlanjut dengan saling berhadapan dan mengucapkan perjanjian sah dalam pernikahan... mereka berdua seperti sudah terlatih dengan hal itu... Tidak ada rasa gugup maupun salah dalam pengucapan, itu karena mereka tidak akan mempermalukan diri mereka sendiri di depan banyak orang, namun didalam hari mereka sama sekali memiliki niatan yang berbanding terbalik dari apa yang mereka ucapkan.


"Saatnya mempelai pria untuk memasangkan cincin pernikahan sebagai bukti sah dalam pernikahan, antara Yuuki Shiraishi dan Sakamura Azumi."


Azumi mengambil sebuah cincin yang dibawa dengan kotak mewah, lalu dengan pasrah Yuuki mengangkat tangan kirinya sambil menaikkan jari manisnya agar Azumi.bisa memasukkan cincin tersebut.


Selama itu Yuuki hanya melihat kebawah karena takut dan sedih... namun begitu dia menghadap keatas untuk melihat wajah orang yang akan memasangkan jarinya, dia spontan terkejut dan menarik kembali lengannya saat Azumi sudah ingin memasukkan cincinnya.


"!!!"


Semua melihat sikap Yuuki yang secara tiba tiba ini dalam kebingungan, namun Azumi hanya melihatnya dengan datar karena dia paham jika Yuuki pasti akan mengalami trauma yang sangat buruk dalam hal ini.


"Shiraishi?"


"..."


Saat ini pun Yuuki masih tidak sadar dan matanya terus bergerak kebingungan karena sadar akan keadaan ini.


Namun saat Azumi mencoba berkata sesuatu kepadanya...


"Yuuki... bertahanlah."


Perkataannya langsung membuat Yuuki membayangkan melihat Azumi berubah sosok menjadi orang yang pertama kali membantunya bebas untuk pertama kalinya...


Orang yang merubah pandangan dirinya soal kebebasan, orang yang peduli dengan keadaan dirinya, dan juga orang yang telah memberikannya pengalaman rasa cinta pertama kali dalam hidupnya...


Sehari hari yang menjadikan warna baru bagi dirinya saat dimana dia bertemu, dan merasakan hati yang berdebar-debar setiap dia berada di dekatnya, dan rasa senang ketika dia menerima apa yang ia berikan...


Itu semua adalah hal yang begitu berharga bagi dirinya...


Namun hal itu juga membuatnya kembali tersadar... bahwa dia tidak akan bisa mendapatkan masa masa seperti itu kembali, walaupun tidak ada pernikahan ini pun... dia tetap tidak bisa membuat semua momen itu kembali kepada dirinya.


Dan dia pun kembali mendekati Azumi dan mendapatkan lengannya kepadanya... lalu Azumi kembali meraih tangannya dan memasukkan cincin itu kembali.


Yuuki berpikir, jika jari manisnya sudah masuk kedalam cincin itu, kehidupannya akan sepenuhnya berubah... dan dia bisa membayangkan banyak orang yang akan menghilang...


Sungguh rasanya begitu sesak...


Karena satu satunya hal yang tidak sanggup ia bayangkan adalah... melihat wajah orang yang ia cintai, jika dia melihat pernikahan ini...


Dan ketika cincin itu sudah mengenai kuku jarinya, butuh sedikit dorongan lagi dan mereka resmi menjadi sepasang kekasih...


Hanya sedikit gerakan...


*Jleb!


"Ada apa ini?"


"Tunggu, apa yang terjadi disini?"


Semua kebingungan saat lampu di seluruh aula mati, dan tempat itu menjadi gelap gulita...


Namun disaat mereka semua masih kebingungan didalam gelapnya ruangan itu, tiba tiba ada yang menarik Yuuki ke belakang panggung dengan menutup mulutnya agar dia tidak berteriak.


Dia terus ditarik ke suatu tempat yang membuatnya berjalan semakin jauh dari atas pelaminan...


Entah siapa yang membawanya, dia tidak bisa melihat orang itu karena situasi yang membuat seluruh tempat menjadi gelap gulita.


Dan saat mereka berdua memasuki sebuah ruangan di salah satu kapal, tiba tiba lampu kembali menyala...


Matanya yang masih sulit melihat karena silau, mencoba untuk melihat siapa yang baru saja membawa dirinya kesini.


"Kakak..."


"Apa aku sedikit terlambat?"


"Kenapa... kakak ada disini...?"


"Ada sesuatu yang telah terjadi padamu, aku tidak mungkin membiarkan adikku menanggung semua beban itu."


"Maaf kak... tapi aku harus kembali."


Yuuki berjalan menuju pintu ruangan untuk kembali keatas pelaminan dan melanjutkan pernikahan yang tidka ia inginkan.


"Apa itu yang saat ini kamu inginkan?"


"..." langkahnya terhenti begitu kakaknya berkata.


"Tidak semua yang harus kamu lakukan berdasarkan apa yang ada didalam aturan keluarga kita, kamu berhak untuk bebas, kamu berhak untuk melakukan apa yang ingin kamu lakukan."


"..."


"Aku sebagai kakakmu tidak ingin melihatmu hidup dalam sebuah penyesalan, aku tidak ingin..."


"..."


"Hidupmu tidak sesulit ini untuk melakukan apa yang harus kamu turuti."


"..."


"Cukup menjadi dirimu yang kamu ingin, dan apa yang kamu lakukan... lakukan hal itu seperti kamu mencoba untuk menuruti permintaannya."


"..."


"Yuuki... kumohon, kembalilah.."


Saat itu dia benar benar tidak sanggup menahan air matanya yang sudah jatuh membasahi pipinya, dan berbalik untuk memeluk kakaknya langsung.


Kakak nya pun langsung menerima pelukannya dan mengusap kepalanya dengan lembut... dan penuh dengan kasih sayang.


"Itu baru adikku... kamu tidak perlu berubah menjadi kuat, aku hanya ingin kamu menjadi dirimu sendiri..."


"Ka...kak."


Dia menangis tersedu-sedu hingga saat itu sudah tidak ada hal yang menahan dirinya untuk menangis...


Semua beban dalam dirinya perlahan menghilang bersama air matanya yang jatuh...


Dan hari itu... dirinya sudah kembali dari takdir yang telah mengurung dirinya selama ini...


.


.


Saat suasana sudah menjadi lebih tenang, mereka berdua duduk di sofa sambil Yuuki bersandar di pundak kakaknya, dan kakaknya mengelus-elus rambutnya dengan lembut.


Sudah lama mereka tidak melakukan hal seperti layaknya seorang adik kakak...


Dan rasanya seperti berada di dalam mimpi yang begitu indah, hingga dia tidak ingin terbangun dalam mimpinya...


"Kakak..."


"Hm?"


"Kakak belum menjawab kenapa kakak ada disini kan?"


"Ah... aku melupakan sesuatu yang penting."


"Apa itu?"


Ia memegang jidatnya karena begitu lupa akan seseorang yang membuatnya bisa berada disini...


"Kenapa kamu tidak keluar daritadi?"


Kakaknya yang berbicara namun bukan berbicara kepada Yuuki, yaitu kepada seseorang yang sedari awal udah berada di belakang ruang yang ada di dalam kamar ini.


"..."


"Yah, rasanya aku tidak punya waktu yang tepat agar tidak mengganggu waktu kalian berdua..."


Seseorang yang keluar dari ruangan kecil.di belakang mereka, langsung membuat Yuuki begitu terkejut sekaligus merasa sangat malu..


"Aoyama?!!"