
"Untuk aktifitas yang akan kita lakukan adalah... saya akan mengetes kalian seberapa kuat fisik kalian... dan kali ini saya akan meminta kalian berlari mengelilingi lapangan ini... hingga batas kalian..."
Ucap seorang Pria gagah yang mengawasi pelatihan kami.
"Untuk perempuan... tidak ada syarat atau batasan... cukup berusaha semampu kalian... dan juga untuk kalian para lelaki... saya harap kalian bisa mencapai hingga sepuluh kali bahkan lebih..."
"( Sudah kuduga... aku tidak unggul dalam ketahanan staminaku... karena aku hanya berada didalam kamar disetiap keseharianku...)"
Lapangan itu tidaklah kecil... jika dihitung dari satu keliling lapangan... panjangnya bisa melebihi 150 meter... ya, itu sangat keren...
Pria itu memanggil satu persatu dari kami untuk melakukan tes nya... dan sudah tiga orang yang melakukannya yaitu 2 lelaki dan 1 perempuan... kalau yang perempuan itu hanya berkeliling 5 putaran... sedangkan kedua lelaki itu berkeliling 13 dan 15 putaran...
Mereka memang terlihat benar benar memiliki stamina yang kuat... aku hanya bisa berusaha agar tidak dibawah 10 putaran.
Sekarang adalah giliran Sakura... dan tidak disangka dia bisa berkeliling 9 putaran... aku yang melihatnya merasa tidak bisa melakukan hal yang baik jika berkaitan dengan stamina...
Setelah selesai dia pun beristirahat dan giliran yang lain untuk berkeliling lapangan.
"Kerja bagus."
"Aku hanya sanggup sampai disitu... rasanya sangat melelahkan."
"Aku pun sudah mengerti hanya dengan melihatnya..."
"Apa kamu baik baik saja? ini bukan kegiatan yang biasa kamu lakukan..."
"Ya... aku usahakan... meskipun aku tidak mempercayai diriku sendiri."
"Kamu sendiri yang nekat untuk mengikutinya... sebenarnya apa tujuanmu hingga begitu ingin mengikuti pelatihan ini?."
"( Aku tidak bisa mengatakan jika semua ini hanya untuknya... tapi yang harus dipikirkan adalah ini )"
Sepertinya aku berada diurutan terakhir untuk melakukan tesnya...
Karena itu... giliran terakhir adalah giliran paling tidak menyenangkan... ya, giliran pertama yang utama... tetapi pembukaan dan penutupan sama sama merepotkan.
Saat orang kesembilan selesai dengan 18 putaran... dia menjadi lelaki yang paling banyak melakukan putaran... dan sebelumnya adalah Lawliet Erlic yang berhasil berlari 17 putaran.
"Selanjutnya... Kizuku Aoyama."
Entah mengapa begitu namaku terpanggil... tatapan mereka membuat buku kudukku berdiri... tetapi aku tetap mempertahankan wajahku dan siap berdiri digaris awal.
Sebelum itu, aku melakukan sesuatu hal yang mungkin saja bisa membuatku berlari sedikit lebih lama... dan aku tidak sengaja menemukannya di internet.
Sebelum aku terpanggil, aku melipat celanaku lebih pendek hingga diatas dengkul, karena hal itu akan membuat betis dan kaki kalian akan terasa ringan, dan lipatan itu menekan paha kalian agar lebih mudah dijadikan sebagai tumpuan lari.
Tidak hanya itu, aku menyimpan sebuah air didalam mulutku.. tidak perlu terlalu banyak hingga pipi kalian mengembung, tetapi hanya sedikit saja... bertujuan untuk menahan dehidrasi dari panasnya sinar matahari.
Disaat kalian sudah mulai lelah, maka telanlah air itu... lalu mengganti pernafasannya melewati mulut... karena jika sudah dalam batasan, pernafasan didalam hidung kalian akan tersendat dan membuat sesak hingga sulit untuk fokus menggerakkan kaki kalian dan membuang banyak energi.
Dan begitu dimulai, putaran pertama hingga keenam berjalan dengan lancar... lalu pada putaran kesembilan aku sudah mulai sulit bernafas dan menelan air itu.. hingga aku terasa lebih lega begitu bernafas lewat mulutku.
Kakiku masih terasa ringan karena air keringat yang berada pada kakiku hanya terjatuh dan tidak menyerap celanaku dan tidak membuat kakiku terasa berat... itu adalah salah satunya mengapa aku melipat celanaku.
Pada putaran kesebelas aku sudah tidak bisa menahan staminaku.. dan tepat pada putaran kedua belas aku berhenti untuk berlari... dua belas tidak terlalu buruk untukku.
"Ternyata pengawal seorang putri keluarga besar Shiraishi hanya bisa berlari sampai dua belas putaran? apa mereka tidak salah memilih seorang pengawal?."
Dia adalah orang yang tertinggi dalam tes ini... aku hanya diam karena perkataannya memang benar.
"..."
"Seharusnya kau tidak perlu mengikuti pelatihan ini... cukup duduk diatas sofa hangat sambil meminum susu panas..."
Lalu dia pergi dengan tawa yang begitu puas setelah menghinaku... tetapi aku lebih peduli dengan kerongkonganku yang kering dan segera mengambil air minum.
Disaat aku duduk dipinggir sambil meminum air dan beristirahat, Sakura menghampiriku dengan wajah yang sedikit khawatir.
"Apa kamu baik baik saja?."
"Aku tidak bisa mengatakan iya..."
"Jangan terlalu memikirkan perkataannya... dia memang selalu seperti itu... dan begitu melihatmu yang seorang pengawal Yuuki, dia langsung kembali dengan sifat buruknya."
"Maksudmu orang yang tadi? aku tidak begitu mendengarkannya... karena nafasku sedikit sesak."
"K-Kalau begitu bilang dari awal... sia sia aku mengkhawatirkanm-.."
Karena sedikit kesal, dia tidak sengaja mengatakan bahwa dia khawatir padaku dan langsung menutup mulutnya.
"Kau boleh mengatakannya sekali lagi jika belum selesai... kebetulan aku juga tidak terlalu mendengarnya..."
"B-Berisik!."
Lalu dia pergi meninggalkanku setelah mendapatkan sesuatu yang membuatnya malu.
Dan tes awal pada siang hari inipun selesai... semua orang kembali kedalam kamar mereka untuk beristirahat.
Karena masih ada waktu untuk istirahat, aku pun membeli kopi kalengan yang ternyata tersedia disini, aku pikir tempat ini hanya untuk makanan dan minuman mahal...
Sungguh membosankan... karena kami tidak diperbolehkan untuk menggunakan ponsel atau gadget apapun untuk bersenang-senang...
Untuk orang sepertiku, ini seperti sebuah hukuman dan bukanlah pelatihan... seharusnya aku bisa meningkatkan level karakter dalam game, ataupun tidur diatas kasur yang empuk seharian...
Dan setelah aku menghabiskan kopinya, aku pun kembali ke kamarku untuk mandi dan beristirahat karena tubuhku telah penuh keringat setelah tes fisik tadi...
Saat aku masuk kedalam kamar, aku tidak melihat sakura disini, aku pikir dia masih belum kembali, dan saat aku menutup pintu kamarku, tiba tiba ada sebuah suara gagang pintu yang terbuka tepat dibelakangku, dengan penasaran aku mencoba mendengar suara itu dan ternyata memang benar benar itu berasal dari pintu kamar mandi.
Aku yang belum sadar akan hal itu berbalik untuk mengecek suara itu, dan bersamaan dengannya yang keluar dari dalam sana.
Dan saat kita berdua saling menatap satu sama lain... beberapa detik yang cukup panjang aku tidak sengaja melihatnya yang hanya memakai sebuah handuk putih dengan rambut panjangnya yang masih sedikit basah.
Wajah yang sebelumnya datar karena masih berpikir... akhirnya berubah menjadi terkejut dan wajahnya memerah sambil menutup tubuhnya dengan rapat.
"B-B-B..."
"T-Tunggu... aku tidak tahu kau berada disana!."
"Bodoh!!!!."