My Youth Bond Increase!!

My Youth Bond Increase!!
Chapter 133



"Apa kamu baik-baik saja? kamu boleh berubah pikiran untuk tidak menjadi jurinya kok."


"Aku sudah terlanjur tercatat dan jika digantikan namaku akan menjadi buruk karena hal itu, tidak ada pilihan lain bukan?."


Melihat keadaanku yang terlihat baik-baik saja, Celestia pun tersenyum lega.


"Baiklah kalau begitu."


"Oh iya, apa kamu juga akan menjadi jurinya?."


"Ehem... aku akan menjadi kontestannya."


"Eh? bagaimana bisa pembuat busana mengikuti acara kontes busana miliknya sendiri."


"Bisa dong." Sambil mengangkat jari telunjuknya dan menempelkannya ke bibirnya dengan mengedipkan satu matanya lalu pergi kebelakang panggung untuk bersiap-siap.


"Ini seperti acara yang sudah disabotase... atau tidak?."


.


.


.


"Selamat datang di acara kontes busana para gadis!! kalian pasti sudah menunggu momen yang baik ini untuk berkesempatan melihat para gadis yang sangat cantik saling menebarkan keindahan mereka dengan pakaian busana Celles!."


Nama busana miliknya adalah Celles, hampir mirip seperti namanya Celestia, namun dia masih dengan santainya mengikuti acara ini dengan nama yang mirip dengan nama busananya.


"Didepan kita sudah terdapat tiga juri yang sudah mempersiapkan mata mereka untuk menilai kecantikan mereka!"


Semua bertepuk tangan kepada kami, dan rasanya aku tidak ingin menunjukkan wajahku dan melihat kebelakang, karena aku tahu betapa ramainya dibelakang sana dengan sorakan dan teriakan memanggil nama peserta.


"( Apa pilihanku untuk menjadi juri salah? aku mulai merasa menyesal sekarang... )"


"Tanpa perlu basa basi, kita mulai saja acara ini dengan peserta pertama!!."


Aku sedikit terkejut karena yang keluar dari balik tirai panggung tersebut adalah Nami, ternyata pada akhirnya dia ikut acara ini juga.


"Woaah!! gadis cantik dan manis dengan pakaian slip dress merah panjang yang sedikit ketat! terlihat sangat keren namun cantik secara bersamaan!! gadis tomboi memang sangat langka!."


Rambut panjangnya yang kini diikat menjadi model kuncir kuda dengan pakaian tersebut memberikan kesan gadis yang keren dan cantik...


Wajahnya terlihat sedikit memerah, namun dia seperti sudah terpaksa mengikuti acara ini, maka dari itu dia harus melakukannya dengan maksimal.


"( Aku takut tidak bisa menilainya, namun jujur saja dia terlihat sangat baik dalam hal ini.)"


"Saatnya penilaian dari ketiga juri!!."


Juri pertama langsung mengangkat sebuah papan yang bertuliskan nilai 9.


"Juri pertama langsung memberikan nilai yang hampir sempurna! bagus sekali!."


Juri kedua pun juga memberikan nilai 9 kepadanya.


"Oh!! tidak disangka juri kedua juga memberikan nilai bagus! nah! saatnya juri terakhir yang menentukan nilai terakhir untuknya!."


Rasanya sekarang aku berada tepat ditepi jurang... karena aku adalah juri terakhir yang menilai kontestan, sehingga semua mata tertuju padaku dan menunggu keputusanku... entah kenapa aku merasa tidak bisa dilihat oleh orang banyak seperti ini.


Namun aku juga harus menilainya, dan karena dua juri sudah memberikan nilai yang sama, maka dari itu agar tidak menjadi pusat perhatian aku pun ingin memberikan nilai yang sama... inginnya seperti itu tapi.


Tatapannya yang menuju kepadaku seperti memberikan cobaan karena jika aku menilai dirinya sangat tinggi, mungkin dia akan mengira aku tidak benar benar peduli dengan mereka berdua... mungkin aku berpikir tatapannya menjelaskan semua itu langsung.


Aku pun memberikan nilai 8 karena beralasan masih ada peserta lainnya yang belum tampil.


"Ternyata juri terakhir memberikan nilai yang berbeda, namun itu tetap terbilang cukup tinggi!."


Aku bisa melihat dia yang tersenyum bangga kepadaku karena aku bisa memilih pilihan yang tepat, meskipun tekanan darinya cukup membuatku hampir ingin pergi saja dari tempat ini...


"( Huh... aku tidak tahu kenapa namun rasanya sedikit lega..)"


Lalu acara itu pun berlanjut dengan satu persatu kontestan keluar memperlihatkan kecantikannya menggunakan busana yang mereka pakai.


Karena cukup banyak, aku pun bisa lebih mudah menilai karena hanya tinggal mengikuti alur dari kedua juri sebelum diriku, dan terus melakukan hal itu hingga akhirnya kita berada pada dua kontestan terakhir.


"Akhirnya kita sudah sampai di dua kontestan terakhir!! apakah kalian semua masih sanggup menahan kecantikan dan keimutan para kontestan?? kalau begitu langsung saja, kontestan selanjutnya!!."


"Eh?."


"Uwooogghhh!!."


"Kyaa!! siapa yang membawa gadis imut ini?!!."


Dengan pakaian dress berjumbai berwarna putih dengan gradasi warna biru pada bagian bawah dress miliknya, dan pita kecil yang mengikat rambut panjangnya menjadi seperti model rambut ikal... lengan dan kakinya yang putih dan terlihat halus itu berjalan kedepan dengan membawa sebuah buket bunga Anyelir empat warna hingga semua orang ingin mendapatkan buket bunga tersebut darinya...


Tatapannya yang polos dan senyumannya yang manis menunjukkan sisi keimutan yang paling terbaik...


Aku tidak bisa melepaskan pandanganku terhadapnya, mungkin juga karena aku sudah lama tidak melihatnya... Mai... dia berdiri diatas panggung dengan penampilannya yang membuat seluruh penonton menjadi ricuh akibat terus berteriak kearahnya.


Mai yang melihatku sebagai juri pun langsung memalingkan wajahnya yang memerah, namun hal itu justru semakin menambah nilai poin kecantikannya diatas sana.


"Kalau begitu, juri pertama! silahkan penilaiannya!."


Tanpa berkata apapun, juri pertama langsung berdiri dan menunjukkan nilai sempurna yaitu 10.


"Sesuai dugaan!! juri pertama langsung memberikan nilai sempurna!."


Diikuti dengan juri kedua yang juga memberikan nilai 10 poin.


"Nilai sempurna terus berdatangan!! baiklah! saatnya juri terakhir memberikan nilainya!."


Sebagai kakak yang baik, dan sepertinya bukan karena alasan itu aku memberikan nilai ini... itu karena dia memang sangat cantik dan imut, aku pun jadi merasa sedikit tidak percaya diri karena aku adalah seorang kakaknya... rasanya aku dengannya berbeda sangat jauh hingga mungkin orang tidak akan menganggap kita berdua sebagai adik kakak.


Aku mengangkat papan nilai milikku dengan tersenyum kecil, karena ini adalah nilai yang paling tertinggi yang aku berikan selama ini.


"Dan ternyata ketiga juri memberikan nilai sempurna!! ini pertama kalinya!!."


Aku bisa melihatnya sedikit merasa malu dan ingin memarahiku langsung karena wajahku yang terlihat senang melihat adiknya sendiri tampil cantik diatas panggung, namun aku tidak peduli akan hal itu, karena dia memanglah cantik dan imut...


"Akhirnya, kita berada pada kontestan terakhir! apakah yang satu ini akan menyamai nilai kontestan imut sebelumnya!! biarkan para juri dan kalian yang menilainya!! kalau begitu... kontestan terakhir!!."


"Uwooooghhh!!."


Yang satu ini mungkin juga menjadi salah satu kontestan yang paling cantik...


"A-Apa ini... sungguh kecantikan yang begitu dewasa!!."


Dengan busana yang dipakainya terlihat begitu menggambarkan sebuah kedewasaannya yaitu pakaian model mini dress merah tua dengan sebuah bunga mawar yang terhias pada rambut hitamnya...


Bibir merah merona dengan kaki panjangnya yang terlihat halus itu seperti melihat seorang wanita yang begitu menawan... siapa sangka dia hanyalah seorang gadis yang seumuran denganku yaitu Celestia...


Meskipun agak menggoyangkan pikiranku, namun aku hanya tersenyum halus melihatnya yang tampil begitu cantik... karena memang itulah bidangnya... seorang perancang busana tidak mungkin tidak bisa melihat pakaian apa yang cocok untuk tubuh mereka... dan hasilnya yang sangat baik dia berikan sebagai seseorang yang juga menjadi kontestan pada acara ini.


"Saatnya penilaian!!."


Karena ini adalah kontestan terakhir, kami bertiga pun langsung mengangkat papan poin secara bersamaan, dan sungguh sebuah kejutan karena, ketiganya memberikan nilai sempurna lagi secara bersamaan.


Celestia pun tersenyum senang melihat nilai yang aku berikan, karena aku pun tidak bisa membohongi diriku sendiri... dia memang sangat cantik dan menawan...


"Woaahh!! sungguh pilihan yang sangat baik dari ketiga juri! mereka memberikan nilai sempurna kepada kontestan terakhir!!."


Akhirnya semua kontestan sudah tampil, namun hasil akhir yang masih belum bisa menentukan siapa yang terbaik karena dua kontestan memiliki nilai yang sama.


"Namun sungguh sangat amat disayangkan... karena kita harus memilih salah satu dari kedua kontestan terbaik ini!."


Setelah Mai dan Celestia berdiri secara berdampingan, kini hasil akhir bukan lagi ketiga juri yang menentukan..


"Karena hasil dari juri memiliki nilai sempurna pada kedua kontestan... maka untuk menentukan pemenangnya, seluruh penonton yang akan memilih menggunakan ponsel kalian masing-masing!! berikan suara kalian untuk salah satu dari kedua kontestan terbaik!."


Semuanya langsung mengeluarkan ponsel mereka untuk memberikan suara terbanyak dan menentukan siapa yang menjadi pemenangnya.


.


.


.


"Memilih salah satu dari keduanya memang sangat sulit... gadis cantik dan imut yang membuat para pria ingin memilikinya... atau gadis dewasa dan menawan yang membuat para pria ingin mengencaninya!! dan hasil akhir dari pemungutan suara dari kalian... yang akan menjadi pemenang acara kontes busana hari ini.. adalah!!."


"..."


"..."


"Kontestan Kizuku Mai!."