
"Apa kita baik baik saja? keluar dari area sekolah seperti ini.."
"Tenang saja, jika tanpa alasan yang jelas kamu memang tidak diizinkan, tapi sekarang kalian bersama ketua OSIS sekolah ini, siapa yang berani melarangnya?." Dia tersenyum halus seperti orang yang terlihat sangat baik.
"Haha, apa yang ketua katakan benar.."
"Tapi jangan terlalu formal berbicara denganku, santai saja... aku tidak terlalu menjaga formalitas diriku sendiri kok.."
"Ah baiklah.."
Kami bertiga pergi keluar area sekolah menaiki sebuah mobil untuk menjadi kendaraan kita kesana, karena murid sekolah tidak diperbolehkan untuk mengendarai mobil pihak sekolah sendirian, maka dari itu kita meminta bantuan kepada salah satu pihak keamanan sekolah untuk mengantarkan kita dengan izin yang sudah disepakati oleh ketua OSIS...
"Lalu, kita sekarang akan pergi kemana?." Tanyaku.
"Kita akan ke tempat yang berhubungan dengan masalah ini..."
"Tempat acara penggalangan dana lansia?."
"Sangat tepat.."
"Apa yang akan kita lakukan disana? bukannya tempat itu belum dibangun panggung atau semacamnya?." Tanya Touya.
"Memang benar disana masih belum semua yang diantar, tetapi disana sudah ada beberapa properti yang sudah dipasang kemarin.."
"Maksudmu kita akan mengambil kembali beberapa barang disana?."
"Agak tajam sekali perkataannya, tetapi tidak... aku tidak akan mengambil kembali apa yang sudah diletakkan disana, kita hanya akan mencatat semua yang sudah berada didalam tempat itu dan sedikit memberikan informasi mengenai kejadian ini kepada penanggung jawab tempat itu..."
"Tentang ini, bagaimana kita bisa kekurangan dana modal untuk festival budaya sekolah ini? apakah ada banyak orang yang tidak membayar, atau memang pemakaian keseluruhan kelas sangat besar?." Touya mulai membincangkan tentang masalah yang terjadi.
"Kita sedikit keliru dengan rencana ini, rencananya memang untuk para pengunjung yang memiliki tiket akan bisa masuk tanpa harus membayarnya, dan ada 100 tiket gratis bagi para orang yang lebih membutuhkannya, seperti keluarga murid yang berkecukupan, maupun saudara atau orang yang dikenal ingin mengajak mereka menikmati festival ini..."
"100 orang cukup banyak, dan satu pengunjung yang membayar juga hanya sedikit perbandingan dari itu bukan?."
"Ya, hanya lima puluh enam persen orang dari keseluruhannya..."
"Jadi berapa besar kekurangan yang didapat oleh kita?."
"Sekitar kurang lebih delapan juta rupiah.."
"Itu bukan angka yang sedikit, lalu jika memang benar kau ingin mengambil beberapa dari hasil penggalangan dana untuk lansia, jumlah hasil penggalangan tersebut jika kita diperbolehkan mengetahuinya.."
"tidak apa apa, kami tidak berniat menyembunyikannya... penggalangan ini masih berjalan sampai satu hari sebelum acara, dan dana yang terkumpul sekarang sekitar delapan belas juta rupiah dan itu masih kotornya..."
"Tapi apa memang mengambil dana itu benar benar dilakukan?." Tanya Touya.
"Itu salah satu cara yang akan kita pikirkan, tetapi apapun itu alasannya... aku tidak akan memakainya..."
"..."
"Mengambil hak orang lain itu adalah sebuah dosa yang besar... meski kita bisa mengembalikannya, kita tidak bisa menghilangkan sebuah kata 'mengambil' dari dana itu..."
"Aku mengerti apa yang kau katakan, kita hanya akan membicarakan kepada penanggung jawab acara penggalangan dana ini lalu menyelesaikan masalah kita sendiri..."
"Ya... kamu benar.."
......................
Beberapa saat kemudian akhirnya kita telah sampai ditempat acara itu diselenggarakan...
"Tempat ini dekat dengan pantai jompo maupun rumah sakit, lalu suasananya sejuk, ruangannya cukup luas, dan letaknya sangat mudah untuk dicari..." Jelasnya kepada kita.
"Woah... benar! ini sangat sejuk.." Sambil merasakan hembusan anginnya, Touya merasa ini adalah tempat yang bagus.
"Bagaimana kau bisa menemukan tempat ini?."
"Anggota OSIS yang menemukannya, mereka sangat baik dalam hal seperti ini... bagaimana menurutmu?."
"Ini cukup bagus... tempatnya sangat strategis dan persiapan penanganan untuk hal yang tidak kita duga juga berada di rumah sakit yang berjarak beberapa puluh meter saja... dan juga dari tampilan luar saja sudah terlihat bersih dan aman untuk para orang tua..."
"Syukurlah... kalau begitu kita masuk saja, orang itu sudah menunggu didalam.."
Lalu kita bertiga masuk kedalam gedung yang akan menjadi tempat acara penggalangan dana nanti.
"Ruangannya cukup luas, ini memang tempat yang cocok.."
Gedung klasik putih ini terlihat sangat aman untuk acara yang akan diselenggarakan nanti, dan juga untuk letak panggung dan kursi terlihat bisa mendapatkan tempat yang nyaman.
"Aku akan berbicara kepada beliau, kalian silahkan melihat-lihat dulu.."
"Ah baik.."
Lalu Ketua OSIS atau Kuchima pergi kedalam untuk bertemu dengan orang yang bertanggungjawab disini.
"Aoyama, menurutmu... kenapa ketua OSIS melakukan ini?."
"Maksudmu?."
"Dia seperti orang yang sangat peduli dengan orang lain bahkan yang tidak dia kenali meskipun... dia tidak ingin mengambil banyak keuntungan dari semua ini, justru kebalikannya... dia membuat semua tanpa membebani setiap orang.."
"Mungkin itu adalah 'sesuatu' hal yang dia punya, dan membuat dia mendapatkan posisi sebagai ketua OSIS.."
"Itu mustahil, dia tidak mendapatkan banyak keuntungan dari acara ini... jika memang begitu, harusnya ada sebuah keuntungan untuk apa yang dia lakukan."
"Aku mengerti... "
"Baiklah... sudah cukup untuk membicarakan orang lain.."
"Hhe, maaf maaf..."
Tak lama kemudian kita menunggu di aula, Kuchima datang membawa satu kotak besar dari dalam..
"Kuchima, apa yang sedang kau bawa?." Tanya Touya.
"Owh ini? ini properti yang sudah kita letakkan disini, Touya apa kamu bisa mencatatnya? aku dan Aoyama akan membawa kotak kotaknya yang lain.."
"Ah baik, aku hanya perlu mencatat barangnya saja kan?."
"Ya... Aoyama bagaimana?."
"Tidak masalah.."
"Terimakasih... hup.." Sambil meletakkan kotaknya.
Lalu aku dan Kuchima pergi kebelakang untuk mengambil beberapa kotak lainnya, dan Touya mencatat barang di aula.
.
.
.
"Kalian berdua saudara?."
"Ha? tidak... itu tidak mungkin.."
"Tetapi kalian keliatan sangat akrab dan juga aku merasa jika masing masing dari kalian itu sangat bisa bekerjasama satu sama lain.."
"Itu hanya perasaanmu saja, kita baru sekitar satu tahun kenal.."
"Haha, maaf telah salah sangka.."
"Tidak apa apa.."
Perbincangan kami seperti dua orang yang ambisius dan pendiam saling berbicara, aku tidak tahu apa yang bisa aku bicarakan dan semua perbincangan ini hanya dia yang mengawalinya.
"Aoyama, apa kamu ingin tahu... kenapa aku melakukan sesuatu yang tidak ada untungnya ini..."
"Aku tidak terlalu memikirkannya, lagipula pasti ada suatu hal yang membuatmu melakukannya semua ini tanpa diberitahu kepada orang lain.."
"Aku tidak keberatan jika kamu mengetahuinya, lagipula ini semua hanya menyangkut pada perasaan diriku saja.."
"..."
"Aku hidup ditengah keluarga yang berkecukupan... sewaktu ayahku dijebak oleh salah satu temannya sendiri didalam pekerjaannya, lalu dipenjara dalam kurun waktu lima tahun... saat itu keluargaku sudah menjadi orang yang tidak lagi terpandang... mereka semua yang selalu mendekati kami... saat itu mereka sudah menjauh seperti tidak mengenal kami... aku terlalu mempercayai orang lain hingga aku mendapatkan hukumannya... lucu sekali bukan? dikhianati oleh orang yang dipercayai kita.."
"Menurutku itu tidak masalah, bagaimana kau mempercayai orang lain... pada akhirnya kau bisa melihat siapa orang yang membalas perasaanmu yang sebenarnya.."
"Kamu benar.."
Aku tidak terlalu mengerti dengan masalah masalah yang mereka alami dengan keluarganya... aku tidak pernah merasakan bagaimana rasanya masalah didalam keluarga kandungku, tetapi aku juga mempunyai Mai adikku yang selalu berada di dekatku hingga aku tahu bagaimana mempercayai orang yang bisa membalas kepercayaannya.
"Maka dari itu aku yang harus menjadi tulang punggung keluargaku untuk menghidupi ibu dan adikku... segala pekerjaan aku lakukan sampai aku tidak pernah merasakan apa itu kebahagiaan... sampai sampai tabunganku sudah lebih banyak dari yang aku kira... makanya aku pikir adikku akan senang jika bisa membeli apa yang dia inginkan, tetapi nyatanya dia tidak pernah tersenyum lagi kepadaku saat itu.."
"..."
"Aku jadi merasa bahwa tumpukan uang itu sudah tidak berarti lagi... bahkan aku tidak terpikirkan untuk membeli apa untuk diriku dan hanya memikirkan kebutuhan keluargaku sekarang... jadi mataku sudah terbuka lebar sekarang... aku bisa memahami perasaannya dan untuk apa aku hidup... kini aku hanya ingin membuat semua orang merasakan kebahagiaan yang kita semua buat... tapi sepertinya aku tidak berhasil... ternyata semua uang yang sudah aku kumpulkan langsung habis tanpa tersisa..hahaha.."
Sekarang aku mengerti apa yang dia pikirkan... melakukan suatu hal untuk hanya membuat orang lain bahagia, tertawa, dan tersenyum seperti dirinya sekarang... tetapi dia tidak bisa melakukannya seorang diri, dan jadinya dia berada dijalan yang buntu untuk mengurusi semuanya sendiri dan anggotanya...
"Tapi aku yakin bisa melakukannya... bagaimanapun caranya agar aku bisa mendapatkan jalan keluar dari semua masalah ini... jadi sementara aku terlebih dahulu untuk meminta maaf kepadamu dan juga teman teman sekelasmu... terimakasih untuk membantu kami disini.." Ucapnya sambil berbicara kepadaku.
"Kau sudah banyak memikirkan hal lain, tidak perlu terlalu khawatir dengan kita... seharusnya mereka bisa berpikir lebih dewasa atas masalah ini... cukup selesaikan masalahnya dengan jalan terbaik tanpa harus menggunakan banyak kerugian untukmu.."
"Terima kasih..ternyata kamu orang yang baik, saat melihatmu aku merasa kamu orang yang sulit untuk akrab tapi aku merasa nyaman berbicara denganmu.."
"Kau berlebihan, aku bukan orang sebaik yang kau pikirkan.."
"Haha... baiklah baiklah.."
......................
"Baiklah semuanya sudah selesai... terimakasih kalian berdua sangat membantuku, aku akan membalas kebaikan kalian kapan saja kalian inginkan.."
"Tidak tidak, kita hanya membantumu sedikit..." Touya merasa sedikit tidak enak...
"Sudah satu jam kita melewatkan rapatnya... apa baik baik saja?." Aku melihat jam di ponselku menunjukkan pukul 15.55.
"Tenang saja, bukannya jam segini festivalnya sudah ingin selesai? jad mereka tidak masalah dengan itu... lagipula mungkin hanya beberapa saja yang berniat datang.." Wajahnya terlihat tidak bersemangat.
"Y-Yang lebih penting kita yang hadir bisa melakukannya dengan baik.." Ucap Touya menenangkan.
"Kamu benar, baiklah saatnya kita kembali kesekolah.
Setelah melakukan beberapa pekerjaan, kami bertiga akhirnya kembali kesekolah untuk mengikuti rapat antar kelas untuk menyelesaikan masalah keuangan sekolah...