My Youth Bond Increase!!

My Youth Bond Increase!!
Chapter 51



"Selamat siang untuk kalian semua!! hari ini, adalah hari terakhir festival budaya Asterisk!! untuk itu... kita akan memulai acara yang akan dinanti nanti oleh kalian semua! pentas seni antar kelas!! SEGERA DIMULAI!!." Suara yang menggelegar dari speaker yang tersebar diseluruh area sekolah, membuat para murid kembali mengisi energi mereka untuk ini.


Tetapi sebaliknya dengan kita semua... yang sedang berpencar mencari keberadaan seseorang.


"Disini nol... tidak ada sama sekali." Sakura yang sudah berusaha mencari di gedung pertama, tetapi dia tidak mendapatkan hasilnya.


"Baiklah... kita berkumpul di depan air mancur... Kuchima yang mengatakannya." Aku memberikan sebuah pesan kepadanya yang diberitahu oleh Kuchima.


"Aoyama..." Terlihat rasa khawatir dan ketakutannya terpajang diwajahnya.


"Lebih baik tenangkan dirimu terlebih dahulu... karena setelah ini kelas kau ada pentas bukan?."


"Tapi... bagaimana aku bisa fokus jika keadaannya seperti ini."


"Aku dan Kuchima akan berusaha mencarinya... kau lakukan apa yang sudah kau perjuangkan... apa kau ingin merusak harapan teman sekelasmu?."


"..."


"Dan juga jangan memberitahukan Touya... kita tidak tahu bagaimana jadinya acara ini jika dia sedang panik."


Touya sudah ditetapkan jadi staff pengurus belakang panggung untuk membantu para staff yang lainnya, jika dia tahu akan masalah ini... dia bisa saja tidak bisa fokus dengan pekerjaannya.


"Um..."


"Kau pergi saja... waktunya sudah sedikit lagi."


"Baik... jika ada petunjuk, tolong beritahu aku."


"Itu hal yang mudah."


"..." Dan sekejap dia memikirkan saat beberapa waktu yang lalu... dia belum mengatakan permintaannya kepadaku.


"Anu.." Dia berusaha untuk mengatakan hal itu kepadaku.


"Ada apa?."


"..." Tetapi dia kembali terpikirkan tentang Nami temannya yang tidak bisa ditemukan... dia pun mengurungkan niatnya.


"Tidak... maaf.." Saat dia berbalik untuk pergi aku mengatakan sepatah kata agar sedikit membantunya... meskipun tidak yakin.


"Kau bisa mengatakannya malam ini... aku masih mempunyai hutang permintaan padamu."


Terlihat wajah murung nya itu yang kembali memancarkan sinarnya.


"Um! aku pergi dulu.."


Lalu dengan perasaan yang sudah sedikit tenang, dia pergi kedalam aula olahraga yang sudah dijadikan sebuah panggung untuk pentas kelasnya.


dan beberapa menit kemudian, Sakura dan juga Kuchima datang di tempat yang sudah diberitahu.


"Bagaimana?." Kuchima yang masih merasa khawatir kepada adiknya.


"Aku sudah mencari di seluruh halaman yang ada... tetapi tidak ada."


"Aku pun juga tidak menemukannya... bahkan orang orang yang aku tanyakan juga tidak melihatnya dari pagi tadi..."


"Pagi tadi?."


"Um... mereka terakhir melihat Nami pagi tadi... saat dia sedang pergi membawa dokumen acara."


"Dia memberikan dokumen itu padaku... apa saat itu ia sudah tidak ada kabar..?."


"Saat itu telepon ku juga tidak pernah tersambung dengannya... bagaimana ini bisa terjadi.."


"..."


"Sebaiknya ketua tenangkan diri terlebih dahulu... kita pikirkan dengan kepala dingin." Sakura mencoba menenangkannya.


"Ya... kamu benar... seharusnya dia tidak akan terjadi apa apa."


"Aku harap itu benar... ( Jika memang mereka menculiknya... )"


"Bagaimana jika kita mencarinya didalam? mungkin saja dia sudah ada didalam?." Usul Sakura.


"Benar juga... dia harusnya juga ada acara dengan kelasnya saat ini.."


Kita berpikir mungkin saja Nami berada didalam saat sudah menyiapkan pentas kelasnya yang sama dengan kelas Yuuki...


Mereka berdua berada di kelas B dan menampilkan sebuah Drama dalam cerita tradisional..


Lalu kami bertiga masuk kesana untuk mendapatkan sebuah harapan yang kapan saja bisa terjadi.


Aku mendapatkan bagian mencari dibagian atas balkon... suasana diatas tidak kalah dengan yang ada dibawah... kelas A menampilkan musik band sebagai pembukaan yang meriah...


Aku kesulitan mencari di sekumpulan orang orang yang sedang menikmati acaranya... hingga itu semua selesai.


Dimulainya pentas kelas B disini... dibuka dengan kata kata pengantar yang sangat menarik... semuanya sangat antusias untuk mendengarkannya... saat itulah kesempatan aku untuk mencari Nami.


"Dunia ini sudah dipenuhi oleh kejahatan!! bahkan Tuhan sudah memberikan kita sebuah cahaya harapan... kita harus memanfaatkan kesempatan ini!!!.." Dialog mereka yang terdengar di seluruh ruangan besar ini.


Tetapi aku yang sudah mencari bolak balik diatas balkon ini... sama sekali tidak menemukannya..


Saat aku ingin kembali kebawah untuk memberitahukan yang lain, ponselku berdering didalam kantung celanaku.


"Sakura... aku tidak bisa menemukannya disini.." Aku langsung mengucapkannya tanpa melihat layar ponselnya.


"Kamu memang tidak akan bisa menemukannya.." Suara yang terdengar hanyalah suara seorang laki laki dengan nada yang dingin.


Aku menyadari jika ini bukanlah kontak Sakura.


"Maaf...siapa kau?." Untuk menghadapinya, aku harus berbicara dengan tidak membuat dia merasa terancam.


"Gudang pabrik... dua kilometer dari sana... kamu tahu bukan? tempat itu." tanpa menjawab pertanyaan yang kuberikan... dia memberikan sebuah alamat kepadaku.


"Tunggu dulu! bagaimana dengan gadis itu?."


Tetapi telepon itu pun terputus setelah dia memberikan alamat itu.


Perkataan yang memiliki dua hal... petunjuk atau jebakan.


Aku berpikir untuk tidak terlalu mempercayai perkataannya... bisa jadi itu adalah sebuah jebakan... tetapi jika itu adalah petunjuk... hanya aku yang tahu dimana tempat itu.


Saat aku masih berpikir bagaimana aku menyelesaikannya... suara dialog Yuuki sebagai seorang putri kerajaan didalam drama cerita itu... menarik perhatianku.


"Meskipun aku hanya anak seorang Raja dan Ratu... meskipun aku hanya orang rendahan yang tidak mempunyai apapun... dan meskipun aku adalah orang satu satunya yang tidak dianggap di dunia ini... aku... aku akan tetap melindungi teman temanku!!!."


Gerakannya, nada bicaranya, kalimatnya... semuanya yang dia tampilkan diatas panggung itu sangat sempurna... bahkan keresahannya tidak bisa terlihat dari atas sini...


Auranya sangat memancat seperti sebuah malaikat..


Kecantikannya diatas panggung membuat semua mata tertuju kepadanya.


Semua penonton mendapatkan perasaan yang ia buat seakan akan itu adalah kenyataan... begitu juga denganku... aku seketika tersadar dengan itu.


Semua ini terjadi... karena aku yang membuat Azumi menghukum Yuuki... semua ini karena aku yang berada didekatnya saat itu...


Jika itu yang mereka inginkan..


Kalau begitu... hanya aku yang bisa menyelesaikannya... tidak


Ini semua... harus aku yang akan menyelesaikannya..


*Tiiiitt


"Halo? Ao? bagaimana? apa kamu mendapatkan petunjuk??."


"Sakura... katakan kepada Kuchima jika semuanya akan baik baik saja... dan juga..."


Aku hanya seseorang yang ikut campur dengan urusan seorang gadis dari keluarga besar dan kaya... mungkin saja ini adalah sebuah hukuman untukku...


"Dan juga... katakan kepadanya maaf dariku... aku tidak bisa tampil bersama kalian..."


"A-Apa maksudnya? apa yang sedang kamu lakukan?."


"Maaf... aku harus pergi... aku akan menyelesaikan ini.."


"Ao... apa kamu tahu? seberapa besar penantian Touya dengan ini?."


"..."


"Aku tahu... maka dari itu aku harus pergi."


*Tiiiitt


Aku mematikan telepon itu dan keluar dari gedung olahraga dengan keramaiannya Itu...


"Gudang pabrik yang sudah ditinggalkan... 10 menit mungkin cukup.." Aku mengambil sepedaku didalam parkiran sepeda dan langsung meluncur ketempat yang orang itu katakan..


Aku tidak bisa yakin dengan apa yang kulakukan... setiap ponsel didalam kantung celanaku berdering, rasa raguku perlahan muncul di setiap perjalanan... jadi aku langsung mematikan daya ponselku yang bisa saja mengganggu konsentrasiku.


Aku kembali mengingat apa yang aku katakan ke Yuuki dengan sangat percaya diri...


"Mungkin aku yang menghancurkan harapan orang lain.." Aku memasukkan ponselku kembali dan lanjut bergegas ke tempat itu.


Meskipun itu adalah sebuah jebakan... ataupun sebuah petunjuk... aku tidak peduli.


Karena keduanya memiliki hal yang sama...


Keduanya hanya bisa merepotkanku...