My Youth Bond Increase!!

My Youth Bond Increase!!
Chapter 169



"Sakura..."


"Maaf, aku baru sempat datang kesini, karena sempat dicegat oleh teman-temanku."


"Tidak apa apa..."


"Jadi, kenapa kamu memanggilku kesini?."


Aku meyakinkan diriku untuk mengatasinya, dan tidak ada lagi jalan untukku mundur dari semua ini... karena aku sudah memutuskannya.


"Kau tahu, kita sudah bersama sejak saat dulu kau datang kepadaku, dan mengulurkan tanganmu untukku... semua itu terasa seperti sebuah awal ya g baru untukku, dan aku pun tidak ingin menyesalinya."


"..."


Saat ini, hembusan angin membelai diriku begitu lembut... dan diriku terasa begitu ringan... seperti melepaskan semua hal yang menahan diriku.


Matahari yang ingin terbenam, terasa begitu hangat... saat matahari itu berada tepat diantara kami, saking berdiri berhadapan dan menatap matanya yang begitu indah.


"Aku merasa... aku sudah tertolong olehmu, dan dulu... aku merasa banyak sekali berutang Budi padamu, dan menganggapmu sebagai seorang yang spesial didalam hidupku."


"..."


"Entah, sampai kapan aku bisa membalas semua perbuatan kau yang telah merubah hidupku... aku merasa begitu senang, telah menjalani kehidupan ini."


"Aku tidak keberatan.."


"..."


"Apa yang sudah aku lakukan untukmu... aku sama sekali tidak pernah untuk menyesalinya sedikitpun... karena aku tahu, kamu juga menjadi seseorang yang berarti bagiku."


"..."


Rasanya hatiku sudah begitu lama menahan semua perasaan ini, sampai membuatku merasa jatuh cinta kembali saat mendengarnya...


Aku benar-benar tidak bisa membuang perasaan ini, dan menjadikan pilihan terbaik untuk menentukan pilihanku.


"Aku juga menginginkannya, apa yang kau inginkan."


"..."


"Aku ingin kita bersama sama, sampai kapanpun itu... dan... aku tidak ingin berpisah."


"..."


"Selama ini kamu selalu menemaniku, dan menjadi bagian dariku, dan aku... tidak ingin... takdir yang pahit."


Aku bisa merasakannya... merasakan isi hatinya...


Dan saat itu aku tidak tahu, jika diriku dan dirinya... sedang memikirkan dua soal yang berbeda...


Satu sama lain tidak ada yang bisa mengetahui isi pikiran mereka, dan tidak ada yang tahu langkah selanjutnya yang akan dilakukan satu sama lain.


Seperti sebuah permainan catur.. pergerakan yang tidak diketahui... dan memiliki sebuah pemikiran yang berbeda, jalan yang berbeda, dan langkah yang berbeda.


Saking memakan satu sama lain, atau melindungi raja mereka seperti aku melindungi perasaanku untuk bisa berhadapan langsung padanya, dan mendapatkan perasaannya.


Aku bisa melihatnya jalannya... dimana aku harus melangkah, dan dimana aku bisa mendapatkan dirinya dalam satu gerakan.


Dia sedang berdiri didepanku dengan wajah yang bersedih... dia tidak menginginkan sebuah perpisahan, dan aku disini untuk membuat kita berdua tidak akan lagi bisa berpisah...


Aku menghembuskan nafasku, dan aku tidak akan lagi menundanya lebih lama...


Aku akan mengatakannya.


"Sakura, aku menyukaimu."


"Eh?."


"Dari dulu, perasaanku tidak pernah berkurang... dan sampai saat ini, terus bertambah sampai aku mengatakannya langsung kepadamu, menyukaimu tidak lebih sulit dari apa yang aku lakukan, dan semakin lama aku bersamamu, aku semakin ingin mendekatimu lebih dekat lagi, dan aku tidak ingin hubungan ini menjadi semakin jauh...."


Aku berusaha mengatakan dengan tenang, dan menatap matanya begitu dalam... mengikuti isi hatiku, dan mengikuti alur yang sedang berjalan sesuai yang aku mau.


"Aku ingin menjadi seseorang yang terus berada di sampingmu... dan menemani hidupmu lebih dekat dan dekat... sampai aku bisa menyentuhmu, dan melindungi dirimu."


Semakin aku mengatakannya, seakan akan rasa gugup dihati ini semakin lama semakin memudar.


"Aku ingin membuatmu selalu tertawa, bahagia, dan menikmatinya, aku akan berusaha untuk terus membuatmu menjadi orang yang paling berharga."


Hatiku sudah berada di ambang batasnya, aku terus mengutarakan semua yang ingin aku utarakan.


"Setiap hari kita bisa bersama, dan....dan itu mengapa aku akan memutuskannya untuk hari ini."


Pion yang satu persatu bisa aku ambil... namun ada satu hal yang tidak aku sadari..


Hanya untuk kali ini, aku hanya bisa untuk kali ini.


Hal yang tidak bisa aku sadari, tepat terjadi setelah alur ini sudah berjalan begitu jauh.


"Sakura...kumohon...jadilah pasanganku-"


Dan tanpa sadar... dia berhasil menjatuhkan raja yang telah aku siapkan untuk dirinya.


"Maaf, aku tidak bisa."


Perasaanku jatuh begitu cepat, bahkan aku tidak sempat untuk menyadarinya...


"Apa... maksudmu."


Aku tahu, ada juga hal yang seperti ini terjadi... dan sebenarnya aku tidak ingin hal ini terjadi...


"Aku....tidak bisa menerimamu."


Rasanya seperti apa yang aku perjuangkan, seketika langsung jatuh begitu saja, dan hati ini... terasa begitu sakit.


"Kenapa?..."


Saat ini aku bisa melihat wajahnya yang tidak lagi melihat diriku, perasaan yang sebelumnya hampir ingin menggapainya, namun rasanya justru menjadi semakin jauh... dan jauh...


"Maaf..."


Dia pergi, tanpa memberikan sebuah alasan...


Meninggalkan diriku, dan memberikan alur yang begitu menyedihkan...


Permainan ini berakhir, dengan menjadi sebuah kekalahan untukku... kekalahan yang pahit.


Untuk pertama kalinya aku bisa merasakan... sebuah perasaan yang begitu sakit, dan perih... rasanya sangat aneh... karena rasa ini muncul begitu cepat setelah aku masih bisa membayangkan masa depan yang indah... dan hancur begitu saja.


......................


*Brak!


"..."


Pintu yang tertutup, dan seketika dirinya jatuh dengan segala hal yang ada didalam dirinya.


Dia berpikir, jika semua ini hanyalah sebuah perpisahan biasa, sebagai seorang teman dan orang yang dia cintai...


Dia begitu senang... sangat senang, bahkan saat itu, mungkin menjadi sebuah momen paling bahagia untuknya.


Dia mendengarkan perasaanku, dan dia sangat senang, jika mengetahui seseorang yang ia sukai juga menyukai dirinya.


Namun semua perasaan bahagia itu tidak bisa dia rasakan, jika terdapat sebuah perpisahan yang menantikan dirinya.


Dia tidak ingin menyakiti perasaanku, dan juga dia tidak mau melihatku berbuat yang berlebihan, karena dia tahu... aku akan melakukan apapun itu untuknya, seperti saat aku menyelamatkan dirinya dari para penculik dulu... dan banyak hal lain yang membuatnya khawatir akan diriku.


Sakura mengerti, dan dia tidak ingin membuat masa depanku hancur karenanya... dia selalu mendengarkan diriku akan hal yang ingin aku capai, yaitu bisa mendapatkan beasiswa dan sukses dengan usaha diriku sendiri...


Jika dia menerimanya, dan bersamaan dengan waktu ujian yang semakin dekat...


Pasti dirinya akan menjadi sebuah bebas untukku, untuk sekarang maupun di masa depan nanti.


"( Ao maafkan aku... aku benar-benar tidak menjawab perasaanmu dengan benar... sebenarnya... aku juga mencintaimu, saat kamu ada didalam hidupku... aku semakin menyukaimu dan menginginkan dirimu ada didalam hidupku selamanya... tapi aku tidak ingin membuatmu terjatuh di kedepannya nanti, maka dari itu... maafkan aku..)"


Sejak saat itu, semuanya telah berubah...


Aku benar benar merasa begitu terpuruk, sampai hanya ruang kamarku menjadi kehidupanku selama beberapa bulan tidak mengikuti pelajaran sekolah dan tidak melihat dunia luar.


Setiap harinya hanyalah permainan normal sebagai seorang penyendiri dan mengurungkan diri sendiri.


Rasanya memang begitu tenang... karena tidak ada yang harus aku pikirkan selain bermain sebuah game setiap harinya... dan tertidur lelap setiap malamnya, tanpa ada keresahan dan kerinduan..


Sampai sebuah kejadian..


"Huh... aku harus mengambil uang dari hasil menaikkan akun orang lain dari tempatnya langsung, sangat merepotkan sekali.."


Saat aku ingin berdiri, tiba tiba kepalaku sangat sakit, dan rasa sakit itu sampai menggerogoti tubuhku.


"A-Ada apa... sudah berhari-hari aku tidak berdiri... rasanya sakit sekali."


Aku bertahan sampai aku ingin meraih pintu kamarku, namun tubuhku spontan lemas dan terjatuh.


"Uhh..."


Perlahan aku kehilangan kesadaranku, dan akhirnya aku pingsan setelah bertahan cukup lama..


.


.


"( Ugh... ada apa ini? kepalaku sangat pusing...)"


Dan setelah itu... sejak beberapa bulan aku bisa melihat sebuah cahaya lagi... cahaya yang sangat menyilaukan mataku.


Aku seperti sedang terbaring dan kepalaku seperti berada ditempat yang sangat lembut.


Sampai mataku benar-benar kembali normal, aku melihat wajah Mai... dan aku tersadar, jika saat ini aku sedang tertidur diatas pahanya.


Aku melihat situasi ku sebentar... dahulu terdapat sebuah handuk hangat, dan aku melihat Mai ya g sedang tertidur sambil duduk menemani diriku selama ini.


Aku melihat jam, dan tangga di sebuah kalender di dinding... ternyata aku sudah pingsan selama satu hari penuh.


Sungguh hal yang tidak terduga... mungkin bisa saja aku mati ditengah-tengah kejadian ini..


Namun nyatanya aku masih bisa selamat, dan terbangun kembali.


"Mmhh..."


Melihatnya yang sudah terbangun, aku pun langsung bangkit dari sana dan duduk di sebelahnya meskipun saat itu kepalaku masih begitu pusing karena langsung membangunkan kepalaku.


"Kakak..."


"Mai... pagi, sepertinya kau tidur cukup sulit."


"Ka...kak."


"Maaf, apa aku membuatmu khawatir?."


Wajahnya tiba-tiba berubah dan menangis di depanku...


"Huwaa! kakak!."


Dia langsung memelukku dengan erat, bahkan sampai membuat tubuhku sakit.


"Mai sangat khawatir!! kakak tergeletak pingsan dibawah dan tidak sadarkan diri selama seharian... aku takut... aku takut jika kakak meninggalkanku!."


"..."


Satu hal yang aku sadari...


"Aoyama? Syukurlah! kamu baik baik saja!."


"Nenek..."


"Ada apa denganmu sampai bisa seperti itu??."


"Aku... tidak tahu."


"Tapi syukurnya kamu baik baik saja, nenek sangat khawatir dan tidak tahu harus berbuat apa..."


Aku sadar... bahwa ada hal lain yang harus aku lakukan.


"Nenek mohon, jangan lakukan hal seperti itu lagi ya?."


"Kakak..."


Aku masih bisa melanjutkan hidupku... dengan sesuatu hal lain yang harus aku perjuangkan.


"Baik... aku tidak akan seperti itu lagi.."


Dan aku mengerti... masih ada seseorang yang peduli denganku, yang harus aku jaga...


...****************...


Beberapa waktu kemudian...


"Perkenalkan, murid baru yang akan mengisi kelas kita... meskipun hanya satu tahun, tetapi dia sudah menjadi bagian dari kelas kita."


Dengan melangkahkan kaki yang begitu berat... aku menyiapkan diriku untuk memperkenalkan diriku kepada mereka.


"Katanya dia berhasil masuk ke sekolah ini dengan nilai sempurna."


"Dia pindahan?."


"Wajahnya lumayan, tapi terlihat sangat murung... apa dia benar-benar murid pintar yang dibicarakan akhir-akhir ini?."


"Perkenalkan... nama saya Kizuku Aoyama... saya akan berada disini selama satu tahun ini, mohon kerja samanya."


Benar... saat ini aku juga keluar dari sekolah lamaku, dan masuk kembali dengan langsung berada di kelas terakhir...


Sekolah yang aku incar adalah sekolah berdedikasi tinggi dan sangat terkenal, namun dengan semua usaha yang aku lakukan... akhirnya aku diterima bersekolah disini, dan untuk mendapatkan sebuah tujuan yaitu... bersekolah dia SMA Asterisk..