My Youth Bond Increase!!

My Youth Bond Increase!!
Chapter 23



Melihat Sakura yang memanggil Aoyama dan pergi mengikutinya, membuat Touya merasakan hal yang buruk terjadi


"Hm?."


.


.


"Perkenalkan nama saya adalah Sakamura Azumi, nama anda?."


"S-Saya...Kizuku Mai.." Membalasnya dengan ramah.


"Kizuku? jangan jangan.... hahahaha!."


Azumi terlihat sangat senang saat dia menemukan senjata baru untuk melawan Aoyama.


"Anda memiliki wajah yang sangat mirip dengan kakak anda, dan juga anda sangat imut dan menawan... bisakah saat mengajakmu untuk berkeliling?."


"M-Maaf, tapi aku harus ketempat kelas kakakku terlebih dahulu.."


"Kalau begitu saya bisa membawa anda kesana."


"Tapi.."


"Percaya saja denganku, saya akan mengajakmu berkeliling dan ketempat kakakmu.."


Sambil memegang lengan Mai dengan erat, dia memaksa halus agar tidak mencolok oleh orang lain.


"M-Maaf... tolong lepaskan tanganku."


"Janganlah keras kepala, apa anda tidak melihat orang yang ada dibelakang saya?."


"Tolong...lepaskan saya.."


"Anda sangat sulit dibujuk secara halus ya...." Sambil memberi kode kepada delapan pengawalnya yang berbadan besar dan berotot itu.


"K-Kakak...!."


"Aku akan membawamu ketempat kakakmu...tenanglah dulu..kita akan bersenang-senang terlebih dahu-."


*Bukk!!!.


Untuk pertama kalinya pukulan itu langsung mendarat tepat diwajahnya, hingga dia jatuh terpental kebelakang.


"Jujur saja aku tidak bisa menahan lagi... setelah kau memegang adikku... aku akan memungut nyawamu disini.." Saat menarik mundur Mai dengan tenang, aku tetap menjaga sikapku agar tenang... walaupun wajah tenang yang terukir disini, tetapi emosi yang meledak-ledak didalam hatiku kini bercampur aduk.


"Kakak..."


"Mai... tolong mundur sebentar, aku akan memberi pelajaran pada orang yang mengganggumu." Sambil mendorongnya ke Sakura yang baru saja tiba disini.


"Ao.."


"Sakura, bawa Mai dibelakang, jangan mendekat kesini."


Dengan terpaksa Sakura menurutinya demi keselamatan mereka.


"Dasar manusia rendahan!."


"Jika kau ingin menyelesaikan masalah ini.. kali ini aku akan meladeni permainanmu."


"Hah! jangan sok kuat dengan menggunakan wajah rendahanmu itu!."


"Lucu sekali... kau tidak bisa menghilangkan fakta kalau wajahmu babak belur oleh tangan rendahan."


"Aku akan membuatmu bersujud dibawah kakiku... kalian semua! habisi mahluk rendahan ini.*


Kini situasi menjadi sangat buruk, semua orang yang menyaksikan ini bahkan hanya bisa melihat dari jauh tanpa ingin ikut campur dengan masalah ini, karena rata rata murid sekolah ini adalah anak dari keluarga yang mempunyai perusahaan, dan mereka sangat mengenal keluarga Sakamura yang tidak bisa dihadapi oleh mereka.


"Kizuku Aoyama... bagaimana jika kita melakukan kesepakatan."


"Aku sama sekali tidak peduli."


"Jika kau ingin bebas dan juga dengan Shiraishi Yuuki... aku akan membatalkan pernikahannya.."


".."


"Tetapi adikmu itu akan kubawa dan menjadi milikku."


Mendengar apa yang dia katakan, membuatku menahan emosiku lebih dalam.. dan tetap bersikap tenang.


"Jangan mengatakan hal konyol... bahkan dirimu yang seperti kotoran tidak akan pantas menyentuh maupun berbicara dengan adikku."


"Hahahaha, sepertinya aku bisa mendapatkan keduanya jika aku menghabisimu."


"..."


"Dari tadi banyak sekali orang ini bicara... jika kau tidak bisa melawan sendiri... tidak perlu banyak bicara, aku akan menghabisimu setelah membereskan mereka." Dari belakang dia menghampiriku tanpa mengenakan kacamatanya, dan membuat dirinya menjadi sangat keren.


"Touya.."


"Kenapa kau melawannya sendirian... aku juga ingin merasakan wajahnya yang jelek itu."


"Huh... sebaiknya kau jangan ikut campur dalam masalahku."


"Masalahmu juga masalahku... baru saja aku membuat aturan itu... jangan menentangnya lagi."


"Jika wajah kerenmu itu rusak, jangan salahkan aku."


"Kau memujiku terlalu berlebihan.."


"..."


"Bocah, aku akan memberikanmu pelajaran yang baik." Salah satu dari mereka berjalan mendekatiku.


"Seharusnya kau tahu diri dengan siapa kau berhadapan.." Aku mengambil beberapa langkah.


Dengan tidak ragu, dia langsung menerjang kearahku.


"Aku akan melumpuhkan kaki kecilmu it-."


*Bam!!


Sekali serangan itu langsung membuat salah satu dari pengawal itu pingsan..


"Itu baru sahabatku." Dengan bangga dia mengatakan itu.


"Jangan belagu dasar bocah!." Sebuah pukulan yang melesat kearahku, kini dengan mudahnya juga dihentikan oleh Touya, hingga dia mundur kesakitan.


"Jangan lupakan aku paman.."


"Tch...kalian tidak akan kubiarkan lolos dengan utuh!-."


"Azumi!!."


Suara yang membuat semuanya berhenti itu...adalah Shiraishi Yuuki.


"Aturan? siapa yang peduli dengan aturan bodoh itu." Sambil menyeringai.


"Kau..."


"Setelah aku membawa kau dan gadis itu, aku bisa melakukan apa saja yang aku inginkan!."


"Jika ayahku mengetahui ini, kau akan menerima hukuman yang berat!."


"Akan berbeda jika kau ada di tanganku... kalian berdua, bawa dia dan kita akan menunggu didepan."


"Apa yang kau lakukan!."


"Jangan mencoba melawanku jika teman temanmu itu tidak ingin mendapatkan hal yang buruk.."


"Ck!."


Lalu tanpa melawan, Yuuki ikut dengan mereka bertiga pergi.


"Kalian semua! aku tunggu kalian dengan gadis kecil itu."


"Azumi!."


Dia membalas dengan senyum menyeringainya.


Lalu mereka pergi meninggalkan beberapa orang yang ingin mengambil Mai.


"Aoyama, sebaiknya kau susul Yuuki.."


"Ha?."


"Biar disini aku yang menjaga Mai, lebih baik kau kesana.."


"Tidak! mana mungkin aku meninggalkanmu."


"Apa kau tidak percaya dengan kekuatanku?."


"Jelas saja tidak...aku tidak pernah melawanmu.."


"Kalau begitu akan aku buktikan disini... pergilah."


"Apa kau yakin?."


"Jelas saja tidak, apa kau tidak melihat perbedaanku dengan satu dari keenam orang itu?."


"Aku semakin tidak perca-."


"Maka dari itu... sampai aku bisa menahannya, bawa kembali Yuuki untuk kita.."


"..."


"Baiklah... kuserahkan disini padamu."


"Tenang saja...selama wajahku belum babak belur, aku tidak akan berhenti.."


Lalu aku pergi mengejar Azumi yang membawa Yuuri.


"Kakak..."


"Tenang saja, aku akan melindungi Mai disini.." Ucap Sakura yang sedang berada dibelakang.


"Sombong sekali kau bocah...kau kira bisa melawan kami sendirian?."


"Ha? kau kira sudah pasti bisa membawa dia dengan mudah? dengan ototmu itu aku tidak akan takut... percuma saja berlagak kuat jika didalam jiwamu seperti Little Pony." Dengan santai Touya mengintimidasi mereka tanpa tahu akan bahaya.


"Aku akan mematahkan beberapa tulang dan mencabut beberapa gigi didalam mulutmu yang sombong i- ughh!!!."


Seketika dari belakang mereka, dengan pukulan yang sangat keras membuat orang itu pingsan..


"Eh?."


"Kalian kira bisa melakukan seenaknya di kawasan penjagaanku?."


"Gu..Guru baki?."


"Besar juga nyalimu sampai memancing emosi mereka.."


"Kenapa kau ada disini?."


"Aku mendapat sedikit kerjaan menjadi penjaga keamanan disini...saat ada keributan jadi aku kesini.." Jelasnya dengan santainya memukul salah satu yang ingin menyerangnya dari belakang.


*Buk!


"Uwoohh, walaupun aku sendiri bisa melawan mereka. tapi aku tetap berterimakasih denganmu."


"Kamu bisa berbicara seperti itu, padahal tadi terlihat kesulitan.... dimana Oyama?."


"Dia sedang mengejar sisanya dan mencoba mengambil teman kami yang mereka culik.."


"Begitu ya.."


"Anda tidak khawatir??."


"Dia itu kuat, jadi biarkan saja...tapi kenapa dia menyuruh banyak orang untuk melawanmu? padahal satu atau dua orang saja cukup.."


"Anda sedang mengejekku ya...? orang orang ini bukan ingin melawanku...tetapi membawa Mai juga."


"Mai? maksudmu Ai adiknya Oyama? dimana dia?."


"A-Ai?? dia disana.."


"Owhh Ai!! lama tidak berjumpa!! kau sudah tumbuh besar ya!!." Dengan berteriak dan melambaikan tangannya kearah Mai.


"Paman..."


"Eh? gadis yang bersama Ai...bukannya.."


"Guru, belakangmu!."


*Bukk!!


"Ughhh."


"Terima kasih telah memberitahuku.."


"Kita habisi dulu orang orangan mereka.."


"Lebih baik kita bersenang-senang saja.."


"Kalau itu hanya anda yang bisa bersenang-senang...bagiku ini cukup sulit.."


"Kalau begitu kau urus 2 orang yang sedang terluka, aku sisanya...bagaimana?."


"Siapa takut! ( Aoyama! kau pasti bisa memukul wajah orang itu untukku!..)"