
"Kau sendiri yang mengatakan hanya disekitar lantai ini, kenapa sampai asik bermain diatas.."
"Hehe, lagipula kapan lagi bisa main bareng kak Sakura, jadi daripada lelah berkeliling, jadi aku naik keatas.."
"Aku kira kalian sudah pergi duluan kesekolah.." Ucap Yuuki.
"Heh~ ada apa? apa kak Yuuki ingin berangkat berdua hanya dengan kakak?." Mai menggoda Yuuki yang sedang mengkhawatirkan mereka.
"B-Bukan seperti itu! aku hanya ingin memberikan ini.." Sambil memberikan boneka kucing kecil berwarna putih.
"Wah! imut sekali! terimakasih!."
"Dan ini juga untukmu.." Dia memberikannya juga kepada kepada Sakura.
"B-Benarkah? terima kasih banyak."
"Apa kakak juga sudah mendapatkannya?." Mai bertanya kepadaku.
"Ha? aku? untuk apa aku menyimpan boneka?."
"Huh, kamu tidak mengerti ya.."
"Apa maksudnya?."
"Lupakan saja, lagipula... bukannya berjalan lancar?." Dia berbisik kepadaku.
"Sepertinya..."
"Kalau begitu syukurlah.."
"Aoyama... Mai... ayo cepat, kita harus kesekolah.." Yuuki memanggil kita berdua yang masih berada dibelakang.
"Um! ayo, kakak."
"Sabar sedikit, kantung belanjaan kalian semuanya aku yang bawa, pengertian sedikit bisa?."
"Kamu itu laki laki disini, jadi itu sudah tugasmu.."
"Mumpung masih dekat dengan rumah, apa kita tidak pulang dulu saja?." Usul Sakura.
"Aku juga tidak keberatan, kalian duluan saja.."
"Tidak tidak, kita sama sama saja kembali.."
"Tidak, kalian lebih cepat untuk duluan ke stasiun, mumpung belum ada kereta yang berangkat.."
"Kalau begitu, kita duluan saja di stasiun, kakak saja yang pulang sendiri.." Ucap Mai yang sebelumnya dia berpikir ingin melakukan sesuatu.
"Kau ingin melakukan hal yang tidak tidak lagi? Mai..." Tebakku yang curiga dia langsung menyetujuinya.
"Apa yang kakak katakan? bukannya kakak sendiri yang ingin kembali sendiri?."
"... Baiklah, aku akan kembali.." Lalu aku pergi kearah kembali ke rumahku.
"Ah jika tidak keberatan, aku akan berikan kunci rumahku.."
"Kalau begitu.." Aku mengambil kunci rumah Yuuki yang dia berikan..
Lalu aku pergi kembali ke rumahku sekalian kerumah Yuuki untuk menaruh barang belanjaan mereka....
......................
"Yosh selesai... huh, melelahkan juga jika seperti ini.."
Aku yang berada didalam rumah Yuuki, melihat lihat sekeliling dalam rumahnya yang kesannya seperti biasa saja..
"Aku kira dia membuat kesan yang lebih mahal, tapi sama saja seperti rumah orang biasa..."
Dan aku berdiri sejenak untuk mengambil nafas sambil melihat album foto keluarganya, dan saat itu aku melihat ibunya berada didalam foto ini...
Dan aku sadari, aku belum pernah bertemu dengan ibunya... mungkin saja dia lebih sibuk daripada ayahnya..
Lalu aku menaruh kembali album foto itu...
"Tidak benar, aku hanya menaruh belanjaan mereka, bukan melihat lihat isi rumahnya.." Aku kembali keluar dan mengunci pintu rumahnya...
"Mungkin mereka sudah sampai di sekolah... tidak masuk boleh juga..." Dengan pikiran menyenangkan untuk bersantai dirumah tanpa membantu mereka disana.
"Bercanda... aku sudah berjanji untuk menemani Mai, sebaiknya aku yang bergegas.."
Aku mengurungkan niatku untuk tidak masuk kesekolah hari ini, dan berangkat kembali kearah sekolah...
.
.
.
*Tap tap tap
Aku berjalan kearah stasiun, tetapi saat aku sudah sedikit dekat ketempat itu..
"Ah itu dia, lama sekali.." Dia berdiri didekat tiang sambil bersandar disana..
"Yuuki..."
"Mai hanya menyuruhku untuk menunggumu, karena siapa tahu kamu tidak pergi kesekolah.." Dia memalingkan wajahnya.
"Itu mana mungkin, dia tahu jika aku sudah berjanji untuk menemaninya.."
"Aku juga tidak tahu, tapi yang penting kita juga harus berangkat.."
"Maaf, kau sudah menunggu lama.."
"Tidak apa apa, salahku juga tidak menyusulmu saja, hehe.."
Setelah itu kita tidak ada hal yang bisa dibicarakan...
Membuat situasi sangat canggung hingga terdengar angin yang berhembus melewati telingaku...
.
.
.
"Hei Aoyama..." Tidak lama setelah itu dia berbicara kepadaku.
"Hm?."
"Sebelum itu aku ingin minta maaf bertanya hal ini... bagaimana kamu bisa bertemu dengan Mai waktu itu?."
"Oh... waktu itu... aku juga tidak terlalu mengingatnya... aku hanya ingat berada ada ditengah hutan yang sangat besar, sendirian disana penuh dengan suara dengung yang sangat berisik, kesakitan, kelaparan, kehausan, dan kepalaku sudah seperti berputar putar... dan saat aku terbangun, aku sudah berada dirumahnya.."
"Bagaimana bisa kamu ada ditengah hutan?."
"Uh... aku juga tidak tahu... tetapi apa yang nenek bicarakan... sepertinya saat itu aku sedang mengalami kecelakaan.."
"M-Maaf membuatmu mengingatnya!."
"Bukan salahmu, aku yang ingin mengatakannya.."
"Aku tidak ingin menjawab soal yang rumit.."
"Tidak, ini tidak sesulit yang kamu pikirkan.."
"Itu semakin membuatku curiga.."
"Saat kamu bertemu dengan Sakura, dia mengatakan kalau kamu dari dulu memang sudah sangat dingin dan pendiam... aku kira kebanyakan orang yang seperti itu hanya karena cinta mereka yang hancur.."
"Kenapa rasanya kata katamu begitu menusuk.."
"Aku hanya bertanya.."
"Huh... dari saat aku berada didalam keluarga Mai, aku tidak bisa berkata apapun kepada orang lain... dan juga semakin aku banyak berpikir, aku semakin yakin jika tidak ada gunanya berbicara dengan banyak..."
"Tapi itu akan membuatmu banyak teman dan juga bisa bersenang-senang.."
"Aku hanya berpikir untuk apa aku hidup, bukan bagaimana aku menikmati hidupku... tidak semuanya suka dengan hal seperti itu kan?."
"Menurutku, itu akan membuatmu dihormati, disenangi, diakui dan hal positif lainnya... apa kamu tidak menginginkan itu?."
"Kenapa? terserah apa yang ingin kulakukan kan?."
"A-Aku mengatakan hal yang penting untukmu sendiri!."
"Kau tahu... tidak menjadi apapun yang orang lain sukai tidak masalah, tidak dikenal orang lain juga tidak masalah, tidak diakui oleh seseorang juga tidak masalah, tidak dihormati pun juga tidak masalah... menurutku justru bersembunyi dari perhatian banyak orang malah lebih leluasa dan santai.."
"..." Wajahnya seperti terpukau dengan kalimat yang aku ucap.
"Berhubungan dengan seseorang hanya akan membuat masalah hidup bertambah, dan waktumu juga akan terbuang... masih banyak hal yang lebih penting dari itu..."
"Itu berarti secara tidak langsung kamu menyuruhku untuk menjauh?."
"Jika memang itu yang kau pikirkan, itu tidak masalah.."
"Kenapa kamu malah mengatakannya..."
"Memangnya kenapa?."
"Tidak, lupakan saja... lagipula yang seperti ini juga tidak buruk.." Gumamnya sambil tersenyum...
"Apa maksudmu?."
"Bukan apa apa~."
"Jika aku boleh bertanya sesuatu.."
"Apa?."
"Selama ini aku belum pernah melihat ibumu, apa memang sedang sibuk?."
"Ah... ibuku sudah meninggal sekitar 8 tahun yang lalu.."
"Oh, maaf aku tidak bermaksud.."
Dia menggelengkan kepalanya...
"Masa lalu memang hanya sebuah memori yang tidak digunakan kembali, jadi aku sudah tidak memikirkannya..."
"Begitu..."
"Apa kamu tahu...saat aku bertemu dengan Sakura, dia sudah seperti ibuku saja... sangat baik, perhatian, tulus, dan selalu membuatku nyaman didekatnya.."
"..."
"Meski kita seumuran, tapi aku hanya selalu merepotkannya, dan dia tidak pernah marah maupun mengeluh kepadaku..."
"Dia memang seperti itu, tidak pernah ingin diperhatikan, tapi selalu memerhatikan orang lain.."
"Benar kan? dia adalah orang yang paling sempurna untukku... jujur saja aku ingin membuatnya bahagia kelak nanti.." Dia tersenyum lembut dan terlihat sebuah kesedihan dimatanya...
"Aku mendengar hanya kau ingin diperlakukan spesial olehnya.."
"A-Aku tidak seperti itu!."
"Ah apa jangan-jangan kau selalu menggangguku karena aku diperlakukan sama dengan Sakura?."
"T-Tidak! lagipula untuk apa aku seperti itu, ayahku juga masih ada.." Ketusnya.
"Lalu, kenapa kau waktu itu berbicara padaku?."
"Bukannya aku sudah katakan jika hanya ingin mencari tempat yang tenang?."
"Tapi tidak perlu mengajakku berbicara juga..."
"Itu karena kamu ada disana, sangat aneh diam diam didekat orang lain..."
"Ternyata kau bisa sekali menjawab..."
"Apa kamu menganggapku berbohong?."
"Tidak juga..."
"Lalu kenapa kamu bertanya seperti itu?."
"Hanya ingin tahu.."
"Hmph! tidak ada benarnya jika berbicara denganmu.."
"Ya ya.."
......................
Kita menghabiskan waktu perjalanan kita dengan saling mengobrol hingga tidak terasa kita sudah berada didekat area sekolah, dan Yuuki pergi ke kelasnya sedangkan aku harus sedikit berjalan lebih jauh untuk ke kelasku sendiri...
"Akhir akhir ini, aku kurang belajar sekali... sebaiknya setelah ini aku sedikit meluangkan waktuku.." Sambil menaiki beberapa anak tangga.
Dan seperti biasa, banyak pengunjung yang datang dan keluar dalam keadaan bahagia, tidak ada masalah yang terlalu besar...
*Tap
"Bagus... bagus sekali... bukannya membantu temannya, malah bersenang senang berbelanja bersama..."
Seseorang menepuk pundakku dari belakang, dan tidak salah lagi itu adalah ketua kelasku ini...
"Aku hanya mencari buku persiapan materi untukku belajar..."
"Owh... jadi begitu..."
"..."
"..."
"Kau tidak percaya?."
"Percaya percaya, aku percaya kok..."
"Baguslah kalau begitu-."
"MANA MUNGKIN AKU MEMPERCAYAINYA!."