
Tes terakhir ini dimulai dengan membagi 5 kelompok, dan satu persatu kelompok bersama salah satu petinggi masuk kedalam untuk dilaksanakan tes terakhir, dan kelompok yang pertama hingga ketiga sudah berhasil dengan sangat mudah, karena mereka sudah begitu profesional.
Tetapi justru hal itu yang membuat mereka semakin resah akan suatu hal... karena...
Tidak ada pemburu yang sebenarnya ditempat mereka...
Saat ini kelompok keempat dan kebetulan Erlic yang berada didalam sana begitu waspada akan sekelilingnya, dan dia sama sekali tidak melihat orang dengan ciri ciri wajah yang dideskripsikan didalam kode simbol yang diberikan setiap kelompok.
Aku semakin bisa menyimpulkan suatu hal dan itu memang benar-benar terjadi...
Selepas tes terakhir pada kelompok keempat selesai, mereka yang sudah keluar dari taman buatan itu langsung mengarahkan petinggi untuk berkumpul dengan yang lainnya, dan mereka menjaga keempat petinggi tersebut.
Aku melirik ketua pengawas dan dia juga sedang melirikku dalam diam.
Kita sudah tahu rencana mereka yang sebenarnya, yaitu hanya untuk mengincar bagian besarnya...
Yaitu kepala keluarga Shiraishi...
Dan saat kami masuk kedalam, tiba tiba pintu dibelakang kami langsung tertutup... aku sudah menduganya... apalagi ada suatu hal yang lebih menyakinkan diriku... suara pintu yang terkunci tepat dibelakangku, sepertinya Sakura juga mendengarnya.
*Ceklek...
Situasi didalam kini sudah diketahui, dan ketua pengawas yang melihat hal itu dengan tenang mengatasi seorang wanita yang salah satu kelompok pemburu sebenarnya.
"Kenapa anda menutu-."
*Klek!
Wanita itu mengeluarkan senjata itu dan menarik pelatuknya, lalu diarahkan tepat kearah kepala ketua pengawas.
"Jangan melakukan hal apapun, atau kau akan mati."
*Klek!!
Lalu datang sisa dari orang orangan mereka dan mengepung semua petinggi dan juga beberapa pengawal yang mengikuti pelatihan termasuk Erlic.
"A-Ada apa ini??!."
Para petinggi yabg terkejut sekaligus ketakutan langsung mengangkat tangan mereka sedangkan para pengawal tetap bersiaga melindunginya petinggi petinggi itu.
"Apa yang sedang anda rencanakan..."
"Sebentar lagi kami akan selesai... jika kalian memberontak, maka kalian semua akan mati..."
Lalu mereka semua langsung memakai sebuah topeng hitam seperti ******* dan menyuruh mereka semua untuk berjongkok sambil mengangkat kedua tangan mereka diatas kepala.
"Kalian semua... jika ada orang yang bergerak sedikitpun... jangan sungkan-sungkan untuk menembak kepala mereka."
Mendengar hal itu mereka semua langsung terdiam dan tidak berani untuk mengambil sebuah langkah, tetapi semuanya tetap tenang dan mencoba untuk mencari celah pada mereke bertujuh.
Diluar sana sudah menjadi penguasaan mereka, tetapi didalam sini, aku dan Sakura masih belum menemukan orang yang sama...
Aku merasakan tangan Sakura yang tidak sengaja menyentuhku begitu dingin, tetapi aku percaya dia juga bisa mengatasinya.
Kami lanjut berkeliling sesuai rute, dan aku belum melihat satu orang pun yang ada didalam list sebagai pekerja gedung ini yang diberikan oleh ketua pengawas saat itu.
Tuan Shiraishi yang tidak tahu apa yang sedang terjadi hanya santai mengobrol pada orang orang yang kita temui, dan kadang menghampiri mereka... mungkin meskipun begitu mereka sebagai orang yang dilindungi juga memiliki pekerjaan untuk kami agar kami lebih waspada.
Semuanya terlihat begitu baik baik saja, dan datanglah disaat kita sudah berada ditengah rute, yaitu tempat pemancingan...
Disana terdapat sebuah kolam buatan yang benar benar terisi dengan air, lalu ada beberapa orang yang sedang duduk disana sambil memancing.
Lalu tuan Shiraishi duduk dipinggir danau sambil melemparkan tali pancingan miliknya.
Semua masih terasa aman hingga suara bicara seorang pria yang didengar oleh Sakura tepat disebelahnya.
"Ohh kalian juga memancing disini?."
Dia berbicara begitu natural seperti benar benar sedang bukan berada ditempat tes latihan...
Tetapi Sakura hanya merespon nya dengan tatapan biasa lali kembali memalingkan wajahnya.
"Tetapi sayang sekali... aku akan menembaknya."
Sakura yang terkejut langsung melihat kearahnya dan disana pria itu sudah menodongkan sebuah pistol kearah tuan Shiraishi dengan senyuman menyeringai...
"Tidak!."
*Dor!!
Aku langsung terkejut begitu mendengarnya, dan terlihat pria itu sudah menembakkan pelurunya yang ternyata terhalang oleh tubuh Sakura sehingga Sakura terjatuh kedalam kolam.
*Byurr!!
"Sakura!."
"A-Apa ini??!."
"Tch mengganggu saja..."
Pria itu kembali menodongkan senjatanya kearah Tuan Shiraishi...
*Dor!
Berharap peluru kedua ini bisa mengenainya, sayangnya aku langsung mendorong beliau hingga terjatuh kedalam kolam, karena tidak ada pilihan lagi selain hal itu.
Dari layar monitor, mereka yang tidak bisa melakukan apapun hanya bisa pasrah sambil memasang wajah yang tidak percaya akan hal ini...
"..."
"Kenapa kau menghalangiku? bocah!."
Dia mengarahkan senjata itu kepadaku, aku yang masih dalam posisi duduk, tetap tenang untuk mengatasinya.
Dia adalah pria yang tidak sengaja menabrak diriku saat berada didepan ruangan toilet, dan dia pun juga menyadarinya.
"Kau benar-benar menggangguku selama dua kali... apa kai ingin mati huh?!!."
"Benarkah? saya meminta maaf akan hal itu.."
"Heh!! memangnya aku akan memaafkanmu?? aku juga akan membunuhmu!."
"Diam dan matilah."
Dia menarik pelatuknya kembali dan tidak segan-segan langsung menembak kearahku.
*Dor!.
Aku sedikit terpental mundur tetapi aku bertahan agar tidak terjatuh kedalam kolam.
Aku menahannya dengan tanganku seolah iti benar-benar mengenaiku.
"Rasakan itu..."
Dia sudah mengira bahwa aku terkena tembakkannya tepat di jantungku, tetapi sesuatu hal yang buruk mungkin menimpanya hari ini... karena dia tidak berhasil untuk membunuh kami.
"Sayang sekali.."
"...!."
Pria itu langsung terkejut begitu melihat diriku yang baik baik saja.
"Kenapa kau masih hidup?! aku sudah menembak jantungmu ta-."
*Byurr!!
Dia langsung terkejut kembali saat melihat Sakura yang keluar dari kolam itu sambil membawa tuan Shiraishi diatas air.
"Tunggu... bagaimana bisa?!."
Aku menunjukkan sesuatu kepadanya, dan itu adalah peluru karet.
"Sayang sekali... anda kurang beruntung.."
"T-Tidak mungkin..."
Dia langsung membuka isi peluru dalam pistol tersebut dan benar bahwa isinya adalah sebuah peluru karet.
Keadaan diluar juga langsung membalik, dan mereka semua terkejut saat melihat orang yang mereka incar masih hidup.
"Bagiamana bisa?!."
"Sepertinya anda sudah mengalami kegagalan..."
Ketua pengawas yang sudah mengetahui rencana itu hanya santai memprovokasi wanita itu..
"Sialan!."
Wanita itu menodongkan pistolnya kearah ketua pengawas, tetapi, beberapa saat kemudian, semua lampu didalam ruangan itu mati total, tidak hanya disana, didalam taman itu juga langsung menjadi gelap gulita akibat lampu yang tiba tiba mati.
Dan ternyata itu adalah ulah salah satu pengawas dari kami yang berhasil lolos dari pengawasan mereka, lalu pergi ketempat dimana dia bisa mematikan seluruh listrik ditempat itu.
"Apa ini?."
*Buk!!
"Guhuk!!."
Seketika wanita yang sedang kebingungan itu menerima pukulan berkali-kali hingga membuatnya terjatuh...
Tidak hanya dia, teman temannya juga satu persatu berhasil ditumbangkan oleh mereka.
.
.
.
"A-Ada apa ini?."
Pria tersebut yang langsung kebingungan dan tidak bisa melihat apapun hanya bisa meraba-raba udara karena tidak ada apapun disekelilingnya... mungkin hanya ada aku seorang.
*Buk!!
"Ughk!!."
Tanpa pikir panjang aku langsung maju dan menghabisi orang itu hingga tidak bisa bergerak lagi...
"Ao! kamu ada disana?."
Sakura yang masih mengambang bersama Tuan Shiraishi mencoba mencari-cari pinggiran danau untuk naik, tetapi dia tidak bisa melihat apapun disekelilingnya.
Dia mengangkat salah satu tangannya untuk mencari daratan, dan pada akhirnya tangannya berhasil memegang sesuatu dan sesuatu itu menariknya kearah daratan.
"Sakura, kau tidak apa apa?."
"A-Aku tidak apa apa, yang lebih penting angkat tuan besar terlebih dahulu."
"Baik."
Aku langsung segera mengangkat beliau dan lanjut membantu Sakura untuk naik.
Dia begitu ketakutan hingga badannya gemetaran, dan langsung memelukku begitu tiba diatas...
"Aku kira aku akan mati."
"Maaf, membuatmu jadi ketakutan seperti itu."
"Bagaimana bisa peluru yang menembak badanku adalah peluru karet?."
"Ini semua sudah aku rencanakan saat sebelum tes ini dimulai.."
Beberapa jam yang lalu, saat aku keluar dari ruangan ketua pengawas, aku kembali ketempat toilet itu dimana aku menemukan pistol tersebut... lalu aku menaruh sebuah pistol yang berisikan peluru karet, yang didapatkan dari ketua pengawas...
Lalu setelah itu aku kembali berkumpul dengan yang lainnya dan menghampiri pasangan kelompok satu dan mengatakan semua kejadian dengan cepat... saat itu hanya kami bertiga yang baru mengetahui motif pembunuhan ini...
Dan aku meminta untuk menukar salah satu dari mereka dengan seorang asisten yang bekerja disini, lalu aku menyuruhnya untuk pergi keruang listrik agar dia bisa memadamkan seluruh lampu...
Dan pada akhirnya semua itu bisa terjadi dengan begitu mudah, tanpa adanya korban...
Semua ini aku lakukan tidak hanya dengan otakku, tetapi dengan kerja sama dari mereka semua, karena kerja sama itu, kita bisa memberantas pasukan ******* yang ingin membunuh Kepala Keluarga Shiraishi...