My Youth Bond Increase!!

My Youth Bond Increase!!
Chapter 78



*Niittt Niiittt!! Niittt Nii-


*Klak!


"Hooaamm..."


.


.


.


"Wanita adalah misteri"


Kau tidak akan bisa menebak jalan pikirannya... begitupun juga dengan perasaannya...


Setiap dia mengatakan tidak, itu hanyalah sebuah alasan untuk menginginkannya...


Saat dia ingin meminta tolong kepada seseorang... raut wajahnya yang begitu menarik perhatian untuk kita agar kita memperhatikannya...


Saat dia butuh perhatian... dia tidak akan mengungkapkannya dengan sebuah kata kata... tetapi mereka melakukannya dengan pergerakkan...


wanita yang baik lebih mengutamakan orang yang ia sayangi, daripada orang yang ia cintai...


Tetapi aku tidak peduli dengan wanita yang baik ataupun tidak...


Kebaikan hanya untuk manusia yang mempunyai keberuntungan dan sebaliknya...


Mereka hanya memberikan perhatian kepada kita, karena kita terlihat kekurangan perhatian dimata mereka...


Mereka bersikap baik kepada kita, karena mereka tahu mana yang mudah dimanfaatkan mana yang sulit dimanfaatkan...


Setiap mereka mengatakan "Aku sedang bosan" di kontak chatmu... percayalah... mereka mengatakan hal yang sama kepada orang lain dalam waktu yang bersamaan...


Aku sudah membaca lebih dari ratusan novel cinta maupun action... keduanya sama saja dimataku... karena mereka saling memperebutkan keegoisan dan meyakini perasaan mereka masing-masing...


Dan begitu bendera dikibarkan, puncak dalam cerita pun sudah ditetapkan...


*Ceklek...


"Aoyama... kamu bangun kesiangan lagi! padahal ini hari pertama untuk kita ditingkatan yang baru.."


"Semuanya sama saja... tidak ada perbedaan kecuali kehidupan yang merepotkan.."


Saat aku mendekatinya, dia memberikan senyuman yang berbeda dari sebelumnya... senyuman yang lembut untuk menyapa pagi hariku.


"Selamat pagi... Aoyama."


"Pagi, Aoyama.."


"Ya... pagi..."


.


.


.


"Kalau tidak salah, Mai juga akan mulai bersekolah hari ini kan?."


"Benar juga... aku kira Mai berangkat bersamamu."


"Dia bilang, jika hari pertamanya sekolah berangkat bersamaku... pergaulannya akan sama buruknya denganku..."


"Karena kamu memang seperti memancarkan aura yang mengerikan jika didekatmu." Yuuki mulai meledekku.


"Ahaha... sepertinya hal itu benar.." Sakura pun juga...


"Teruslah tertawa..."


"Tapi itu bagus... karena kamu sekarang mulai kembali menjadi penjagaku, aku penasaran siapa orang asing yang berani mendekatiku..."


"Mana aku tahu... aku tidak akan ikut campur dengan urusan ketenaranmu itu..."


"Bahkan kamu tidak sanggup berada ditengah keramaian, dasar introvert."


"Setiap orang mempunyai kelemahan dan kelebihannya masing-masing, jangan meremehkanku."


"Baiklah baiklah, aku tidak meremehkan penjagaku sendiri, benar kan, Sakura?."


"Um... jika memang Aoyama ingin melakukannya, aku yakin dia bisa mengatasinya..."


"Huh... entah kenapa kurasa pekerjaan ini semakin sulit dari sebelumnya..."


......................


Hari pertama kenaikan kelas, seluruh murid kelas 2 berkumpul ramai di majalah dinding untuk melihat dimana tempat kelas mereka berada...


Hal itulah yang paling dinanti-nantikan oleh seluruh murid karena beberapa dari mereka biasanya memiliki seseorang untuk berada dikelas yang sama...


.


.


.


Tetapi aku tidak terlalu mempedulikan hal itu, aku lebih memilih bersantai ditaman belakang sekolah untuk menikmati ketenangannya.


"Apa kau tidak ingin melihat kelasmu? Aoyama." Touya datang sambil melemparkan botol minuman yang ia bawa kemari.


"Aku tidak tertarik... aku bisa belajar dimana saja tanpa mempedulikan orang lain..."


"Hem hem, tapi kau tidak perlu khawatir... karena mulai sekarang sampai satu tahun kedepan... aku masih bisa berada didekatmu!! mwahahahaa!!."


"Sepertinya tahun ini aku tidak bisa belajar dengan lancar."


"Barusan kau bilang bisa belajar dimana sa-... terserah deh..."


"..."


"Baik untukmu, buruk untukku... kurasa.."


"Jangan terkejut ya! karena... Yuuki, Nami dan juga Sakura berada dikelas yang sama dengan kita!."


"Sudah kuduga, buruk untukku..."


"Sudahlah, jangan terlalu memikirkannya... kau harus senang karena kita bisa berkumpul satu kelas."


"Itu hanya kau saja yang senang... aku bisa membaca pikiranmu... kau hanya tidak ingin menjadi ketua kelas lagi bukan?."


"B-Bagaimana kau bisa tahu?!."


"Semenjak festival budaya kemarin, kau sudah pasrah dan hampir menyerah saat mengendalikan semuanya... sudah kukatakan, jangan terlalu aktif dalam bidang maupun acara sekolah."


"Aku adalah pria yang selalu aktif jika matahari masih berada diatas langit! itulah prinsipku!." Dia membuat pose kebanggaan...


"Terserahmu..."


Lalu dia mencari tempat yang nyaman untuk duduk dan mengobrol lebih santai, tetapi aku masih membaca buku milikku seperti biasanya.


"Oh iya, bagaimana dengan Mai? dia disini bukan?."


"Ya, dia mungkin sedang bergaul dengan banyak orang dikelasnya... menghindari trauma saudaranya..."


"Tapi aku masih tidak percaya... kita sudah satu tahun bersekolah disini... waktu berlalu begitu cepat..."


"Dan sepertinya Kuchima juga akan selesai pada pekerjaannya menjadi ketua OSIS..."


"Benar juga! katanya ada murid kelas satu yang menjadi calonnya, aku jadi sedikit penasaran... apa ada orang yang bisa menandingi ambisinya Kuchima ya, hahaha."


"Benar juga..."


Ditengah-tengah pembicaraan, Yuuki dan Nami datang untuk memanggil kita berdua.


"Kalian berdua! apa kalian tidak melihat jam berapa sekarang??."


"Kita harus merapihkan kelas baru kita! jangan malas malasan!."


"Oiya! kelas baru! aku harus mengambilnya tempat duduk paling belakang!."


"Touya! amankan tempat dudukku juga.."


Aku melemparkan tasku padanya.


"Baiklah! serahkan saja padaku!."


Touya langsung berlari kencang untuk mengamankan tempat duduknya dan juga tempat dudukku.


Aku pun melanjutkan bersantai saat didepanku masih ada kedua orang itu.


"Sepertinya yang ini sedikit sulit untuk diperintahkan..."


"Kamu benar..."


"..."


"Hei Aoyama! jangan bermalas-malasan terus ditempat ini! ayo bantu kita membersihkan kelas! kan itu kelasmu juga!."


"Benar kata Yuuki... pada akhirnya kita bisa sekelas bersama sama.."


"Huh merepotkan sekali... kalian duluan saja, aku akan menyusul nanti."


"Apa kamu benar benar akan menyusul?."


"Ya, aku akan menyusul... tenang saja."


"Baiklah kalau begitu... kami semua akan menunggumu disana."


Dan pada saat itupun Yuuki kembali kedalam gedung... sifatnya semenjak kemarin tiba tiba berubah menjadi lebih baik dan lembut... aku rasa hanya aku yang menyadarinya... tetapi Nami pun juga menyadarinya.


"Hei Aoyama... apa ada yang Yuuki lakukan sehingga sifatnya sedikit berubah?." Dia berbisik kepadaku agar tidak terdengar olehnya.


"Entahlah... aku tidak bisa menebak isi pikirannya... terlalu rumit."


"Hm... apa boleh buat... aku akan menanyakannya pada Sakura... dah, Aoyama." Dia pun juga lekas pergi kembali kedalam gedung.


"..."


Kadang perempuan lebih mudah penasaran dalam suatu hal dibandingkan seorang lelaki...


"Sebaiknya aku langsung kesana juga.." Begitu aku bangun dari tempat dudukku, tiba tiba seseorang berbicara kepadaku dibelakang.


"Jadi hal itu benar... kamu mempunyai hubungan dengan nona Yuuki.." Seseorang dengan wajah yang tidak asing lagi bagiku...


"Sudah kukatakan sebelumnya bukan? jika berhubungan atau tidak... memangnya ada masalah apa denganmu? Lawliet Erlic..."


"Itu bisa membuat masalah untuk tuan Azumi... jika kamu terus berada didekatnya... dan juga kemarin malam, kamu yang membawanya kembali pulang kerumahnya bukan?."


"Kau tahu banyak ya..."


"Karena ada kesibukan yang mendadak, tuan Azumi terpaksa untuk pergi menghadiri suatu acara... jadi itu adalah keberuntunganmu."


"Aku tidak peduli tentang tuanmu itu... aku hanya bergerak sesuai apa yang kuinginkan..."


"Sebaiknya jangan memancing masalah dalam keluarga besar Sakamura..."


"Percuma saja kau mengatakan hal itu padaku... karena aku menyukai kebebasan... aku akan melakukan apapun yang aku mau."


"..." Begitu dirasa dia tidak bisa membujukku lagi, dia langsung pergi meninggalkanku.


"..."


Lawliet Erlic... dia adalah pengawal Azumi yang kemarin malam kutemui di festival kembang api...


Tidak kusangka dia bisa bebas berkeliaran meskipun ini adalah area sekolah.


Apakah dia memiliki tujuan tertentu... atau hanya kebetulan saja kita baru bertemu saat tahun kedua...