My Youth Bond Increase!!

My Youth Bond Increase!!
Chapter 36



Setelah segala hal yang sudah dilakukan oleh para perwakilan kelas dan juga anggota OSIS, masih belum mendapatkan sebuah cara yang baik dan bagus untuk menyelesaikan masalah tersebut.


Kami yang berusaha memikirkan cara yang terbaik untuk tidak mengambil uang dari penggalangan itu, dan sekaligus bisa menyelesaikan masalah


Meski begitu, para murid yang takut akan keterlambatannya tidak ingin mengambil cara yang cukup lama dan berpikir untuk secara instan bisa menyelesaikannya dengan hal itu.


Kuchima yang tidak ingin menggunakan uang penggalangan itu berusaha untuk menyakinkan rencananya kepada para wakil agar membuat Penyelesaian ini tanpa mengambil hak milik orang lain.


"Tolong untuk dimengerti, saya yakin kita semua bisa melakukan hal tersebut untuk mencapai sebuah keberhasilan.."


"Tapi sampai kapan? waktunya hanya satu hari.... kalau begitu semua orang pergi dan tidak ingin masuk kesekolah kita.."


"Benar, dan kita tidak akan mendapatkan bagian kita disini.."


Sebagian orang yang berada disini setuju dengan apa yang orang itu katakan.


"Sebaiknya kalian juga berpikir untuk hal baiknya bukan... apa kalian tidak bisa menghormati perasaan orang lain?." Tidak bisa menahan ini, Yuuki dengan tegas mengatakan itu.


"Benar, meskipun itu adalah cara yang mudah untuk dilakukan tetapi kita sebagai manusia tetap memiliki hati.." Tambah Nami.


Seketika mereka semua terdiam setelah mendengar itu.


Para murid yang masih belum yakin untuk mengikuti rencana yang lebih baik, dan takut akan ketidakcukupan waktu mereka dalam mengatasi hal ini..


Dan sekarang adalah waktu yang tepat untukku agar bisa membuat mereka semua mengikuti apa yang diinginkan ketua OSIS.


"Percuma saja... tidak ada gunanya untuk membujuk orang yang tidak memiliki perasaan dengan ini.." Aku mulai untuk memprovokasi mereka.


"Siapa yang kau maksud tidak memiliki perasaan?!."


" ( Dari awal aku sudah sadar, jika orang ini yang membuat mereka bergerak..) Diatas mejamu ada ponsel dan lihat saja layar nya.."


"Sial!."


"Orang sepertimu hanya bisa menyelesaikan hal tanpa memikirkan resiko pada orang lain, ingin menikmati hasilnya sendiri tapi tidak ingin melakukannya sendiri, jika memang sekolah ini punyamu, kau bebas melakukan apa saja.."


"hm! memangnya kenapa? semua orang berhak untuk memberikan pendapat bukan?."


"Pendapat huh? aku lebih nyaman untuk menyebutnya keinginanmu seorang.."


Semua yang melihat perdebatan kami hanya bisa diam tidak bisa ikut untuk berbicara, begitu pun dengan Kuchima, Yuuki dan Touya.


"Tenanglah kalian berdua, kita bisa membicarakannya dengan kepala dingin.." Kuchima sebagai orang yang memiliki jabatan tertinggi pastinya tidak akan membiarkan suatu hal yang mengganggu.


"Ketua tenang saja, mengatasi orang egois ini bukanlah hal yang berat.." Dengan datar aku memancingnya kembali.


"Memangnya siapa kau ini! berani beraninya menghinaku!."


"Yang penting aku tidak pernah mempunyai pikiran untuk mengambil hak orang sepertimu.."


"Brengsek!."


"Hentikan ini semua... sejujurnya aku tidak ingin memberitahukan ini.."


Dia membuka lembaran kertas itu ditengah kita.


"( Sepertinya memprovokasi orangnya sudah cukup, sisanya aku tidak ingin berpikir lagi..)"


"Lihatlah ini... ini adalah data setiap pengeluaran masing masing kelas, dan setiap kelasnya hampir mengeluarkan sekitar 200.000 rupiah minggu ini.." Dia menunjukkan isi kertasnya dan juga memperlihatkannya didepan layar lebar dibelakang.


"Jadi seminggu ini sudah mengeluarkan sekitar satu setengah jutaan.." Yuuki melihat data tersebut.


"Meski sudah ada pergerakan dari beberapa kelas, untuk itu saya berterimakasih untuk bantuannya... lalu kita tinggal menyelesaikan uang yang harus dikumpulkan.."


Lalu dia mengambil lembaran lainnya.


"Ini adalah pengeluaran listrik yang sudah dikeluarkan oleh setiap kelas.." Sama seperti sebelumnya dia menunjukkan datanya.


Terlihat disana masing masing kelas memiliki pengeluaran yang sedikit maupun banyak sesuai acara yang mereka buat.


"Seperti yang kalian lihat, ini adalah datanya... dan ini semua bukanlah kesalahan satu pihak... saya harap kalian mengerti.."


Setelah aku memprovokasi orang yang memancing pemikiran murid lain, membuat para murid semakin ragu untuk memihak yang benar atau salah, lalu dengan data yang disebar oleh ketua... akan semakin menyakinkan mereka untuk mengikuti rencana Kuchima.


Meskipun sederhana, tetapi rencana ini adalah yang terbaik untuk menggiring mereka seperti anak ayam yang tidak tahu dimana induknya.


"Tch.."Orang itu terlihat kesal.


"Ada apa? keegoisanmu itu sudah tidak bisa dituruti lagi... sebaiknya kau sadar.."


"Diam! apa kau merasa sangat benar berkata seperti itu! kau juga termasuk yang menambah masalah keuangan tidak berhak merasa benar.."


"Maaf saja, aku lebih merasa orang yang paling besar menggunakan prop sekolah dan penggunaan listrik paling besar lebih tidak berhak mengatakan itu... Nagamoto ketua kelas D.."


Dari data yang terlihat, memang penggunaan kelasnya terlihat lebih besar dari kelas lain..


"Memangnya apa yang kalian lakukan? party class? memakai prop sebanyak itu sangat tidak tahu diri.."


"Maaf saja, dia adalah wakilku dan aku adalah Touya ketua kelas N... kau sendiri bisa melihatnya kan? atau perlu aku yang membacakannya untukmu?." Touya mengambil alih pembicaraanku.


Kami kelas N termasuk kelas yang sangat sedikit menggunakan prop sekolah dan sebagian besar menggunakan barang yang dibuat langsung atau membeli sendiri dengan uang kelas...


Dan juga dengan penggunaan listriknya juga hanya mengambil dari audio nya saja.


"Ck!."


"Jadi seperti yang kalian lihat, kita semua termasuk orang yang mengambil penggunaan dari sekolah, maka dari itu kita yang harus menyelesaikannya bersama sama tanpa perlu mengambil hak orang lain.." Yuuki memberikan beberapa kata kata untuk semua murid disini.


Dan mereka saling menatap satu sama lain tanpa adanya keluhan lagi.


"Baiklah... jika tidak ada yang akan dikeluhkan lagi... kita akan mengambil suara terbanyak... dan jika sudah dipastikan jawabannya, saya harap tidak ada lagi pertentangan yang membuat masalah kembali.."


Dan pemungutan suara pun dimulai, masing masing murid maju untuk memilih salah satu dari kedua rencana ini... setelah semua yang mereka lihat, aku sudah memprovokasi orang yang menjadi keyakinan mereka.


Satu persatu orang sampai orang terakhir sudah selesai untuk pemungutan suara ini...


Dan anggota OSIS menghitung hasil jumlah suara yang diberikan hingga hasilnya sudah terlihat.


"10% Memilih memakai uang penggalangan dana dan 90% memilih rencanaku... jadi, sudah dipastikan.."


Kemenangan kecil yang telak dilakukan oleh ketua OSIS mengambil sebagian besar suara didalam ruangan rapat ini.


Dengan semangat Kuchima mulai memberikan detail rencananya sambil memberikan para murid untuk menambah ide yang akan bisa menambah keuntungannya.


"Seperti tambahan dari sebelumnya, aku ingin bertanya kepada kalian yang mungkin saja memiliki sebuah ide..."


Kuchima memberikan kita masing masing satu kembar kertas diberikan dengan sebuah pulpen.


"Kalian bisa menulis ide kalian, jika tidak itu tidak masalah, kalian sudah hadir disini sudah sangat membantu kami." Dengan senyum ramahnya.


Lalu kami mulai menulis ide ide kami diatas secarik kertas.


......................


10 Menit sudah berlalu, dan semuanya sudah selesai menulis ide mereka hanya beberapa dari sekitar dua puluhan orang disini dan hanya 5 kertas yang dikumpulkan kedepan.


Kuchima dengan yakin mengambil salah satu dari kertas itu dan membacakannya kepada semua murid.


"Menambah pekerjaan seperti photo booth di setiap tempat yang memiliki background yang menarik dan cantik... ini sangat baik, siapa yang setuju akan dilakukan jika yang mengangkat tangannya lebih banyak.." Ucap Kuchima setelah membaca itu.


"Kami memiliki orang yang ahli dalam bidang itu, dan kebetulan dia juga anak klub fotografer.." Salah satu dari murid angkatan kedua memberikan penawaran.


"Kalau begitu kita membutuhkan persetujuan dari orang tersebut terlebih dahulu.."


"Itu tidak perlu, karena dia adalah wakilku ini.." Sambil menunjuk wakilnya yang berada disebelahnya sendiri.


"Aku mungkin bisa mengerjakannya, tetapi sayang sekali aku hanya sanggup untuk mengisi satu tempat saja."


"Terimakasih... tidak apa apa, itu tidak masalah... kita akan mencari lagi orang yang ahli... dan setelah ini maukah kalian untuk membuat beberapa tempat itu bersama?."


Semua orang disini menandakan ekspresi setuju, dan penambahan ide kini dilanjutkan.


"Membuat bayaran tiket untuk pentas seni setiap kelas besok untuk menghasilkan banyak uang dari hasil penjualan tiket tersebut... Aku memang membuatnya gratis dan bisa dilihat oleh banyak orang, walaupun membayarnya dengan harga murah sedikit tidak masalah jika dibawah seratus ribu rupiah... siapa yang setuju dengan ini?."


Hampir memiliki hasil 50% tetapi beberapa orang leboh sedikit setuju dengan rencana ini, maka rencana ini akan dilakukan...


"Yang mengurus berita sekolah disini, apakah sudah memberitakan soal acara besok siang?." Tanya Kuchima kepada anggotanya.


"Sepertinya belum.."


"Bagus kalau begitu, segera mereka untuk membuat beberapa sewaan iklan untuk memberitakan ini dengan cepat besok.."


"Maaf ketua, sepertinya kita tidak perlu menyewa periklanan... itu hanya akan menguras agak banyak uang.." Yuuki memberikan usul yang lebih baik dari itu.


"Apa ada ide yang lain?."


"Ya... seperti membuat brosur dan diberikan kepada pengunjung yang masuk atau menempelkannya di area sekitar sekolah, didalam maupun diluar area... mungkin akan lebih hemat.."


"Hm... itu sangat bagus, tolong urus pencetakan brosur nya dan usahakan membuatnya dengan baik.." Ia memberikan tugas kepada anggotanya yang berada di bidang komputer.


Lalu penambahan ide kembali dilanjutkan hingga semuanya ditambahkan dengan baik..


......................


"Baiklah semuanya! untuk hari ini mari kita bekerjasama untuk melakukan apa yang audah direncanakan pada rapat ini... semoga semuanya bisa berjalan lancar dan berhasil... kalau begitu kalian boleh pergi sekarang dan bersama sama untuk membuatnya!." Dengan semangat yang masih tersisa di tubuhnya, Kuchima memberikan semangatnya itu kepada para ketua kelas yang juga ikut terpancing oleh semangat ketua itu.


Rapat dadakan ini akhirnya selesai, dan terakhir waktu, semua murid langsung diberikan kesibukannya masing-masing dengan tugas yang sudah diberikan... membuat beberapa tempat foto, mencetak brosur, dan ide lainnya yang sudah disetujui.


Sedangkan beberapa ada yang membantu menanda tangani beberapa surat dan berkas yang cukup banyak yang berasal dari luar sekolah.


Sore ini akan menjadi petang sibuk para murid sebelum hari terakhir festival budaya sekolah Asterisk selesai...