
"Aoyama, pagi."
"Oh... ya."
"Sudah siap untuk ujian hari ini?."
"Setidaknya aku sudah memaksa diriku untuk melewati batas waktu belajar."
"Aku bisa melihatnya dari kantung mata panda milikmu itu."
Aku telah cukup memaksakan diriku untuk belajar hingga larut malam mendekati pagi hari... dan semua itu aku lakukan hanya dengan membaca, mengerjakan soal, maupun menonton video pembahasan materi di internet.
Aku sudah mempelajari semuanya dari berbagai aspek, dan juga didalam kepalaku saat ini hanya ada isi pelajaran dan ingatan kisi-kisi yang sudah aku catat kemarin.
"Yah, semoga saja tidak ada materi satu pun yang aku lupakan."
"Aku pun juga berharap seperti itu... kali ini aku sudah berusaha lebih keras dari sebelumnya."
"Kita lihat saja nanti saat waktu mengerjakannya telah tiba."
"Aku cukup ragu kepada diriku sendiri."
"Selama kamu sudah berusaha, maka hasilnya tidak akan mengkhianatimu."
"Kau benar."
Setelah aku memasuki kelas, terlihat yang lainnya begitu berbeda dengan hari-hari sebelumnya, dimana saat ini mereka sedang sibuk dengan buku yang ada didepan matanya lalu tidak ada satu orang pun yang sedang mengobrol, aku tahu mereka menginginkan nilai sempurna dalam ujian ini begitupun juga denganku.
"Kelas ini menjadi lebih sunyi..." Ucap Touya sembari melihat seisi kelas ini.
"Itu lebih baik daripada biasanya..."
Aku mengambil buku didalam tasku dan aku ikut diam untuk belajar karena jam masuk masih sedikit lebih lama.
*Kringg!! Kringg!!
Suara bel yang berbunyi menandakan mulainya jam pelajaran atau jam pertama ujian.
Seorang pengawas datang kedalam kelas kami sambil membawa sebuah tablet yang sudah menetapkan layar dari panggilan video.
"Baiklah anak anak... hari ini adalah ujian pertama kalian, dan saya akan membagikan kertas ujiannya "
Guru itu berkeliling sambil membagikan kertas ujiannya, sembari dia mengecek di setiap kolong meja ataupun tempat lainnya yang bisa jadi seorang murid menyembunyikan sesuatu untuk menyontek.
Setelah selesai, beliau kembali berjalan kedepan, lalu melihat tablet tersebut sembari berbicara.
"Apa kamu juga sudah siap?."
"Saya siap."
"..!!."
Jariku bergidik sesaat mendengar suara yang keluar dari panggilan video tersebut... aku tidak bisa melihat layar tabletnya... hanya pengawas itu yang bisa melihatnya.
"Aoyama? bukannya itu suara Yuuki?." Bisik Touya yang juga menyadari suara tersebut.
"Aku juga tahu..."
Aku jadi mengerti mengapa pernikahannya dilakukan beberapa minggu setelah ujian... Itu karena dia juga akan mengikuti ujian ini diluar sana.
Pikiranku menjadi sedikit berantakan, namun aku langsung berusaha untuk tidak memikirkan hal itu lalu fokus dalam ujian saat ini.
"(Apa yang sedang aku pikirkan... untuk saat ini aku hanya harus fokus dalam ujian!..)"
"Baiklah anak-anak, saya tidak ingin adanya kecurangan disini... dan jika kalian sudah selesai mengerjakan, silahkan taruh didepan sini lalu keluar dari kelas untuk menunggu teman teman kalian yang lainnya dan bersiap untuk mengerjakan ujian kedua... waktu untuk kalian mengerjakan ujian pertama... sudah dimulai."
Kami semua langsung membuka kertas ujian tersebut lalu menjawab setiap pertanyaan yang ada didalamnya...
Tidak ada yang sulit karena sebagian soal pernah aku kerjakan saat aku belajar mencari soal soal ujian didalam internet...
Dan akhirnya aku selesai pada waktu setengah jam lebih dari ujian ini dimulai... tentu saja aku sudah mengecek setiap soalnya agar tidak ada yang keliru...
Aku pun berdiri dan maju kedepan untuk memberikan kertas ujian tersebut.
"Kamu sudah selesai?."
"Sudah."
"..."
"Baiklah, kalau begitu taruh kertas tersebut disini, lalu beristirahat diluar kelas menunggu yang lainnya."
"Baik."
Saat aku menaruh kertasnya, mataku tertuju pada tablet yang berada didekatku... sembari meletakkan, aku pun mengambil kesempatan sedikit untuk melihat layarnya... namun mustahil bagiku untuk melakukan hal tersebut..
"Apa ada hal lain?."
Pengawas itu melihat gerak gerik yang aneh padaku, lalu dia mempertanyakan hal itu padaku.
"T-Tidak... tidak ada."
"Namamu... Kizuku Aoyama?." Dia melihat isi kertas ujian milikku lalu membaca namaku.
"Iya... benar."
"Kalau begitu Kizuku, silahkan menunggu yang lainnya diluar kelas."
Pengawas itu memang terlihat sangat tegas... jadi dia akan langsung mempertanyakan setiap hal yang aneh atau bukan berkaitan dalam ujian ini.
"Baik."
"Aku pun langsung keluar dari kelas, dan aku tidak bisa melihatnya dari dalam layar karena mataku tidak sampai untuk melihatnya.
"Huh... aku tidak bisa melihatnya.."
Tidak ada hal yang perlu disayangkan, karena ini adalah ujian... dan aku harus fokus dalam ujian ini terlebih dahulu.
......................
"Uhh... cukup sulit untuk mengerjakan semua soal itu.."
"Yang penting sudah berusaha dan yang kedua akan berusaha lebih baik lagi."
"Kau benar... dan juga, aku bingung... kenapa kalian bisa sangat cepat mengerjakan ujiannya?."
"Aku sudah mempelajari banyak soal soal yang serupa dengan itu... jadi terasa sangat mudah."
"Kau sama saja dengan Yuuki."
"Ha?."
"Apa?."
"Apa maksudmu? Yuuki? kamu melihatnya tadi?."
"Ya... bahkan tadi aku sedikit mengobrol dengannya."
"Karena aku ketua kelas? dan aku membantu pengawas itu untuk membawa semua kertas ujiannya, dan sempat membawa tabletnya juga... jadi aku bisa berbicara dengannya."
Saat itu, entah mengapa aku sedikit mengubah pandanganku dengan menjadi seorang ketua kelas... mungkin hanya karena untuk masalah ini, bukan yang lainnya.
"Kau tidak sempat melihatnya tadi?."
"Jangankan melihat... mencoba menggerakkan kepalaku saja sudah sempat dicurigai oleh pengawas itu."
"Pengawas itu memang terlihat menakutkan... mungkin jika ada yang ketahuan menyontek, pastinya dia akan diberikan hukuman yang tidak ingin kita ketahui."
"Kamu benar."
Kami pun menunggu untuk ujian ke-dua yang akan dimulai setengah jam lagi dan aku memanfaatkan waktu tersebut untuk belajar mata pelajaran selanjutnya.
"Apa saja yang kamu bicarakan dengannya?."
"Hanya tentang ujian tadi... dan juga aku sempat bertanya mengenainya sih."
"Lalu?."
Aku menjadi lebih penasaran dengan apa yang Touya katakan.
"Katanya dia meminta maaf karena tidak bisa disini, dan juga setelah ini dia juga akan keluar dari sekolah."
"..."
"Aku tidak bisa mempertanyakan alasannya... Karena aku tidak mempunyai urusan yang berhubungan dengannya kan?."
"Ya..."
"..."
......................
"Hei Yuuki, ternyata benar itu kau."
Disaat Touya sedang membawa tablet tersebut sambil menunggu pengawas itu mengecek setiap lembar ujiannya didalam ruang guru.
"Touya? kenapa kamu bisa membawa tabletnya?."
"Pengawasnya sedang mengecek lembar ujian, sebagai ketua kelas aku mendapatkan tugas kecil seperti ini."
"Begitu ya.."
"Tapi... Ujiannya cukup sulit, aku sempat kesulitan di beberapa soal."
"Benarkah? bukannya biasa saja?."
"Itu sangat sulit tahu! bagaimana kau bisa dengan mudah mengerjakannya?."
"Aku mempelajari soal yang serupa dengan soal ujian tadi... jadi terasa lebih mudah."
"Enak sekali ya..."
"Itu karena aku belajar lebih banyak..."
"Aku tahu... tapi... kenapa kau tidak mengerjakan ujiannya disini? apa kau sedang berpergian?."
"Oh itu... maaf, aku tidak bisa mengerjakannya bersama kalian disana... karena aku sudah... tidak bisa kembali lagi kesana."
"Tidak apa apa kok! justru kita harus mengerti keadaanmu... dan juga Sakura..."
"Apa... Aoyama sudah tahu tentangnya.." Nada bicaranya yang datar, begitu terasa dengan Touya yang juga melihat wajahnya di layar.
"Sudah... saat itu dia sangat terte- tidak! maksudku dia cukup sedih... sama seperti kau yang juga pergi."
"Aku mengerti... terkadang kesulitan bisa datang kapan saja ya."
"Kau benar..."
*Klek!
"Kitahara, terima kasih sudah ingin membantu saya."
"A-Ah ya, tidak masalah... Ini tabletnya, maaf... saya tadi mengobrol dengan Yuuki sebentar."
"Oh baiklah, tidak apa-apa."
"Kalau begitu saya pergi dulu."
"Ya..."
Setelah memberikan tablet tersebut, Touya langsung kembali kedalam kelas untuk menemui Aoyama.
......................
"Aoyama... apa kau tidak tahu tentang masalah Yuuki?."
"Kenapa kamu menanyakan hal itu?."
"Tidak ada sih... hanya saja... Aku merasa seperti kau mempunyai hubungan dengan Yuuki dan juga Sakura."
"Apa maksudnya?."
"Hubungan yang terbilang berbeda dengan hubungan teman seperti biasa... tentu saja kau dan Sakura memang berbeda... namun aku bisa merasakan jika Yuuki juga berbeda."
"Mungkin saja... karena aku tidak bisa membantu masalahnya saat ini, padahal aku sudah mengatakannya sendiri dan berjanji kepadanya..."
"..."
"Namun aku akan berusaha."
"Berusaha?."
"Setelah ujian... aku akan berusaha untuk membantu masalah yang terjadi kepada keluarganya dan juga dirinya."
"Kenapa kau tidak mengatakan hal itu padaku dari awal?."
"Kamu sendiri mengatakan tidak ada urusan yang berhubungan dengannya kan?."
"Itu memang tidak ada... tapi kalau tentang membantumu, aku mempunyai hubungannya dengan hal itu."
"..."
"Bukannya kita sudah membicarakan ini panjang lebar?."
"Kamu benar... jika aku butuh pertolonganmu..."
"Itu baru Aoyama yang aku kenal!."
"Setidaknya berusaha untuk mengerjakan ujian kedua ini terlebih dahulu."
"B-Baiklah..."