My Youth Bond Increase!!

My Youth Bond Increase!!
Chapter 65



Hari menunjukkan pukul 11.20...


"Dimana mereka..."


Aku sudah berada ditempat yang mereka katakan saat berbicara didalam telepon... tetapi masih belum ada petunjuk dari mereka sama sekali.


Tiba tiba ada seorang pria yang tidak sengaja menabrakku dari belakang.


"Ah! maaf! aku tidak sengaja."


"Tidak apa apa... eh?." Aku melihat secarik kertas yang terjatuh dari kantung bajunya.


"Pak, anda menjatuhkan i-." Saat aku memungut kertas itu dan ingin mengembalikan, orang itu sudah langsung pergi dan menghilang.


"Kemana orang itu menghilang? apa yang harus kulakukan dengan kertas ini?."


*Niittt nittt


Suara dering telepon yang langsung berbunyi dan aku segera mengangkatnya.


"Dimana kau!."


"Jangan buru buru seperti itu... kau memegang kertas itu bukan?."


"Kertas? maksudmu yang jatuh dari orang yang menabrakku?."


"Lihat isi dari kertas itu."


"..."


Aku membuka lipatan kertas itu dan membaca kalimat yang tertulis diatasnya.


Gudang besar yang terbengkalai... pukul 12.00 kami menunggumu dengan gadis ini...


"40 menit lagi... kenapa aku selalu berhadapan dengan hal yang seperti ini... sial."


Aku berkeliling mencari tempat yang ia katakan itu, tetapi 10 menit aku berjalan, dindingnya pun masih belum terlihat.


"Huh... sebenarnya dimana tempat itu! membuatku mengeluarkan tenaga sia sia... jika bukan karena pekerjaan, aku sudah pulang daritadi."


......................


Pada saat waktu yang sama... ditempat Yuuki.


"Apa ini tidak berlebihan?."


"Ini adalah ujian untuknya... apakah Aoyama pantas bekerja untukmu... atau ia tertarik hanya pada uangnya saja."


"Tapi aku tidak menyangka... jika ujiannya seperti ini..."


Tepat pada saat mereka berdua turun dari stasiun... sebuah pancingan untuk Aoyama saat ia melihat orang yang melecehkan Yuuki saat di kereta... hal itu disengaja untuk memancingnya menjauh dari Yuuki, dan beberapa dari anak buah kepala keluarga Shiraishi membawa Yuuki untuk pergi dari tempat itu...


Tentu saja hal ini juga tidak diketahui oleh Yuuki sendiri... dan semua ini adalah rencana ayahnya.


"Tapi... kenapa saat dia bekerja sebelumnya... tidak ada ujian seperti ini?."


"Yang lalu karena dia sudah menolongmu sekali, dan aku memberikan sebuah keuntungan untuknya... dan sayangnya kamu saat itu mengeluarkannya dari pekerjaan ini... jadi jika dia ingin bekerja kembali... tidak ada keringanan yang diberikan, dia akan kita berikan ujian."


"Seharusnya aku tidak membuatnya keluar! ahh... kalau aku tahu seperti ini..." Kekhawatiran Yuuki yang mengetahui sifat asli Aoyama yang hanya ingin mendapatkan uang dari hasil pekerjaannya... apalagi jika dia tidak pernah ingin bergerak lebih banyak dari waktu istirahatnya.


"Sudahlah... sepertinya sudah tidak bisa."


"Kenapa kamu tidak mempercayainya?."


"Aku tahu seperti apa dia...jadi sangat sulit untuk memilih percaya atau tidak kepadanya."


"Bagaimana jika kamu memberikan kesempatan untuk mempercayainya?."


Dia menyalakan layar yang terlihat jika Aoyama yang sudah berada didepan pintu gerbang gudang kosong itu.


"A-Aoyama!?."


"Sepertinya dia tidak menyerah... tapi setelah ini dia akan mendapatkan banyak rintangan didalamnya..."


"M-Masih ada lagi??."


"Tentu saja... tapi, kenapa kamu yang kepanikan?."


"T-Tidak, aku hanya sedikit khawatir saja.." Sambil memalingkan wajahnya.


"Kalau begitu jangan lepaskan ikatanmu... agar dia tidak tahu tentang ujian ini."


"U-Um... ( Aku tidak akan mengikat tanganku... agar Aoyama bisa dengan mudah melewati ujian ini... kamu pasti bisa, Aoyama!...)"


......................


Kembali pada saat dimana Aoyama yang telah sampai didepan gerbang gudang itu.


"Jadi ini... bangunannya terlihat sangat besar... aku penasaran, kenapa Sakura tahu tempat ini." Dengan mudah aku ketempat itu dengan bantuan Sakura... dia yang mengetahui letak dimana tempatnya, jika aku tidak meneleponnya, aku tidak akan menemukan gudang ini hingga lusa depan...


Situasi Sakura saat ini...


"Gawat gawat! aku tidak sengaja mengatakan tempatnya! bagaimana ini bagaimana ini! aku... aku tidak akan dipecat kan??!!." Dia yang tidak sengaja membantu ujian Aoyama sendiri dan membuatnya lebih mudah...


"Aku tidak tahu ada berapa yang menjaga tempat ini... tapi aku sudah tidak ingin melakukan macam macam... langsung masuk saja deh."


Aku membuka gerbang besi yang besar itu... saat aku masuk, ada seseorang yang sudah menungguku disana.


"Kau... berani sekali kau kesini sendirian.."


"Aku sudah menghabiskan energiku untuk mengikuti permainan bodoh kalian... sekarang dimana Yuuki?."


"Haha, mimpi apa kau ingin mengambilnya dari kita! ( Aku tidak pernah jadi penjahat... semoga aktingku ini terlihat sempurna...)"


"Baiklah... tidak ada pilihan lain selain menerobos paksa... ( Aku cukup percaya diri dengan kekuatanku sekarang... karena sudah sebulan aku belajar keras dan disiksa oleh guru serabutan itu...)"


"Aku akan mengajarkanmu sopan santun!." Dia menyerangku dengan menyiapkan sebuah pukulan kearahku.


"Eh?."


"Seranganmu seratus kali lipat lebih lambat dari serangan guru serabutan itu!."


Aku langsung menyerang perutnya dengan sedikit tenaga.


"Ughh!."


Dia langsung tersungkur karena pukulanku...


"Kemarilah... masih banyak hal yang ingin kulakukan untuk mencoba seranganku!."


"..."


Aku menunggunya untuk berdiri kembali dan menyerangku...


"..."


Tetapi...


"Eh? dia... pingsan? apa pukulanku sekuat itu?."


"( Kata bos, aku tidak boleh menyerang lagi jika dia berhasil mendaratkan pukulannya kepadaku... tapi ini benar benar sakit!!...)"


"Benarkah? dia benar benar sudah tumbang? kalau begitu syukurlah... lebih baik langsung masuk saja."


Aku melanjutkan perjalananku kedalam gudang itu... saat aku berada didalam, terlihat hanya sebuah ruangan aula yang cukup besar... dan tiga orang yang menungguku didalam.


"Masih ada lagi..."


"Ternyata kau berhasil melewati orang yang ada diluar sana.."


"Ha? maksudmu orang lemah diluar itu?."


"Dia memang yang terlemah... aku tidak tahan dengan orang itu."


"Oi, apa maksudmu dia yang terlemah?."


"Apa? dia memang lemah kan?."


"Dia itu saudaraku! kalau ingin membuat alasan, jangan menghinanya!."


"Tapi dia memang terlihat lebih nyata bukan? kenapa kau justru marah??!."


"Hah??! sudah jelas kau marah kan?."


"Kalian berdua! kenapa kalian bertengkar!."


"Diam kau botak!." Mereka berdua secara serentak berteriak.


"A-Apa kau bilang!!."


"Kenapa! jangan ikut campur masalah kami!."


"Siapa yang ikut campur!! kalian duluan yang membuat masalah!."


"..."


Melihat mereka bertiga yang malah bertengkar sendiri... membuatku kebingungan sekaligus heran dengan semua ini.


Tetapi ini adalah kesempatan yang bagus untuk melewati mereka bertiga dan segera menyelamatkan Yuuki.


"Dasar botak hitam!."


"Apa kau bilang!!."


"Kubilang botak hitam! kau tidak dengar!."


"Setelah aku membereskan bocah itu, aku akan membereskanmu!."


"Hmph! coba saja!."


"..."


"Dimana bocah itu?."


"..."


"..."


"..."


"KITA MELEPASKANNYA!!!!!."


.


.


.


Dari layar cctv... Yuuki dan juga ayahnya yang terpaku diam tidak menyangka dengan yang terjadi.


"Ayah... sebenarnya ujian apa yang ayah berikan kepada Aoyama..."


"Entah... kenapa bisa seperti ini..."


"Tumbang sekali pukulan... dan bertengkar sendiri tanpa menjaganya hingga Aoyama berhasil masuk..."


"Setelah ini... aku akan memberikan pelajaran untuk mereka..."


Perjalanan Aoyama yang semakin dekat dengan Yuuki, dia terus berjalan dan mendapatkan banyak rintangan dari dalam gudang itu...


Apakah ujiannya akan berhasil dan Aoyama akan kembali bekerja untuk Yuuki...??