
"Maaf..."
"..."
"Aku telah membuatmu terlalu lama memendam perasaan itu sendiri... tetapi seperti yang kau katakan... aku tidak bisa kembali seperti dulu... seharusnya kau mengetahuinya... karena diriku pun tidak akan mudah untuk melupakan sesuatu dan menganggapnya hanya sebagai mimpi buruk..."
"..."
Aku berdiri dan berjalan melewatinya...
"Aku hanya ingin kau tidak merajuk padaku lagi... dan aku... aku tetap tidak melupakanmu... karena kita sudah saling mengenal sejak kecil..."
Lalu aku keluar dari kamar meninggalkannya sendirian.
Apa yang dikatakan Sakura adalah keinginannya yang seharusnya dia dapatkan jika waktu itu dia bisa menjawabnya dengan tepat... tetapi jalan memiliki banyak arah, dan pada setiap arah itu memiliki tujuan yang berbeda... dan Sakura sudah mengambil jalan yang telah dia lalui... maka dia harus mendapatkan resiko dari apa yang telah ia pilih...
Dan aku yang sedang berjalan sendirian ditengah lorong menuju lobi luar, tiba tiba dihentikan oleh asisten Azumi yaitu Lawliet Erlic.
Masih merasa sedikit enggan untuk melihatnya, tetapi dia berhenti didepan wajahku dan menghalangi jalanku.
"Jika kau masih menanyakan tentang itu... aku tidak akan segan segan un-."
Tak lama kemudian dia membungkukkan badannya kearahku dan meminta maaf padaku.
"Maaf... atas kelakuan saya yang bodoh dan membuat anda terganggu... ini adalah kesalahan saya, dan saya tidak akan melakukan hal seperti itu kembali..."
"..."
Permintaan maafnya terlihat tulus, karena dia terus membungkuk dan tidak melihatku yang berada didepannya.
".."
Berharap untuk mendengar balasan dariku, nyatanya aku melewatinya dan menghiraukannya.
Dia seperti, sedikit pasrah karena permintaan maafnya tidak diterima hingga dia berdiri dengan kecewa pada dirinya sendiri...
.
.
.
Saat dia masih berdiri disana kurang lebih lima menit dari saat aku meninggalkannya, pada akhirnya aku kembali sambil memberikannya minuman kaleng.
Melihat itu dia sedikit bingung dan hanya menerima minuman itu dengan heran.
"Masih ada waktu untuk tes kedua..."
......................
Aku mencoba memberikannya kesempatan untuk berbicara diatas atap gedung yang begitu luas, penuh dengan taman bunga dan tempat lainnya... tetapi kita hanya mengobrol diujung taman dengan pemandangan seluruh kota yang terlihat begitu jelas.
"Saya masih merasa bersalah atas kejadian sebelumnya.."
"Lupakan saja... dan juga jangan berbicara denganku terlalu formal... aku merasa tidak nyaman..."
"B-Baiklah..."
"Lalu... apa yang membuatmu terus mengikutiku?."
Meskipun dia adalah seorang lelaki yang datar dan juga tidak lupa dia adalah asisten dari putra keluarga Sakamura, pada akhirnya dia hanyalah seorang remaja berusia 15 tahun...
"Aku hanya ingin mengetahui... apakah kau ingat kejadian kecelakaan 12 tahun yang lalu?."
"Bagaimana kau tahu akan hal itu?."
"Karena kecelakaan itu juga terdengar dan menyebar begitu cepat hingga menjadi berita kecelakaan yang cukup terkenal..."
"Benarkah? apa saat itu aku sedang beruntung atau sebaliknya..."
"Dan saat itu... kai satu satunya orang yang selamat dari kecelakaan itu... lalu, terdapat sebuah keluarga yang menemukanmu..."
"..."
"Apa sebelum itu... kau masih mengingat sesuatu?."
"Ya..."
"Sebelum... kecelakaan..." Aku berusaha mengingat-ingat, tetapi tiba tiba kepalaku begitu sakit hingga aku bersandar disamping pagar pembatas.
"Kau tidak apa apa?." Dia yang panik langsung membantuku berdiri.
"Entah kenapa... aku tidak bisa mengingatnya... maaf."
"Kalau begitu tidak perlu dipikirkan kembali... aku tahu ini sulit, tetapi... apa kau tahu siapa saja keluargamu?."
"Aku tidak pernah tahu... dan juga, dari dulu aku tidak pernah melihat data keluargaku saat aku selamat..."
"Begitu... ya."
"Apa ada sesuatu yang ingin kau beritahu?."
"..."
Dia terlihat ragu ragu, tetapi dia tetap ingin mengatakannya.
"Begini... sebenarnya... kau mempunyai... seo-."
*Kringgg!! kring!!
Tiba tiba bel gedung berbunyi, menandakan kalau sudah waktunya untuk tes kedua pada sore hari...
"Sudah ingin dimulai... sebaiknya kita bergegas berkumpul..."
"Benar..."
Erlic masih belum mengatakan sepenuhnya kepadaku, tetapi jika kita telat, aku tidak ingin menjadi yang terburuk karena hanya soal terlambat.
......................
Beberapa menit kemudian kita semua sudah berkumpul dilantai tengah bangunan, dan pengawas kita kali ini adalah wanita yang pertama saat dia menyambut kita semua didalam kelas, dan satu perempuan dibelakangnya, sepertinya aku kenal orang itu... saat aku pertama kali masuk kedalam ruangan dan diperiksa dengan tatapan rendah terhadapku.
"Kali ini adalah tes lapangan langsung, bagaimana cara kalian menyelesaikan suatu masalah dengan konsentrasi dan berpikir cepat... karena suatu kejadian tidak bisa kita kira, dan muncul begitu saja... maka dengan ini, kita ditemani seseorang yang akan menguji kalian..."
Seorang lelaki yang terlihat mempunyai tubuh yang atletis dengan hoodie hitamnya dan celana jeans biru tua hingga terlihat begitu keren.
"Dia adalah seorang pelari dan akrobatik handal, dan misi kalian adalah... merebut koper ini karena isinya yang begitu penting.."
Pengawas wanita itu memperlihatkan sebuah koper berwarna cokelat, dan isinya adalah sekumpulan dokumen yang dimasukkan kedalam tempat dokumen dan berada didalam koper tersebut.
"Dia akan membawa lari keseluruh gedung ini, tanpa adanya batasan kecuali luar gedung... dan kalian harus benar benar melindungi barang ini meskipun dengan mereka berbagai cara yang kalian buat... karena masing masing dari kalian mempunyai pemikiran dan ide sendiri untuk menyelesaikan masalah... ingin bekerja sama ataupun sendiri, saya tidak mempedulikannya kecuali hasilnya..."
"Hal yang tidak boleh kalian lakukan adalah... menyerang menggunakan benda apalagi sebuah senjata, dan melukainya hingga berbuat nekat... ini adalah latihan, tetapi jangan meremehkan sebuah latihan... kalian mengerti?."
"Baik!."
Setelah mendengar penjelasan dari pengawasan wanita itu, dia memberikan koper tersebut kepada lelaki itu, dan dia sudah bersiap untuk berlari.
"Saat dimulai, kalian tidak akan menunggu orang itu berlari... jangan meremehkannya.."
"Benar... jangan meremehkanku...karena ini adalah sebuah gedung... jangan menangis jika kehilanganku.."
Setelah mendengar perkataannya... semuanya langsung menatapnya dengan serius dan mungkin didalam kepala mereka sudah memikirkan apa yang harus mereka lakukan untuk mendapatkan koper tersebut.
Dan saat pengawas wanita itu mulai mempersiapkannya, kita semua bersiap untuk mengejar lelaki itu, tetapi lelaki itu hanya berdiri santai sambil menghentakkan kakinya berkali kali seperti meremehkan kita.
"Ingat, barang penting tidak boleh dihilangkan... bawa kembali kepada saya... dengan sempurna"
*Pritt!
Semua pun mulai berlari mengejarnya, tetapi seketika semuanya berhenti saat melihat lelaki itu dengan santainya terjun dari atas tangga darurat, dan turun melewati tangga dengan meloncat loncat diatas pegangan tangga itu.
Memang benar, kata kata dari pengawas wanita itu tidak bohong... karena lelaki itu benar benar sangat lincah dan gesit, mereka semua mengejarnya dan tidak ingin kehilangan pandangannya sedikitpun dari koper tersebut.
Ruangan awal itu langsung sunyi dan suara hentakan kaki mereka sudah hampir tidak terdengar... dan pengawas wanita itu tetap menunggu disana, meskipun dirinya sedikit keheranan... karena.
"Mereka semua sudah berlari untuk mengejar koper itu... apa ada yang ingin anda lakukan? Kizuku Aoyama..."