
"Kau baik baik saja?."
"U-Um..."
Aku memakaikan sebuah selimut hangat kepadanya karena tubuhnya yang sedikit kedinginan, lalu keadaan disini sudah ramai akan pihak berwajib yang menangani mereka semua, dan ketua pengawas yang juga sibuk memberikan semua kejadian yang sudah terjadi...
"Aoyama... kau tidak apa apa?."
Erlic datang menghampiri kita dengan wajah yang sedikit khawatir.
"Disini baik baik saja, daripada itu, lebih baik jaga kepala keluarga Shiraishi sampai kerumah sakit terdekat."
"Baik..."
Meskipun aku tidak begitu pantas menyuruhnya, justru dia langsung menerima perintahku karena mungkin saja keselamatan kepala keluarga Shiraishi lebih penting.
"..."
Aku melihat Sakura yang masih diam kedinginan meskipun sudah terselimuti oleh selimut hangat, dan hal itu jadi membuat diriku khawatir dengan keadaannya.
"Sepertinya kau juga harus dibawa kerumah sakit."
"Tidak usah... aku sudah baikan kok."
"Tubuhmu masih gemetar... aku akan membawamu langsung."
"Sudah aku bilang... tidak... perlu."
Tiba tiba kepalanya terjatuh pingsan di bahuku dan aku langsung terkejut begitu menyadarinya.
"Sakura?? Sakura sadarlah!."
Karena keadaannya yang semakin parah, aku langsung menggendongnya dan membawanya kedalam mobil ambulan yang sudah berada didepan gedung, lalu aku langsung menaikkan Sakura keatas kasur roda lalu mereka memasukkan Sakura kedalam dan menutup pintu belakangnya.
"Maaf, apa anda tidak ingin ikut menemani pasien?." Tanya seorang suster yang mencari seseorang untuk menemani Sakura.
Tetapi aku tidak enak untuk meninggalkan semuanya disini, hingga aku kebingungan harus melakukan apa, tapi seseorang menepuk pundakku pelan.
"Tidak apa apa, bagian disini sudah bisa ditangani... anda harus menemaninya disana..."
"Ketua... terima kasih..."
Orang yang menepuk pundakku adalah ketua pengawas yang sudah bisa menangani kejadian ini bersama dengan yang lainnya, dan aku pun ikut pergi kerumah sakit untuk menemani Sakura...
......................
Didalam kamar rawat pasien, aku duduk disamping tempat tidurnya dengan perasaan yang sedikit resah, lalu tiba tiba pintu ruangan terbuka.
"Sakura!."
Dengan wajahnya yang sangat khawatir akan keadaan Sakura, dia langsung bergegas menghampirinya.
"Yuuki."
"Aoyama, bagaimana keadaan Sakura??."
"Dokter masih mengobatinya... katanya Sakura mengalami kekhawatiran berlebih dan mengakibatkan suhu badannya meningkat cukup tinggi ditambah tadi dia tidak sengaja jatuh kedalam kolam.."
Yuuki langsung memegang tangan Sakura dengan erat, seakan tidak ingin melepaskan genggamannya tersebut.
"Tadi... aku mendengar ada kejadian percobaan pembunuhan yang targetnya adalah ayahku.."
"Benar... tetapi ayahmu tidak mengalami luka apapun, hanya diperiksa kesehatannya... jadi tidak ada yang perlu kau khawatirkan.."
"Apa kamu baik baik saja?."
"Aku sungguh baik baik saja..."
"Syukurlah..."
"Kau kesini sendirian?."
"Tidak... aku kesini bersama Touya, Nami, dan juga Kuchima... tetapi Mai juga ikut karena dia khawatir denganmu."
"Mai juga ikut??."
"Kakak!."
Baru saja dibicarakan, tiba tiba dari pintu luar, Mai langsung bergegas menghampiriku, dan langsung memelukku.
"Kakak! aku sangat khawatir denganmu!."
"A-Aku baik baik saja... tenanglah."
Setelah dia melepas pelukannya, matanya langsung tertuju pada Sakura yang masih tidak sadarkan diri terbaring diatas tempat tidur.
"A-Ada apa dengan kak Sakura?."
"Dia hanya kelelahan... sebaiknya kita jangan terlalu mengganggu... Yuuki, aku dan Mai akan keluar agar tidak terlalu mengganggu."
"Um... aku akan menjaganya."
Aku mengangguk dan mengajak Mai untuk meninggalkan ruangan ini, agar Sakura tidak terganggu untuk beristirahat.
Saat aku keluar, Touya, Nami, dan juga Kuchima langsung berdiri dari tempat duduk didepan ruangan dan langsung menghampiriku.
"Aoyama... kau tidak kenapa-kenapa kan?."
Touya langsung menanyakan hal yang sama mereka katakan kepadaku.
"Bagaimana dengan keadaan Sakura?."
Dia masih belum sadarkan diri... kita harus menunggunya terlebih dahulu."
"..."
Perasaan sedih uang mereka semua rasakan terhadap apa yang telah terjadi, membuat mereka semua termasuk denganku hanya ingin menunggu disana sampai ada kabar tentang Sakura.
"Baiklah... sepertinya kalian semua masih belum makan apapun bukan? aku akan membeli makanan untuk kalian dulu diluar."
Touya yang berinisiatif untuk membeli makanan karen kita semua masih belum makan apapun.
"Aku akan membantumu." Kuchima juga berdiri untuk menemani Touya membelikan makanan.
"Ya sudah kalau begitu, Aoyama, kita akan pergi sebentar."
"Ya... maaf jadi merepotkanmu."
"Apa yang kau katakan? jangan berkata seperti itu padaku lagi... aku pergi dulu."
Setelah tiga hari tidak menghadapi sikapnya, aku semakin merasa terbiasa jika sikapnya sedikit menyebalkan... mungkin karena aku terlalu lama berteman dengannya.
"Kakak, aku ingin pergi ke toilet sebentar."
"Baiklah."
"Tunggu, aku ingin menemani Mai ke toilet."
Nami langsung berdiri untuk menemani Mai ke toilet, karena terlalu berbahaya jika dia pergi sendirian, apalagi rumah sakit ini cukup luas dan ramai.
"Terima kasih Nami."
"Tidak apa apa, lebih baik kamu juga harus beristirahat disini.." Aku mengangguk pelan kepadanya..
Lalu mereka berdua pergi dan hanya tinggal aku sendirian yang menunggu disana...
Aku sedikit memikirkan tentang apa yang terjadi pada Sakura, karena saat itu tubuhnya begitu dingin dan gemetar hebat, apa suhu air didalam kolam tersebut yang membuatnya menjadi seperti itu...
Aku yang melamun langsung disadarkan begitu melihat seorang dokter yang ingin masuk kedalam ruangan Sakura.
Aku spontan langsung berdiri dan bertanya kepadanya langsung disini, dan tidak perlu menunggunya didalam.
"Dokter... maaf, tapi bagaimana keadaan Sakura??."
"Apa anda adalah keluarganya?."
"Saya... teman dekatnya..."
"Sepertinya apa yang sudah diperjuangkan dik Sakura dulu... kembali terjadi sekarang.."
"Apa maksudnya?."
"Penyakitnya kembali menyerang pada bagian jantungnya, dan yang ini... sepertinya cukup parah."
Aku tidak mengerti dengan apa yang dokter itu katakan, tetapi mendengar hal itu langsung membuatku begitu terdiam.
"T-Tunggu... dokter... sebenarnya apa yang terjadi pada Sakura?."
"Dia mengalami penyakit parah didalam jantungnya, dan hal itu sebenarnya dilihat dari riwayat kesehatannya... saat kecil dia juga sudah mengalami hal ini dan berhasil dilewati... tetapi sepertinya penyakit itu tidak diangkat dengan baik, sehingga membuat penyakit tersebut kembali dengan tingkat yang lebih berbahaya..."
Seketika tubuhku lemas dan tak tertahankan... pikiranku begitu kosong dan tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.
"Lalu... apa yang harus dilakukannya.."
"Sepertinya mulai sekarang, dik Sakura harus menjalani operasi secara bertahap... untuk mengangkat penyakitnya secara langsung, agar tidak terjadi lagi di kemudian hari... tentu saja dik Sakura untuk sekarang masih bisa beraktifitas... meskipun harus benar-benar dibatasi... karena pernafasannya sudah tidak seperti orang pada umumnya..."
"..."
Sungguh aku tidak percaya dengan apa yang telah terjadi padanya... tetapi aku hanya bisa menerima semua itu terjadi... entah bagaimanapun meskipun dadaku terasa begitu sesak...
"Kalau begitu, saya akan memberitahukan ke yang berada dida-."
"Maaf..."
Aku menghalanginya kembali, dan kali ini dengan perasaan yang sudah begitu tak tertahankan untukku hingga wajah datar yang terhias seperti biasanya, berubah menjadi ekspresi yang terlihat begitu khawatir...
"Apa ada yang bisa saya bantu?."
"Saya memohon... untuk tidak memberitahukan masalah ini kepada yang lainnya..."
"Memangnya kenapa?."
"..."
Aku tidak bisa menjawab hal yang akan tidak bisa aku bayangkan jika mereka mengetahui hal itu... apalagi Yuuki...
Tetapi Dokter itu langsung mengerti dengan apa yang aku pikirkan, dan menenangkan diriku.
"Saya tidak akan mengatakannya kepada siapa siapa... tetapi dik Sakura harus segera diberikan izin kepada keluarga."
"Saya akan memberitahukan hal tersebut langsung kepada keluarganya..."
"Baiklah... kalau begitu, saya hanya akan mengecek kondisi Sakura, agar dia bisa pulang hari ini..."
"Baik."
Sungguh hari ini adalah pertama kalinya hatiku terasa begitu sakit dan merasa tidak rela akan kenyataan yang begitu pahit...