My Youth Bond Increase!!

My Youth Bond Increase!!
Chapter 176



Setelah aku dan Celestia menghabiskan waktu di tempat itu, kita berdua memutuskan untuk makan siang di sebuah restoran, meskipun waktu sekarang sudah tidak lagi menunjukkan waktu untuk makan siang, karena matahari saat ini sudah ingin tenggelam dan waktu sudah menunjukkan pukul 15.55 sore.


Dan disini aku menceritakan lebih dalam lagi soal hubungan antar keluarga Shiraishi dan Sakamura, agar dia bisa mengerti tentang masalah ini lebih dalam...


"Kalau begitu, kamu ingin mencari tahu soal masalah dibalik semua ini?."


"Benar... dan aku saat ini tidak bisa menghubungi Yuuki maupun ayahnya, karena mereka pun tidak akan bisa mengatakan apa apa kepadaku."


"Aku paham situasinya, dengan kata lain... keluarga Sakamura merencanakan sesuatu yaitu balas dendam kepada keluarga Shiraishi?."


"Tidak semuanya mempunyai niat buruk itu, Azumi... kurasa dia tidak berniat untuk melakukannya."


"Dari mana kamu tahu?."


"Saat ini... seorang asisten dari Azumi, bekerja sama denganku untuk menolong Tuan nya Azumi, dan sebagai gantinya dia juga akan membantuku untuk menolong Yuuki beserta keluarganya."


"..."


"Kami telah lama merencanakan hal ini, dan formulir tersebut.. didapatkan olehnya dari ruangan Azumi sendiri."


"Begitu ya... tapi jika Azumi belum mengisi formulir perjanjian ini, sepertinya masih ada kesempatan baginya untuk keluar dari masalah ini... namun ayahnya."


"Ya... karena hubungan kepala keluarga Sakamura dengan perusahaan Adam sudah berjalan cukup lama... maka Sakamura sudah berada didalam genggamannya."


"Pernikahan itu, akan diadakan enam hari lagi... dan sampai waktu itu, kamu harus menguak semua kejahatan yang dilakukan oleh perusahaan Adam-."


"Tidak..."


"..."


"Aku tidak bisa menghadapi perusahaan besar seperti itu langsung... yang hanya bisa aku lakukan hanyalah menyelesaikannya dengan keluarga Sakamura, maka dari itu... pastinya mereka akan ikut merasakan ruginya, hingga ada kesempatan aku untuk bisa menghadapinya langsung."


"Sepertinya, kamu sudah merencanakan ini matang-matang."


"Aku hanya mencari cara untuk menyelesaikan masalah ini... dengan menggunakan sebuah bidak kecil, aku bisa menjatuhkan bidak terbesar secara bertahap."


"..."


"Namun aku masih kekurangan informasi untuk masalah ini, dan aku pun masih belum mengenal perusahaan itu sepenuhnya."


"Apa kamu tahu, kalau besok terdapat sebuah perkumpulan yang diundang oleh keluarga Sakamura?."


"Perkumpulan?."


"Um, sekalian untuk mendiskusikan acara tersebut, dan kebetulan aku sebagai pendukung acara itu juga diundang kedalamnya."


"Benarkah? kalau begitu, apa kamu bisa..." Aku berhenti seketika karena sadar, jika dirinya sedang mengalami trauma pada perusahaan tersebut.


"Aku tahu aku belum sanggup untuk menerimanya... namun, jika tujuanmu untuk menghentikan dirinya, maka aku akan mencoba diriku sendiri untuk melakukannya.


"Celestia..."


"T-Tapi, aku tidak bisa melakukannya sendiri..."


"Kalau begitu, aku bisa menemanim-."


"Kalau disana ada Yuuki atau Azumi, bagaimana jadinya?."


"..."


"Apa kamu mau menghancurkan rencana milikmu sendiri?."


"B-Benar juga."


"Setidaknya satu orang yang bisa menemaniku disana... sebagai asisten sementara."


"Jika orang yang bisa melakukan hal itu... apa Touya bisa melakukannya?."


"Si kacamata itu?."


"Um."


"M-Memangnya dia bisa diandalkan..."


"Entahlah... aku tidak pernah melihatnya melakukan sesuatu dengan serius..."


Kami berdua merasa mengharapkan hal yang penting seperti ini kepadanya adalah ide yang kurang baik, karena dirinya sendiri juga tidak bisa menanggapi sesuatu dengan serius kecuali kepada masalah temannya sendiri.


"..."


"Oh ya! mungkin dia bisa membantumu."


"Siapa?."


"Kamu pasti juga pernah bertemu bahkan bekerja sama dengannya."


"Hm?."


......................


"Jika itu yang kamu inginkan, maka aku bisa membantumu."


"Apa kamu yakin?."


"Mungkin sudah saatnya aku untuk membalas semua kebaikanmu selama ini... dan juga, ini semua untuk kebaikan kita dan menolong teman kita yang saat ini butuh pertolongan kita semua."


"Baiklah, terima kasih banyak... kalau begitu kamu bisa menghubunginya sendiri untuk rencananya."


"Baik, sampai besok kita akan melakukan rencana ini."


*Niitt


"Sepertinya, dia menerimanya."


"Kuchima, aku sudah mengenalnya sejak acara beberapa bulan yang lalu... aku jadi sedikit lega."


"Lebih lega saat dengan Touya?."


"T-Tidak... aku bisa bisa tidak sanggup hanya melihat tampilannya yang menggunakan kacamata itu, apa kamu pernah memintanya untuk melepaskan kacamata nya saja?."


"Aku sudah pernah memintanya... namun dia anggap kacamata itu sebagai jimat perlindungannya."


"Ha? apa itu? aneh sekali." Dia tertawa begitu mendengar sedikit lelucon dariku, dan itu membuatku sedikit lega karena dia sudah lebih baik.


"..."


"Kalau begitu besok, aku akan menghadiri acara tersebut dan berusaha untuk mencari sebuah informasi untukmu."


"Ya, tapi aku minta jangan memaksakan dirimu... jika tidak bisa, lebih baik urungkan niatmu untuk melakukan hal itu."


"Aku mengerti, karena ada seseorang yang sedang mengkhawatirkan diriku."


"Sebagai teman tentunya."


"Huh... aku harap ingin dianggap lebih baik lagi."


"Sayangnya tidak bisa."


"Apa dirinya sudah begitu mengisi penuh hatimu? dia sangat beruntung mempunyai seorang pacar seperti kamu."


"Apa yang kulakukan sangat kecil dibandingkan perlakuannya padaku... jadi aku tidak bisa membanggakan diriku sendiri."


"Memangnya, seberapa besar cintamu kepada dirinya?."


"Kenapa kamu mempertanyakan hal itu?."


"Sebenarnya aku sudah lama ingin mempertanyakan soal ini, namun tidak ada kesempatan baik."


"Aku... sudah lama, menyukainya."


"Oh~."


"Apa itu aneh?."


"Tidak... itu tidak aneh, hanya saja aku sedikit terkejut."


"Aku tidak ingin mendengar alasannya."


"Tanpa kamu memberitahukan alasannya, aku pun sudah tahu."


"Oh begitu..."


"Tetapi... setelah kamu berhasil menyelesaikan masalah Yuuki, apa yang akan kamu lakukan?."


"Apa yang akan aku lakukan... aku belum pernah memikirkan hal itu."


Karena semua hal yang ingin aku lakukan, hampir sepenuhnya hilang bersama dengannya..


Maka dari itu, aku tidak tahu lagi apa yang akan aku lakukan setelah aku membantu keluarga Yuuki dalam masalah ini.


Mungkin saja aku akan menikmati lanjutan masa mudaku selama setahun ini, dan melanjutkan kehidupanku di jenjang selanjutnya.


"Jika kamu tidak bisa memikirkan rencana kedepannya, kamu bisa datang kepadaku kapan saja."


"Maksudmu, tentang pekerjaan kan?."


"..." Dia hanya tersenyum kepadaku tanpa mengatakan apapun lagi.


"Kalau begitu aku akan mempertimbangkannya lebih baik lagi, atau aku bisa membuat rencana ku sendiri."


"Kamu memang orang yang hsangat sulit untuk dicuri perhatiannya." Seketika dia melemaskan tubuhnya dan menopang kan tangan dan kepalanya diatas meja.


*Niitt Nitt


Suara motif pesan yang berbunyi di dalam saku celanaku dan aku langsung melihat isi pesannya.


"Dari Erlic.."


"Asisten Azumi yang tadi kamu katakan?."


"Ya, sepertinya dia menemukan sebuah informasi tentang sesuatu, mungkin hal yang sama kamu katakan."


"Mungkin seperti itu, sayang sekali, aku tidak bisa lebih lama mengobrol denganmu."


"Turut prihatin... kalau begitu bagaimana kalau aku menemani dirimu pulang terlebih dahulu?."


"Aku bukanlah pacarmu."


"Memangnya hanya seorang pacar yang harus aku temani."


Dia hanya membalasku dengan tawa kecilnya.


"Jika begitu, aku sangat senang akan tawaran baikmu."


"Kalau begitu terima kasih."


Aku pun menemani Celestia pulang ke rumahnya dan aku langsung berangkat menuju ke apartemen Erlic, karena Waktu sudah malam... sekalian aku mengabari Mai karena takutnya dia datang ke rumahku dan aku tidak ada disana.