
Setelah tes kedua, kami pun langsung diarahkan menuju ketempat lapangan yang ditengahnya memiliki sebuah ring untuk tes terakhir pada hari ini.
"Baiklah... kalian sudah melihat apa yang ada didepan kalian..."
Kini lebih banyak pengawas yang melihat kami... termasuk wanita yang pertama kali aku temui seperti sedang mengamati kami semua dibelakang sana.
"Saya akan memberitahukan apa saja yang diperbolehkan diatas ring..."
Pengawas itu memberikan secarik kertas yang didalamnya memiliki aturan aturan pada tes terakhir malam ini.
Intinya aturannya berisi seperti ini...
Pertama, kedua orang yang bertanding tidak boleh melakukan kecurangan apapun.
Kedua, tidak diizinkan untuk melukai lawan dengan luka yang cukup serius, dan memerhatikan tempat dimana ingin melawan.
Dan yang ketiga hingga seterusnya hanya aturan biasa dari pertandingan pertandingan gulat.
Lalu kami tidak boleh memilih lawan dengan lawan jenis... seperti laki laki melawan perempuan.
Dan setelah semua itu, pengawas wanita itu memanggil dua orang dua orang yang akan diuji diatas sana.
Kebanyakan mereka hanya beradu kecepatan siapa yang berhasil menekan pergerakan lawannya, dan selesai... menurutku itu tidak bisa dibilang bertanding.
Lalu aku melihat Sakura dengan seorang perempuan... karena hanya ada dua perempuan disini...
Seni bela diri mereka cukup hebat, dan keduanya bertanding cukup memakan waktu yang lama... dan pada akhirnya Sakura memenangkan pertandingan dengan mengunci tangan dan kaki lawannya begitu kuat...
Aku tidak begitu terkejut... karena dari dulu dia selalu menjahiliku dan karena itu aku tahu saat dia menjuarai seni bela diri dikelas 1 sekolah menengah...
Hingga yang terakhir adalah aku, dan kebetulan orang yang aku lawan adalah Erlic.
Kami berdua menaiki ring dengan pakaian yang sudah diberikan mereka yaitu celana pendek dan kau hitam.
"Kebetulan sekali..."
"Sepertinya begitu."
"Maaf saja, tetapi saya tidak akan menahan diri."
"Lakukan saja sesukamu.."
Kami berdua mengambil posisi, dan pada hitungan ketiga, peluit ditiup begitu kencang.
Tanpa berpikir dia langsung maju menyerangku berkali-kali tetapi aku bisa menghindar dan menangkis tinjunya.
Aku terus mempertahankan hal itu, sambil mencari kelemahannya sesaat begitu dia mendorong lengannya.
Karena terlalu banyak memukul, sepertinya gerakannya semakin lama semakin lambat, hingga aku menepis begitu kuat salah satu tinjunya, dan ingin menyerangnya.
"...!!."
Dia pikir dia sudah kalah dengan pertandingan ini... tetapi tidak, karena aku berhenti menggerakkan tanganku yang tadinya berencana untuk menang.
"Kenapa?."
"Tidak menyenangkan jika secepat ini... berikan yang sebenarnya."
Aku berbicara hal itu dengan datar, dan dia langsung lebih bersemangat.
Kini aku tidak hanya bertahan dari pukulannya, tetapi aku juga menyerang...
Kami saling menyerang dan bertahan, hingga tidak yang terlihat akan kalah.
"Mereka bertanding begitu lama... keduanya sama sama menakutkan."
"..."
Kami terus bertarung dengan sangat sengit... hingga sesuatu terjadi dan merubah situasi diatas ring.
*Spriitt!!
Aku jelas jelas mendengar suara dibelakangku, dan aku menoleh kebelakang sedikit... tetapi dia langsung ingin menyerangku.
Tentu saja aku akan menghindarinya... tetapi kakiku entah mengapa lantai yang aku pijak terasa sangat licin, dan aku terpeleset sekaligus terkena pukulannya.
*Buk!
Ditengah pertandingan ternyata ada saja yang bisa melakukan hal yang tidak baik...
Dan akhirnya pertandingan itu dimenangkan oleh Erlic... tetapi saat pengawas itu ingin berbicara.
"Pemenangnya Lawliet Er-."
"Tunggu dulu!."
Erlic menghentikan suara pengawas wanita itu, dan mendekatiku.
Dia menunduk dan menempelkan jarinya diatas lantai yang sebelumnya aku pijak... dan benar saja, lantai itu dipenuhi oleh minyak.
"Maaf... tetapi pertandingan ini tidak bisa dihasilkan... karena Kizuku Aoyama terpeleset oleh minyak ini."
Sambil menunjukkan jarinya yang sudah berminyak didepan pengawas.
Aku berdiri sambil memegang pipiku yang terluka akibat pukulannya yang cukup keras.
"Ao! kamu tidak apa apa?!."
Sakura berdiri diluar ring dekat denganku, dan menanyakan keadaanku karena khawatir saat melihatku terjatuh.
"Tetapi jelas jelas pertandingan ini sudah tidak a-."
"Jika kalah... berarti dia lemah... sudah aku katakan jika dia hanyalah anak rumahan yang tidak bisa apa apa.."
Lagi lagi orang itu mulai memanasi kami, tetapi disini Erlic membelaku, begitu juga dengan Sakura.
"Apa anda tidak mendengar? jika disana terdapat cairan minya yang membuat Aoyama terjatuh." Ucap Sakura.
"Heh!! Mungkin itu hanyalah alasannya!! orang seperti itu tidak pantas disini."
"Apa anda sudah merasa diri anda pantas?." Balas Erlic.
"Ha?? apa yang kau katakan??."
"Apa anda tidak men-."
Aku menepuk pundaknya dan menyuruhnya untuk diam, untuk membiarkan aku yang berbicara.
"Apa yang anda katakan... terserah apa yang anda mau... saya tidak keberatan untuk itu."
"Lihatlah... dia takut, hahaha!."
"..."
Semakin lama dia semakin sombong hingga membuat lubangnya sendiri.
"Begini saja... sekarang juga kita akan bertanding, agar semua yang berada disini tahu... kalau kau tidak pantas berada disini."
"Itu berlebihan!."
"Benar juga... kalian memang lemah ya... aku hampir melupakan hal itu... kau boleh membatalkan pertandingannya dengan mencium kakiku."
Dia tidak mengatakan hal itu padaku... tetapi kepada Sakura...
Pengawas Wanita itu justru membiarkan kejadian ini terus berlanjut... mungkin dia ingin mengamati kita lebih..
Tetapi aku tidak peduli.
"Kalau kau ingin bertanding... aku tidak akan keberatan..."
Aku menerima tawarannya, dan begitu diri sambil memasang wajah datar didepannya.
"Ck sombong sekali... aku akan membuat wajahmu itu babak belur."
"Tunggu... pengawas! bukannya ini tidak diperbolehkan??."
Sakura mencoba untuk meminta bantuan dari pengawas tersebut.
"..."
"Karena diselesaikan dengan bertanding... dan Kizuku Aoyama belum bertanding dengan sempurna... maka saya ingin melihat pertandingan ulang."
"Aoyama... mungkin saya harus mengatakan untuk jangan menerima tawarannya... karena dia adalah orang yang memiliki prestasi bela diri terbanyak disini."
Erlic mencoba untuk membuatku menarik jata kataku.
"Aku hanya ingin bertanding... bukan saling membunuh."
"..."
"Kalau itu yang anda inginkan..."
Erlic turun dari ring, dan beberapa staf naik untuk membersihkan minyak diatas lantai ring.
"Ao..."
"Tenang saja... aku akan berbeda dari sebelumnya."
"..."
...
Lalu kami berdua dihadapkan diatas ring ini... sebelum hitungan dimulai, dia sudah kembali memanasi telinga milikku... meskipun aku tidak peduli apa yang dia katakan.
Tetapi aku sedikit salah fokus saat melihat pengawas wanita yang pertama kali aku temui sedang menelepon dan masuk kembali kedalam gedung... entah mengapa tapi aku merasa ada yang aneh dengan pengawas yang satu itu...
Sebelum itu aku harus menyelesaikan ini... aku sudah tidak ingin menahan diriku, karena semuanya hanyalah latih tanding... maka dari itu..
"Mulai!."
"Aku akan menghancurkan wajahm-."
Dia berlari sambil mengepalkan tinjunya kearahku... tetapi saat dia sudah berada didekatku, aku langsung menghindari pukulannya dan mengunci tangannya... tetapi seperti yang dibicarakan Erlic, bahwa dia bukanlah orang biasa...
Dia berhasil lolos dari kuncian tersebut, dan menendang kebelakang hingga terkena perutku dan aku terpukul mundur.
"Itu saja?."
Aku kembali berdiri dan membenarkan posisiku.
Tetapi dia langsung melayangkan salah satu kakinya kearahku, tetapi aku menepisnya dan memukul mundur dirinya agar aku bisa kembali berdiri..
Dan saat kami berdua ingin memulai kembali, pengawas wanita itu memberhentikan pertandingannya.
"Waktu untuk tes terakhir hari ini sudah selesai... jika masih ingin berlanjut... kalian bisa melanjutkannya diluar.."
Dan pertandingan akhirnya diselesaikan dengan tidak ada yang menang maupun kalah..