My Youth Bond Increase!!

My Youth Bond Increase!!
Chapter 201



"Adam!?"


"Ini adalah kesempatan yang bagus... tuan Azumi."


"Khk!"


Aku tersungkur akibat pukulan keras dari dirinya dengan menggunakan sebuah tongkat besi yang mendarat di tengkuk leherku.


Aku hampir kehilangan kesadaranku, namun syukurnya aku masih bisa mempertahankannya.


"Apa yang anda lakukan...?"


"Saya lakukan? tentu saja menyingkirkan pengganggu! dia yang sudah mengacaukan pernikahan anda."


"..."


"Tuan Azumi, saat ini kita sudah hampir berhasil untuk menjalin kerja sama, lalu orang ini menghancurkan semua rencana kita... Anda harus memberikannya balasan yang setimpal atas semua ini!"


"..."


"Benar! karena dia juga anda tidak berhasil mendapatkan gadis itu! jadi apa yang anda tunggu? kita bisa melemparkan orang ini ke laut dengan mengikat kaki dan tangannya, dengan begitu dia akan mati tenggelam tanpa ada yang tahu... tenang saja, aku bisa menutupi semua ini dengan kekuasaan yang aku miliki! dengan menghilangnya orang ini juga akan meringankan penghalang antar kerja sama kita!"


"..."


"Apa lagi yang harus anda tunggu!"


"..."


"Kita lempar dia dan anda akan mendapatkan gadis itu!"


"..."


"Tuan Azu-"


*Buk!!


Azumi memberikan pukulan yang cukup keras mengenai wajah Adam hingga jatuh terkapar."


"T-Tuam Azumi?!!"


"Hentikan omong kosongmu... sejujurnya, aku sudah tidak peduli lagi dengan apa yang terjadi maupun apa yang akan aku dapatkan."


"..."


"Dari awal pun aku tidak berniat untuk menikahinya."


"Apa yang kau bicara!? kau sudah menandatangani perjanjiannya bukan?? apa yang bisa kau lakukan lagi huh?!!"


"Perjanjian? sejak kapan aku menanda tangani perjanjian seperti itu."


"..."


Surat perjanjian yang seharusnya ditandatangani oleh Azumi, seharusnya sudah tidak ada... mengulang kembali kejadian dimana Erlic yang diam diam mencari sebuah bukti untuk mencari inti masalah dari kedua keluarga besar, dan uang ia temukan adalah surat perjanjian antar keluarga Sakamura dengan perusahaan Adam.


Surat itu telah diambil hingga Azumi tidak merasa pernah menandatangani surat tersebut karena kini surat tersebut berada di tangan Erlic.


"T-Tidak mungkin!! kau tidak akan bisa membantah diriku!!"


"Setelah ini pun polisi pasti sudah mengepung kita di daratan, maka dari itu... aku sudah tidak peduli dengan apa yang ingin kau lakukan."


"..."


Saat ini yang dirasakan oleh Adam adalah kekalahan besar dengan kesalahan yang ia perbuat.


Dia begitu ketakutan dan panik dengan apa yang terjadi kedepannya...


Namun ditengah situasi yang begitu panas, seseorang datang dengan rasa khawatirnya kembali dari atas kapal.


"Aoyama!"


"Yuuki?!"


"?!"


Aku yang masih tersungkur langsung melebarkan mataku karena melihatnya datang kesini.


Dan tanpa pikir panjang, Adam yang melihat kedatangan seseorang itu pun langsung mendekatinya dan mencekiknya seperti menjadikannya tawanan.


"Akh!"


"Adam!!"


"..."


"Aku tidak akan membiarkan semua ini hancur begitu saja!"


Dia menarik Yuuki dan berjalan mundur hingga mencapai pagar pembatas dimana setelah itu sudah terdapat ombak lautan yang besar sedang membawa kapal besar ini ditengah lautan.


Dengan rasa pusing juga sakit ini aku berusaha untuk berdiri, dan mencoba untuk berbicara dengannya.


"Adam, lepaskan dia! dia tidak ada hubungannya dengan masalah ini!"


"Huh!! kau pikir aku bodoh? gadis ini yang membuatmu bertindak sampai sejauh ini bukan?"


"Yang kau inginkan adalah aku! jangan lakukan apapun kepadanya!"


"Berhenti berbicara omong kosong!! kau telah menghancurkan semuanya!! karena kau... aku tidak bisa mendapatkan apa yang aku inginkan...!"


"..."


Aku dan Azumi hanya bisa berdiri diam karena saat ini dia menggunakan Yuuki sebagai tawanannya.


"Apa yang kau lakukan tetap saja sia sia... maka dari itu lepaskan dia..."


"Meskipun aku sudah tidak bisa melakukan apa apa, setidaknya aku bisa sedikit membalaskan rasa dendam ku atas semua kejadian ini..."


Ditengah itu, Touya, Kuchima, dan Tsukasa berhasil menemukan Adam beserta kami yang sedang dalam keadaan genting.


"Aoyama... Adam!!?"


Mereka terkejut ketika melihat Yuuki yang saat ini ditahan oleh Adam...


"Sial! apa yang ingin kau lakukan?!"


"Diam disana!! kalau tidak aku akan melukai gadis ini begitu kalian mendekat!"


"Dasar pengecut!"


"..."


"..."


Apa yang bisa kita lakukan hanya menunggu keadaan ini bisa memiliki kesempatan untuk berbalik keadaan kepada kita.


Namun semua itu sulit kalau dia masih menahan Yuuki bersamanya.


"Ayo kita buat kesepakatan!"


"..."


"Kami akan membiarkan kau bebas, dan kau akan melepaskan Yuuki.."


"Aoyama?!"


"Aoyama!"


"Hem!! memangnya apa yang bisa kau yakini?"


Aku mengambil sebuah kertas yang berada didalam bajuku, lalu melemparkannya kearah kakinya.


"Itu semua adalah surat surat yang kau inginkan, maka dari itu kita tidak memiliki bukti apapun untuk menangkapmu, dan anggap hal ini seperti tidak ada masalah."


"..."


"Adam... lepaskan dia dan kau akan bebas.."


Meskipun pilihanku terlalu beresiko, namun mereka juga tidak tahu apa yang harus dilakukan lagi, maka dari itu mereka hanya diam sambil bersiap untuk menghadapi hal yang akan datang selanjutnya.


"Baiklah..."


Dia mengambil semua surat surat tersebut dan melihatnya satu persatu...


"..."


"?!"


"Apa?!"


"Jangan membodohi diriku, jika aku melepaskannya, kalian semua akan menang... jadi jangan harap dia lolos sampai kita berada di daratan."


"Kau sudah mempunyai semua itu! kau sendiri yang mengingkari kesepakatannya!"


"Kau benar-benar membuatku muak..."


"..."


"Jika gadis ini yang kau inginkan... maka kau harus mengambilnya sendiri!"


Tanpa basa basi, dia langsung menjatuhkan Yuuki keluar kapal dan kita semua yang berada disini langsung terkejut dengan apa yang ia lakukan.


"Yuuki!!"


Kuchima dan Touya langsung bergegas menjatuhkan Adam yang saat itu ingin lari, sedangkan aku berlari mendekati sekat kapal dan melihat sosok Yuuki yang sudah tidak ada disana.


Kita berada di bagian tengah kapal, dan dengan ukuran kapal yang cukup besar... tingginya pun tidak perlu ditanyakan lagi.


Dengan sigap Azumi langsung menelepon anak buahnya untuk menjatuhkan sekoci penyelamat untuk menyelamatkan Yuuki, dan Kuchima dengan Touya mengejar Adam yang sudah lolos.


"Sekoci penyelamat berada di bawah, kita harus segera kesa-"


Saat Azumi menoleh ketempat dimana aku berdiri, dia langsung terdiam ketika melihat diriku yang sudah tidak ada disana.


"Jangan jangan!!"


Dia berlari mendekati pembatas, dan melihatku yang sudah terjun langsung ketengah lautan ombak yang cukup besar.


.


.


.


"( Aku... harus berenang! )"


Dengan sekuat tenaga Yuuki menggerakkan tangan dan kakinya melawan arus laut yang cukup kuat, namun dengan gaun pernikahan yang ia kenakan membuatnya sulit untuk berenang.


"( Aku tidak bisa... nafasku... )"


Dia sudah kehabisan nafas, dan dirinya justru semakin lama semakin jatuh kedalam laut yang dalam.


"( Tolong aku...)"


Dia meraih cahaya yang masih terlihat didalam air dengan tangannya yang sudah sulit untuk bergerak, kain dari gaunnya pun seperti mengikat kedua kakinya hingga ia tidak bisa berenang.


Ia sudah hampir kehilangan kesadarannya... dan dirinya sudah tidak bisa berpikir apapun selain dirinya akan tenggelam.


"..."


"..."


"?!"


Saat kesadarannya ingin habis, aku berhasil menggenggam salah satu tangannya dan berusaha untuk menariknya keatas.


"( Aoyama...)"


Aku terus berusaha mendorong kakiku sekuat tenaga, karena gaun yang ia kenakan sangat besar, jadi sulit untuk menariknya karena terlalu berat.


"..."


Aku terus berusaha sampai atas, setidaknya sampai ia bisa kembali menarik nafasnya.


"( Ayolah!! percepat gerakanku!! )"


Dengan usaha yang keras, akhirnya kepalaku keluar dari permukaan air lalu menariknya dengan cepat sampai kepalanya pun keluar.


"Uhuk uhuk!!"


"Yuuki, kamu tidak apa apa??"


Wajahnya terlihat lemas dan pucat, dia hampir kehilangan kesadaran dan saat aku memegang wajahnya, kulitnya begitu dingin.


"Aoyama..."


"Bertahanlah! sebentar lagi aku akan membawamu naik!"


"Maaf... lagi lagi aku menyusahkan dirimu."


"Apa yang kamu katakan, bernafas lah dengan benar."


"Maafkan aku... karena selalu membebani dirimu."


"..."


"Maaf..."


"Dulu... kamu pernah mengatakan kepadaku... kalau aku harus lebih memikirkan diriku sendiri daripada orang lain."


"..."


"Awalnya aku tidak mengerti dengan apa yang kamu maksud... tapi seiring berjalannya waktu aku sadar... bahwa aku memang harus memikirkan diriku sendiri."


"..."


"Memikirkan tentang betapa tidak berguna nya diriku, yang sudah pernah berjanji untuk menolong dirimu ketika kamu dalam keadaan sulit."


"..."


"Maka dari itu... kamu tidak berhak untuk meminta maaf, karena kamu pantas untuk mendapatkannya."


"Aoyama..."


"Jadi-"


Sungguh tidak beruntungnya diriku, saat aku berusaha untuk mengambang menggunakan kakiku, tiba tiba kedua kakiku mengalami keram hingga ke pinggul.


"Aoyama? ada apa??"


"Yuuki... aku tahu ini sulit tapi... coba gerakan kakimu dengan sekuat tenaga."


"..."


"Kedua kakiku keram, aku tidak bisa menggerakkannya."


"Tidak..."


"Berusahalah untuk terus menggerakkan kaki dan tanganmu!"


Perlahan diriku mulai masuk kembali kedalam air.


"Aoyama!"


Yuuki ingin menahan tanganku, namun karena dirinya yang sulit mengangkat gaun nya yang panjang, dia hanya akan ikut tenggelam bersamaku, jadi aku langsung melepaskan tangannya dengan paksa.


"Aoyama!"


Kini seluruh tubuhku kembali masuk kedalam air, sambil menahan sakitnya otot di betis dan pahaku, rasanya seperti dijepit oleh benda yang sangat keras.


"( Sakit sekali!! bahkan menggerakkannya pun tidak bisa?! )"


Perlahan rasa sakit yang aku rasakan menghilangkan sedikit demi sedikit... bersamaan dengan dinginnya air disini.


"( Semoga saja dia bisa berenang sendiri... jika dia kenapa-kenapa... aku tidak akan bisa memenuhi keinginan Sakura... Huh, merepotkan sekali )"


Karena aku menghisap banyak air, kini kesadaranku mulai memudar.


"( Aku sudah tidak kuat... kakiku mati rasa, bahkan aku tidak bisa merasakan tanganku... sial sekali diriku ini.)"


Dengan pandangan yang sudah mulai buram, aku masih bisa melihatnya yang berada diatas permukaan air... namun karena mataku sudah sulit melihat atau apa, aku seperti melihat dia seperti melepaskan sesuatu di tubuhnya, lalu kembali masuk kedalam air.


Aku sudah tidak bisa berpikir lagi, bahkan aku tidak tahu apa yang sedang ia lakukan... karena aku sudah mulai kehilangan kesadaranku.


"..."