My Youth Bond Increase!!

My Youth Bond Increase!!
Chapter 28



"Kakak!."


"Huh?."


"Hei! apa kakak semalaman tidur disini?." Dengan wajah khawatir dia membangunkanku yang tertidur diatas sofa.


"Oh... Mai... sepertinya iya.."


"Duh! kenapa kamu tidak tidur didalam kamarku saja?."


"Itu tidak sopan, tanpa seizin mu aku masuk seenaknya.."


"Bukannya aku juga seperti itu?."


"Tidak, kau masuk saat aku ada didalam.."


"Minimal kamu bisa membangunkanku dulu.."


"Mana mungkin aku tega membangunkanmu, sudahlah jangan terlalu dipikirkan... jam berapa ini?."


"Huh... ini masih jam 4 pagi.."


"Begitu ya..." Sambil mempertahankan posisi dudukku agar tidak tertidur..


"Jika kamu masih mengantuk, tidur dulu saja, nanti aku akan membangunkanmu..."


"Tidak... aku sudah bangun.." Masih memejamkan matanya...


"Kamu tidak terlihat bangun sama sekali..."


Melihatku yang hanya bergoyang kearah kanan dan kiri terus menerus, Mai hanya bisa menghela nafas melihatku..


"Jika kakak tidak ingin tidur, cuci muka terlebih dahulu, aku akan buatkan kopi untukmu.."


"Benarkah? terima kasih.."


Lalu aku pergi ke dapur untuk mencuci tanganku dan kembali ke ruang tamu...


"Apa kakak mau pakai gula?."


"Sedikit saja.."


"Ok.."


Beberapa saat kemudian Mai datang dari dapur membawa secangkir kopi panas untukku..


"Terima kasih ach! panas!."


"Sama sama..."


*Slurrpp


"Omong omong, apa kau hari ini ingin berkeliling?."


"Ah..um...." Sambil menganggukkan kepalanya.


"Kalau begitu akan kutemani.."


"Apa tidak merepotkan kakak?."


"Sama sekali tidak, aku tidak mempunyai banyak pekerjaan disana.."


"Kalau begitu aku mau." Dengan raut wajah yang sangat senang.


......................


"Mai, apa kau masih lama?."


"Sebentar lagi!."


"Huh... padahal hanya pergi kesekolah tapi lama sekali siap siapnya." Gumamku..


"Sudah, maaf kalau menunggu lama hehe.."


"Boleh juga pakaiannya, itu sangat imut." Sambil mengacungkan jempol.


"A-Aku tidak ingin mendengar itu darimu!."


"Ha? memang kau sangat imut, bagaimana aku bisa berbohong?."


"Se-Setidaknya jangan terlalu jujur... itu membuatku malu.."


"Kalau begitu kita langsung berangkat saja..."


"Um!."


.


.


.


Ditengah perjalanan...


"Kakak, kamu ingatkan apa yang aku katakan tadi malam?."


"Tentang apa?."


"Tentang masalahmu dengan kak Yuuki.."


"Lalu aku harus melakukan apa?."


"Huh... kamu harus meminta maaf kepadanya.."


"Tapi jika aku meminta maaf... atas dasar apa?."


"Anggap saja kamu tidak pernah menghargai perasaannya, lagipula memang itu masalahnya.."


"( Kelihatannya sangat merepotkan..)" Sambil memasang wajah yang tidak berniat melakukannya.


"Jika merepotkan, itu memang salahmu... jadi lakukan saja.."


"Bagaimana kau bisa membaca pikiranku?."


"Wajahmu terlihat 'Ah merepotkan sekali' begitu.." Sambil memperagakan persis seperti sikapku..


"Uhh.."


.


.


.


"Ah.."


"Ada apa?."


Mai berhenti berjalan seperti ada sesuatu yang ingin dia lakukan..


Dia berdiri melihat sebuah toko baju yang berada didepannya, dan dalam sekejap aku menyadari apa yang dia inginkan...


"Kau ingin membeli sesuatu?."


"Eh, tidak... tidak apa apa.."


"Apa benar tidak ada apa apa yang ingin kau beli?."


"Benar, aku hanya penasaran dengan kalungnya, tapi aku tidak berniat membelinya... ( Tidak boleh tidak boleh! aku harus menahan diriku sendiri!..)" Wajahnya yang terlihat sangat menginginkannya tidak bisa berbohong hanya karena sebuah senyuman..


"Kalau begitu kita lihat lihat dulu kesana.." Aku menarik tangannya untuk memaksanya masuk kedalam toko..


"Tunggu, aku sudah bilang tidak perlu.."


"Sudahlah, kau tidak bisa semudah itu bilang tidak apa apa dengan barang yang kau inginkan... dari dulu kau seperti itu.. ( Jika aku melewatkannya, aku yakin beberapa menit kemudian dia akan marah...)" Mengingat masa lalu yang pernah terjadi sebelumnya...


"Em.."


Lalu kami mampir sebentar kedalam toko tersebut untuk menemani Mai berbelanja sedikit... sedikit...


"Kakak! lihat ini lihat ini! ini sangat imut!."


"Kau benar, aku yakin itu pasti cocok denganmu.."


"Waahh ini juga, pita ini! sangat bagus!."


"Kakak! lihat ini!." Sambil menunjukkan pakaian itu kepadaku.


"Warna nya sangat cocok denganmu.."


"Ini! ini!." Sambil melihat sebuah kalung berbentuk daun semanggi perak yang berkilauan...


"Jika kau suka, ambil saja.."


"T-Tapi... aku sudah membeli banyak barang.." Sambil melihat kantong belanjanya yang sudah ada ditangannya..


"Jangan dipikirkan, aku sudah membawa banyak uang dari tabungan kerja sampinganku.."


"Beneran tidak apa?."


"Ya.."


"Yeay terimakasih kakak!."


Lalu sesuai dengan yang dia inginkan, aku membayar kalung itu di kasir dan langsung memberikan kepadanya...


"Nih, apa ingin sekalian dipakai?."


"Eh, um..."


"Kalau begitu hadap membalik.."


"Um.." Dia mengangguk dan wajahnya memerah..


Dia mengangkat rambut pendeknya keatas agar aku bisa lebih mudah memakaikannya..


"Ah... kak Yuuki.."


"Diamlah, itu tidak akan mempan... jangan menggangguku memasang benda ini.."


"Tapi.."


"Yosh selesai, bagaimana?."


Aku melihat dia yang berdiri tanpa mendengar ucapanku...


"Ada apa Mai? apa kalungnya kurang coco-."


"..."


"..."


"Pokoknya aku sudah mengatakannya.." Berpura-pura tidak bersalah...


"A-Aoyama? tumben kamu ada disini.." Sahut Sakura yang juga berada disampingnya...


"Sepertinya kamu terlihat bersenang senang.." Dengan memasang wajah seperti melihat orang aneh, dia menatapku dengan sinis...


"Kenapa kalian ada disini? bukannya sekarang acaranya sudah dimulai?." Aku menyembunyikan topik utamanya dengan mengalihkan pembicaraannya...


"..."


"Bagaimana dengan kamu sendiri..."


"A-Aku hanya menemani Mai berbelanja sebentar, kebetulan ada barang yang ingin dia beli... seperti itu.."


"Bahkan dengan kalungnya juga?."


"Y-Ya... benarkan Mai?."


"Saat aku hanya ingin membeli beberapa baju, tapi kakak membelikannya, ini sangat bagus... pilihan kakak memang sangat baik." Dengan berakting seperti bukan dia yang meminta untuk dibelikan..


"T-Tunggu Mai, bukan seperti itu kan?."


"Um.." Dia malah membuat ekspresi tersipu malu..


"Parah... Siscon akut.."


"Sepertinya akan menjadi sedikit bahaya.." Sambil memberikan senyuman mengerikan dari Sakura yang bisa kurasakan...


"Kenapa menjadi seperti ini..."


"Yup, itu hanya bercanda... jangan dibawa serius dong." Sambil menepuk tepuk pundakku..


"Huh..."


"Oiya, kak Sakura dan kak Yuuki sedang apa disini?."


"Ah, kami sedang berkeliling saja mencari yang cocok.." Jawab Sakura..


"Sedang ada banyak model baju yang dikeluarkan bulan ini.." Dengan gembira Yuuki melihat lihat pakaian yang ada disampingnya...


"Kalau begitu, bagaimana jika kita keliling bersama saja?." Mai memberikan usul kepada mereka..


"Aku tidak masalah, lebih ramai lebih menyenangkan.."


"Kalau begitu aku akan menunggu kalian diluar saj-." Aku perlahan berjalan menuju pintu keluar, tetapi sayangnya tanganku sudah ditahan oleh Mai..


"Kamu mau kemana... kakak.."


"Lebih baik jika aku menunggu diluar saja kan? aku takut mengganggu kalian bertiga.."


"Tidak tidak, sama sekali tidak terganggu..."


"Tidak tidak, jelas sekali aku ini lelaki, dan tidak ada hal yang aku inginkan disini... jadi aku pasti akan mengganggu suasana kalian.."


"Bukannya sudah aku katakan untuk berbicara kepadanya? kenapa kakak malah kabur begitu saja? hm?." Dia berbisik disamping telingaku dengan memasang senyumnya yang menjadi sangat menyeramkan..


"( Seram! bagaimana dia bisa mengancam ku dengan wajah seperti itu!...)"


"Jadi bagaimana? apa kakak ingin ikut kita bertiga?.'


"Y-Ya, aku akan menemanimu.."


"Kalau begitu bagus.." Dia melepaskan pegangannya...


"M-Mereka cukup berbeda dari hubungan adik kakak... jika dilihat seperti ini.."


"Dari dulu mereka memang seperti itu... jadi hal ini tidak akan membuatku terkejut lagi.."


Mereka berdua yang melihat aku dan Mai yang berbeda seperti hubungan adik kakak seperti normalnya, hanya bisa melihat dan diam..


"Baiklah kalau begitu, aku dan kak Sakura akan pergi berdua disebelah sana, kakak dan kak Yuuki akan pergi ke arah sana.."


"Eh?." Saat sedang memilih baju, Yuuki langsung tersadar dan terkejut..


"Tunggu, bukannya kau sendiri yang mengatakan untuk keliling bersama? kenapa malah terpisah?."


"Agar lebih cepat kita berbelanja dan lebih efisien kan? aku akan berputar dari sini kesana, dan kakak berjalan sebaliknya, lalu kembali ketempat ini lagi.."


"Tidak... itu sama saja tetapi hanya terbagi dua kelompok.."


"Sampai kapan kakak ingin menyangkal perkataanku?." Dia kembali mendekatiku dan berbisik kepadaku sambil tersenyum mengerikan...


"Tidak, maaf, kau benar..."


"Bagus kalau begitu.."


"Tapi, lebih baik kita bersama saja.." Yuuki yang juga ingin menyangkal ide Mai karena suatu alasan..


"Sudah sudah, tidak apa apa... lagipula aku juga ada suatu hal yang ingin aku bicarakan dengan kak Sakura, benar kan? kak Sakura?."


"Ah ya... aku berdua dengan Mai, kalian pergi saja berdua.."


Lalu mereka berdua pergi meninggalkan kami berdua disini..


"..."


"..."


"J-Jadi, kalau begitu kita juga langsung.." Dia dengan gugup berjalan didepanku..


"Ah ya, jangan memikirkanku, kau pilih saja sesukamu.."


"Um.."


Lalu kami melakukan hal seperti biasanya dan hanya berkeliling dari mall ini...


Suasana canggung dan aku tidak tahu apa yang harus aku katakan untuk meminta maaf kepadanya secara langsung, jujur saja memikirkan ini lebih sulit daripada mengerjakan ulangan matematika mendadak...