My Youth Bond Increase!!

My Youth Bond Increase!!
Chapter 63



"Rusak...? maksudmu benda ini tidak bisa dijalankan?."


"Seperti itu.."


"Ditengah jalan seperti ini... bahkan sekarang masih berada jauh dari kota."


"Bagaimana sekarang..."


Disaat kita semua kebingungan dengan masalah yang dihadapi, ditempat jalan besar yang cukup sepi... hanya ada kendaraan berbobot sedang hingga ke ukuran besar yang melewati jalan besar ini.


"Kita memindahkan minibus ini terlebih dahulu kepinggir." Usulku.


"Benar... ayo."


Lalu kami yang merasa seorang lelaki langsung bekerja sama mendorong kendaraan itu ke tepi jalan besar.


Masing masing dari mereka memiliki kesibukan masing-masing saat kepanikan dimalam hari ini.


*Brrmm brrmm


Suara knalpot yang sangat berisik, dari ujung jalan terlihat perkumpulan orang orang yang menggunakan sepeda motor hingga cahaya lampu nya membuat silau pada mata kami.


"B-Bukannya gawat?."


"Apa yang perlu ditakutkan... ada guru Baki disini." Aku dengan entengnya mengatakan itu.


"Jika mereka semua mempunyai senjata api, aku bukan apa apa lagi.."


"Kalau begitu situasi kita sekarang terlihat gawat."


Seperti yang kita takuti, para sekumpulan orang pengendara beroda dua itu berhenti dan turun mendekati kami.


"Apa yang sedang kalian lakukan malam malam disini?." Salah satu dari mereka dengan helm dan sebuah penutup kain merah diwajahnya hingga tidak terlihat wajahnya, bertanya kearah kita.


"Maaf, kendaraan kami sedang bermasalah, jadi terpaksa kita berhenti ditepi jalan." Tanpa rasa takut, guru melindungi kita didepan.


"Bis kecil itu bermasalah? kalau begitu kita bi-." Pembicaraannya berhenti saat dia melihatku dibelakang.


"K-Kau?!." Dia menunjuk kearahku.


"Hm?."


"K-Kau yang tadi sore berada di minimarket pantai bukan??."


"Minimarket? apa maksudnya?." Disaat aku yang masih bingung dengan perkataannya, mereka justru menatapku seolah olah aku akan menjadi masalah untuk sekumpulan orang itu.


"Aku yakin kau orangnya!."


"Oi oi... aku tidak membuat masalah apapun... kenapa kalian semua melihatku seperti itu?."


"Ada hubungan apa kau dengan mereka??." Bisik Touya yang berada didekatku.


"Mana aku tahu... bahkan aku tidak bisa melihat wajah mereka."


"Ah!! maaf maaf, aku lupa..."


Dia membuka helm dan kain penutup wajahnya.


"Aku yang berada di minimarket dan kau membantuku disana..."


"..."


"Oh... kau yang ingin membeli obat obatan itu."


"Ya! benar!."


"Sebenarnya... ada apa ini?." Tanya Kuchima yang tidak mengerti pembicaraan ini.


"Saat aku membeli bahan makanan untuk tadi malam... aku membantunya membayar obat obatan, karena dia lupa membawa dompetnya."


"Begitu ya..."


"Huh... syukurlah kita baik baik saja."


"Kami bukan orang jahat kok... meskipun terlihat seperti preman sih..."


"Maaf, apakah kalian tahu tempat istirahat terdekat? sepertinya kendaraan kita untuk pulang ini... mesinnya sudah rusak agak parah."


"Setahuku disini ada tempat makan terdekat... bagaimana kalau kami membantu kalian semua."


"Memindahkan benda ini memang cukup sulit jika didorong hingga ketempat itu... apa hal ini tidak merepotkan kalian?."


"Jangan berkata seperti itu... teman kalian sudah membantu nyawa saudaraku... bagaimana bisa aku tidak membalas kebaikannya."


"Sepertinya kebaikanmu mendapatkan keberuntungan... Aoyama!." Dengan senang, Touya memukul punggungku sedikit keras.


"Kau bisa tidak memukulku?? rasanya punggungku sangat panas."


"Maaf maaf, aku terlalu terbawa suasana."


"Huh..."


"Eh? ada apa ini? kenapa ada banyak orang?." Dari belakang kendaraan, Yuuki yang tiba tiba datang dan tidak tahu apa yang terjadi.


"Kamu darimana saja, Yuuki?." Tanya Sakura.


"Aku habis menelepon kakakku... dan ada kabar baik untuk kita... didekat sini, ada hotel yang dijalankan oleh kakakku, jaraknya tidak lebih dari dua kilo."


"Benarkah?? kalau begitu kita ketempat hotel itu saja."


"Tempatnya tidak terlalu jauh... apa kau ingin membantu kami." Aku berjalan mendekati orang itu.


"Tentu saja... lagipula, aku belum mengucapkan terima kasih kepadamu... terima kasih banyak!."


"Baiklah... bagaimana jika kita langsung berangkat?." Melihat jam sudah menunjukkan pukul 21.35, kami harus bergegas sebelum kemalaman.


Lalu mereka mengeluarkan sebuah tali yang cukup besar dan mengikatnya kebagian depan minibus untuk membantu menariknya menggunakan sepeda motor.


Dengan begitu, kami bisa menyelesaikan masalah ini berkat para perkumpulan itu.


"Woahh! ini hotelnya? besar sekali."


"Um! seperti gedung besar ditengah kota!." Decak kagum Rina dan Mai saat melihat hotel tersebut.


"Terima kasih sudah membantu... kami sangat tertolong."


"Sudah kubilang, kau juga sudah membantuku... maka sudah seharusnya aku membalasnya."


"Baiklah kalau begitu..."


"Ya! aku akan pergi... siapa tahu kita bisa bertemu kembali."


"Ya."


Mereka semua pun pergi, setelah membantu kami semua.


"Aku sangat mengantuk... lebih baik segera mencari ruangan kamar tidurku..."


Saat aku ingin masuk kedalam loby hotel, guru Baki yang masih mengurus minibus miliknya yang rusak masih ada diluar.


"Guru... kau tidak ingin istirahat didalam?."


"Oh Oyama... tidak, aku masih harus memperbaiki mesinnya."


"Ada yang bisa aku bantu?."


"Tidak, tidak perlu... kau sebaiknya istirahat saja."


"Lagipula... ada apa dengan kendaraan yang kau bawa ini... bisa bisanya rusak parah pada bagian mesin dalamnya.


"Aku pun tidak tahu... mungkin sudah tua?."


"Huh... padahal punyamu sendiri... dah, aku ingin tidur."


"Jangan lupa besok pagi kita langsung berangkat!."


"Ya ya."


Saat baru saja aku memasuki area lobi, aku langsung dihampiri oleh Yuuki yang sedang tergesa-gesa.


"Aoyama."


"Kenapa kau terburu-buru?."


"Ini... ayahku ingin berbicara denganmu."


"Ayahmu? kenapa?."


"Beliau ingin berbicara denganmu, jadi jawab saja." Sambil menyerahkan ponselnya kepadaku.


"Baiklah baiklah." Aku mengambil ponsel itu.


Setelah itu kami membicarakan beberapa hal yang berhubungan dengan Yuuki dan sedikit tentang kejadian hari ini... karena itu aku sebagai orang yang bisa berbicara dengan beliau saat ini, aku meminta maaf padanya dan masih tetap mengikuti aturannya.


"Bagaimana?."


"Apanya?."


"Pembicaraanmu dengan ayahku!."


"Tidak ada yang begitu penting... tetapi lusa depan antar aku kerumahmu."


"Rumahku?."


"Rumahmu yang sebenarnya... bukan yang ada disebelah tempat tinggalku."


"E-Eh? buat apa kamu ingin kerumahku?."


"Apa kau lupa? aku akan kembali bekerja dengan keluargamu."


"Oh... yang itu... kukira apa."


"Sudah jam segini... aku ingin tidur."


"Um, selamat malam."


"Ya."


Lalu aku pergi ke kamarku dan langsung menjatuhkan tubuhku keatas kasur yang terasa empuk dan lembut ini... aku berpikir seperti, inilah rasanya hotel mewah.


"Aoyama, lusa depan... aku ingin kau datang ketempat ku... ada hal yamg ingin kukatakan padamu."


"Ada hal penting apa, hingga saya bisa dipanggil ketempat tinggal anda?."


"Ini tentang kau yang ingin kembali bekerja, dan juga... apa kau tahu dengan... Kizuku Kai?."


"..."


"Ada apa dengan itu?."


"Aku tidak bisa membicarakan hal itu sekarang... maka dari itu lusa depan usahakan untuk bisa datang kesini... untuk menyelesaikan semuanya langsung."


.


.


.


"..."


Aku memikirkan tentang apa yang dikatakan oleh ayah Yuuki saat aku meneleponnya...


Sudah lama aku tidak mendengar nama yang beliau katakan...


Padahal aku tidak ingin mendengar nama itu kembali...


"Huh... jadi tidak ada niat sama sekali untuk kesana..."