My Youth Bond Increase!!

My Youth Bond Increase!!
Chapter 187



2 hari menuju ke acara pernikahan...


*Klang!


"Silahkan..."


"..."


"Sayang sekali, kau masih belum cukup umur untuk meminum ini."


"Tidak apa apa, lagipula saya tidak berniat untuk melakukannya."


"Begitu..."


Dia menikmati minumannya yang diberikan oleh pelayan beberapa botol, dan dirinya adalah peminum yang cukup hebat.


Saat kemarin aku meneleponnya, dia langsung memesan satu ruangan di suatu restoran mahal khusus untuk pembicaraan ini...


Awalnya aku memang sudah menyadari dirinya yang menjadi seseorang yang penting, dan kesibukannya yang membuat dirinya tidak pernah mengerti cara bersosialisasi didalam sebuah keluarga.


Orang yang dulunya aku benci, kini berada di depanku dengan santainya memperlihatkan keburukannya di depan anak angkatnya.


Meskipun begitu aku tidak begitu peduli, karena aku disini hanya untuk membicarakan suatu hal penting dengannya.


"Saya kesini ingin membicarakan sesuatu hal pada anda."


"Bicaralah."


"Apa anda tahu sesuatu... tentang Adam's Company-."


*Brak!


Tiba tiba dia meletakkan gelas berisi minumannya keatas meja dengan begitu keras...


"Kenapa kau tahu sesuatu tentang hal itu?."


"Saya... ada sesuatu yang saat ini saya lakukan, dan ada hubungannya dengan mereka."


"Aku ingin kau tidak terlibat apapun dengan mereka."


"Ta-."


"Apapun itu!"


Dia menunjuk wajahku dengan tatapan yang sangat serius, dan memperingatiku untuk tidak berurusan dengan mereka.


"Kenapa..."


"Ada hal yang tidak kau ketahui, dan juga tidak perlu kau tahu... jika hanya itu yang ingin kau katakan, sebaiknya kau pulang dan jangan sekali-kali kau melakukannya sesuatu yang berhubungan dengan mereka."


Dia langsung berdiri untuk pergi dari sana.


"Memangnya apa hubungannya denganmu."


"..."


"Anda mengatakan hal itu seakan-akan anda tidak membiarkan untuk saya mengetahuinya."


"..."


"Ini adalah masalah saya, dan urusan saya... dan anda pasti mengetahui sesuatu tentang hal itu."


"Kenapa kau sebegitu inginnya tahu soal mereka?"


"..."


"Aku tidak akan memberitahukan apa-apa padamu, sebelum kau memberitahukan padaku... alasannya."


"..."


"..."


Aku memikirkan kata-kata darinya dalam beberapa waktu, dan aku pun tidak mempunyai pilihan lagi selain memberitahukannya.


"Baiklah... saya akan memberitahu alasannya."


"..."


Dia pun kembali duduk di kursinya, dan diam mendengarkan perkataanku.


Aku menceritakan yang sebenarnya dari awal hingga keadaan saat ini, dan sepanjang aku berbicara, aku melihat ekspresi yang tidak biasa dia perlihatkan begitu mendengar ceritaku.


.


.


"Sejak kapan... kau mengenal Shiraishi Yuuki...?"


"Sudah hampir dua tahun yang lalu... memangnya apa ada masalah dengan hal itu?."


"Tidak... semuanya menjadi masuk akal."


"Kenapa?."


"Apa selama ini kau tahu... tentang kepala keluarga Shiraishi?"


"Awalnya saya hanya bertemu secara tidak sengaja, lalu semua itu seketika berubah, dan saya menjadi mempunyai hubungan dengan mereka."


"Mungkin itu yang diinginkan Shiraishi."


"Apa maksudnya?."


"Dia sudah mengenalmu sejak awal, karena kau adalah anak angkat ku.. dan juga."


"..."


"Seperti yang kau duga, dia sengaja memaksamu menjadi seorang pengawal dari putrinya, karena dari awal dia sudah mengincar dirimu."


"Maksudmu... beliau sengaja membuatku bekerja padanya, karena beliau ingin... diriku?."


"Sudah sejak sebelum itu... mungkin saja Shiraishi Yuuki bersekolah disana beralasan tentang dirimu."


"Namun... untuk apa?."


"Kau sendiri... masih belum mengetahui asal dirimu sebenarnya."


"..."


"Namamu yang sebenarnya-."


"Nijiro Aoyama.."


"..."


"Itulah namaku yang sebenarnya."


"Bagaimana.. kau."


Matanya melebar menatapku tidak percaya saat aku mengatakan nama diriku yang sebenarnya.


"Beberapa waktu yang lalu, saya sempat mengalami kecelakaan dan kepala saya terbentur, hingga begitu saya sadar... saya sudah mengingat semuanya... apa yang telah saya lupakan selama ini."


"Apa itu benar?!."


"Saya mengingat wajah orang tua saya kembali, dan juga... adik saya bernama Nijiro Akasa."


"..."


"Karena itu, saat ini saya juga ingin berterimakasih dengan an-."


"Aku mengenal dekat dengan ayahmu."


"..."


"Tunggu! jadi... bagaimana bisa Mai menemukan diriku di kejadian kecelakaan lalu?!!."


"..."


"Tolong jawab pertanyaanku!."


"Tidak hanya Mai, dan juga ibuku... namun aku juga berada disana."


"..."


"Karena tempat itu... adalah bekas pembangunan projek yang sedang dibuat, oleh tiga keluarga."


"Tiga keluarga..?"


"Keluarga Nijiro, Shiraishi, dan juga... Sakamura."


"!!."


"Kerja sama antar tiga keluarga, yang membangun sebuah projek besar besaran, namun... semua itu gagal akibat sebuah kecelakaan."


"..."


"Sebuah kecelakaan yang sama sekali bukanlah terjadi dengan ketidaksengajaan."


"Sebentar.."


"..."


"Sebentar... aku harus mencerna semua ini, tunggu."


Aku merasa seisi kepalaku ingin meledak akibat fakta yang semakin berhubungan ini... aku kembali mengingat sesuatu tentang cerita yang dibicarakan Erlic kepadaku... soal sebuah perusahaan terkenal yang hancur akibat pengusaha itu mati akibat kecelakaan yang di rencanakan.


"Saya... ingin mempertanyakan suatu hal pada anda."


"..."


"Apa... ayahku... adalah korban dari rencana buruk keluarga Sakamura."


"..."


Pernyataan yang langsung mengenai target, dan merubah ekspresinya.


"Apakah... ayahku adalah seorang pengusaha terkenal... yang mengalami kecelakaan disengaja."


"..."


"Berarti... yang dikatakan oleh Erlic, semuanya... tentang keluargaku."


"Kejadian itu terpaksa ditutup oleh pihak berwajib karena tidak ada bukti-bukti yang kuat untuk mengancam Sakamura... dan dalang dibalik semua ini."


"Perusahaan Adam..."


"Benar."


"Jadi, semua ini..."


"Setelah kecelakaan tersebut, aku menemukan kedua orang tuamu."


"..."


"Namun ibumu... sudah tidak bisa diselamatkan, dan ayahmu... masih tersadar dalam keadaan yang sangat parah."


"..."


"Ayahmu melihat kau yang berjalan pergi dari tempat kejadian itu, dan juga adikmu... yang terlempar cukup jauh dari sana."


"..."


"Maka dari itu, saat aku menemukan ayahmu yang saat itu sudah hampir di batas waktunya, dirinya memberikan suatu pesan padaku."


"..."


"Jagalah anak anakku, dan lindungilah mereka... itu yang dia katakan kepadaku."


Rasanya aku tidak bisa mengeluarkan suaraku dan mengedipkan mataku, seolah aku sudah ditarik masuk kedalam ceritanya.


"Anakku menemukan dirimu, namun sayangnya kami kehilangan adikmu... tidak ada yang tahu dimana adikmu berada, dan aku hanya bisa menjaga dirimu dan mengangkat kau menjadi anakku."


"..."


"Namun tidak semudah itu aku menanggung resiko yang cukup besar, karena aku tidak bisa mengabaikan perkataan sahabatku, dan pada akhirnya istriku pergi meninggalkan keluarga ini, karena dia tidak ingin terlibat akan masalah yang terja-."


Aku sontak terkejut hingga berdiri dari tempat itu... menatapnya dengan mata bulat dan tidak percaya akan hal ini.


"Kenapa... anda tidak memberitahukan hal itu, dari awal."


Entah apa lagi yang bisa aku pikirkan... selama ini... aku membenci seseorang yang telah mengorbankan keluarganya, hanya demi seorang anak yang selamat dari kecelakaan.


Rasanya seperti... sekejap aku ingin merasakan bagaimana aku ingin mati...


Dendam yang terus aku simpan, ternyata itu adalah sebuah dosa besar.


"Dengar... aku mengerti, kau membenciku karena kau menyayangi anakku, justru aku merasa itu adalah suatu hal yang wajar, dan hal baik yang kau lakukan."


"Apanya hal yang baik."


"..."


"Selama ini... saya terus menyimpan dendam itu pada anda... saya selalu membenci anda, bahkan saya tidak pernah sedikitpun berpikir hal baik tentang anda, namun semua itu..."


"..."


Aku berjalan keluar dari tempat dudukku, dan berhenti tepat di hadapannya, dan bersujud serendah-rendahnya kepadanya.


"Maafkan saya!! maafkan saya!! selama ini saya telah melakukan sesuatu yang sangat berdosa!! saya mohon maaf."


"Apa yang kau lakukan?! cepat berdiri!."


Meskipun kita berada didalam ruangan VIP, namun mungkin suaraku bisa terdengar ke tempat luar.


"Kau melakukan hal yang sewajarnya, dan juga saya tidak menanggapi hal itu adalah keburukan."


"Tapi, saya... merasa sangat bersalah kepada Mai... saya menghancurkan keluarganya, keluarga anda..."


Dia berdiri dari kursi dan menekuk lututnya untuk mendekatiku, dan memegang pundakku dengan keras.


"Ini semua... adalah hal yang harus aku tanggung sendiri, karena ini adalah permintaan sahabatku... kau tidak salah, aku yakin... kau melakukan sesuatu yang terbaik untuk Mai anakku, selama ini kau telah menjaganya, mengurusnya, menemaninya... itu semua sudah lebih dari cukup bagiku untuk menerima semua ini."


"..."


"Maka dari itu, bangunlah... kita bicarakan ini dengan perlahan."


Mendengarkan perkataan dirinya, aku kembali berdiri dan duduk di hadapannya kembali.


"Kau tahu... jika ayahmu itu begitu menyayangi dirimu, sama hal nya dia menyayangi adikmu... ayahmu adalah orang yang telah menyelamatkan hidupku berkali-kali, dan aku tidak pernah berpikiran sedikitpun untuk menghina dirinya, karena dia... adalah orang yang aku hormati."


"..."


"Sejak aku mengadopsi kau... aku seperti bisa melihat masa masa lalu itu kembali, begitu aku melihat wajahmu."


"..."


"Kau adalah putranya... dan aku yakin... kau pasti bisa melanjutkan apa yang telah ayahmu mulai."


"..."


"Maka dari itu, kau ingin melakukan apa?."


"Melakukan..."


"Tentang Adam."