My Youth Bond Increase!!

My Youth Bond Increase!!
Chapter 32



"Aoyama... Touya.."


"Sakura... ada apa? Yuuki pun juga ada disini.." Aku menyadari saat dibelakangnya juga ada Yuuki.


"Sepertinya ada masalah yang gawat..."


"Masalah gawat apa maksudmu?."


Setelah kita selesai keluar dari rumah hantu itu, Sakura dan Yuuki datang menyapa kami dengan wajah resah...


"Sepertinya akan ada penurunan modal dari keseluruhan kelas kita.."


"Kenapa?."


"Karena kini pemakaian keuangan sekolah menaik, tidak... justru dari awal semua pemakaian sudah diatas nilai wajar.."


"Berarti masalahnya.."


"Kita memiliki masalah keuangan pada penggalangan dana bantuan yang sudah direncanakan oleh OSIS untuk digunakan masalah ini."


"Lalu? apa hubungannya dengan kita?."


"Acara ini diselenggarakan penuh kelancaran sampai membuat hal ini sangat aneh, lalu akhirnya ini yang terjadi, karena penggunaan kelas yang begitu melonjak, maka keuangan yang dipakai untuk membayar penggunaan kita berkurang dan terpaksa untuk memakai uang yang berada di penggalangan dana.."


"Bukannya itu tidak diperbolehkan?!." Melihat data kelas kita, Touya pun ikut memikirkan masalahnya...


"Aku tahu, tetapi karena acara yang sudah berlangsung lebih diutamakan daripada penggalangan dana yang diadakan satu minggu lagi, jadi terpaksa seperti ini..."


"Darimana kau tahu soal ini?." Tanyaku.


"Dari ketua kelasku yang juga anggota OSIS.."


"Yuuki kesini karena memang ingin memberitahukan hal ini kepada kita, karena jika tiba tiba menurunkan kualitas kelas, akan membuat para pengunjung kecewa..." Jelas Sakura.


"Kalau begitu kita hanya perlu bertahan sampai keuangannya kembali lancar?." Ucap Touya sambil menghitung semua pengeluaran bersih kelas.


"Maksudmu menyetujuinya untuk memakai uang untuk acara penggalangan dana lansia itu?." Tanyaku.


"Tidak... hanya saja bisa kita kumpulkan kembali bukan?."


"Tidak semudah itu, kita tidak tahu berapa besarnya kekurangan itu.."


"Benar juga.."


"Sebaiknya kita hanya perlu tahu berapa kekurangan dan pengeluaran kueseluruhannya, lalu kita akan tahu bagaimana cara menyelesaikannya..." Ujar Yuuki.


"Jadi... kita harus berbicara kepada ketua OSIS nya?."


"Mm... sepertinya temanku juga sedang berada disana.."


Lalu mereka bersiap untuk pergi tetapi mereka berhenti dan kembali berbalik arah kepadaku..


"Kenapa?."


"Kamu tidak ingin ikut?." Tanya Yuuki.


"Ha? memangnya ada apa? bukannya kita ini hanya murid kelas satu? untuk apa kita terlalu mencampuri urusan mereka.."


"Tapi, ini juga diakibatkan karena modal setiap keseluruhan kelas.."


"Masih banyak kelas yang lain, dan juga pastinya akan banyak murid murid yang ada disini... kita tidak perlu melakukannya juga tidak apa apa bukan?."


"Itu benar... tapi jika kita bisa membantu, kenapa tidak?."


"Lalu... kenapa tidak tinggal meminta ayahmu untuk membantu dana sekolah kita saja?."


"Semua tidak bisa diselesaikan begitu saja... hanya bergantung pada wali murid, itu tidak baik..."


"Kalau begitu kalian saja, aku tidak ada hubungan dengan orang orang disana, jika itu kau yang juga berhubungan dengan sekolah ini, itu tidak masalah kan?."


"Bilang saja kamu tidak ingin membantu, ayo Sakura.." Dengan merajuk dia pergi meninggalkan kita bertiga.


"Sayang sekali, kau kehilangan kesempatannya.." Dari sebelahku Touya menghela nafas..


"Kesempatan?."


"Kakak tidak mengerti ya..." Bahkan Mai pun juga menghela nafas..


"Ada apa? apa aku berbuat salah?."


"Padahal aku sengaja tidak membantumu karena ingin melihat bagaimana kakak melakukannya..."


"Maksudmu membantunya? maaf saja tapi aku tidak ingin ikut campur dengan hal yang seperti itu..."


"Justru itu saatnya kakak ikut campur, padahal sudah sejauh ini tapi masih bilang tidak ada hubungannya."


"Lagipula memang dia yang hanya ingin membantu temannya disana, kenapa kita tidak mengatasi yang disini?."


"Mengatasi? bagaimana caranya?."


"Jika memang kekurangan dari modal festival sekolah ini, sebaiknya kita membantu menguranginya walaupun sedikit.."


"Semuanya sudah sangat bagus, dan juga apa yang ingin dikurangkan?."


"Penggunaan listrik.."


"Listrik... maksudmu dari visual dan juga audionya?."


"Audio tidak perlu diubah, hanya visual yang kita buat kebanyakan dari layar lebar dan beberapa lampu LED..."


"Itu sudah sangat baik, untuk apa kita hilangkan??."


"Kita tidak perlu menghilangkannya... memangnya kau punya berapa waktu untuk membawa semua itu keluar?."


"Kita hanya punya kesempatan pada jam istirahat sekitar satu jam... dengan waktu satu jam, bagaimana caranya?."


"Tetap pasang itu ditempat, tapi kita tidak akan menggunakannya..."


"Lalu? apa yang bisa menggantikan itu?."


"Tunggu sebentar.."


Aku berjalan kearah Mai yang sedang duduk...


"Ah kakak, bagaimana?." Dia berdiri saat melihat aku didepannya.


"Mai, apa aku boleh meminta sesuatu padamu?."


"Sesuatu? meski itu bisa aku lakukan, tidak ada masalah.."


"Hanya sedikit usaha saja..."


......................


"Hei apa kau yakin ini bisa dilakukan?." Touya sedang memegangi bangku yang aku pakai berdiri...


"Tenang saja... ini terlihat berjalan lancar..."


"Benar benar tidak kuduga... ini bisa digunakan.."


"Kenapa aku harus mencampuri garam dengan air didalam botol besar? ini sungguh membuatku kebasahan.."


"Pelan pelan saja, jika tempatnya bocor akan membuat semuanya berantakan.."


"Ya ya.." Mai diberikan tugas mencampuri air dengan garam didalam botol transparan yang cukup besar dan


"Bagaimana cara kerjanya?." Tanya Touya...


"Sabar sedikit... hanya perlu mengubahnya sedikit...dan... yosh selesai.." Setelah selesai menaruh benda itu diatas, aku langsung turun dari bangku..


"Lalu apa yang terjadi?."


"Coba kau nyalakan saklarnya.."


"Ok.." Lalu Touya pergi ketempat saklar dan menyalakannya...


*Ceklek!


"Whoaa!! gila! bahkan ini lebih terlihat realistis dari lampu besar itu!."


"Ini benar benar bagus.."


"Jika kita menggunakan ini, kita tidak perlu menggunakan lampu besar yang menghabiskan banyak listrik, ini cukup dialiri sedikit listrik dan akan menyala.."


"Bahkan hanya air dan garam... bagaimana bisa?."


"Huh... sebaiknya kau banyak banyak belajar... cara kerja ini menggunakan kimia redoks, dan menggunakan udara sebagai katoda, elektroda sebagai anoda dan air garamnya menjadi katalisator..."


"Aku sedikit tidak mengerti..."


"Didalam larutan garam ini terdapat ion, ketika dimasukkan katoda yang ion negatif dengan anoda ion positif maka akan menghasilkan tegangan listrik... ini mengapa kita bisa menyalakannya tanpa penggunaan listrik..." jelasku..


"Jadi apakah hal ini juga bisa dilakukan dengan layar lebar?."


"Mana mungkin... itu terlalu besar dan tidak akan sanggup untuk mengisinya.."


"Lalu bagaimana dengan itu?."


"Kalau itu hanya bisa menggantikannya dengan cara tradisional..."


"Tradisional?."


"Lihat saja... Mai, apa kau bisa kebelakang layar untuk membawa tali yang aku berikan?."


"Bisa... kalau begitu aku kebelakang dulu.."


Aku menutup layar itu dengan kain kain putih yang sudah ada bercak merah darah..


"Menurutmu saat dikejutkan oleh sesuatu yang muncul dilayar, apa yang kau rasakan?."


"Tentu saja sangat terkejut, hantu yang ingin keluar dari layar sangat menyeramkan! semoga saja hal itu tidak bisa keluar dan menyentuhku..." Sambil merinding dia mengucapkannya...


"Maaf saja, tapi permintaanmu tidak akan dikabulkan.."


"Eh? apa maksudmu?."


Aku sedikit merobek kain itu dan memasukkan gambar hantu itu didalamnya hingga terlihat wajahnya yang muncul ditengah sobekan kain lalu ditutup dengan kain putih lagi agar tidak terlihat...


Setelah itu aku mengikat tali itu di bagian kain yang menutup wajah hantunya, dan juga di bagian gambar hantunya...


"Mai, kau sudah ada disana?."


"Yaa, aku ada disini!." Dia memberitahukan jika dia sudah berada dibelakang..


"Tangkap gulungannya." Aku melemparkan gulungan benang itu kepadanya..


"Baik, aku sudah mendapatkannya!."


"Saat aku menelepon ponselmu, kau langsung tarik benang itu, dengar?."


"Ah baiklah..."


"Seriusan... kenapa terlihat rumit sekali?."


"Kau tidak mengerti... apa yang akan aku lakukan itu adalah membuat hal yang lebih menyeramkan dengan bahan yang lebih mudah didapatkan.." Aku menjauh dari sana dan berjalan kebelakang Touya sambil mengeluarkan ponselku...


"Ha? bagaimana kau bisa membuat hal seseram lebih dari itu? jika ingin begitu, kau harus menarik keluar hantu didalam layar itu baru akan menakutkan.." Sambil mendekati layarnya untuk menunjukkan ketakutan sebenarnya..


"Bagaimana jika itu berhasil?."


"Berhasil? haha kau hanya menutup layar itu dengan kain darah... itu tidak menyeramkan." Dengan lagak meremehkan...


"Kau sudah mengatakan itu... bagaimana jika aku tadi menaruh foto adikmu agar menakutkan?." Aku bersiap menekan tombol telepon ke ponsel Mai..


"K-Kau menaruh foto adikku?! kau kira adikku hantu!."


Dia yang ingin berbalik kearah layar yang sudah dipersiapkan untuk mengecek benar tidaknya foto adiknya itu..


*Nitt


"Sampai benar benar ada foto adikku, kau tidak akan kumaafkan!."


Dia ingin meraih kain itu untuk membukanya...


"Ah... kakak sudah meneleponku... aku tinggal menariknya saja kan?."


Lalu Mai dibelakang langsung menarik benangnya.


*Srett


"Aku tidak akan membiarkan foto adikku menjadi bahan untuk menjadi hantuny-." Saat dia ingin membuka kainnya.


Kain itu terbuka sendiri dengan hantu yang keluar dari dalam dengan wajah yang sangat menyeramkan seperti memeluk tangan Touya dan mendapatkan sentuhan pertamanya...


"HAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA-!."


......................


"Tidak aku duga ini sedikit berlebihan..."


"Bahkan sampai membuat orang lain pingsan... untung saja aku dibelakang layar itu.."


Kami yang sudah berada diluar kelas sambil menemani Touya yang sedang pingsan dan diletakkan diatas bangku panjang umum...


Hantu buatan itu sangat membuat orang terkejut tidak tertolong, bagaimana tidak jika yang sebelumnya hantu itu tidak bisa keluar dari layar, sekarang dia bisa menyentuh tangan maupun wajahmu dengan muka menyeramkannya..


"Ugh... dimana aku?."


"Akhirnya kau bangun juga.."


"Aoyama... aku seperti mengalami mimpi buruk... ada hantu yang sangat menyeramkan menyentuh tanganku langsung... itu benar benar menyeramkan.."


"..."


"Kak Touya sedang ngomong apa... itu memang benar benar terjadi... itu bukan mimpi..."


"Eh?."


"..."


"..."


"Padahal sebelumnya kau mengatakan jika tidak ada yang lebih menyeramkan dari hantu di layar itu... tapi kau justru pingsan dikejutkannya..."


"Tidak... itu pasti hantu asli! kau pasti menggunakan ilmu hitam atau semacamnya bukan?."


"Terserah kau ingin bilang apa... tapi sepertinya semua berjalan lancar.." Melihat para pengunjung yang tidak kecewa setelah keluar dari sana, dan semakin ramai dari sebelumnya.


"Kakak melakukannya sangat hebat, rasa penyesalanku sedikit berkurang.." Gumamnya sambil memalingkan wajahnya.


"Apa tadi yang kudengar penyesalan?."


"Tidak, lupakan saja.."


"Tidak tidak, jelas sekali aku mendengar penyesalan!."


"Mungkin kakak salah mendengarnya.."


"Benarkah? benar juga... adikku tidak mungkin menyesal mempunyai kakak sepertiku..." Dengan menyombongkan diriku.


"Kakak melakukannya dengan hebat, rasa penyesalanku sedikit berkurang... seperti itu katanya.." Nada yang lemas Touya mengatakannya dengan datar.


"..."


"Jadi benar aku tadi tidak salah dengar kan?!!."


"Tidak, kak Touya sepertinya hanya sedang mengigau, dia masih belum sepenuhnya terbangun..." Dia masih membuat alasan untuk menyembunyikannya...


"K-Kau benar juga, dia masih bermimpi... mungkin seperti itu.." Dan aku masih tidak menerima kenyataannya...


"Dasar Siscon akut... lihat saja... besok Rina akan kesini... dan aku akan membalas...nya..." Dan dia kembali terjatuh...