My Youth Bond Increase!!

My Youth Bond Increase!!
Chapter 40



"Yuuki.. " Sakura menghampiri Yuuki yang berada di aula sekolah sedang memasang berbagai properti..


"S-Sakura... ada apa?. "


"Tidak... tidak ada apa apa.. "


Sakura yang mengetahui jika sebelumnya saat dia berbicara dengan Aoyama dikelas, Yuuki juga berada di sana mendengar percakapan mereka berdua tadi.


"Oh iya, dimana Mai?. "


"Dia sedang mengambil perlengkapan diruang serba, tadi kita kekurangan selotip dan juga paku."


"Tapi, memangnya dia tahu tempatnya?. "


"... "


"... "


"Tadi... dia bilang Tenang saja Mai membawa denah sekolahnya... begitu. "


"Dia tidak bisa membaca peta maupun denah.. "


"... "


"... "


"Beneran?. "


"Benar.. "


"Sepertinya aku harus menyusulnya... beberapa tempat sudah gelap, takutnya dia tersesat. "


"Tidak usah... biar aku saja yang mencarinya, kamu juga sedang sibuk bukan disini?. " Ucap Sakura.


"Tapi aku yang menyuruhnya mengambil peralatan... jadi aku saja ya-. "


"Sstt, aku saja yang melakukannya... kamu sibukkan diri saja.. " Dia pun langsung pergi mencari Mai.


"Huhh dasar Sakura... padahal biar aku saja yang mencarinya.. " Setelah sekejap perasaannya resah, dia pun kembali melanjutkan pekerjaannya.


......................


"Sepertinya semua tempat sudah dimatikan lampunya... jangan jangan aku di tinggal didalam gedung ini sendirian.. " Sambil berjalan di lorong yang gelap, aku berjalan perlahan sambil mengulur waktu untuk memperlambat jalanku kesana...


*Duk!


Suara seperti benda terjatuh terdengar mendengung disekitar lorong gelap yang aku lewati..


"Hm?. "


Aku pun penasaran dengan suara itu lalu berjalan mendekati suara yang terdengar cukup keras.


Saat aku berjalan beberapa meter saja, terdapat sebuah ruangan yang pintunya sudah terbuka lebar dengan lampu yang masih menyala ditengah gelapnya lorong.


Aku pun mendekati ruangan itu...


.


.


.


"Duh harusnya ini tempat yang benar. . " Sambil mengacak acak isi dalam kotak.


*Tap tap


Mendengar suara langkah kaki, dia sontak terkejut dalam diam...


"( Siapa dibelakang?! siapa siapa??!! k-kakak!!..)"


Suara langkah kaki terus mendekat hingga tepat dibelakangnya yang sedang duduk mencari peralatan.


(Seram seram seram!! tolong!..)


Orang yang dibelakangnya meraih pundaknya hingga dia berteriak ketakutan.


"Ma-." Sambil menepuk pundaknya tetapi dia keburu berteriak.


"Hiyaaaaaa!!! jangan ambil aku! jangan makan aku! aku hanya tidak sengaja membuka lemari rahasia punya kakak saja hari ini!!.. " Spontan dia berteriak tidak jelas.


"Mai! ini aku.. " Aku langsung menyadarkannya.


Saat aku mendorong tubuhnya, dia berhenti berteriak dan melihat kebelakang yang sebenarnya adalah aku setelah melihat ruangan dengan lampu yang masih menyala.


"K-Kakak? kakak!! aku kira tadi hantu atau monster atau semacamnya!.. " Dia langsung memelukku ketakutan.


"Kau ini sudah umur berapa?. "


"S-Siapa saja boleh takut kan!. "


"Ya ya... lalu sedang apa kau sendirian disini?. "


"Aku tadinya disuruh untuk mengambil peralatan didalam gudang tapi daritadi aku belum menemukannya.. "


"Alat seperti apa?. "


"Kotak paku dan juga selotip besar.. "


Setelah mendengar apa yang ingin dia cari, aku pun juga ikut mencarinya disekitar ruangan ini.


Saat aku melihat lihat rak pada bagian atas, ternyata benda benda itu terletak di rak paling tinggi diatas.


Lalu aku meraih kedua benda itu dengan mudahnya..


"Aku sudah menemukannya. " Sambil menunjukkan alat itu.


"Wah! terima kasih!.. "


"Kalau begitu kau kembali duluan kesana... kau tau jalannya kan?. "


"Tenang saja! aku sudah hafal jalan jalannya.. "


"Kalau begitu biar aku antarkan.. "


"Aku kan sudah bilang kalau aku sudah hafal jalannya.. "


"Sudah berapa puluh kali kejadian saat kau mengatakan itu... disini tidak ada pos keamanan anak hilang atau satpam keliling... jadi jangan melawan dan biar aku temani.. "


Wajahnya menunjukkan ekspresi sebal..


"Aku hanya lupa saja... memangnya aku anak kecil!. "


"Ya ya ayo jalan kesana.... lupa kok berkali kali.. " Gumamku.


"Aku mendengarnya.. " Sambil menatapku sinis.


"Maaf maaf.. "


Lalu kami berjalan kembali ke Aula sekolah untuk bertemu dengan yang lainnya.


......................


"Seharusnya jalan ke gudang disini... tapi aku tidak melihat Mai sama sekali... apa benar dia sudah salah jalan." Sambil berjalan mencari cari Mai yang tidak tahu arah itu...


Tetapi semakin lama cahaya pun juga semakin menghilang... dia sulit untuk melihat sekitar dan hanya mengandalkan untuk menyalakan senter ponselnya.


"Lagipula disini sangat gelap... dia tidak mungkin berani melewati tempat ini tanpa senter kan?.. " Melihat jalan yang sangat gelap dan merasa Mai tidak mungkin melewati jalan ini..


......................


"Omong omong, bagaimana kau bisa melewati jalan gelap ini tanpa pencahayaan?.. " Aku bertanya kepadanya sambil berjalan.


"(Kuchima ya...) "


"Lalu dia pergi kearah sebaliknya jadi hanya mengantarkanku dan tidak menemaniku kembali.. "


"Untung saja aku lewat lorong ini.. "


"Iya... kakak pasti selalu ada jika aku sedang kesulitan.. "


"Huh.. "


......................


Setelah berjalan beberapa menit lamanya, Sakura tidak melihat keberadaan Mai sama sekali...


Tetapi sebenarnya jalan yang dia lalui itu adalah jalan memutar melewati lorong belakang yang menghubungkan ketempat Aula sekolah... sedangkan Mai dan juga Aoyama melewati lorong kearah jalan keluar...


"Mending aku menelepon Aoyama saja... siapa tahu dia bisa membantu mencarinya. "


Lalu dia meneleponku saat tidak bisa mencari Mai seorang diri.


......................


*Niiitt niiitt


Dering ponselku berbunyi didalam kantungku..


"Tunggu sebentar.. " Aku mengambil ponsel itu dan mengangkatnya.


"Ao, maaf mengganggu.. "


"Sakura? ada apa?.. "


"Sebetulnya tadi aku ke Aula dan mendengar jika Mai pergi sendirian untuk mengambil peralatan, kamu tahu Mai itu suka sekali tersesat... jadi apa kamu bisa membantuku mencarinya?. "


"Mai? dia sudah ada disebelahku.. "


"Benarkah? syukurlah dia baik baik saja.. "


"Ya... sekarang kita sedang pergi ke jalan keluar sekolah.. "


"Oh keluar sekolah... pantas saja aku tidak menemukan Mai maupun kamu di sepanjang jalan.. "


"Kau ada dimana? apa perlu aku jemput?. "


"Huh... dasar orang peka yang kelewat baik.. " Gumam Mai setelah berkali kali mendengar polosnya ucapan kakaknya membantu seseorang.


"Tidak usah... aku sekarang juga bisa kembali kesana lagi... kita berkumpul disana saja.. "


"Oh... baiklah. "


Dia pun menutup teleponnya...


"Kenapa kakak tidak menjemputnya saja?. " Dia bertanya masih dengan tatapan sinis.


"Dia tidak separah itu untuk tersesat, jadi masih ada orang yang menjadi prioritas pertama.. "


"Sudah kubilang aku hanya lupa... hmph!. "


"Baiklah baiklah, lagipula dia juga akan pergi kembali ke Aula sekolah, jadi kita bisa berkumpul disana.. "


"Yaudah kalau begitu.. "


.


.


.


Kami pun melanjutkan perjalanan kami kembali ketempat mereka semua berkumpul melewati lorong belakang menuju pintu keluar dan memutar kedepan sekolah..


Begitu pun kami sampai disana, Sakura juga lebih cepat berada disini..


"Kak Sakura.. " Panggil Mai


"Mai, untung saja kamu tidak kenapa napa.. .. "


"Aku sempat ketakutan tadinya... untung saja kakak menemukanku.. "


"Tapi... bagaimana kamu bisa ke ruangan gudang sendirian? bukannya lorong nya sangat gelap?. "


"Ketua OSIS tadi bersamanya dan mengantarkan sampai depan gudang.. " Balasku.


"Iya... tapi aku tidak bisa kembali... hehe. "


"Harusnya kamu kesana bersama yang lain... lain kali kamu bisa meminta tolong kepadaku saja.. " Senyumnya yang halus kepada Mai.


"Terima kasih..." Balas Mai dengan senang.


Saat kami sudah sadar dengan tempatnya, aku tidak melihat sama sekali keberadaan Yuuki yang tadinya sedang memasang properti disini yang diucapkan oleh Sakura.


"Sakura... dimana Yuuki?. "


"Eh, harusnya dia ada disini... tadi dia sedang memasang pita dinding disana. " Sakura menunjuk tempat yang seharusnya dimana Yuuki berada, tetapi disana hanya ada orang lain yang sedang bertugas.


Lalu kita bertiga bertanya kepada orang yang berada di tempat itu.


"Maaf, apa kamu melihat Shiraishi Yuuki disini?. " Tanya Sakura.


"Oh cewek itu... dia memintaku menggantikan pekerjaannya sebentar, karena dia ingin pergi mencari temannya... kata dia begitu.. " Jelas orang yang berada di sana.


"Baiklah, Terima kasih infonya.. "


"Tidak apa apa. "


Lalu kami kembali ke pojok ruangan sambil membahas hal ini.


"Tidak salah lagi... " Sakura sudah tidak heran lagi.


"Orang itu.. " Begitu pula denganku.


"Apa jangan jangan kak Yuuki mencariku?. "


"Ya... Yuuki orangnya sangat khawatiran... "


"Dan juga sangat ceroboh... kenapa dia tidak meneleponmu terlebih dahulu.. " Keluh ku


"Mungkin dia memang sedang khawatir jadi tidak kepikiran untuk itu. "


"Lalu bagaimana?. " Tanya Mai.


"Aku saja yang mencarinya, Aoyama dan Mai tunggu disini saja. "


"Aku juga mencarinya di tempat yang lain saja, lebih cepat lebih baik. "


"Baiklah kalau begitu, Mai apa kamu tidak apa apa menunggu disini?. " Tanya Sakura kepada Mai.


"Meskipun agak takut tapi tidak apa apa.. "


"Kalau begitu kau tunggu di ruang perpustakaan disana... masih ada beberapa orang yang sedang bertugas, tidak masalah kan?. "


"Mm... tidak masalah. "


Lalu Mai pergi kedalam perpustakaan untuk menunggu kami berdua mencari Yuuki yang sedang mencari Mai yang dia kira masih belum ditemukan.


Kami berdua berpencar kearah yang berlawanan karena tidak tahu dia bisa berjalan kemana saja mencari Mai yang hilang.


Karena dia orangnya memang cukup penakut, sepertinya sulit untuknya berjalan ke lorong lorong yang sudah gelap gulita.


Dan tugasku menjadi semakin merepotkan di malam yang dingin ini