My Youth Bond Increase!!

My Youth Bond Increase!!
Chapter 107



Hari terakhir dalam pelatihan akhirnya sampai juga, dan aku sedang bersiap-siap membereskan pakaianku karena beberapa jam lagi, kita akan langsung menuju pada tes terakhir.


Dan Sakura sudah menunggu diluar kamar menungguku yang masih membereskan bawaan mililku.


"Maaf menunggu lama."


"Tidak apa apa, kamu sudah mengecek ruangannya kan?."


"Sudah... tidak ada barang lagi didalam."


"Baiklah, ayo."


Setelah aku mengunci pintu kamar, kita langsung berangkat ketempat tes terakhir yaitu berada dilantai bagian atas... dan dari yang kita dengar, lantai ini adalah dua lantai yang digabung menjadi satu, jadi besarnya sudah tidak perlu dibahas kembali.


"Selesai juga... pelatihan ini.."


"Ya..."


Dia menghela nafasnya seakan akan kecewa dengan hal itu.


"Padahal ini adalah kesempatanku untuk tinggal sekamar dengan Ao."


"Kalau begitu syukurlah ini sudah berakhir."


"Jahat sekali... apa kamu tidak suka tidur sekamar denganku?."


"Asalkan kau tidak menyuruhku untuk menemanimu hingga tertidur."


"I-Itu juga kamu lebih dulu tertidur!.'


"..."


Dan pintu lift terbuka, disana sudah berkumpul beberapa orang dan masih ada yang belum datang...


Aku melihat banyak sekali pengawas, dan didepan ruangan ini terdapat sebuah pintu besar yang kelihatannya ada sesuatu didalam sana..."


Lagi lagi perhatianku datang kepada pengawas wanita yang waktu pertama kali aku datang, dan aku berpikir ada sesuatu yang terus menerus seperti mengawasi kita semua dengan tujuan yang berbeda, karena dia terus mengangguk atau memberikan kode dari wajahnya kepada beberapa orang yang juga berdiri disana...


.


.


.


"Kalian semua sudah berkumpul semua... dan kalian sudah melewati banyak sekali hal dan saya harap hal itu bisa menjadi sebuah pelajaran untuk kalian.."


Pengawas itu membuka pintu besar itu dan hal itu langsung mengejutkan kami semua, karena didalam sana terdapat sebuah taman luas dengan banyak sekali hal didalamnya... ini adalah sebuah taman didalam gedung...


"Tes terakhir ini adalah tes praktek langsung, dan kalian memiliki sebuah misi untuk kalian lakukan... secara berkelompok."


Aku langsung mengeluh didalam hati karena mendengar secara berkelompok...


"Kelompoknya diisi oleh dua orang, jadi dalam sepuluh detik, saya ingin melihat lima kelompok yang sudah terbentuk... sekarang."


Sayang sekali, tetapi aku sudah mendapatkan kelompoknya, dengan siapa lagi selain Sakura... dari saat pengawas itu mengatakan berkelompok, dia langsung mendekatiku tanpa basa basi...


"Apa kau tidak salah memilih partner mu?."


Dia hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum, dan berkata.


"Tidak... justru aku beruntung mendapatkan partner yang paling terbaik."


Jujur saja, diriku langsung terdiam tidak bisa menjawabnya karena senyumannya yang sudah menunjukkan semuanya."


"O-Oh... begitu."


Dan semuanya sudah mendapatkan pasangan mereka hanya dalam setengah waktu yang diberikan oleh pengawas wanita itu...


"Baiklah... sekarang, saya akan memberikan informasi tentang tes terakhir hari ini..."


Sebelum dia melanjutkan percakapannya, tiba toba datang lima orang yang nampaknya begitu penting disini...


"T-Tuan besar Shiraishi?? ternyata beliau datang..."


"..."


Tidak ada yang menyangka, ayah dari Shiraishi Yuuki juga datang dengan keempat orang lainnya.


"Kali ini kalian akan menjadi pengawal dari kelima orang penting untuk menjadi orang yang akan kalian kawal..."


Lalu pengawas itu berjalan kearah kelima orang penting itu dan memberikan petunjuk kepada kita semua.


"Para atasan akan memilih sendiri, dengan siapa atasan memilih pengawalnya..."


Seseorang datang kepada kami, dan tersenyum begitu melihat kami berdua.


"Apa kalian bersedia untuk menjadi pengawalku?."


Kita berdua langsung memberikan hormat bersedia untuk menerimanya... tepatnya Kepala Keluarga Shiraishi...


Itu adalah hal yang sangat menggetarkan tubuhku karena ini berhubungan dengan masalah pekerjaanku... jika aku terlihat buruk didepan matanya langsung, mungkin dia akan memberhentikan diriku...


"Lalu... yang harus kalian lakukan adalah..."


Tidak hanya para petinggi... setelah itu datang puluhan orang dengan memakai pakaian yang berbeda-beda seperti warga kota...


"Mereka akan menjadi orang orang yang akan mengisi tempat ini... dan kalian akan menemani para petinggi untuk mengelilingi rute yang sudah diberikan... ingat... semua orang yang berada disini... mungkin saja ada yang menjadi pemburunya..."


Lalu pengawas itu mengeluarkan sebuah pistol, yang pastinya bukanlah pistol sungguhan.


"Ini adalah pistol dengan peluru karet... meskipun begitu, yg terkena pelurunya tetap akan merasa kesakitan... dan jika mereka berhasil menembak orang yang kalian lindungi... maka tes kalian akhir akan gagal."


Menebak satu dari puluhan orang yang akan menembak petinggi tidaklah mudah, dan tempat yang dijadikan tes ini juga sangat luas... mungkin dengan membuat rencana akan menjadi lebih baik.


"Kalian akan diberikan waktu satu jam untuk membuat rencana dengan pasangan kalian... tetapi, sekarang saya akan memberikan waktu istirahat awal selama setengah jam saja, dan semua harus sudah berada disini... paham?."


"Baik.."


"Huh... rasanya kenapa seperti sulit sekali..."


"Asalkan kita bisa menyelamatkan orangnya, kita bisa lulus dari tes terakhir ini... tapi bagaimana caranya?."


"Kita bisa pikirkan nanti... sekarang aku ingin pergi ke toilet sebentar."


"Um."


Karena masih ada waktu, aku pergi ke toilet untuk buang air kecil, dan karena gedung ini sangat besar, aku sedikit sulit mencari toilet dan berjalan hingga ujung.


Hingga akhirnya aku berhasil menemukannya dan segera masuk agar tidak terlambat berkumpul dengan yang lainnya.


Karena aku berjalan terburu-buru, tiba tiba ada seorang pria yang juga sedang terburu-buru keluar dari pintu toilet, dan akhirnya kami saling bertabrakan.


*Buk!


"Maaf... aku tidak se-."


Belum selesai aku berbicara, dia langsung menatapku dengan sinis dan segera pergi dari sana...


"Orang yang ramah..."


*Klek!


Saat aku ingin masuk, aku menginjak sesuatu di sepatuku, dan begitu aku melihatnya ternyata itu adalah sebuah pistol.


Aku kembali untuk melihat pria itu berharap dia masih dekat, tetapi aku sudah tidak bisa melihatnya dimana mana...


"Pistol? jangan jangan orang tadi yang akan menjadi pemburu?? aku sedang beruntung??."


Merasa penasaran aku berpikiran untuk mencoba pistol karet itu dan langsung masuk kedalam toilet dan menutup pintunya...


Ruang toilet disini kedap suara, jadi orang yang berada diluar tidak akan mendengar suara didalam ruangan itu.


Aku menatap pistol itu, dan merasa jika pistolnya cukup berat untuk sebuah Pistol mainan.


"Desainnya hampir sama dengan pistol sungguhan... keren juga... bagaimana rasanya jika terkena peluru karet?."


Aku mengarahkan kearah pahaku, tetapi aku ragu karena mungkin rasanya akan sakit sekali jika dari dekat.


Aku pun berubah pikiran dan mencoba menembak kearah botol sabun yang ada didepanku.


Dan saat aku menarik pelatuknya, aku langsung menembakkan kearah botol itu dan.


*Dor!!


Suaranya begitu kencang, untungnya aku berada didalam ruangan kedap suara.


"Kencang sekali.... apa benar benar ama-."


*Clingcling!


Aku langsung terdiam begitu mendengar suara jatuh dengan bunyinya yang seperti sebuah besi... dan saat aku lihat benda itu... ternyata itu adalah peluru yang baru saja aki tembakkan.


"Tunggu... kenapa... pelurunya... bukan karet?."