My Youth Bond Increase!!

My Youth Bond Increase!!
Chapter 61



"Kenapa semuanya jadi seperti ini..."


Aku menatap langit dengan matahari yang terik diatas sana.


Sambil membawa dua tas besar dan berdiri ditempat yang tidak ada tempat teduhnya sama sekali.


"Ugh... panas sekali... sebaiknya mereka cepat cepat datang kesini..."


.


.


.


Beberapa jam yang lalu...


*Niiittt Niiittt


"Hooaamm... halo."


"Kakak, apa kamu sudah bersiap siap?."


"Oh... barang barangmu... sedang ingin berangkat."


"Ingat! dua tas itu tidak boleh tertinggal!."


"Ya ya... aku segera berangkat."


Pagi hari tepatnya pukul 09.25 pagi... aku membawa barang adikku ketempat yang sudah dijanjikan.


Tetapi aku masih menunggu disini hingga matahari menyengat tepat diatas kepalaku.


"Aoyama!." Dengan dress kasual nya berwarna putih kebiruan seperti biru langit, dan topi pantai berpita warna merah memberikan kesan anggun dan lembut.


"Yuuki..."


"Kenapa kamu melamun seperti itu?."


"Tidak, kenapa kau juga ada disini?."


"Bukannya kita ingin liburan ke pantai?."


"Mai mengajakmu? ternyata begitu."


"Kakak!." Setelah itu Mai, Rina, dan juga Sakura juga datang.


"Ah... kalian para gadis ingin berliburan bersama? aku hanya mengantarkan barang barang adikku, jadi aku tidak akan mengganggu kalian."


"Apa yang kau bicarakan?." Dari belakang suaranya terdengar datar.


*Tin tinn!!. Begitupun dengan suara klakson sebuah minibus dan didalamnya Guru Baki dengan gaya baju pantai, tidak lupa dengan kacamata hitamnya.


"..."


Dua orang yang berada didalam mobil, Guru dan juga Touya yang baru saja sampai disini.


"Maaf kami terlambat.." Tiba tiba datang adik kakak dengan baju yang begitu rapih...


"Kuchima... Nami... kalian semua ingin berliburan? ah, mungkin kalian ingin merayakan hari libur kalian... sama sepertiku yang merayakannya dirumah... aku pulang."


"Kuchima! hentikan Aoyama!." Dari dalam mobil, Touya menyuruhnya menghentikanku untuk pulang.


"Siap!."


Aku tidak sempat untuk berlari dan tertangkap dari belakang olehnya.


"T-Tunggu! cucian dirumahku masih belum dijemur!."


"Jangan bohong, kakak hari ini tidak mencuci baju... kan kemarin Mai yang menjemurnya!."


"Ah..."


"Kamu tidak bisa beralasan lagi... jadi kamu harus ikut kami ke pantai." Ucap Yuuki dengan wajah meledek.


"Tch..."


"Ayo kita masuk... berlama lama disini bisa terkena sengatan matahari." Menyadari panasnya cuaca hari ini, Sakura mengajak mereka semua masuk ke minibus milik guru.


Dan aku terpaksa untuk ikut dengan mereka semua...


"Baiklah, semua sudah siap? kita berangkat!."


*Brrmm


Guru menjalankan minibus nya dan perjalanan kami pun dimulai.


Aku yang berada dipinggir kaca, hanya bisa melihat langit dan bangunan bangunan yang kita lewati.


"Maag tadi aku menahanmu." Ucap Kuchima yang duduk di sebelahku.


"Aku hanya menyalahkan orang yang ada didepanku ini."


"Hahaha, ayolah... ini hanya satu satunya cara agar kau bisa ikut kami liburan." Touya yang berada didepanku mendengarnya.


"Diamlah, dasar mata enam!."


"A- Apa yang kau katakan!."


"Pfftt!." Kuchima tidak bisa menahan tawanya saat melihat Touya yang berbalik dan ada dua kacamata yang dia pakai di Matanya dan juga diatas dahinya.


"Duh, kalian semua yang didepan jangan berkelahi, sebaiknya kita mengobrol tentang apa yang kita lakukan?."


"Benar juga... aku kesini tidak membawa baju ganti." Ingatku.


"Tenang saja, Mai sudah membawanya didalam tas ini." Sambil memegang satu tasnya.


"Jadi dua tas yang aku bawa adalah bajumu dan juga bajuku."


"Benar sekali."


"Huh... jadi ini kenapa kemarin kau mengajakku."


"Lagipula kakak juga sudah mendapatkannya keuntungannya bukan?." Sambil melirik Yuuki dan juga Sakura dengan tatapan menggoda.


"T-Tunggu! jangan bahas kejadian yang itu!."


"Tapi itu benar kan, Rina?."


"U-Um... tapi punya kak Sakura... terlihat sangat besar.."


"A...a...a...apa yang kamu ucapkan Rina! s-sudah ah jangan membahas itu!." Begitu juga dengan Sakura yang terlibat dan wajahnya memerah.


"Kamu ada benarnya juga... tapi aku suka dengan kelembutan milik Yuuki, itu sangat nyaman..." Nami yang ikut ikutan memanasi situasi ini.


"N-Nami sshhhh!! Bisakah kamu tidak ikut ikutan juga?!."


"Karena ini adalah perbincangan khusus wanita kan? jadi aku tidak bisa menahannya."


"Tapi ada para laki-laki didepan!!."


Sementara itu bangku bagian depan yang dipenuhi oleh para lelaki yang hanya bisa duduk kaku melihat kedepan... tetapi indra pendengaran mereka langsung secara tiba tiba sangat tajam...


"Obrolan syurga..."


"Siapa yang bilang!!."


......................


Setelah menghabiskan waktu yang kama untuk menempuh perjalanannya...


Akhirnya kita sudah sampai ditempatnya.


"Wuuhuuu!!! ini dia pantai!!."


"Touya, berisik... turunkan sedikit semangatmu itu."


"Tapi ini adalah pantai! pantai dengan kebahagiaan adalah satu hubungan yang tidak bisa dipisahkan!."


"Fakta darimana itu?."


"Pokoknya kita harus bersenang senang! dan juga..."


"Aoyama..."


"Kakak! bagaimana dengan ini?."


Mereka semua tampil dengan menggunakan pakaian renang yang begitu membuat hasrat para lelaki naik, dan aku juga hanyalah manusia biasa yang juga terpesona dengan hal ini.


"Ahaha, kamu tahu tidak Aoyama? Yuuki dari kemarin selalu menanyakanku tentang bikini apa yang cocok untuk hari ini... bagaimana menurutmu Aoyama?." Nami sambil mengatakan keluh kesahnya.


"N-Nami!."


"A-Aku tidak tahu bagaimana memilih yang cocok untukku sendiri... jadi aku tidak tahu bagus... atau tidaknya..." Sakura dengan sifat polosnya memberikanku sebuah tanda.


"Yah... kalian semua terlihat cantik... dan juga imut..." Aku memegang leher belakangku sambil melihat lautan biru agar bisa menenangkan pikiranku.


"Mm!."


"!!."


"...!"


"Huwaaa... hanya karena satu kata kata dari Aoyama, tiga perempuan tersipu malu dibuatnya." Nami yang melihat ekspresi Yuuki, Sakura, dan juga Mai secara bersamaan menyembunyikan wajahnya yang merah merona karena tersipu malu.


"Begitulah temanku... diam diam kau bisa menggombal juga." Touya merangkulku.


"Berisik... kenapa kau tidak urus adikmu saja."


"Adikku yang sangat imut ini sudah menjadi pandangan menarik untukku, jadi aku akan selalu memujinya, benar kan Rina?."


"Kakak... sangat menjijikkan...." Kata kata dari adiknya sendiri membuat serangan yang cukup sakit untuknya.


"T-Tidak... jantungku ingin copot..." Dia tersungkur sambil menahan detal jantungnya yang ingin berhenti.


"Dasar siscon akut..."


"Yosh, kalau begitu...ayo kita bersenang-senang!."


*Swuushhh


Angin yang menghembus kencang didepan kita membuat suasananya menjadi lebih nyaman...


Deru ombak yang menerpa karang... pasir putihnya yang menenangkan hati... biru langit yang menyejukkan mata...


Mereka berlari lari melepaskan kebahagiaan... bercanda, tertawa dan gembira.


Ditepi pantai kupejamkan mata lelah tak ingin berbuat apapun, tergeletak di hamparan pasir yang hangat.


Saat aku masih menikmati suasana ini, tiba tiba cipratan air mengenai wajahku.


"Asin! pfft!." Aku langsung terbangun karenanya.


"Kenapa kau mengganggu waktu tenangku... Sakura.."


"Kenapa kamu tidak ikut main dengan yang lain?." Dia langsung duduk disebelahku.


"Yang seperti ini paling nikmat ya berbaring diatas pasir putih."


"Kamu juga harus berolahraga, mereka sedang bermain bola voli... kamu mau ikut?."


"Uh... melihat teriknya matahari saja mungkin membuatku ingin langsung melompat kelaut..."


"Haha..."


"..."


Saat melihatnya yang sedang duduk sambil melihat indahnya laut, aku teringat dengan kejadian lalu.


"Hei Sakura..."


"Um?."


"Bagaimana...dengan Senki? apa baik baik saja?."


"Senki... iya... dia baik baik saja."


"Maksudku bukan dia... tapi kau."


"Eh? aku? kenapa?."


"Aku hanya berpikir... kalau dia tidak bisa bersama denganmu itu karena kehadiranku.."


"Itu tidak be-."


"Tapi itu adalah pemikiranku dulu... sekarang aku sudah tidak peduli dengan semuanya... begitupun juga dengan dia...kita berdua sudah menganggap bahwa dulu hanyalah mimpi buruk... dan sudah saatnya kita bangun tuk menghadapi kenyataannya..."


"Aoyama... um, kamu benar... aku yakin Senki juga berpikir seperti itu... entah dimana pun dia berada."


"Baiklah... saatnya kita per-." Saat aku ingin bangun dari tempat itu, tiba tiba sebuah bola karet datang menghantamku.


"Ingin pergi begitu saja?." Ucap orang yang melempar bola itu.


"Touya... seberapa besar nyali yang kau punya untuk melakukan hal ini?."


"Hohoho, aku masih percaya dengan skill yang kupunya... aku akan mengajakmu bertarung tim!."


"Sebetulnya aku sangat malas untuk bergerak... tapi kalau tidak diladeni, orang sepertimu tidak akan bisa dibiarkan."


"Satu tim empat orang... bagaimana?."


"Aku tidak bisa bermain voli dengan kalian... jadi aku dan Rina menjadi jurinya saja." Mai yang tidak ingin ikut dengan para kakak kakaknya, lebih memilih menjadi juri.


"Berarti tiga tiga."


"Pemilihan tim berdasarkan undian."


Lalu kami mulai berunding dan memilih secara acak melalui pemilihan acak.


Dan timku yang terbentuk adalah aku, Nami, dan juga Yuuki.


Sedangkan Touya dengan Sakura dan juga Kuchima.


"Apa ini... tim milikmu memiliki dua lelaki, sedangkan aku hanya sendiri..."


"Hem hem, tidak ada kecurangan dalam pemilihan... main atau menyerah, pilih saja." Belum mulai Touya sudah merasa menang.


"Tch, lihat saja nanti."


Lalu kami pergi ketempat sisi lapangan masing masing tim.


"Apa kalian pernah bermain voli pantai?."


"Aku sudah sering bermain permainan ini... jadi jangan ragukan bakatku." Nami yang percaya diri dengan kemampuannya.


"Aku mungkin pernah bermain voli pantai... meskipun aku seringnya bermain voli biasa." Ucap Yuuki.


"Itu pun tidak masalah... biar aku yang menyerang mereka, kalian urus sisanya."


"Aku punya ide bagus... hihihi."


"Ide apa, Nami?."


"Dengarkan baik baik..."


.


.


.


"Oke, semuanya sudah siap ditempat! saatnya pemilihan bola."


"Angka." Ucapku memilih angka.


"Kalau begitu aku gambar."


Lalu Mai melemparkan koinnya dan menangkapnya.


"Angka... tim kakak mendapatkan bola."


"Baiklah... sesuai rencana." aku yang memulai servis dibelakang, sedangkan Yuuki dan juga Nami didepan.


"Apa benar ini bisa dilakukan?." Yuuki ragu dengan ide Nami.


"Lakukan saja, pasti berhasil." Ucapnya yakin.


Aku mulai memberikan servis khusus kearah Touya agar dia tidak memiliki kesempatan untuk menyerang.


"Kau pasti sengaja ya!." Dia memberikan pada Sakura, dan langsung memberikan umpan pada Kuchima untuk menyerang.


"Yuuki, halang bolanya!." Nami memberikan aba aba padanya.


Lalu Yuuki melompat tepat didepan Kuchima yang ingin memukul bolanya.


"Aku akan mengincar ke-." Saat matanya sedang mencari titik yang cocok untuk memberikan serangan, tidak sengaja lirikannya menatap Yuuki yang sedang melompat. ( Dengan memakai pakaian renang, dan melompat... you know?.)


*Buk.


Bola yang berada diatas kepalanya, dia tidak sempat untuk memukul bolanya, justru bola itu mengenai kepalanya.


"Poin untuk tim kakak!."


"Hahaha benar apa yang kukatakan kan?."


Sebelumnya Nami memberikan ide jika Yuuki sengaja ditempatkan berhadapan dengan Kuchima dan Aoyama harus membuat Touya yang memegang bola pertama, dan pastinya Sakura yang memberikan passing kepada Kuchima...


"Kuchima! kenapa kau malah melamun!." Touya yang mengamuk dengannya.


"A-Aku lupa caranya memukul bola..."


"Alasan apa itu!."


Lalu kami mendapat servis kembali, tetapi kali ini aku berada dibagian depan.


Yuuki memulai servisnya pada Sakura dan Kuchima memberikan passing ke Touya yang menyerang kita.


Bola itu berhasil diangkat oleh Nami, dan Yuuki mengoper bolanya keatas kearahku yang ingin menyerang...


"Akan kutunjukkan serangan yang be-." Saat aku ingin mengincar tempat yang kosong... aku terkena perangkapku sendiri... karena didepanku yang sedang melompat adalah Sakura... dan punyanya yang lebih besar kini lebih kuat untuk mengalihkan pandanganku.


*Buk.


Bola itu tak terpukul dan mengenai kepalaku.


"Poin untuk tim kak Touya!."


"Ao...ya..ma!! kenapa kamu malah kena juga!."


"Aku hanya lupa cara memukul."


"Kenapa alasannya sama sama tidak benar!!."


"Senjata makan tuan... rasakan itu."


"Tch... lihat saja!."


( Sebenarnya rencana mereka ini tidak diketahui oleh Sakura maupun Yuuki... jadi mereka bingung kenapa dengan teman teman mereka...)


Permainan berlanjut, dan kedua tim saling memperebutkan poin dan selalu menyusul ketertinggalan satu sama lain...


Setengah jam bermain... pemenangnya sudah bisa ditentukan... dan pada akhirnya tim Touya kalah dalam pertandingan voli pantai ini.


"Bisa bisanya kita kalah dengan mereka...." Touya yang kelelahan duduk dengan lemas.


"M-Maaf, aku membuat kalian sulit." Ucap Sakura yang sebenarnya didalam permainan dia yang paling banyak mendapatkan poin dari dua lelaki ini.


"Padahal tadi hampir saja..."


Saat tim mereka yang sedang merasakan kekalahan, timku yang sedang menikmati kemenangan karena yang menang ditraktir minuman oleh tim yang kalah.


"Ternyata tim kita menang... syukurlah.." Sambil mengatur nafasnya, Yuuki dengan senang merayakannya.


"Pada akhirnya kita hanya bisa bergantung dengan Nami... aku tidak bisa menandinginya."


"Apa yang kamu katakan... padahal kamu dan aku selisihnya tidak terlalu jauh dalam mendapatkan poin... tapi kalau memujiku juga aku tidak keberatan...haha."


"Haha."


"Baru pertama kali kudengar ada orang yang minta dipuji..."


"Sudah jam segini... bagaimana jika kita langsung pergi ke tempatnya?." Sambil melihat jam, Touya mengajak kita ke suatu tempat.


"Memangnya kita ingin pergi kemana lagi?." Hari sudah ingin gelap, dan aku tidak mengerti dengan liburan mereka ini.


"Lihat saja nanti."


"Oh iya... dimana guru Baki?." Sambil melihat sekeliling, aku tidak melihatnya sedikitpun.


"Benar juga... apa dia ada didalam minibus nya?."


"Kalau begitu kita hampiri saja, sekalian mengambil peralatannya.." Usul Sakura.


.


.


.


"Tolong uangnya... aku ingin uangnya..." Didalam minibus dia tidur sambil mengigau tidak jelas disana...


Dari awal dia hanya tidur didalam tanpa menikmati pantainya sedikitpun....