My Youth Bond Increase!!

My Youth Bond Increase!!
Chapter 76



"Rina, Mai, Nami... kalian bertiga saja? kemana Aoyama?."


Touya dan Kuchima yang sudah berkumpul dengan mereka untuk melihat kembang api yang adalah acara utamanya.


"Sebelumnya dia bersamaku... tapi katanya dia ingin pergi melakukan sesuatu."


"Sesuatu?."


"Aku juga tidak tahu..."


"Kalau begitu kita langsung ketempat yang bagus untuk melihat kembang apinya... Aoyama biar aku dan Touya yang mencarinya setelah kita sampai kesana." Usul Kuchima.


"Kuchima benar, ayo."


Mereka pun pergi duluan mencari tempat spot yang bagus untuk melihat kembang api.


Diwaktu yang sama aku masih berada ditempat dimana aku melihat Sakura, Yuuki dan satu orang yang kukenal adalah Azumi.


"Yuuki, sepertinya permen kapas itu terlihat enak... kamu mau satu?.'


"Tidak... aku tidak suka."


"Bagaimana kalau permen apel?."


"Tidak perlu..."


"..."


Mereka berjalan dalam suasana yang tidak begitu mengenakkan... Azumi berjalan berdua disebelah Yuuki, dan Sakura mengikuti mereka dari belakang.


Selama beberapa menit aku terus mengikuti mereka pergi dan mereka kunjungi, aku berusaha untuk tidak mencolok... tetapi Sakura seperti menyadari jika aku sedang mengikuti mereka dan dia langsung melihat sekitar sehingga aku langsung bersembunyi.


"Dia bisa menyadari ada yang mengikutinya... menyeramkan sekali..."


Begitu aku melamun... aku berpikir dan bertanya-tanya tentang apa yang sedang aku lakukan mengikuti orang lain secara diam diam.


"Huh... seharusnya aku tidak boleh mengamatinya... lebih baik aku kembali ketempat mere-."


Saat aku berbalik badan untuk kembali... tiba tiba aku dikagetkan oleh sosok Sakura yang sudah berada didepanku.


"W-Woaa!! Sakura? jangan membuatku jantungan!."


Dia tersenyum menatapku...


"Apa yang sedang kamu lakukan disini?."


"A-Aku hanya kebetulan saja disini... lalu tidak sengaja melihat kalian.." Aku berusaha untuk mengelak.


"Jadi kamu sudah tahu... jika Yuuki dan aku tidak bisa datang karena hal ini.."


"..."


"Aku dan Yuuki meminta maaf karena hal ini... aku tidak bisa berbuat apapun."


"Aku sudah tahu."


"..."


"Begitu ya."


"Jangan dipikirkan masalah mereka... Touya dan yang lainnya sudah mengurusnya..."


"Apa kamu tidak marah?."


"Kenapa? aku tidak bisa ikut campur urusan kalian... jadi aku tidak terlalu memikirkannya."


"Baiklah... aku senang mendengarnya."


"Kalau begitu aku pergi saja... jika lama lama disini mungkin cepat atau lambat akan ketahuan."


"Kamu benar..."


"..."


Saat aku ingin pergi... tiba tiba seseorang menghentikanku.


"Apa yang sedang anda lakukan disini? Nanami Sakura?."


"Kenapa kamu ada disini? Elric..."


"Siapa dia?."


Dia dengan wajah yang begitu muda dan berdiri tersenyum melihat kami berdua dengan tatapan kosong.


"Dia adalah orang yang mengawal tuan Azumi... Lawliet Elric."


"Siapa orang yang berada disamping anda? apakah dia berusaha untuk melakukan sesuatu yang membawa bahaya?."


"T-Tidak! dia temanku... dia bukan orang yang berbahaya."


"..."


Dia menatapku dari ujung kaki hingga ujung rambut, dan memastikan wajahku.


"( Ada apa dengan orang ini? dia menatapku terlalu lama!.)."


"Baiklah kalau begitu... Nona Yuuki sedang mencari anda... sebaiknya anda cepat kembali."


"Baiklah... aku akan kesana..."


"..."


"Ao... kalau begitu aku pergi..."


"Ya, jangan pikirkan tentangku."


Dia mengangguk seakan mengerti, tetapi wajahnya tetap saja menggambarkan khawatir padaku.


Lalu dia pergi kembali kepada Yuuki sedangkan lelaki asing ini masih berada disini melihatku.


Agar aku tidak dicurigai, aku langsung bergegas pergi... tetapi dia berbicara menghentikanku lagi.


"Apa anda juga berteman dengan nona Yuuki?."


"..."


"Entahlah... itu tidak ada hubungannya denganmu bukan?."


"Jelas ada... anda bisa menjadi pengganggu untuk tuan Azumi."


Perbincangan mulai terasa menyenangkan, aku berbalik kearahnya...


"Ohh... bagaimana jika aku bilang... aku adalah teman dekatnya?."


"Selama itu masih tidak ada hubungan yang penting... itu tidak masalah."


"Tuanmu pun tidak ada hubungan yang penting dengannya..."


"Anda tidak mengerti... dan sebaiknya anda tidak berhubungan lebih jauh lagi dengan nona..."


"..."


"..."


"Nona Yuuki dan tuan Azumi adalah pasangan yang sudah dijodohkan oleh dua keluarga besar... dan itu adalah suatu hal yang penting untuk kerja sama perusahaan dari kedua keluarga... jadi apapun yang anda lakukan... anda tidak bisa mengganggunya.."


"Manusia bukanlah hewan yang bisa diatur sesuka mereka... setiap manusia layak diberikan kebebasan."


"!!"


Sepertinya kata kataku sedikit membuatnya terkejut.


Tanpa ada hal yang dibincangkan kembali... dia langsung pergi meninggalkanku.


"..."


.


.


.


*Nittt Nittt!


"Halo? Aoyama? kamu sedang berada dimana? kami semua mencarimu.."


"Kuchima, maaf... kalian semua sedang berkumpul dimana? aku akan kesana."


"Diatas bukit belakang, dekat dengan kuil... kamu tahu kan?."


"Aku tahu... aku segera kesana."


"Baiklah."


*Click!


Mendengar apa yang dikatakan Kuchima, aku langsung segera kembali berkumpul bersama yang lain... dan merahasiakan tentang apa yang sudah kulihat tadi.


......................


"Kakak! darimana saja kamu?!."


"Maaf, aku sedikit tersesat dan jadinya berjalan jalan tidak tahu arah..."


"Jarang sekali kau tersesat? atau karena banyak sekali orang?."


"Begitulah..."


"Disini lumayan sepi... karena berada diatas bukit... untung saja Nami mempunyai ide yang bagus."


"Jika masalah mencari tempat, serahkan saja padaku!."


"Tapi Aoyama... wajahmu terlihat lebih murung... apa ada yang terjadi?." Kuchima menyadari sesuatu saat melihat wajahku.


"Hm? aku? tidak... tidak ada yang terjadi..."


"..."


Semuanya hanya berdiam sambil melihatku.


"A-Ada apa?."


"Aoyama... biasanya kau menjawab jika wajahmu memang seperti itu dari awal... tetapi sekarang kau menjawab dengan jawaban yang berbeda." Touya pun juga langsung menyadarinya.


"Bukan itu..."


"Ada apa denganmu? tidak enak badan?."


"Kakak?."


"..."


Semua kekhawatiran ini cukup membuatku kerepotan... karena aku tidak bisa dijadikan pusat perhatian.


"Aku benar benar tidak apa a-."


*Nittt Niit!!


Dering telepon berbunyi didalam saku celanaku, dan aku langsung mengangkatnya.


"..."


Saat aku mendengarnya berbicara... seketika aku membeku dan langsung berbicara kepada mereka.


"Maaf... sepertinya aku harus pergi..."


"Apa yang terjadi?."


"Tentang itu... aku tidak bisa..."


"Aoyama... kau selalu saja tidak pernah ingin memberitahu masalahmu dengan kami..."


"Maaf... tapi aku-."


"Pergilah..."


"Eh?."


"Kau sedang ada masalah bukan? jika kami terus menerus menahanmu disini... sama saja kami bukannya membantumu, justru kami hanya menghambatmu."


Dari semua orang, Touya yang begitu langsung mengerti dengan apa yang aku pikirkan... dia langsung tahu dan membiarkanku untuk pergi.


"Tapi.."


"Kalau kakak tidak ingin memberitahukan pada kami... Mai tidak keberatan dengan itu... dari dulu, kakak memang selalu seperti ini... cepatlah! ini masalah penting kan?."


"Mai... Touya... terima kasih, aku akan kembali jika sempat."


Aku pun langsung bergegas menuruni bukit dan berlari masuk kembali kedalam area festival.


"Tidak aku duga... dia menjadi egois seperti ini..."


Aku kembali membayangkan tentang perkataannya di telepon tadi.


"*Ao! ini gawat! Yuuki melarikan diri kedalam hutan belakang acara festival ini! dia tidak membawa tasnya... dan juga dia meninggalkan pesan bahwa dia tidak akan kembali jika kamu yang membawanya kembali..."


"Bagaimana dia bisa tahu? jika aku disini?."


"Tentang itu... Eric pengawal tuan Azumi yang memberitahukan kepada Yuuki langsung tanpa sepengetahuan tuan Azumi... jika kamu bertemu denganku sebelumnya*..."


Aku masih tidak tahu mengapa orang itu memberitahukan keberadaanku tanpa Azumi mendengarnya...


Tetapi yang lebih penting, dia pergi kedalam hutan dan tidak kembali kembali... yang pasti ada sesuatu yang terjadi padanya...


Aku langsung berlari kedalam hutan yang awalnya lampu cahaya festival menyilaukan mataku, tiba tiba hanya ada kegelapan disekelilingku.


"( Yuuki! dimana kau?!.)"