My Youth Bond Increase!!

My Youth Bond Increase!!
Chapter 135



"Semuanya sudah terdata dan lengkap... tidak ada yang rusak maupun hilang."


"Baiklah, kalau begitu, semuanya hanya perlu diangkut untuk dikembalikan bukan?."


"Benar, dan juga mobilnya sudah sampai, agar tidak memakan waktu dan mengganggu orang yang ingin merapihkan panggung, jadi lebih baik kita lakukan sekarang.."


"Kalau begitu kamu tolong bawa kotak yang masih ada didalam, yang disini aku bisa membantunya."


"Apa kamu benar-benar sanggup? kotak-kotak ini cukup berat."


"Tenang saja, aku bisa kok."


"Baiklah."


Seorang pekerja yang bekerja di toko busana Celles dan juga sebagai seseorang pekerja yang sudah lama bekerja dengan Celestia disini, dan saat ini tepatnya selesainya acara, semua pakaian busana yang sudah dimasukkan kedalam kotak untuk dikembalikan ke toko.


"Baiklah... seharusnya aku bisa melakukannya..."


Celestia yang mencoba mengangkat kotak berisikan pakaian pakaian itu pun merasa dirinya sanggup, namun begitu dia mencobanya, ternyata kotak itu cukup berat hingga dia kesulitan untuk mengangkatnya.


"Mmh! ternyata cukup berat... aku tidak bisa."


Dia yang kehilangan keseimbangan dan ingin menjatuhkan kotaknya, disana aku yang tepat waktu untuk membantu mengangkat kotaknya pun berhasil diselamatkan.


"A-Aoyama, terima kasih... tadi itu hampir saja."


"Kenapa kamu memaksakan dirimu untuk mengangkat kotak yang cukup berat ini?."


"Aku pikir, aku bisa membantu mereka, namun sepertinya tidak bisa..."


"Huh... kalau begitu biar aku saja yang mengangkut semuanya... kamu istirahat saja."


"Eh? tidak usah, aku sudah terlalu banyak merepotkanmu... aku merasa tidak enak."


"Jangan bersikap seperti itu kepadaku sekarang... pergilah istirahat."


Karena dia tidak bisa menolak perkataanku lagi, dia pun hanya bisa menurut denganku.


"Baiklah..."


Dia pun pergi untuk beristirahat, sedangkan aku lanjut mengangkat satu persatu kotak itu kedalam belakang bagasi mobil van berwarna putih yang cukup besar...


Setelah beberapa menit aku mengangkut banyak sekali kotak-kotak tersebut.


Dan dari dalam gudang, seseorang keluar dengan membawa beberapa kotak.


"Kamu, sedang membantu mengangkut kotak-kotak ini?."


Seorang pria paruh baya yang wajahnya terlihat seperti seseorang berumur 25 tahunan...


"Ya... apa ada yang perlu saya lakukan lagi?."


"Ah, tidak usah... terima kasih banyak... anu... siapa ya?."


"Saya Kizuku Aoyama."


"Ohh, Kizuku ya... maaf ya, Celestia selalu meminta bantuan darimu."


"Bukan apa apa, lagipula memang ini sudah bagian dari tugas saya."


"Sepertinya kali ini Celestia beruntung, bisa mendapatkan seorang laki-laki yang sepertimu."


"Eh?."


"Ada apa?."


"S-Sepertinya anda sedikit salah paham... aku bukan siapa-siapanya dia."


"Eh?? benarkah??."


"Kita berdua hanya teman yang baru saja saling kenal."


"Ternyata aku salah ya, haha... maaf ya."


"Tidak apa apa... kalau begitu, saya pergi dulu.."


"Baiklah, sekali lagi terimakasih ya!."


Setelah selesai membereskan kotak-kotak itu, aku pun berencana untuk pergi ke penginapan untuk langsung membereskan barang-barang bawaan milikku, karena beberapa jam lagi, kita semua juga akan pulang karena hari ini adalah hari terakhir dari wisata sekolah.


"Mau kemana kamu, buru-buru seperti itu?."


Suara Celestia yang ternyata dia sedang duduk santai dibalik tembok yang sedari tadi aku sedang sibuk mengangkut semua barang barangnya.


"Ternyata kamu ada disini."


"Um... jadi kamu memang benar-benar tidak ada perasaan sedikitpun padaku, agak disayangkan namun memang seharusnya seperti itu sih..." Ucapnya sambil menyeruput minuman segar yang ia pegang.


"K-Kamu mendengar semua itu?."


"Um... dari awal hingga akhir."


"Begitu ya."


"Kamu tidak terkejut?."


"Aku tidak berniat untuk menyembunyikan hal seperti itu... jadi tidak masalah bagiku."


"Hm~ seperti itu ya..."


"Apa kamu akan berada disini lebih lama? atau setelah ini akan pergi?."


"Kamu mengenal Kuchima??."


"Karena dia yang menyewa busana toko milikku dan mengajakku bekerja sama, jadi tentu saja aku mengenalnya."


"Ternyata begitu..."


"Berarti setelah ini kita berpisah ya, padahal aku selalu menginginkan datang ke rumahmu untuk membaca novel yang kamu punya."


"Sayang sekali, tetapi mungkin jika ada kesempatan lain."


"Kamu benar... oh iya, terima kasih... kamu sudah membantuku dari saat awal rapat acara ini"


"Ya... tapi aku juga meminta maaf, untuk mewakili mereka berdua yang tidak jadi mengikuti kontes tadi... padahal kamu sudah begitu senang saat mendengarnya."


"Ahh, soal itu tidak perlu dipikirkan... justru seharusnya kamu mempertanyakan soal itu bukan kepadaku."


"Maksudmu?."


"Maksudku itu tentangmu tahu! seharusnya aku yang meminta maaf kepadamu... karena aku terlalu memaksa mereka apalagi pacarmu."


"Jarang sekali kamu mengkhawatirkan hubunganku..."


"Ahh, entah mengapa aku menjadi merasa sedikit kesal."


"Aku hanya bercanda."


"Baik baik, aku tahu... dasar penikmat masa muda.."


"Darimana kamu mendapatkan kalimat tersebut?."


"Hanya muncul didalam pikiranku saja.."


*Niitt Niitt


Tiba-tiba suara dering telepon berbunyi pada ponselnya.


"Sepertinya sudah waktunya aku pergi..."


"Ya..."


"Mungkin kamu bisa saja merindukanku."


"Benar juga... aku jadi teringat isi dalam kamar tidurmu.."


"K-Kenapa malah itu yang kamu ingat!? bukannya aku sudah katakan untuk segera melupakannya!."


"Aku sudah katakan, jika aku tidak bisa melupakannya..."


"Duh, lama-lama kamu menjadi sedikit menyebalkan... jaga dirimu baik-baik ya... aku cukup senang bisa mengenalmu meskipun agak telat."


"Yah... yang namanya takdir tidak ada yang bisa diketahui... kamu juga, jaga dirimu baik-baik."


"Um.."


Dia pun pergi dan begitupun juga denganku yang kembali ke penginapan...


Mungkin pertemuanku dengannya menjadikan sebuah ikatan baru yang aku temukan didalam masa remajaku...


Aku tidak pernah menyangka, jika aku bisa bertemu dengan gadis seperti dia... apalagi kehadirannya membuatku termotivasi akan kesuksesan yang dia dapatkan dalam umurnya yang masih begitu muda...


Karena hal itu...


Aku berterimakasih kepadanya...


......................


*Kringg!! Kringg!!


*Klek!


"Hooaamm... aku masih ingin tidur..."


Pagi hari yang cukup melelahkan, disaat kemarin adalah hari wisata sekolah dan aku menghabiskan banyak sekali tenagaku...


Seharusnya sekolah meliburkan hari setelah berlibur... terdengar lucu, namun seharusnya memang seperti itu...


Aku melangkahkan kakiku dengan lemas menuju ke kamar mandi, namun perhatianku teralihkan oleh sebuah makanan yang telah ditutupi oleh plastik penutup makanan diatas meja...


"Aku sudah menyuruhnya pulang, tapi masih sempat-sempatnya memasakkan sarapan untukku..."


Tadi malam setelah pulang dari wisata sekolah, Mai dengan janjinya mampir ke rumahku, dan sempat mengobrol tentang masalahku yang kini telah mengingat kembali kejadian kecelakaan itu maupun semua ingatan yang hilang sementara...


Dan karena begitu lelah, jadi aku tidak bisa menunggunya untuk pulang dan aku menyuruhnya pulang jika sudah hampir malam, namun dia justru membuatkan diriku sarapan dan menuliskan sebuah surat di kertas yang berada didekat piringnya.


Aku pun memungut dan membaca isi surat tersebut.


"Semangat untuk hari ini!! aku sangat menyayangimu!."


Sebuah kata-kata dengan tambahan hiasan model love di beberapa tempat...


"Dasar... aku jadi tidak bisa berpikir kearah mana dia mengucapkan hal itu..."


Tanpa memikirkan surat itu kembali, aku pun memakan makanan yang sudah dibuatnya dan langsung bergegas untuk berangkat sekolah.


Hari ini memang ada yang berbeda denganku, karena hari ini aku ingin berbicara kepada Sakura yang kini masih menyimpan amarah kepadaku.


Dan aku akan segera memperbaiki hubunganku padanya...