My Youth Bond Increase!!

My Youth Bond Increase!!
Chapter 46



"Ada apa dengan asap ini...?." Sesampainya disana saat aku mengecek tempatnya langsung... hanya ada asap putih yang menutupi area disekitar tempat halaman penjualan...


"Ada ada saja... lebih baik aku bergegas memberikan ini ke ketua OSIS.." Aku mengira ini hanya ulah beberapa siswa biasa yang iseng untuk mencari perhatian pengunjung... jadi aku tidak terlalu menghiraukannya dan lanjut pergi ke ruangan OSIS.


......................


*Tok tok tok


Suara ketukan pintu yang berada di ruangan OSIS bergema hingga ke seluruh isi ruangan saking sunyinya.


"Permisi... aku ingin membawakan ini pada ketua OSIS." Saat aku memasuki ruangan.


"Aoyama... terima kasih... taruh diatas mejaku.." Sesaat dia sedang sibuk dengan komputernya..


Aku meletakkan diatas mejanya.


"Kau terlihat sedang sibuk.."


"Iya... anggap saja ini adalah yang terakhir dari tugas beratku... atau mungkin masih ada yang terakhir?."


"Tahun ini kau sudah tidak ingin mengajukan diri lagi?."


"Aku akan mundur dan mendukung adikku untuk meneruskannya.."


"Seperti tahta keturunan.."


"Haha... tapi jika dia bisa menyakinkan para murid.."


"Jika kakaknya terkenal baik di jabatan ini, mungkin saja mereka berpikir untuk hal yang sama dengan adiknya.."


"Kamu benar... tapi apa kamu melihat Nami?."


"Terakhir kali saat dia memberikanku dokumen ini, memangnya kenapa?."


"Tidak, aku meneleponnya, tapi dia tidak mengangkat teleponku... mungkin sedang sibuk "


"Begitu... kalau begitu jika aku melihatnya, aku akan memberitahukan kepadanya."


"Terima kasih... kamu selalu membantuku."


Sambil berjalan kearah pintu luar dan membuka pintunya.


"Aku hanya tidak ada kerjaan.." Dan aku keluar menutup pintu itu perlahan.


Dia membalas dengan senyuman biasanya...


.


.


.


Setelah aku mengantarkan dokumen ke Kuchima, aku langsung pergi ke kelasku hanya untuk melihat lihat tempat..


Saat disana aku hanya melihat Sakura dengan Mai yang sedang merapikan kotak yang berisi minuman juga makanan.


"Kalian juga sedang sibuk kelihatannya.." Aku menghampiri mereka berdua.


"Darimana saja kakak, dari pagi belum kelihatan.."


"Aku juga sedang sibuk... kau kira aku sedang bersantai.."


"Biasanya memang seperti itu.."


"..."


"Ao... kamu sedang istirahat?."


"Sepertinya iya, dimana Touya? dia tidak terlihat disini.." Sambil melihat kesana dan kesini..


"Dia sedang menemani adiknya berkeliling disini... katanya adiknya datang tadi pagi.."


"Pantas dia semangat seperti itu..."


"Mumpung kamu sedang istirahat, bagaimana jika ajak Mai keliling saja?." Usul Sakura.


"Aku tidak keberatan."


"Tapi bagaimana dengan kak Sakura?."


"Aku bisa melakukannya sendiri... dan juga nanti Yuuki juga akan kembali kesini lagi kok.."


"Memangnya pergi kemana dia?." Tanyaku.


"Katanya sih tadi dia ada janji dengan temannya... tapi saat ditelepon, temannya tidak ada kabar.. jadi dia ingin ke kelasnya untuk mencari temannya."


"( Apa Nami yang sedang ia cari?.)"


"Kalau begitu kalian pergi saja... dan jangan lupa bunyi alarm nya.." Dengan senyumnya kearah padaku..


Aku jadi mengingat permintaannya tadi malam saat dikelas kemarin..


Aku hanya menatapnya seakan aku akan melakukannya, jadi masih ada waktu sekitar satu jam untuk menemani Mai berkeliling..


"Kalau begitu, aku pergi dulu.." Ucap Mai kepada Sakura.


"Um, bersenang senang lah.." Dia melambaikan tangannya.


.


.


.


Jadi aku dan adikku yang sekarang akan berkeliling sekolah ini menikmati acara yang meriah...


"Kau ingin kemana?."


"Hm... kemana saja, asal aku bisa bersenang-senang.."


"Banyak tempat yang bisa membuatmu bersenang-senang disini... kau bebas ingin melakukan apa.."


"Kalau begitu aku ingin kesana.." Sambil menunjuk ruangan kelas dengan banyak orang yang memakai kostum tentara ataupun itu dengan membawa senjata mainan yang persis seperti asli..


"Itu, kau harus bisa menembak target dengan benar, baru kau akan mendapatkan hadiahnya.."


"Kalau begitu, kakak yang melakukannya.."


"Ha? bukannya kau yang ingin bersenang-senang?."


"Jadi kakak menemaniku hanya untukku saja? hanya mementingkan perasaanku saja?." Sambil menatap mataku.


"Baiklah baiklah, aku hanya menembakkannya untukmu saja kan? jangan salahkan aku jika meleset.."


"Aku tahu, kakak pasti bisa.."


Kami berdua pun masuk kedalam salah satu ruangan kelas yang mengadakan acara tembak menembak berhadiah...


Lima ribu rupiah untuk lima kali kesempatan, itu adalah hal yang tidak terlalu merugikan..


Tembakan pertama yang aku incar ke boneka berukuran sedang itu, tetapi dia tidak bergerak sedikitpun..


Tembakan kedua pun sama... bahkan ketiga san juga keempat.


Tersisa satu kesempatan, tetapi aku sudah menyerah untuk mengincar boneka itu... jadi aku mengincar kotak panjang di sebelahnya, dan posisinya berada sedikit didepan boneka itu.


Saat aku menembak sisinya, justru yang terjatuh adalah boneka itu karena tersenggol oleh kotak nya yang tepat berada didepannya.


"Kakak! kamu berhasil!."


"Padahal aku tidak mengincar itu untuk yang terakhir...."


Lalu salah satu dari mereka memberikan hadiahnya itu kepadaku, dan aku langsung memberikannya kepada Mai.


"Terima kasih.."


"Tidak masalah... kemana lagi kita selanjutnya?.."


"Kita langsung kebawah saja."


"Kau tidak ingin lanjut keliling disini?."


"Tidak... aku sepertinya sudah agak lapar... jadi jajanan luar sepertinya terlihat cukup enak."


"Baiklah kalau begitu.."


Tidak ingin melanjutkan berkeliling disekitar lantai ruangan kelas kelas murid, kami turun kebawah untuk berkeliling disekitar barisan stan stan makanan untuk membeli beberapa yang dia inginkan..


Permen apel, gulali, takoyaki dan berbagai jajanan lainnya semua dia coba, dan untung saja hari ini dia tidak terlalu mencoba banyak karena kemarin juga dia sudah berkeliling bersama Sakura.


"Kau ingin beristirahat terlebih dahulu?."


"Boleh.."


Sambil membawa makanannya, kita berencana untuk mencari tempat duduk agar lebih nyaman..


Aku mencari tempat yang kosong, dan melihat sebuah bangku kosong disebelah air mancur halaman sekolah itu, dan langsung membawa Mai untuk beristirahat disana...


Dan setelah kita berdua duduk, aku melepaskan semua kelelahan pada kakiku ini dengan mengangkatnya sedikit seperti trauma dengan tanah dibawah...


"Apa kamu mau?." Sambil menyodorkan takoyakinya kepadaku.


"Kau saja, aku tidak masalah."


"Tapi aku yang bermasalah... aku takut jika ini tidak habis.."


"Huh... sudah kukatakan jika jangan membeli terlalu banyak.."


Aku terpaksa menerima suapan takoyakinya itu yang masih agak panas dan terlalu asam karena banyaknya saus yang dituang..


Saat aku melihat wakru di ponselku... waktunya sudah menunjukkan pukul 08.48 pagi, dan jam sembilan aku sudah ada janji dengan sakura untuk berkumpul di taman belakang gedung.


"Bagaimana? ingin melanjutkannya?." Tanyaku saat melihatnya sudah menghabiskan makanannya.


"Ugh... sepertinya aku sudah malas berjalan kaki terus menerus.."


"Jangan dipaksakan... nanti kau biaa tumbang dimana saja.."


"Yaudah deh kalau begitu... kita kembali ke kelas saja, bagaimana?."


"Terserahmu... jika memang itu, aku tidak masalah.."


"Um... terima kasih."


Lalu, dirasa dia sudah cukup untuk berkeliling bersamaku, dia ingin istirahat sebentar di kelasnya saat sudah memakan banyak hal..


Saat kembali kesana, hanya ada Touya dan adiknya, sedangkan Sakura susah tidak terlihat ada disini.


"Rinaaa!."


"Kak Maii!!."


Mereka bertemu kembali saat sudah beberapa hari yang lalu terakhir kali mereka bertemu..


"Kau melihat Sakura?." Ikut menyapanya dengan pertanyaan.


"Baru saja beberapa menit yang lalu dia pergi... katanya sebentar lagi dia akan sibuk..


"(Lebih cepat dari yang kuduga..) Kalau begitu aku juga pergi, aku ada sedikit urusan.."


"Jangan lupa nanti sore.."


"Ya ya aku tahu, aku tidak akan lupa.."


"Awas sampai kau tidak hafal dengan liriknya."


"Itu sudah lama aku dengarkan... bahkan aku bisa menjadikannya puisi daripada sebuah lagu.."


"Baiklah, aku tidak bisa khawatir lagi.."


"Kalau begitu aku pergi dulu, Mai... jaga Rina disini ya."


"Ada kak Touya juga, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan..


"Benar... aku akan menjaga mereka, pergi saja dengan urusanmu, tapi jika tidur didalam perpustakaan, aku tidak akan menerimanya."


"Berisik... siapa yang ingin tidur.." Lalu aku pergi setelah mengatakan kata kata itu..


.


.


.


Aku sudah terpaksa akan memenuhi satu permintaan Sakura tadi malam, jadi aku akan mengikuti apa yang dia inginkan sekarang...


Yaitu bertemu dengannya di taman belakang biasa aku tempati saat jam istirahat...


"Maaf menunggu.."


"Tidak... kamu datang tepat waktu..." Dengan membawa perasaan senangnya itu terukir dari wajahnya.