
"Hachuu! malam malam seperti ini didalam sekolah sangat dingin... cewek itu benar benar sangat merepotkan... sebelum cuacanya tambah dingin aku harus menemukannya.. " Keluh ku.
Di sepanjang lorong sekolah, aku berjalan di setiap lantainya...
Lorong didekat jendela luar memang cukup terang dengan cahaya bulannya... tetapi saat sudah berada ditengah, tidak ada jendela luar satu pun hanya ruangan ruangan tertutup dengan lampu yang tidak menyala...
Aku berjalan hanya dengan sebuah senter yang cukup besar dan lumayan bagus untuk digunakan dalam hal seperti ini.
Waktu telah menunjukkan pukul 20.12 malam, dan angin yang melewati tubuhku semakin lama semakin dingin...
.
.
.
Sudah merasa cukup lama aku berjalan, aku memutuskan untuk beristirahat didekat mesin minuman ya g berada di lantai tiga gedung sekolah ini...
Aku duduk sambil bersandar di mesin minuman itu dan mengambil nafas sebanyak-banyaknya...
"Huh... aku sudah cukup yakin sudah memutari dua lantai gedung ini... tetapi tidak ada dia sama sekali... apa aku kembali saja kesana, mungkin dia juga sudah berada disa-. "
*Krek
Saat aku sedang ingin bangun dari duduk dengan bertumpu dengan telapak tanganku, tetapi telapak tanganku justru menegang sebuah kaleng minuman kosong yang berada di lantai.
"Siapa yang tidak ingin membuang sampahnya yang hanya berjarak beberapa langkah saja... menyebalka-. " Saat aku mengeluh sambil memungutnya, aku sadar bahwa kaleng itu masih hangat hangatnya terasa di tanganku.
"Masih hangat... apa ada yang meminumnya sebelum aku kesini?. "
*Tap tap tap
Suara langkah kaki yang cukup kencang menandakan ada yang berlari disekitar ku.
"... "
Saat aku mengetahui arah suara tersebut, aku langsung bergegas untuk mengejarnya.
*Tap tap tap
Tiba tiba suara itu berada di lorong sebelahku, aku langsung mengubah arah jalanku untuk mengikuti suaranya.
*Tap tap tap
Suaranya semakin dekat dan dekat, tetapi setelah aku hampir ingin menemukannya sumber suaranya, justru suara itu menghilang seketika.
Aku berjalan pelan sambil melihat sekitar bagian depanku...
Melangkah dan melangkah sambil mengarahkan senter itu ke kanan dan ke kiri...
Saat aku ingin berbelok ke lorong kanan, tiba tiba...
*Brukk!!
......................
Pada waktu yang sama sebelumnya, Sakura masih berkeliling juga mencari Yuuki di gedung yang lebih dalam, tinggi suhu yang ada disekitarnya tidak terlalu rendah karena letaknya yang jauh dari luar.
"Duh dimana Yuuki ini... apa dia tidak tahu jika aku bisa mencarinya.. "
Sambil mencari cari keberadaannya, dia tetap memaksakan diri untuk tetap lanjut mencari meskipun dia agak ketakutan... sepertinya sudah ketakutan dari sebelum masuk ke gedung yang lebih dalam.
Dia memegang dua senter dan satu senter dari ponselnya saking ketakutannya dia... membuat seluruhnya menjadi terang benderang seperti siang hari.
"Aku balik saja... tidak balik... balik saja... tidak balik... mana yang benar.." Dia bergumam sendiri untuk mengurangi ketakutannya.
Saat dia masih berjalan perlahan tanpa melihat kebelakang, tiba tiba ada seseorang yang memanggilnya dari belakang dengan membawa senter juga... tetapi saking terangnya cahaya yang dibuat Sakura, membuat dia tidak sadar jika ada orang yang berada dibelakangnya.
"Kamu yang disana.. " Orang itu memanggil Sakura.
Hal itu membuat Sakura terkejut ketakutan saat ditengah lorong seperti ini dia dipanggil oleh sesuatu dari belakang.
"( Tamat... aku tahu ini pasti sudah tamat!!.. ) "
"Hei." Dia mulai berjalan mendekatinya yang sedang berdiri terdiam.
Rasa ketakutannya semakin besar, tetapi dia mencoba untuk memberanikan dirinya agar berbalik melihat siapa yang ada dibelakangnya sambil bersiap siap menggenggam ponselnya.
Saat dia sudah tepat berada dibelakangnya, dia langsung berbalik sambil ingin mengayunkan senternya.
"Tunggu! tunggu! tenang... " Suara orang itu membuat Sakura berhenti untuk mencoba memukulnya dengan senter.
"... " Dia mencoba melihat wajah orang itu yang masih silau oleh cahaya senter.
"Kamu tidak apa apa?. "
"... "
Sakura yang masih tidak familiar dengan wajah orang itu.
Tetapi orang itu tahu jika dia masih belum mengenalnya dan mencoba untuk memperkenalkan diri.
"Aku Kuchima... ketua OSIS disekolah ini. "
"Kuchima?. "
"Ya... bagaimana kamu bisa ada disini?. "
"Aku sedang mencari seseorang yang juga berada disekitar sini. "
"Seseorang?. "
"Iya... namanya Shiraishi Yuuki. "
"Oh Yuuki... kamu temannya?. "
"Apa kamu bisa meneleponnya?. "
"Aku sudah meneleponnya, tetapi tidak bisa terhubung. "
"Hmm... baiklah, kita kembali saja ke Aula, nanti aku akan membantumu mencarinya. "
Tetapi wajah Sakura yang masih tidak mempercayai Kuchima membuat perasaan tidak yakin untuk mengikutinya.
"Tidak apa apa, aku ini adalah ketua OSIS... jadi tidak perlu khawatir... " Menyadari kewaspadaan Sakura dia menenangkan nya.
Lalu dengan setengah yakin Sakura mengikuti jalan Kuchima yang ingin kembali ke tempat semuanya sedang berkumpul.
"Berarti kamu juga mengenal Aoyama kan?. " Tanya Kuchima sambil mencairkan suasana.
"Ah ya... dia teman sekelasku. "
"Oh begitu ya... aku kira dia hanya berteman dekat dengan si Touya itu. "
"... "
"... "
"Anu... Kuchima... kenapa kamu bisa berada disini juga?. "
"Aku? aku disini karena ingin mengambil ini. "
Dia menunjukkan sebuah papan nama yang cukup besar bertuliskan 'OPEN' dengan dihiasi sangat baik.
"Ini adalah hasil karya anak klub seni... jadi aku mengambilnya untuk diletakkan di depan pintu.
"Kalau begitu terima kasih sudah repot repot membantuku... dan juga aku minta maaf karena sempat mencurigai mu. "
"Ah tidak tidak, tenang saja itu wajar... jika ada seseorang yang muncul di tempat gelap seperti ini memang aneh bukan? haha... untung saja aku yang menemukanmu. "
"Um.. " Perasaannya kini menjadi lega setelah merasa jika Kuchima adalah orang yang baik.
......................
"Aw aw.. "
"Apa yang menabrakku barusan.. " Saat aku tersungkur kebawah karena ada yang mendorongku dari belakang, aku langsung melihat siapa yang mendorongku.
"Yuuki.. " Setelah aku melihatnya dan ternyata itu adalah Yuuki.
"Aoyama?. " Setelah kesakitan dia langsung melihatku.
"Apa yang kau lakukan disini? daritadi kami mencar-. "
Dia langsung memelukku saat aku sedang duduk berbicara.
"Aoyama! tolong, aku tidak tahu ini dimana. " Sambil ketakutan dia mendekapku dengan erat.
"Apa kau tidak membawa senter atau ponsel??. "
"Ponselku mati, dan senter ku jatuh saat sedang berada di tangga. "
"Huh... yang penting aku sudah menemukanmu, jadi lebih baik aku menghubungi Sakura terlebih dahulu.. "
"Apa Sakura juga sedang mencariku?. "
"Ya, kita berpisah untuk lebih cepat. "
"Lalu bagaimana dengan Mai??. "
"Daritadi dia sudah berkumpul dengan yang lainnya... setelah kami kembali kau menghilang entah kemana. "
"Maaf... "
"Baiklah... kalau begitu... bisakah kau lepaskan tanganmu dulu?. " Tangannya yang masih memelukku karena ketakutan tadi.
"O-Oh ya.. " Dia langsung melepasnya.
Aku pun berdiri sambil mengambil senter cadangan di kantungku.
"Aku membawa senter lebih untuk berjaga jaga.. " Aku memberikan senter itu kepadanya..
"Mm... terima kasih. "
Lalu aku mencoba memberitahukan Sakura melewati pesan yang kukirim ke kontaknya.
"Sakura, aku sudah menemukannya... kau bisa kembali. "
Beberapa menit kemudian dia membalas pesanku.
"Syukurlah... aku juga akan kembali bersama ketua OSIS... aku bertemu dengannya tadi."
"Untung saja Kuchima bisa diandalkan. "
"Kenapa dengan Ketua OSIS?. "
"Tidak ada apa apa... ayo kembali. "
Saat aku berbalik untuk membawanya kembali ke yang lain, dia menarik bajuku pelan.
"Ada apa?. "
"Biarkan aku seperti ini sampai di sana.. " Dia tidak ingin memberikan alasan yang jelas.
Tetapi aku tidak mempermasalahkannya dan lanjut berjalan kembali kepada yang lainnya...
Malam yang dingin ini terus berlanjut didalam sekolah kami yang bersiap mengadakan hari terakhir festival sekolah esok.